Scroll Boleh, Meniru Jangan, Waspada Memetic Violence!

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Ilustrasi asyiknya bermedia sosial. (Sumber: pixabay.com | Foto: Istimewa)
Ilustrasi asyiknya bermedia sosial. (Sumber: pixabay.com | Foto: Istimewa)

Saat sedang asyik membaca buku Aku Klik Maka Aku Ada: Manusia dalam Revolusi Digital karya F. Budi Hardiman (Kanisius, 2021), tiba-tiba muncul notifikasi dari Instagram @peacegenid bertajuk “Masih Ingat dengan Apa yang Terjadi Pekan Lalu di SMAN 72 Jakarta?”

PeacePeople, pernah mendengar istilah memetic violence sebelumnya? Coba tulis di kolom komentar!

Ternyata, menurut Densus 88, apa yang terjadi di SMAN 72 Jakarta disebabkan oleh suatu fenomena yang disebut "Memetic Violence"
Apa itu memetic violence? (Sumber: Instagram | Foto: @peacegenid)
Ternyata, menurut Densus 88, apa yang terjadi di SMAN 72 Jakarta disebabkan oleh suatu fenomena yang disebut "Memetic Violence" Apa itu memetic violence? (Sumber: Instagram | Foto: @peacegenid)

Memetic (Mimetic) Violence?

Dalam laporan CNN Indonesia, Rabu (12/11/2025 07:30 WIB) Densus 88 Antiteror Polri mengaitkan motif pelaku dengan fenomena kekerasan yang muncul akibat peniruan di dunia digital, yang mereka sebut sebagai “memetic violence daring.”

PPID Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa pelaku yang masih berstatus anak tidak memiliki kaitan dengan jaringan teror mana pun.

Tindakannya murni merupakan copycat, aktivitas meniru inspirasi kekerasan dari internet.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah nama tokoh dan ideologi yang ditulis pelaku pada permukaan airsoft gun-nya. Tokoh-tokoh idolanya adalah pelaku penembakan massal di berbagai negara:

1. Alexandre Bissonnete – Penembakan di Quebec City (2017)

2. Luca Traini – Penembakan enam migran Afrika di Macerata (2018)

3. Brenton Harrison Tarrant – Penembakan di dua masjid, Selandia Baru (2019)

4. Eric Harris – Pelaku penembakan Columbine

5. Dylan Klebold – Pelaku penembakan Columbine

6. Dylann Roof – Penembakan di gereja di Amerika Serikat

Densus 88 menegaskan ihwal kasus di SMAN 72 merupakan kriminal umum, bukan tindak pidana terorisme.

Psikolog dan grafolog Joice Manurung menjelaskan perilaku kekerasan yang didorong oleh hasrat meniru sosok tertentu yang disebut “mimetic violence.”

Sering kali pelaku tidak memiliki masalah langsung dengan korban, tetapi terdorong oleh keinginan mengimitasi agresi tokoh yang diidolakan.

Mimetic violence merupakan kekerasan yang dihasilkan oleh keinginan mengimitasi agresi dari sosok yang diidolakan,” ujar Joice.

Tentunya fenomena unik ini memiliki dua landasan teori:

1. Teori Mimetika (Mimetic Theory) – René Girard, kekerasan lahir dari mimesis (peniruan) yang memicu rivalitas.

2. Teori Memetika (Memetic Theory) – Richard Dawkins, meme adalah unit ide yang bereplikasi seperti gen. Di era digital, konsep ini berkembang menjadi memetic violence.

Memetic Violence ini adalah alarm baru di dunia digital kita. Kekerasan yang muncul karena peniruan... (Sumber: reskrimum.metro.polri.go.id | Foto: Istimewa)
Memetic Violence ini adalah alarm baru di dunia digital kita. Kekerasan yang muncul karena peniruan... (Sumber: reskrimum.metro.polri.go.id | Foto: Istimewa)

Alarm Baru dari Dunia Digital

Dalam laman reskrimum.metro.polri.go.id, Ahad (16/11/2025) memetic violence dijelaskan sebagai alarm baru dalam ruang digital. Kekerasan ini muncul karena peniruan ide atau perilaku ekstrem yang menyebar seperti virus ide yang lewat konten, komentar, dan narasi yang terus berulang.

Bagi individu yang sedang dalam kondisi psikologis rentan, seperti korban perundungan atau merasa tak berdaya, ide ekstrem dari internet bisa tampak seperti jalan keluar.

Karena itu, yang paling penting adalah pendampingan mulai dari membangun literasi digital, mengajak diskusi terbuka sampai ikut menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja untuk berpikir tanpa takut dihakimi.

Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- Sejumlah anak bermain gawai di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dinamika Medsos Berujung Petaka

Dengan arus informasi yang sangat cepat, konten kekerasan baik berupa meme, video, tulisan, maupun simbol sangat mudah tersebar dan dinormalisasi. Ketika konten berseliweran dijadikan inspirasi, memetic (mimetic) violence dapat terjadi tanpa disadari.

Maka dari itu @peacegenid, mengingat kepada kita tentang 5 hal saat berselancar di media sosial:

1. Hindari menonton atau membagikan video/meme yang mengandung kekerasan.

2. Laporkan konten berbahaya dan provokatif.

3. Pahami peran media sosial dalam membentuk cara berpikir.

4. Kuatkan nilai empati, moral, dan budaya damai.

5. Tingkatkan literasi digital demi keamanan bersama.

Kita perlu memahami bagaimana menempatkan diri di ruang digital agar terhindar dari tindakan negatif seperti memetic (mimetic) violence.

Aktivitas memetic (mimetic) violence mengingatkan kita ihwal ruang digital bukanlah ruang kosong. Justru sangat memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak.

Pasalnya, setiap konten yang kita konsumsi dan bagikan memiliki dampak yang nyata, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi psikologis rentan.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk menjadi pengguna yang lebih sadar, kritis, empatik, jangan asal share sebelum nyaring dalam memaknai setiap informasi yang melintas di beranda kita.

Mari menjadi generasi yang cerdas bermedia sosial. Caranya pilih sebelum klik, pikir sebelum bagikan, dan peduli sebelum terlambat.

Dengan membangun budaya digital yang sehat, ramah, dan penuh tanggung jawab, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi ikut terlibat dan membantu menjaga ruang aman bagi anak, remaja, dan masyarakat secara keseluruhan.

Saatnya cerdas dan bijak bermedsos, karena satu unggahan kita hari ini bisa membawa pengaruh besar bagi seseorang di luar sana. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)