Film Rangga & Cinta: Mengenang Kembali Kisah Romansa Masa Remaja

3 menit baca
Adinda Putri
Ditulis oleh Adinda Putri diterbitkan
 Salah satu adegan film Rangga & Cinta (Sumber: X/@habisnontonfilm)
Salah satu adegan film Rangga & Cinta (Sumber: X/@habisnontonfilm)

Film Rangga & Cinta merupakan film The Rebirth of Ada Apa dengan Cinta (2002). Film ini tampil dengan film romansa remaja yang dikemas dengan musikal. 

Film yang disutradarai oleh Riri Riza ini direproduksi dengan beragam pemeran generasi baru. Film ini diperankan oleh El Putra Sarira yang berperan sebagai Rangga, dan Leya Princy sebagai Cinta. 

Film yang telah tayang sejak 2 Oktober ini mengemas film dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, dengan menyajikan sinematik mendalam yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi, khususnya generasi muda.

Cuplikan scene Rangga & Cinta (Sumber: X : @FilmIndoSource)
Cuplikan scene Rangga & Cinta (Sumber: X : @FilmIndoSource)

Film yang berlatar di Jakarta pada tahun 2001 ini mengisahkan kehidupan Cinta, seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang dapat dibilang nyaris sempurna, hingga seorang cowok misterius bernama Rangga yang lebih menyukai kediaman bersama buku-buku tersebut hadir dan mengubah segalanya. 

Awalnya, kehadiran Rangga membuat Cinta kesal, namun lama-kelamaan tumbuhnya rasa penasaran dalam diri Cinta pada dunia Rangga yang sunyi dan reflektif. Hingga kemudian, Cinta merasa bimbang antara memilih dunia persahabatannya atau perasaan baru yang muncul untuk Rangga. 

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya? 

Pemeran Film Rangga & Cinta 

Film ini menampilkan aktor dan aktris muda berbakat yang menjadi wajah baru bagi film Ada Apa Dengan Cinta (2002). Berikut pemeran utama dan pemeran pendukungnya:

  • El Putra Sarira: Rangga 

  • Leya Princy: Cinta 

  • Jasmine Nadya: Alya sebagai sahabat Cinta

  • Daniella Tumiwa: Karmen sebagai sahabat Cinta

  • Kyandra Sembel: Maura sebagai sahabat Cinta

  • Katyana Mawira: Milly sebagai sahabat Cinta

  • Rafly Altama: Mamet 

  • Rafi Sudirman: Borne 

Postingan di akun X El Putra (Sumber: X : @elputrasarira)
Postingan di akun X El Putra (Sumber: X : @elputrasarira)

Penampilan El Putra sebagai Rangga sukses menarik perhatian banyak penonton, dikarenakan El Putra mampu menyuguhkan karakter Rangga dengan baik, serta mampu membangun chemistry dengan Cinta. Tidak hanya itu, Leya Princy sebagai Cinta juga menampilkan akting yang sangat menjanjikan. Leya Princy memperlihatkan Cinta yang ekspresif dan menyenangkan, baik bersama Rangga maupun Geng Cinta.

Selain akting dari pemeran, alur yang ditampilkan juga berkembang secara perlahan dan kesannya tidak terburu-buru, sehingga para penonton mampu mengenali perasaan yang tumbuh di antara dua karakter secara realistis.

Baca Juga: Wajah Baru dan Nostalgia, Mengulas Film Rangga dan Cinta

Selain sinematik yang mendalam, soundtrack dalam film Rangga & Cinta juga menjadi elemen penting dalam mendukung alur cerita yang disampaikan dalam film. Berikut soundtrack dalam film Rangga & Cinta:

  • Kubahagia - Vocal ensemble Rangga & Cinta
  • Untuk Rangga - Leya Princy
  • Bimbang - Leya Princy
  • Ingin Mencintai & Dicintai - Leya Princy
  • Suara Hati Seorang Kekasih - Leya Princy & El Putra Sarir
  • Tentang Seseorang - El Putra Sarira & Leya Princy
  • Demikianlah - Vocal ensemble Rangga & Cinta

Kolaborasi musik dalam film yang digarap oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed ini mampu membuat film terasa nostalgia namun tetap terasa baru dengan sentuhan musikal yang modern.

Cuplikan Scene Film Rangga & Cinta (Sumber: X : @FilmIndoSource)
Cuplikan Scene Film Rangga & Cinta (Sumber: X : @FilmIndoSource)

Secara tersirat, pesan makna dalam film Rangga & Cinta adalah “cinta” di masa muda bukan merupakan siapa yang cepat untuk “mengungkapkan” perasaannya, melainkan siapa yang bisa untuk “memahami”. Pesan tersirat yang ingin disampaikan Rangga & Cinta juga cukup mudah dimengerti. 

Dalam film, adegan Rangga dan Cinta tidak diungkapkan secara eksplisit, namun disinilah letak keindahannya, dikarenakan penonton justru dapat ikut merasakan bahwa di antara Rangga & Cinta terdapat sesuatu yang belum terselesaikan dan akan ada sesuatu yang menghampirinya. 

Film Rangga & Cinta juga sangat relevan dengan Gen Z dikarenakan mampu mengenang kembali kisah romansa di masa remaja. Film ini juga menghadirkan pesan yang sangat relate, di mana Rangga & Cinta tidak menggambarkan hubungan yang “sempurna”, melainkan hubungan yang bertumbuh perlahan-lahan dan mampu menerima perbedaan yang ada.

Rangga & Cinta menerapkan hubungan yang tidak egois, membangun komunikasi dengan pelan, dan mencoba berusaha berubah dan tumbuh akan kesalahan yang ada dalam kisah mereka. 

Di antara kalian, siapa yang sudah sangat familiar dengan kisah Rangga & Cinta di masa SMA? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adinda Putri
Tentang Adinda Putri
Saya adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)