Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Damri dan Wisata Oase Kaum Marjinal di Dalamnya

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Kamis 20 Nov 2025, 16:00 WIB
Ilustrasi yang menggambarkan suasana dalam bus DAMRI (Sumber: Gemini AI)

Ilustrasi yang menggambarkan suasana dalam bus DAMRI (Sumber: Gemini AI)

DAMRI merupakan salah satu transportasi umum yang seolah sudah menjadi ikonik dari Kota Bandung. Tarif yang terjangkau, bisa mengakses beberapa tujuan jauh para penumpang juga sebagai tempat yang memberikan sumber kehidupan bagi banyak masyarakat. DAMRI tak sekedar transportasi yang bisa memenuhi mobilitas masyarakat tapi juga sebagai transportasi pilihan yang digunakan untuk kegiatan wisata ketika orang tua mengajak jalan-jalan anak kecil untuk mengitari Kota Bandung.

Bahkan DAMRI dalam sudut pandang anak kecil memiliki nama khusus yaitu "Bus Tayo". Bermula dari sebuah film kartun yang berasal dari Korea Selatan dengan warna bus yang sama dengan DAMRI yaitu biru. DAMRI menjadi pilihan bagi orang tua untuk memberikan akses wisata dengan harga yang murah tapi penuh pengalaman menyenangkan bagi anak kecil.

Siapa sangka dibalik beji-bakunya urusan orang dewasa dan rumitnya para kepala keluarga dalam mencari nafkah-- ada anak kecil yang punya sudut lain tentang DAMRI dengan penuh keceriaan. Saya perhatikan mereka banyak mempelajari jenis-jenis mobil atau motor yang mereka temui di jalanan. Dengan senyuman yang tulus, kebahagiaan yang terpancar dari wajah polosnya juga nyanyian lucu yang terlontar dari mulutnya menjadi hiburan tersendiri bagi sebagian orang dewasa yang punya kehidupan suntuk.

Sudah lama rasanya tidak menggunakan DAMRI trayek Cibereum--Cibiru setelah lulus kuliah. Siang hari kemarin di tengah langit yang tak menentu karena selalu berubah dari terang menuju gelap dan begitu sebaliknya. Sepanjang tempat duduk di terminal Leuwi Panjang sudah banyak berderet penumpang yang akan menggunakan DAMRI yang sama.

Duduk bersebelahan dengan orang asing sambil memandang arus lalu-lintas jalanan Seokarno Hatta yang kadang macet tapi kadang lenggang. Coba sesekali simpan ponselmu dan lihatlah fenomena yang terjadi disekitarmu. Beberapa ojek online yang menyerbu setiap bus dari luar kota yang datang. Terlihat wajahnya yang penuh harap dari setiap penumpang yang turun. Tapi harapan itu tidak selalu berujung manis, ada beberapa penumpang yang pergi begitu saja ketika ditanya "Mau Kemana ka?", ada yang menolak tawaran karena sudah memesan ojek via aplikasi jauh sebelum bus sampai di terminal Leuwi Panjang.

Ada seorang bapa yang menawarkan buah-buahan yang sudah dimasukkan kedalam bahan plastik fleksibel yang berlubang-- yang saya pribadi pun tidak ketahui apa nama plastik itu. Menawarkan secara paksa kepada mereka yang terlihat punya sifat tidak-enakan atau ditawarkan kepada pengunjung secara random. Tepat disamping saya ada seorang ibu yang ditawari buah pir yang sudah dikemas-- mulai dari Rp.45.000 hingga penjual menurunkan harganya menjadi Rp.20.000 saja.

Pada satu sisi saya ingin memberi tahu ibu tersebut untuk tidak membeli karena kualitasnya yang sudah dipastikan tidak baik. Saya pribadi pernah mengalaminya-- sekilas buah-buahan nampak segar tapi setelah dibuka di rumah beberapa bagian buah yang busuk atau penyok diatur sedemikian agar tidak terlihat oleh pembeli. Tak hanya kualitas yang buruk-- bahkan rasanya pun tidak segar-- sering berakhir menjadi makanan yang tidak layak dikonsumsi dan mubazir.

Tapi jika saya memberi tahu ibu yang duduk di samping saya--sudah jelas pasti akan terjadi sebuah keributan. Saya menyadari-- mungkin tidak semua penjual seperti itu tapi seringkali satu orang yang berbuat tidak jujur akan mencederai kepercayaan kita kepada manusia lainnya yang memiliki hubungan yang sama dengan para oknum.

