'Ngahiang' Jadi Obor untuk Birokrasi Menyala

3 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)

Lebih dari lima abad lalu, tanah Sunda dipimpin oleh seorang raja besar yang namanya tetap harum hingga kini, Prabu Siliwangi. Dalam catatan sejarah dikenal sebagai Sri Baduga Maharaja, penguasa Kerajaan Pajajaran. Pada masanya, hukum ditegakkan, rakyat hidup tenteram, dan kerajaan mencapai kejayaan.

Dalam kesadaran kolektif masyarakat Sunda, Prabu Siliwangi menjelma sebagai simbol kebijaksanaan, pemimpin karismatik, arif, sekaligus penuh welas asih.

Dari wangsit yang diwariskannya tentang nilai kebijaksanaan, keberanian, kejujuran, cinta tanah air, kesetiaan, keadilan, kesederhanaan, keseimbangan, dan visi jauh ke depan (visioner), bukan sekadar nilai luhur, melainkan fondasi moral yang tetap relevan baggi Aparatur Sipil Negara (ASN). Nilai-nilai itu menjadi pengingat bahwa tugas melayani bukan sekadar prosedur administratif, tetapi amanah untuk menghadirkan kebaikan dan keadilan.

Di tengah birokrasi yang kerap dipandang kaku, jauh dari rakyat, spirit Siliwangi menjadi obor yang dapat menuntun ASN dalam bekerja dengan konsep saling asah, saling asih, dan saling asuh.

Saling asah bermakna harus terus belajar, memperbaiki diri, dan berinovasi. Saling asih menegaskan bahwa pelayanan publik harus dijiwai kasih sayang dan penghormatan kepada martabat manusia. Sementara saling asuh adalah panggilan agar ASN hadir sebagai pengayom dan pemberdaya. Spirit ini bukan romantika masa lalu, melainkan bentuk kesadaran yang menuntun cara bekerja hari ini.

Jejak Spirit Siliwangi dalam Kebijakan Publik

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: magelangkota.go.id)
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: magelangkota.go.id)

Jejak aktualisasi nilai leluhur sunda dapat ditemukan dalam praktik kebijakan publik. Misalnya, pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih, bukan sekadar perubahan label. Tetapi mencerminkan upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang membumi, di mana tenaga kesehatan dipanggil untuk merawat pasien dengan penuh cinta kasih.

Demikian pula program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) di Kota Bandung, yang mendorong warga memanfaatkan pekarangan, halaman, atau lahan terbatas untuk urban farming. Di balik gerakan warga dalam urban farming, ASN berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan penggerak. Dari menanam cabai hingga mengolah sampah organik menjadi pakan ternak, ASN ikut menjaga bumi sambil menyalakan solidaritas sosial.

Namun, semua itu hanya mungkin hidup bila ASN menjadikan spirit Siliwangi sebagai kesadaran diri. Di tengah tantangan birokrasi modern, yaitu tantangan digitalisasi, keterbatasan anggaran, hingga tekanan politik. ASN dalam birokrasi tidak boleh larut menjadi “mesin administrasi”, tetapi harus hadir sebagai pribadi yang berwibawa, welas asih, dan berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Di sinilah core value ASN (nilai-nilai BerAKHLAK) menemukan relevansinya. Berorientasi Pelayanan mengajarkan untuk memuliakan rakyat, bukan mempersulit. Akuntabel menuntut kejujuran dan keberanian dalam menjaga integritas. Kompeten mendorong semangat saling asah untuk terus belajar, dan berinovasi.

Harmonis mengingatkan untuk membangun kebersamaan dengan jiwa saling asih. Loyal lahir dari kesetiaan dan cinta tanah air. Adaptif mencerminkan visi ke depan, menyatukan nilai lama dengan kebutuhan zaman. Dan Kolaboratif sebagai pengejawantahan saling asuh, bekerjasama untuk menghadirkan negara yang melindungi sekaligus memberdayakan rakyatnya.

Dengan belajar dari Spirit Siliwangi, kita diajak memahami bahwa pelayanan publik sejati datang dari proses internalisasi berkelanjutan, melahirkan kesadaran batin, bukan hanya dari aturan teknis (SOP).

Prabu Siliwangi memang ngahiang dalam legenda, tetapi sesungguhnya sangat Prabu tidak pernah hilang. Spiritnya akan terus menyala dalam setiap diri ASN yang menyalakan obor itu dari hati dan tindakannya.

Pastikan obor itu tidak padam. Sebab birokrasi hanya akan bermakna, bila ASN memilih untuk tidak sekadar bekerja, tetapi mengabdi dan melayani dengan kebijaksanaan dan welas asih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Bayu Hikmat Purwana
Analis Kebijakan dengan bidang kepakaran pengembangan kapasitas ASN di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Talenta ASN Nasional LAN RI

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)