Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Scroll Boleh, Meniru Jangan, Waspada Memetic Violence!

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Jumat 21 Nov 2025, 14:49 WIB
Ilustrasi asyiknya bermedia sosial. (Sumber: pixabay.com | Foto: Istimewa)

Ilustrasi asyiknya bermedia sosial. (Sumber: pixabay.com | Foto: Istimewa)

Saat sedang asyik membaca buku Aku Klik Maka Aku Ada: Manusia dalam Revolusi Digital karya F. Budi Hardiman (Kanisius, 2021), tiba-tiba muncul notifikasi dari Instagram @peacegenid bertajuk “Masih Ingat dengan Apa yang Terjadi Pekan Lalu di SMAN 72 Jakarta?”

PeacePeople, pernah mendengar istilah memetic violence sebelumnya? Coba tulis di kolom komentar!

Ternyata, menurut Densus 88, apa yang terjadi di SMAN 72 Jakarta disebabkan oleh suatu fenomena yang disebut "Memetic Violence"
Apa itu memetic violence? (Sumber: Instagram | Foto: @peacegenid)
Ternyata, menurut Densus 88, apa yang terjadi di SMAN 72 Jakarta disebabkan oleh suatu fenomena yang disebut "Memetic Violence" Apa itu memetic violence? (Sumber: Instagram | Foto: @peacegenid)

Memetic (Mimetic) Violence?

Dalam laporan CNN Indonesia, Rabu (12/11/2025 07:30 WIB) Densus 88 Antiteror Polri mengaitkan motif pelaku dengan fenomena kekerasan yang muncul akibat peniruan di dunia digital, yang mereka sebut sebagai “memetic violence daring.”

PPID Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa pelaku yang masih berstatus anak tidak memiliki kaitan dengan jaringan teror mana pun.

Tindakannya murni merupakan copycat, aktivitas meniru inspirasi kekerasan dari internet.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah nama tokoh dan ideologi yang ditulis pelaku pada permukaan airsoft gun-nya. Tokoh-tokoh idolanya adalah pelaku penembakan massal di berbagai negara:

1. Alexandre Bissonnete – Penembakan di Quebec City (2017)

2. Luca Traini – Penembakan enam migran Afrika di Macerata (2018)

3. Brenton Harrison Tarrant – Penembakan di dua masjid, Selandia Baru (2019)

4. Eric Harris – Pelaku penembakan Columbine

5. Dylan Klebold – Pelaku penembakan Columbine

6. Dylann Roof – Penembakan di gereja di Amerika Serikat

Densus 88 menegaskan ihwal kasus di SMAN 72 merupakan kriminal umum, bukan tindak pidana terorisme.

Psikolog dan grafolog Joice Manurung menjelaskan perilaku kekerasan yang didorong oleh hasrat meniru sosok tertentu yang disebut “mimetic violence.”

Sering kali pelaku tidak memiliki masalah langsung dengan korban, tetapi terdorong oleh keinginan mengimitasi agresi tokoh yang diidolakan.

Mimetic violence merupakan kekerasan yang dihasilkan oleh keinginan mengimitasi agresi dari sosok yang diidolakan,” ujar Joice.

Tentunya fenomena unik ini memiliki dua landasan teori:

1. Teori Mimetika (Mimetic Theory) – René Girard, kekerasan lahir dari mimesis (peniruan) yang memicu rivalitas.

2. Teori Memetika (Memetic Theory) – Richard Dawkins, meme adalah unit ide yang bereplikasi seperti gen. Di era digital, konsep ini berkembang menjadi memetic violence.

Memetic Violence ini adalah alarm baru di dunia digital kita. Kekerasan yang muncul karena peniruan... (Sumber: reskrimum.metro.polri.go.id | Foto: Istimewa)
Memetic Violence ini adalah alarm baru di dunia digital kita. Kekerasan yang muncul karena peniruan... (Sumber: reskrimum.metro.polri.go.id | Foto: Istimewa)

Alarm Baru dari Dunia Digital

Dalam laman reskrimum.metro.polri.go.id, Ahad (16/11/2025) memetic violence dijelaskan sebagai alarm baru dalam ruang digital. Kekerasan ini muncul karena peniruan ide atau perilaku ekstrem yang menyebar seperti virus ide yang lewat konten, komentar, dan narasi yang terus berulang.

Bagi individu yang sedang dalam kondisi psikologis rentan, seperti korban perundungan atau merasa tak berdaya, ide ekstrem dari internet bisa tampak seperti jalan keluar.

Karena itu, yang paling penting adalah pendampingan mulai dari membangun literasi digital, mengajak diskusi terbuka sampai ikut menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja untuk berpikir tanpa takut dihakimi.

Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dinamika Medsos Berujung Petaka

Dengan arus informasi yang sangat cepat, konten kekerasan baik berupa meme, video, tulisan, maupun simbol sangat mudah tersebar dan dinormalisasi. Ketika konten berseliweran dijadikan inspirasi, memetic (mimetic) violence dapat terjadi tanpa disadari.

Maka dari itu @peacegenid, mengingat kepada kita tentang 5 hal saat berselancar di media sosial:

1. Hindari menonton atau membagikan video/meme yang mengandung kekerasan.

2. Laporkan konten berbahaya dan provokatif.

3. Pahami peran media sosial dalam membentuk cara berpikir.

4. Kuatkan nilai empati, moral, dan budaya damai.

5. Tingkatkan literasi digital demi keamanan bersama.

Kita perlu memahami bagaimana menempatkan diri di ruang digital agar terhindar dari tindakan negatif seperti memetic (mimetic) violence.

Aktivitas memetic (mimetic) violence mengingatkan kita ihwal ruang digital bukanlah ruang kosong. Justru sangat memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak.

Pasalnya, setiap konten yang kita konsumsi dan bagikan memiliki dampak yang nyata, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi psikologis rentan.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk menjadi pengguna yang lebih sadar, kritis, empatik, jangan asal share sebelum nyaring dalam memaknai setiap informasi yang melintas di beranda kita.

Mari menjadi generasi yang cerdas bermedia sosial. Caranya pilih sebelum klik, pikir sebelum bagikan, dan peduli sebelum terlambat.

Dengan membangun budaya digital yang sehat, ramah, dan penuh tanggung jawab, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi ikut terlibat dan membantu menjaga ruang aman bagi anak, remaja, dan masyarakat secara keseluruhan.

Saatnya cerdas dan bijak bermedsos, karena satu unggahan kita hari ini bisa membawa pengaruh besar bagi seseorang di luar sana. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)