Akhirnya DAMRI Cibereum--Cibiru datang-- semua duduk dikursi yang kosong. Berbeda dengan TMP dan TMB yang mewajibkan pembayaran secara cashless-- DAMRI masih setia dengan pembayaran tunai yang diambil secara berurutan oleh kondektur. Namun kali ini DAMRI sudah mulai menyesuaikan dengan perkembangan zaman dengan menyediakan pembayaran secara Qris.

Di tengah TMP dan TMB yang sesuai dengan standar kenyamanan penumpang dengan tidak memperbolehkan pedagang asongan atau pengamen masuk. Kedua jenis armada ini juga sudah menyediakan CCTV dan suara pengingat agar penumpang tidak terlewat halte tujuan dan yang terpenting terdapat himbauan untuk melaporkan jika melihat tindak pelecehan seksual terjadi.

Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Sementara berdasaran pengamatan saya DAMRI masih menjadi transportasi yang ramah bagi kaum marjinal. Bukan karena DAMRI tidak tahu soal peraturan ini tapi saya rasa supir dan kondektur tidak tega menolak mereka yang juga sama-sama sedang mencari nafkah bagi keluarga.

Di sekitaran Regol ada seorang pengamen yang naik. Berperawakan tinggi dan sedikit gempal-- menggunakan celana training dengan kaus merah dan tas hitam yang diselendangkan sekenanya. Pengamen itu mulai bernyanyi dengan suaranya yang tidak begitu ramah bagi telinga. Saya perhatikan ada penumpang yang sedikit terganggu dengan menunjukkan ekspresi tidak menyenangkan. Ada yang fokus dengan ponselnya, ada yang khusyu membaca buku dan ada juga yang menikmati lagu lewat earphone yang terpasang di kedua telinganya.

Dengan harapan lantunan shalawat yang menjadi simbol keagamaan itu bisa menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. Bahkan setelah petikan gitar berhenti-- pengamen itu masih melantunkan shalawatnya sambil menadahkan plastik bekas permen kepada setiap penumpang. Ada yang masih berbaik hati memberikan tapi ada pula yang menolak dan mengabaikannya.

Sementara di Buah Batu masuklah seorang pedagang asongan untuk menjajakan jualannya. Sosok pria yang saya tebak usianya sudah menjelang 50-an tapi semangat dan keceriannya patut diberikan acungan jempol. Bahkan pria tersebut merupakan satu-satunya penjual asongan paling percaya diri yang pernah saya temui. Sejak kuliah saya sering melihat pria itu berjualan makanan atau kebutuhan kecil seperti peniti, gunting kuku, cukur jenggot dan masih banyak jenis lainnya.

Meski pedagang asongan tapi pria itu selalu mengenakan pakaian yang rapih bahkan sesekali terlihat modis. Dengan gaya berjualan yang khas dan unik sangat melekat pada dirinya. Bahkan ketika saya dalam keadaan terkantuk dan suaranya terdengar saya sudah tau siapa orang yang sedang berbicara. Pria ini juga sering menyematkan nama makanan yang unik kepada jualannya misalnya kacang korea, pang-pang cina, permen yuk-piknik dan berbagai nama lainnya yang menjadi hiburan tersendiri bagi beberapa penumpang.

DAMRI memang nampak seperti transportasi umum lainnya tapi jika kita selami lebih dalam maka begitu banyak cerita, kompleksitas, hingga banyak hal yang bisa menjadi bahan inspirasi bagi siapa yang ingin jeda sejenak dan merasakannya. Bahkan buku berjudul "Semua Ikan di Langit" yang ditulis oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie terinspirasi dari pengalamannya saat menggunakan Bus DAMRI ketika menjadi mahasiswa UNPAD.

Mungkin bagi sebagian orang DAMRI hanya transportasi biasa yang mengantarkan ke tempat dan tujuan masing-masing penumpang. Tapi DAMRI di mata anak kecil sebagai moda transportasi wisata yang menyenangkan. Sementara saya pribadi melihat bahwa DAMRI adalah wisata oase bagi kaum marjinal.

Sama seperti oase dalam padang pasir yang menjadi titik kehidupan di tengah gurun pasir yang kering dan tandus. DAMRI juga layaknya sebuah tempat, kondisi, atau pengalaman yang bisa saja menjadi sumber kelegaan, sumber rezeki, sumber penyegaran bahkan penghiburan di saat yang bersamaan mereka sedang menghibur orang lain. DAMRI menjadi tempat singgah sementara bagi kaum marjinal di tengah kerasnya kehidupan jalanan dan berbagai tantangan profesi mereka di mata society. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)