Di Balik Kesuksesan 3 Bisnis Kuliner yang Bertahan Lama

Rizma Riyandi
Ditulis oleh Rizma Riyandi diterbitkan Senin 22 Sep 2025, 12:04 WIB
Produk Pempek Jeol dan Batagor Priangan. (Foto: Rizma)

Produk Pempek Jeol dan Batagor Priangan. (Foto: Rizma)

AYOBANDUNG.ID -- Industri kuliner tidak pernah sepi peminat. Namun, di balik lezatnya sajian yang sampai ke tangan konsumen, ada kisah perjuangan, strategi, dan kreativitas para pelaku usaha yang patut menjadi pelajaran.

Tiga UMKM kuliner, yakni Pempek Jeol, D’Pikat, dan Gerobak Wonton Kita, membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan cara yang berbeda, asalkan berlandaskan kerja keras dan keberanian.

Riset Pasar dan Manfaatkan Platform Digital

Kisah pertama datang dari Pempek Jeol milik Dina Rahayuningsih. Bermula dari usaha kecil di rumah, Dina menyadari pentingnya riset pasar sebelum memasarkan produknya. Ia berinovasi pada rasa, menjaga kualitas bahan baku, serta menghadirkan kemasan menarik agar pempek buatannya mudah dikenali.

Lebih dari itu, Dina cermat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas jangkauan. Hasilnya, Pempek Jeol kini dikenal bukan hanya di sekitar Bandung, tetapi juga merambah kota-kota lain.

Owner Pempek Jeol Dina Rahayuningsih. (Foto: Rizma Riyandi)
Owner Pempek Jeol Dina Rahayuningsih. (Foto: Rizma Riyandi)

Dari Dina, kita belajar bahwa inovasi rasa, kemasan, dan strategi digital adalah kunci agar produk kuliner bisa menembus pasar yang lebih luas.

Lakukan Apa yang Disuka

Sementara itu, D’Pikat karya Dera Nurwidia Sari menunjukkan bahwa usaha bisa lahir dari hobi. Berawal dari kesenangannya membuat jajanan untuk keluarga, Dera perlahan menekuni dunia kuliner.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga rasa, serta legalitas usaha agar produknya semakin dipercaya konsumen. Menariknya, Dera juga tidak melupakan tanggung jawab sosial. Ia sering berbagi kepada yang membutuhkan, sebuah langkah yang justru memperkuat ikatan dengan pelanggan.

Dari D’Pikat, kita belajar bahwa konsistensi, legalitas, dan kepedulian sosial bisa menjadi fondasi kuat untuk membangun bisnis kuliner yang berkelanjutan.

Dera Nurwidia Sari, Owner D'Pikat (Foto: Rizma Riyandi)
Dera Nurwidia Sari, Owner D'Pikat (Foto: Rizma Riyandi)

Konisten pada Kualitas

Lain lagi dengan kisah Gerobak Wonton Kita milik Muhamad Rio Henri Prayoga. Lulus kuliah di masa pandemi membuat Rio menghadapi situasi sulit. Alih-alih menunggu pekerjaan, ia memilih langsung membuka usaha dengan modal terbatas.

Rio menjaga kualitas produknya dengan meracik sendiri bumbu dan saus, serta mengembangkan sistem produksi yang efisien. Kini, usahanya sudah berkembang hingga memiliki mitra di berbagai kota.

Rio menekankan bahwa kesabaran dan keberanian memutar modal adalah kunci agar bisnis bertahan. Dari Rio, kita belajar bahwa berani mulai, menjaga kualitas, dan sabar dalam membangun sistem adalah jalan menuju pertumbuhan.

Ketiga kisah ini memperlihatkan bahwa tidak ada resep tunggal untuk sukses di bidang kuliner. Ada yang mengandalkan inovasi dan digitalisasi, ada yang berangkat dari hobi dengan sentuhan sosial, dan ada pula yang tumbuh karena keberanian mengambil risiko.

Owner Gerobak Wonton Kita, Muhamad Rio Henri Prayoga (Foto: Rizma Riyandi)
Owner Gerobak Wonton Kita, Muhamad Rio Henri Prayoga (Foto: Rizma Riyandi)

Namun satu benang merah bisa ditarik, bahwa usaha kuliner membutuhkan ketekunan, keberanian, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Bagi siapa pun yang ingin terjun ke bisnis kuliner, pelajaran dari Pempek Jeol, D’Pikat, dan Gerobak Wonton Kita bisa menjadi inspirasi. Bahwa setiap tantangan, bila dihadapi dengan strategi yang tepat, bisa berubah menjadi peluang emas.

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)