Learning Agility: Panduan Survival di Era Perubahan

Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan Rabu 01 Okt 2025, 16:13 WIB
Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Di era perubahan yang kian cepat, dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademis atau keterampilan teknis. Kemampuan untuk terus belajar, melepas kebiasaan lama, dan beradaptasi dengan situasi baru menjadi kriteria utama yang dicari oleh perusahaan maupun instansi pemerintah. Inilah yang disebut learning agility.

Learning agility bukan sekadar istilah keren di ruang akademik, tetapi panduan keterampilan hidup, di tengah dunia kerja modern yang penuh ketidakpastian. Hanya pegawai yang lincah yang bisa bertahan. Tidak peduli apakah pegawai bekerja di perusahaan, menjadi tenaga pendidik, berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), atau penegak hukum sekalipun, learning agility adalah modal utama.

Sayangnya, banyak orang masih membayangkan belajar itu duduk di kelas, mendengarkan instruktur, menghafal materi, lalu ujian. Pola ini sudah ketinggalan zaman. Malcolm Knowles melalui konsep andragogy menekankan bahwa pembelajaran orang dewasa harus relevan, berbasis pengalaman, dan berorientasi pemecahan masalah.

Dalam praktiknya, seorang pegawai bisa belajar lebih efektif melalui mempelajari kasus nyata (case learning), problem-based learning, atau diskusi pengalaman dengan rekan kerja. Di dunia ASN, misalnya, pelatihan kepemimpinan menjadi lebih bermakna bila disertai simulasi inovasi yang relevan dengan tuntutan layanan sesuai tugas jabatan dan kewenangannya.

Namun, tantangan masa kini tidak cukup dijawab hanya dengan andragogy. Stewart Hase dan Chris kemudian mengembangkan konsep heutagogy, pendekatan pembelajaran yang menekankan pembelajaran mandiri (self-determined learning). Dengan pendekatan ini, seseorang tidak menunggu pelatihan formal, melainkan aktif mencari sumber belajar: membuka kursus daring, membaca e-book, atau bergabung dengan komunitas digital.

Kombinasi andragogy dan heutagogy inilah yang membentuk learning agility, kemampuan untuk terus belajar ulang (re-learn), meninggalkan kebiasaan lama yang usang, dan menemukan cara baru di tengah ketidakpastian.

Mengapa Learning Agility Penting?

Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)
Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)

Perubahan datang tanpa permisi. Hari ini kita terbiasa dengan satu sistem, besok sudah muncul aplikasi baru yang wajib dikuasai. Ada empat alasan mengapa learning agility penting, cepat menguasai teknologi baru, berpikir kritis terhadap perubahan, terbuka pada kolaborasi lintas sektor, dan berani bereksperimen.

Contoh sederhana dalam birokrasi, misalnya seorang ASN di bidang kependudukan, dulu hanya mengurus formulir kertas. Kini ia dituntut menguasai sistem daring, mengintegrasikan data, bahkan menjawab pertanyaan publik lewat kanal digital. Tanpa learning agility, ASN akan terkesan gagap dan lamban. Sebaliknya dengan learning agility, ASN bisa beradaptasi cepat, mencari tahu sendiri, dan tetap memberikan layanan terbaik.

Hal serupa juga berlaku di perusahaan swasta. Organisasi dengan karyawan yang lincah belajar akan lebih siap menghadapi disrupsi teknologi, dibandingkan perusahaan yang hanya mengandalkan prosedur lama.

Pertanyaannya, bagaimana melatih learning agility? Pada level individu dimulai dari growth mindset untuk berani gagal, mau mencoba hal baru, dan gemar refleksi diri. Sementara pada level organisasi, dengan menciptakan ekosistem belajar berkelanjutan, misalnya bisa mengembangkan kemampuan melalui Corporate University (Corpu).

Pegawai tidak hanya ikut pelatihan, tetapi juga menjalani action learning project di bidang kerja, bekerja lintas instansi, dan saling berbagi lewat peer coaching.

Menakar Learning Agility

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)

Lingkungan belajar berperan besar dalam melatih learning agility. Setidaknya ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan.

