Ramai Pengunjung Tapi Sepi Pembeli: Wajah Lain Wisata Lebaran di Pusat Kota Bandung

3 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Suasana sore di kawasan Alun-Alun Bandung tampak dipadati pengunjung yang memanfaatkan masa libur setelah Lebaran untuk berjalan-jalan di pusat kota.

Area teras masjid dan trotoar dipenuhi keluarga yang duduk bersantai, sementara anak-anak berlarian di selasar dan bahu jalan. Di beberapa sudut, kelompok anak muda bergantian berfoto dengan latar masjid dan taman kota.

Keramaian juga meluber hingga ke ruas Jalan Asia Afrika dan Jalan Dewi Sartika. Pengunjung berjalan kaki menikmati suasana kota, sebagian berhenti membeli jajanan dari pedagang kaki lima, sementara lainnya sekadar duduk santai menikmati udara sore.

Sebagai salah satu ruang publik ikonik di Kota Bandung, kawasan ini memang selalu menjadi tujuan favorit warga dan wisatawan untuk berkumpul. Letaknya yang strategis di pusat kota, serta akses yang mudah, membuat alun-alun menjadi simpul pergerakan sekaligus destinasi utama saat musim liburan.

Namun di balik padatnya arus pengunjung, tidak semua pelaku ekonomi kecil merasakan dampak yang sama.

Tya (27), salah satu pedagang yang sudah sekitar delapan tahun berjualan di kawasan alun-alun, mengatakan bahwa ramainya pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pembeli.

“Kalau saya tidak tiap hari jualan di sini. Biasanya hanya Sabtu-Minggu atau kalau lagi ada liburan saja, karena biasanya pengunjung lebih ramai,” kata Tia.

Meski dipadati wisatawan, sejumlah pedagang di kawasan Alun-alun Kota Bandung mengeluhkan sepinya pembeli. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Meski dipadati wisatawan, sejumlah pedagang di kawasan Alun-alun Kota Bandung mengeluhkan sepinya pembeli. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, setelah Lebaran jumlah pengunjung memang meningkat, termasuk wisatawan dari luar kota.

“Pengunjung sih ramai. Kadang ada yang dari Jakarta, Bogor, sampai Purwakarta juga datang ke sini,” ujarnya.

Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya membawa keuntungan.

“Yang ramai itu pengunjungnya, tapi yang beli tidak terlalu banyak. Daya beli terasa berkurang dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menilai perubahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi kawasan yang tidak lagi sepenuhnya bisa dimanfaatkan seperti dulu.

“Sekarang tamannya tidak bisa dipakai seperti dulu, jadi orang biasanya hanya datang untuk lihat-lihat atau foto saja,” jelasnya.

Hal serupa dirasakan Yani (40), pedagang lain di kawasan tersebut. Ia mengakui momen libur panjang seperti Lebaran memang mendatangkan lebih banyak orang, namun tidak selalu diikuti peningkatan transaksi.

“Kalau lagi libur seperti ini biasanya memang lebih ramai pengunjung yang datang,” katanya.

Di sisi lain, pengunjung tetap melihat kawasan alun-alun sebagai tempat rekreasi yang menarik, meski tanpa harus banyak mengeluarkan uang.

Raka (27) dan sepupunya Dani (26), misalnya, memilih menghabiskan waktu dengan berjalan santai dan menikmati suasana. Dani datang dari Surabaya untuk berlibur di Bandung, sementara Raka berasal dari Cimahi.

Raka mengatakan kunjungannya ke Bandung memang sudah direncanakan untuk memanfaatkan momen libur Lebaran bersama keluarga.

“Lagi libur Lebaran saja sebenarnya, jadi sekalian main ke Bandung. Saya dari Surabaya dan kebetulan sepupu saya ngajak ke sini. Katanya kalau ke Bandung belum lengkap kalau belum ke alun-alun,” ujarnya.

Menurutnya, suasana yang ramai justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Di sini enak sih. Tempatnya terbuka dan suasananya juga seru karena banyak orang berkumpul. Ada keluarga yang piknik, ada juga anak muda yang foto-foto. Jadi terasa hidup,” katanya.

Dani menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung tahun ini terasa lebih padat.

“Kalau dibanding tahun kemarin rasanya sekarang lebih ramai. Mungkin karena masih suasana libur Lebaran juga, jadi banyak orang yang datang ke pusat kota untuk jalan-jalan,” ujarnya.

Meski demikian, aktivitas yang dilakukan pengunjung cenderung sederhana.

“Biasanya kalau ke sini kita foto-foto dulu di alun-alun, habis itu jalan ke Braga buat nongkrong atau sekadar lihat suasana,” ujar Dani.

Setelah itu, mereka berencana melanjutkan perjalanan ke kawasan lain di Bandung.

“Mungkin nanti habis dari sini kita lanjut ke Lembang. Sekalian liburan selama masih suasana Lebaran,” kata Raka.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)
Linimasa 09 Agu 2026, 18:31

Hikayat Baju Pendakian Indonesia yang Biasa Digunakan Para Pecinta Alam

Flanel, celana PDL, jaket bulu angsa, dan sepatu tentara pernah menjadi ciri khas pendaki Indonesia sebelum era pakaian modern.

Ilustrasi pendaki gunung. (Sumber: Pixnio)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 15:43

Kibar Sang Merah Putih pun Tak Merdeka

Bendera memang sudah merdeka dari penjajahan. Tetapi apakah manusia yang mengibarkannya sudah benar-benar merasakan kemerdekaan?

Bendera merah putih di sekeliling Lapangan Lio Genteng, RW 05, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu 12 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 12:05

Tanah, Makanan, dan Tempat

Timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponimi.

Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 09:17

Hari Hutan Nasional: Menjadikan Hutan sebagai Rumah dan Harapan

Masih relevan kah peringatan Hari Hutan Nasional sekarang dengan kondisi ekologi hutan kita yang semakin gundul. Apakah pembangunan tidak menggunakan konsep lingkungan hidup yang sehat?

Siswa SD Darul Hikam Bandung memperingati Hari Bumi dengan aksi nyata menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024.  (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Wisata & Kuliner 09 Agu 2026, 09:03

Tamasya di Dadaha Tasikmalaya: Tempat Jogging, Wisata Kuliner, dan Rekreasi Keluarga

Dadaha menjadi destinasi favorit warga Tasikmalaya dengan lintasan jogging, taman bermain anak, kolam renang, dan Pasar Kojengkang yang selalu ramai.

Suasana di Kawasan Dadaha Tasikmalaya (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)