Learning Agility: Panduan Survival di Era Perubahan

4 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ilustrasi Aparatur Negeri Sipil (ASN). (Sumber: Pexels/Brett Jordan)

Di era perubahan yang kian cepat, dunia kerja tidak hanya menuntut kecerdasan akademis atau keterampilan teknis. Kemampuan untuk terus belajar, melepas kebiasaan lama, dan beradaptasi dengan situasi baru menjadi kriteria utama yang dicari oleh perusahaan maupun instansi pemerintah. Inilah yang disebut learning agility.

Learning agility bukan sekadar istilah keren di ruang akademik, tetapi panduan keterampilan hidup, di tengah dunia kerja modern yang penuh ketidakpastian. Hanya pegawai yang lincah yang bisa bertahan. Tidak peduli apakah pegawai bekerja di perusahaan, menjadi tenaga pendidik, berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), atau penegak hukum sekalipun, learning agility adalah modal utama.

Sayangnya, banyak orang masih membayangkan belajar itu duduk di kelas, mendengarkan instruktur, menghafal materi, lalu ujian. Pola ini sudah ketinggalan zaman. Malcolm Knowles melalui konsep andragogy menekankan bahwa pembelajaran orang dewasa harus relevan, berbasis pengalaman, dan berorientasi pemecahan masalah.

Dalam praktiknya, seorang pegawai bisa belajar lebih efektif melalui mempelajari kasus nyata (case learning), problem-based learning, atau diskusi pengalaman dengan rekan kerja. Di dunia ASN, misalnya, pelatihan kepemimpinan menjadi lebih bermakna bila disertai simulasi inovasi yang relevan dengan tuntutan layanan sesuai tugas jabatan dan kewenangannya.

Namun, tantangan masa kini tidak cukup dijawab hanya dengan andragogy. Stewart Hase dan Chris kemudian mengembangkan konsep heutagogy, pendekatan pembelajaran yang menekankan pembelajaran mandiri (self-determined learning). Dengan pendekatan ini, seseorang tidak menunggu pelatihan formal, melainkan aktif mencari sumber belajar: membuka kursus daring, membaca e-book, atau bergabung dengan komunitas digital.

Kombinasi andragogy dan heutagogy inilah yang membentuk learning agility, kemampuan untuk terus belajar ulang (re-learn), meninggalkan kebiasaan lama yang usang, dan menemukan cara baru di tengah ketidakpastian.

Mengapa Learning Agility Penting?

Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)
Bandung Talenta Hub adalah impian untuk mewujudkan Centre of Human Capital Development di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Sewupari Studio)

Perubahan datang tanpa permisi. Hari ini kita terbiasa dengan satu sistem, besok sudah muncul aplikasi baru yang wajib dikuasai. Ada empat alasan mengapa learning agility penting, cepat menguasai teknologi baru, berpikir kritis terhadap perubahan, terbuka pada kolaborasi lintas sektor, dan berani bereksperimen.

Contoh sederhana dalam birokrasi, misalnya seorang ASN di bidang kependudukan, dulu hanya mengurus formulir kertas. Kini ia dituntut menguasai sistem daring, mengintegrasikan data, bahkan menjawab pertanyaan publik lewat kanal digital. Tanpa learning agility, ASN akan terkesan gagap dan lamban. Sebaliknya dengan learning agility, ASN bisa beradaptasi cepat, mencari tahu sendiri, dan tetap memberikan layanan terbaik.

Hal serupa juga berlaku di perusahaan swasta. Organisasi dengan karyawan yang lincah belajar akan lebih siap menghadapi disrupsi teknologi, dibandingkan perusahaan yang hanya mengandalkan prosedur lama.

Pertanyaannya, bagaimana melatih learning agility? Pada level individu dimulai dari growth mindset untuk berani gagal, mau mencoba hal baru, dan gemar refleksi diri. Sementara pada level organisasi, dengan menciptakan ekosistem belajar berkelanjutan, misalnya bisa mengembangkan kemampuan melalui Corporate University (Corpu).

Pegawai tidak hanya ikut pelatihan, tetapi juga menjalani action learning project di bidang kerja, bekerja lintas instansi, dan saling berbagi lewat peer coaching.

Menakar Learning Agility

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)

Lingkungan belajar berperan besar dalam melatih learning agility. Setidaknya ada tiga aspek utama yang perlu diperhatikan.

Pertama, fisik dan digital yang menghadirkan ruang kelas interaktif, platform LMS, e-library, hingga innovation hub yang mendorong eksperimen.

Kedua, aspek sosial dengan mendorong adanya budaya yang menganggap kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, forum lintas unit, serta program coaching dan mentoring. Terakhir aspek organisasi, yang mengatur tata kelola pembelajaran yang jelas antara peran Dewan Pengarah, Chief Learning Officer (CLO), dan Chief of Group Skill (CGS).

Dalam praktiknya, Corpu bisa membuat program seperti Innovation Lab, atau Leadership Lab, di mana peserta pelatihan membawa masalah nyata dari unit kerja, lalu mencari solusi bersama. Output-nya bukan hanya laporan, melainkan prototipe aplikasi atau rekomendasi kebijakan yang siap diuji.

Contohnya, seorang ASN pasca pelatihan tidak hanya tahu teori pelayanan digital, tapi langsung menginisiasi digitalisasi proses internal. Itulah bukti nyata learning agility.

Pengukuran learning agility tidak bisa dengan ujian hafalan. Ukurannya adalah, apakah pegawai cepat menguasai hal baru, berani mencoba pendekatan berbeda, dan membawa dampak positif bagi tim atau organisasi.

Metode pengukuran yang dapat digunakan, antara lain: self-assessment berbasis kuesioner, 360-degree feedback, simulasi kasus yang menuntut respons cepat, ataupun dengan portofolio pembelajaran, misalnya rekam jejak pembelajaran mandiri di LMS.

Pengukuran terhadap pelatihan yang baik pun tidak bisa hanya sebatas “puas atau tidak puas”. Dengan mengadopsi dan mengadaptasi perspektif dari Model Kirkpatrick, orientasi agility dapat diukur dengan menilai apakah pelatihan menantang peserta untuk berpikir baru? (reaction). apakah peserta mengembangkan pola pikir agile? (learning). apakah peserta berani mencoba hal baru di tempat kerja? (behavior). Dan apakah organisasi menjadi lebih adaptif dan inovatif setelah pelatihan? (results).

Di dunia kerja modern, pegawai yang bertahan bukanlah mereka yang paling pintar, melainkan mereka yang paling lincah belajar. Learning agility menjadi modal utama, baik bagi karyawan swasta, akademisi, maupun ASN.

Organisasi yang merawat budaya belajar berkelanjutan akan lebih adaptif menghadapi perubahan. Individu yang berani meninggalkan cara lama akan lebih sigap menghadapi perubahan. Pada akhirnya, bukan berapa banyak pelatihan formal yang diikuti, tetapi kelincahan mengubah pola pikir dan langkah kerja. Inilah esensi learning agility, panduan survival di era perubahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)