Mahasiswa Boleh Sibuk, tetapi Jangan Lupa Bahagia

2 menit baca
Indah Salsabila
Ditulis oleh Indah Salsabila diterbitkan Selasa 28 Okt 2025, 17:13 WIB
Ilustrasi mahasiswa di Indonesia. (Sumber: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro)

Ilustrasi mahasiswa di Indonesia. (Sumber: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro)

Menjadi mahasiswa di zaman sekarang itu tidak mudah. Kita sering terlihat sibuk, produktif, dan penuh semangat di mata orang lain. Namun, di balik tumpukan tugas, rapat organisasi, atau unggahan story tentang kegiatan kampus, banyak di antara kita yang diam-diam merasa kelelahan. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental.

Ada hari-hari dimana ketika kita bangun tanpa semangat, menatap layar laptop selama berjam-jam, tetapi tak satu pun tugas selesai. Ada saat-saat ketika kita ingin menangis, tetapi tidak tahu kepada siapa harus bercerita. Lalu kita tersenyum, berpura-pura semuanya baik-baik saja. Tidak ingin dianggap lemah.

Padahal, merasa lelah itu manusiawi. Tidak ada yang salah dengan mengakui bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.

Di Indonesia sendiri dilansir dari Goodstats, sebanyak 59% responden mahasiswa menilai kesehatan mentalnya baik, sedangkan 11% menilainya buruk. Angka ini tentu tidak kecil. Artinya, di setiap kelas, ada beberapa mahasiswa yang sedang berjuang melawan tekanan secara diam-diam.

Sayangnya, tidak semua berani mencari pertolongan. Masih banyak yang takut dicap tidak kuat, tidak tahan banting, atau dianggap tidak mampu menghadapi tekanan kuliah. Stigma seperti ini masih menjadi penghalang utama dalam isu kesehatan mental mahasiswa di Indonesia.

Budaya Sibuk dan Luka yang Tertutup Rapi

Kita hidup di masa ketika kesibukan dianggap sebagai tanda keberhasilan. Semakin banyak kegiatan, semakin terlihat produktif. Namun, di balik kesibukan itu sering kali tersimpan rasa takut tertinggal, takut gagal, ataupun takut tidak cukup baik.

Istilah healing kini marak digunakan di media sosial, sering kali hanya menjadi pelarian sesaat. Padahal, pemulihan diri yang sebenarnya tidak datang dari liburan singkat atau segelas kopi. Pemulihan sejati justru lahir dari keberanian untuk mengenali diri sendiri, kapan kita harus berhenti, kapan kita perlu meminta tolong, dan kapan kita perlu mengakui bahwa kita sedang lelah.

Baca Juga: Dari Mimbar Kecil di Tasikmalaya sampai ke TVRI Bandung

Kesehatan mental mahasiswa bukan hanya tanggung jawab pribadi. Tentu saja kampus memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan manusiawi. Sayangnya, tidak semua kampus memiliki sistem pendampingan yang memadai. Ada kampus yang sudah menyediakan layanan konseling, tetapi sosialisasinya masih kurang. Ada pula dosen yang peka terhadap kondisi mahasiswa, tetapi tidak sedikit yang masih memandang stres sebagai hal yang biasa saja.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan berarti harus selalu kuat. Terkadang, langkah terbaik justru dengan berhenti sejenak. Mengambil napas panjang, memeluk diri sendiri, dan mengakui bahwa semua hal tidak harus sempurna. Tidak semua orang akan memahami perjuangan kita.

Belajar mencintai diri bukanlah bentuk keegoisan. Itu adalah kesadaran bahwa kita pun berhak bahagia, bahkan di tengah tekanan dan tuntutan yang berat. Bahagia juga merupakan bentuk apresiasi diri. Mahasiswa yang mampu menjaga keseimbangan antara ambisi dan ketenangan batin adalah mahasiswa yang benar-benar berhasil. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Indah Salsabila
Saya menulis tentang keseharian, refleksi diri, dan hal-hal yang membantu kita tumbuh lebih sadar dan bahagia.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)