Bukit Pasir sebagai Benteng Alami dari Hempasan Tsunami 

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Teluk dengan pantai di selatan Jawa Barat yang landai, berpotensi terdampak hempasan maut tsunami. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T. Bachtiar)
Teluk dengan pantai di selatan Jawa Barat yang landai, berpotensi terdampak hempasan maut tsunami. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T. Bachtiar)

Samudra Hindia yang membentang luas, seolah berujung di cakrawala, tempat bersalamannya kaki langit dan permukaan laut. Di cakrawala sebelah timur, matahari terbit dan di cakrawala sebelah matahari terbenam, dapat disaksikan setiap menjelang pagi dan pada rembang petang. Kemunculan matahari dan tenggelamnya matahari di cakrawala, menjadi atraksi alamiah yang selalu diburu para wisatawan.

Pendataan dan pemetaan rupabumi pantai selatan Jawa Barat secara rinci dengan bantuan teknologi pemetaan beresolusi tinggi, merupakan keniscayaan untuk tujuan kemanusiaan. Sangat beralasan, karena kawasan sepanjang pantai selatan Jawa Barat menyimpan bahaya laten gempa bumi megathrust dan tsunami karena aktivitas tektonik di kedalaman dasar Samudra Hindia di selatan Jawa Barat. Dinamika bumi itu terjadi karena adanya subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Kenyataan itu pernah dibuktikan dengan terjadinya gempa bumi di Pangandaran pada pukul 15:19 WIB tanggal 17 Juli 2006 dengan kekuatan 7,7. Gempa bumi yang berpusat di kedalaman 10 km itu menyebabkan tsunami yang menelan korban jiwa lebih dari 600 orang, dengan kerusakan bangunan, fasilitas umum, dan infrastruktur, serta kerugian lainnya di kawasan yang pusat pertumbuhan kegiatan ekonomi, pariwisata, perikanan, pembangkit listrik, dan pertanian.

Garis pantai Selatan Jawa Barat itu panjangnya kurang-lebih 430 km, dengan beragam rona buminya. Ada pantai landai dengan pasir putih, ada pantai landai berbatu karang, ada pantai dengan dinding yang tegak dengan tinggi lebih dari 20 meter. Ada teluk yang lebar hingga legon (teluk kecil). Ada muara sungai dan pantai dengan bukit pasir (sand dune) yang memanjang sejajar garis pantai, tingginya antara 20 m hingga 30 m. Di beberapa pantai, ada sand dune yang berlapis, yang jaraknya sekitar 1 km – 2 km dari sand dune baru di dekat pantai. Ada pantai yang bergelombang dengan arah barat – timur, sehingga terdapat punggung-punggungan dengan ketinggian antara 25 m – 35 m dpl. Di beberapa tempat terdapat bukit kecil sebesar aula dengan ketinggian antara 30 m – 40 m dpl.

Selain kedalaman laut dan kelandaian pantainya, rona bumi pantai seperti pantai berteluk, di sana akan terjadi peningkatan ketinggian tsunami, dan di muara sungai, tsunami akan menghempas lebih jauh ke arah hulu. Pantai tegak dengan ketinggian antara 20 m – 35 m, menjadi benteng yang kokoh dari hempasan tsunami. Bukit-bukit kecil yang mencuat di pantai yang datar, menjadi tempat yang aman untuk berlindung. Begitu pun sand dune yang memanjang sejajar garis pantai, yang lebar dasarnya lebih dari 25 m, dengan ketinggian antara 25 m – 35 m, menjadi penahan hempasan dahsyat tsunami yang aman. Sebaliknya, pantai yang datar hingga beberapa kilometer, bila tanpa sabuk hijau, tsunami yang menghempas daratan dengan kecepatan antara 5 m – 20 m/detik, dapat dengan mudah meluluhlantakan, kecuali diredam sabuk hijau berupa hutan pantai. 

