Hikayat Ledakan Bom ATM Dipatiukur Bandung 2011, Kado Pahit Ultah Polisi

4 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Tangkapan layar rekaman CCTV bom ATM di Jalan DIpatiukur, Kota Bandung, 2011 silam. (Sumber: Metro TV)
Tangkapan layar rekaman CCTV bom ATM di Jalan DIpatiukur, Kota Bandung, 2011 silam. (Sumber: Metro TV)

AYOBANDUNG.ID - Ledakan bom di ATM Dipatiukur, Bandung, pada 30 Juni 2011 menjadi salah satu kejadian yang sulit dilupakan. Bukannya merampok uang di brankas, pelaku justru menebarkan selebaran berisi kritik terhadap kapitalisme. Sebuah bom molotov meledak di gerai ATM Bank Negara Indonesia (BNI) tepat di depan butik Rabbani. Dentuman keras mengejutkan warga. Tidak ada korban jiwa, uang di brankas tetap aman, namun puluhan selebaran yang bertebaran membuat peristiwa ini dicatat sebagai aksi teror anti-kapitalisme yang penuh misteri.

Lokasi kejadian berada di halaman depan butik Rabbani, Jalan Dipatiukur Nomor 44, Kota Bandung. Waktu itu jarum jam baru menunjuk pukul 02.12 WIB ketika seorang sosok misterius terekam kamera CCTV memasuki gerai ATM. Ia mengenakan helm berwarna merah yang menutupi seluruh wajah, kaus hitam yang dilapisi jaket parasut hitam, celana jeans hitam dilipat di bagian ujung, sepatu kets North Star berwarna hitam dengan alas putih, serta tas selempang berwarna gelap. Dari rekaman tampak pula benda seperti dua botol air mineral yang diikat, seakan hendak digunakan sebagai peralatan eksperimen kimia amatiran.

Saat pertama kali masuk, pelaku terlihat santai. Ia sempat meletakkan sesuatu di atas mesin ATM, berdiri menghadap kamera, kemudian mengambil kembali barang tersebut dan keluar. Beberapa detik kemudian ia kembali masuk, kali ini lebih serius. Ia membuka salah satu botol yang tampak berisi cairan gelap, lalu menyiramkannya ke seluruh ruangan. Gerakan tangannya tenang, bukan terburu-buru. Bahkan ia masih sempat membetulkan kaca helm, seakan memastikan wajahnya tetap aman dari sorotan kamera.

Pukul 02.15 WIB, cahaya terang meledak dari dalam gerai. Dentum keras mengguncang kawasan Dipatiukur, membuat warga sekitar terbangun kaget. Api menjilat ruangan ATM, dan bingkai pintu terlempar sekitar sepuluh meter. Satpam yang bertugas di sekitar lokasi berlari panik, sementara warga mulai berdatangan, mendapati sebuah ATM terbakar dan penuh kepulan asap.

Baca Juga: Hikayat Konflik Lahan Dago Elos yang jadi Simbol Perlawanan di Bandung

Tidak ada korban manusia, dan uang di dalam brankas ATM tetap aman. Namun polisi menemukan sejumlah barang menarik di lokasi. Sisa botol bersumbu yang menyerupai bom molotov menjadi bukti bahwa ledakan memang direncanakan. Lebih mengejutkan lagi, sekitar lima puluh lembar kertas HVS tercecer di dalam ruangan dan halaman depan butik Rabbani. Semua kertas itu identik, berisi manifesto dengan judul International Conspiracy for Revenge.

Isi selebaran menyerang kapitalisme, bank, dan perusahaan ekstraksi sumber daya alam. PT Indomining (Bima) disebut secara khusus sebagai simbol penindasan masyarakat lokal. Teks tersebut menegaskan bahwa perusakan benda bukanlah kekerasan, bahwa serangan terhadap ATM hanyalah aksi balas dendam, bukan upaya melukai manusia. Kalimat penutup berbunyi lantang: “Tiada Ampun bagi Penindas! Tiada Ampun bagi Negara dan Kapitalisme!” Slogan itu segera menjadi sorotan media, menjadikan ledakan Dipatiukur tidak sekadar kasus kriminal, tetapi juga pertunjukan ideologi.

Hadiah untuk HUT Polri

Kepolisian segera menurunkan tim Gegana untuk mengamankan lokasi. Kapolda Jawa Barat menyatakan ledakan berasal dari bom molotov, sementara tim penyidik mengamati rekaman CCTV untuk mencari petunjuk. Namun hasilnya tidak memuaskan. Wajah pelaku sepenuhnya tertutup helm, gerak-geriknya tidak memperlihatkan ciri khusus, bahkan jenis kelaminnya sulit ditebak.

Polisi saat melakukan investigasi pascaledakan. (Sumber: Metro TV)
Polisi saat melakukan investigasi pascaledakan. (Sumber: Metro TV)

Pengamat terorisme Al Chaidar menyebut aksi ini tergolong terorisme karena mengandung pesan ideologis yang jelas, mirip kasus peledakan di Manado beberapa waktu sebelumnya. Menurutnya, bank dipilih sebagai target karena dianggap simbol kapitalisme yang menindas. Aksi ini tidak terkait dengan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bandung saat itu, melainkan lebih sebagai protes simbolis.

Yang lebih , Al Chaidar dugaan bahwa jaringan ini berhubungan dengan kelompok radikal yang berakar dari faksi Negara Islam Indonesia (NII). NII dikenal punya sejarah panjang dalam merekrut mahasiswa dan menyebarkan ideologi anti-negara, anti-pemerintah, dan tentu saja anti-kapitalisme. Namun, tidak ada bukti konkrit yang mengaitkan langsung pelaku Dipatiukur dengan NII.

Sementara itu, pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai terlalu dini untuk menunjuk kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa modus seperti ini bisa ditiru banyak pihak, mulai dari jaringan lama hingga kelompok baru yang baru belajar. Ia menunggu hasil analisis sidik jari dan forensik, namun perkembangan investigasi tidak kunjung signifikan.

Ledakan Dipatiukur juga jadi kado pahit buatkepolisian, sebab ia menjadi “hadiah ulang tahun” untuk Polri, yang merayakan HUT pada 1 Juli. Namun dugaan itu pun tidak terbukti. Polisi bahkan sempat menduga pelaku adalah perempuan, meski kesimpulan itu tidak pernah terkonfirmasi

Baca Juga: Jejak Sejarah Kelahiran Partai Faisis Indonesia di Bandung, Supremasi ala Pribumi yang Bikin Heboh Wangsa Kolonial

Beberapa bulan kemudian, pada Oktober 2011, sebuah ATM di Yogyakarta dibakar dengan pola yang mirip, bahkan selebaran ideologisnya identik. Polisi kemudian menangkap dua orang di Sleman, berinisial BA dan RR. Keduanya dikaitkan dengan jaringan anti-kapitalis yang aktif di Yogyakarta, namun tidak pernah ditetapkan sebagai pelaku utama ledakan Dipatiukur.

Polisi akhirnya meminta bantuan Bareskrim Polri untuk analisis lanjutan pada Agustus 2011, termasuk penggunaan teknologi forensik yang lebih canggih. Tetapi hingga bertahun-tahun kemudian, laporan resmi soal penangkapan pelaku utama tidak pernah muncul. Misteri siapa sebenarnya orang berhelm merah itu tetap menggantung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)