Pertama, fisik dan digital yang menghadirkan ruang kelas interaktif, platform LMS, e-library, hingga innovation hub yang mendorong eksperimen.

Kedua, aspek sosial dengan mendorong adanya budaya yang menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, forum lintas unit, serta program coaching dan mentoring. Terakhir aspek organisasi, yang mengatur tata kelola pembelajaran yang jelas antara peran Dewan Pengarah, Chief Learning Officer (CLO), dan Chief of Group Skill (CGS).

Dalam praktiknya, Corpu bisa membuat program seperti Innovation Lab, atau Leadership Lab, di mana peserta pelatihan membawa masalah nyata dari unit kerja, lalu mencari solusi bersama. Output-nya bukan hanya laporan, melainkan prototipe aplikasi atau rekomendasi kebijakan yang siap diuji.

Contohnya, seorang ASN pasca pelatihan tidak hanya tahu teori pelayanan digital, tapi langsung menginisiasi digitalisasi proses internal. Itulah bukti nyata learning agility.

Pengukuran learning agility tidak bisa dengan ujian hafalan. Ukurannya adalah, apakah pegawai cepat menguasai hal baru, berani mencoba pendekatan berbeda, dan membawa dampak positif bagi tim atau organisasi.

Metode pengukuran yang dapat digunakan, antara lain: self-assessment berbasis kuesioner, 360-degree feedback, simulasi kasus yang menuntut respons cepat, ataupun dengan portofolio pembelajaran, misalnya rekam jejak pembelajaran mandiri di LMS.

Pengukuran terhadap pelatihan yang baik pun tidak bisa hanya sebatas “puas atau tidak puas”. Dengan mengadopsi dan mengadaptasi perspektif dari Model Kirkpatrick, orientasi agility dapat diukur dengan menilai apakah pelatihan menantang peserta untuk berpikir baru? (reaction). apakah peserta mengembangkan pola pikir agile? (learning). apakah peserta berani mencoba hal baru di tempat kerja? (behavior). Dan apakah organisasi menjadi lebih adaptif dan inovatif setelah pelatihan? (results).

Di dunia kerja modern, pegawai yang bertahan bukanlah mereka yang paling pintar, melainkan mereka yang paling lincah belajar. Learning agility menjadi modal utama, baik bagi karyawan swasta, akademisi, maupun ASN.

Organisasi yang merawat budaya belajar berkelanjutan akan lebih adaptif menghadapi perubahan. Individu yang berani meninggalkan cara lama akan lebih sigap menghadapi perubahan. Pada akhirnya, bukan berapa banyak pelatihan formal yang diikuti, tetapi kelincahan mengubah pola pikir dan langkah kerja. Inilah esensi learning agility, panduan survival di era perubahan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Jan 2026, 18:06 WIB

Kuliah di Bandung, di Menara Gading WEIRD: Catatan untuk 2026

Kawasan kampus yang unggul literasi dan reputasi, tetapi berjarak dari realitas sosial-ekologis kota. Kita menagih kembali tanggung jawab etis akademik.
Ilustrasi mahasiswa di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Zayyinatul Millah)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 13:09 WIB

Wargi Bandung 'Gereget' Pelayanan Dasar Masyarakat Tidak Optimal

Skeptis terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung demi pelayanan yang lebih baik.
Braga pada malam hari dan merupakan salah satu icon Kota Bandung, Rabu (3/12/2024). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Nayla Andini)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 11:01 WIB

Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata.
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Ayo Jelajah 11 Jan 2026, 11:00 WIB

Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Cerita kriminal 1941 tentang Soehali residivis yang tewas tenggelam saat mencoba melarikan diri dari pengawalan.
Ilustrasi
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 09:51 WIB

Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Beranda 11 Jan 2026, 08:09 WIB

Cerita Warga Jelang Laga Panas Persib vs Persija, Euforia Nobar Menyala di Kiaracondong dan Cigereleng

Menurutnya, menyediakan ruang nobar justru menjadi cara paling realistis untuk mengelola antusiasme bobotoh dibandingkan berkumpul tanpa fasilitas atau memaksakan datang ke stadion.
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)