Pantai selatan Provinsi Jawa Barat itu berada di lima kabupaten, yaitu di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran, yang sekarang sudah terhubung dengan jalan nasional lintas selatan Jawa Barat. 

Menggeser hasil penelitian para ahli gempa bumi tentang gempa bumi megathrust dan tsunami yang ditimbulkan di pantai selatan Jawa Barat menjadi program kerja mitigasi dalam berbagai sektornya, merupakan keharusan demi alasan kemanusiaan. Karena di pantai yang landai, tsunami dapat menggenang hingga ketinggian 30 meter, masuk ke daratan antara 5 km – 6 km, dengan kecepatan waktu datang hempasan tsunami antara 10 menit hingga 20 menit setelah gempa bumi. Kawasan yang terlanda tsunami itu umumnya sudah berpenduduk padat dengan kegiatan ekonomi yang besar.

Namun, ketidakpahaman akan ancaman tsunami, justru benteng alami berupa sand dune yang sangat panjang antara pantai Sayang Heulang hingga muara Cipalebuh di Garut Selatan. Di Pantai Sayang Heulang, justru sand dune sepanjang 4 km dari keseluruhan 15 km, di ujung baratnya diratakan menjadi tempat wisata dengan berdirinya jajaran penginapan, sehingga tempat ini menjadi rentan tsunami dan badai laut.

Sand dune yang terbentuk oleh proses angin dan gelombang, tingginya mencapai 30 m. Inilah benteng alami bila terjadi badai laut dan tsunami. Rangkaian bukit pasir ini harus dipertahan keberadaannya karena mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan.

Upaya mitigasi dalam berbagai sektor, berupaya untuk menghilangkan atau mengurangi dampak dan risiko bahaya yang akan terjadi dengan beragam program yang dilaksanakan dengan sepenuh hati, berkelanjutan, jauh sebelum keadaan darurat terjadi. 

Kemudahan jalan menuju tempat-tempat evakuasi, seperti tempat di atas pantai bertebing tinggi, pegunungan tinggi, dan bukit-bukit kecil yang tinggi, dapat menjadi tempat untuk berlindung yang aman dari hempasan maut tsunami. Perlu dibuat kemudahan jalan untuk menuju tempat-tempat untuk berlindung, yang terjangkau dengan waktu berjalan kurang dari 20 menit, ketinggian tempatnya di atas 20 m dpl.

Baca Juga: Tanda Kerusakan Alam di Kabupaten Bandung Semakin Kritis, Bencana Alam Meluas

Selain tempat-tempat untuk perlindungan alami, perlu juga dirancang tempat-tempat perlindungan mandiri di lingkungan rumah masing-masing, apalagi perkampungan itu berada di pantai yang datar. Tempat evakuasi mandiri itu seperti memanfaatkan menara air, namun harus dirancang kokoh menerima guncangan gempa bumi dengan kekuatan 8-9, dan tingginya lebih tinggi dari ketinggian hempasan tsunami yang diperkirakan di tempat itu.

Pembangunan destinasi wisata pantai di tempat-tempat yang diketahui sangat berbahaya bila terjadi gempa bumi dan tsunami, harus dibarengi dengan kemudahan jalan untuk menyelamatkan diri dari hantaman tsunami, baik tempat perlindungan diri secara mandiri maupun komunal. Misalnya di pantai Pelabuhan Ratu dan pantai Cisolok (Kabupaten Sukabumi), di pantai Cikalong (Kabupaten Tasikmalaya), dan di pantai Sindangbarang (Kabupaten Cianjur).

Pantai-pantai yang landai perlu ditanami pohon keras yang rapat selebar kurang-lebih 25 m sepanjang pantai itu, dengan pohon seperti: nyamplung, beringin, karet munding, waru, dan ada pohon pangan seperti sukun. Pohon sukun dapat menjadi sumber pangan, karena dapat diolah dengan mudah. Dalam keadaan aman, sabuk hijau itu dirancang menjadi lintasan untuk berlari atau jalan kaki. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)