Dari Mimbar Kecil di Tasikmalaya sampai ke TVRI Bandung

4 menit baca
Shakira Putri Anisa
Ditulis oleh Shakira Putri Anisa diterbitkan
Dakwah di program TVRI Bandung "Cahaya Qolbu" (Foto: Tim TVRI Bandung)
Dakwah di program TVRI Bandung "Cahaya Qolbu" (Foto: Tim TVRI Bandung)

Dari mimbar kecil di Tasikmalaya hingga layar televisi nasional, Ustaz Atus Ludin Mubarok, S.Ag., M.Sy. menebar cahaya dakwah yang menenangkan. Ia bukan sekadar pendakwah, tapi pengingat lembut di tengah riuhnya dunia digital.

Ustaz Atus Ludin Mubarok lahir di Tasikmalaya 19 Agustus pada tahun 1972 di tengah keluarganya yang kental dengan nilai-nilai religius. Sejak kecil, ia sudah terbiasa melihat ayahnya berdiri di depan jemaah, menyampaikan pesan kebaikan dengan tutur lembut. Dari situlah benih kecintaannya pada dakwah mulai tumbuh.

Suatu kali, saat masih duduk di bangku kelas enam SD, ia memberanikan diri naik mimbar untuk pertama kalinya. Ia mengenang momen itu sebagai awal langkah hidupnya di jalan dakwah.

“ Dunia dakwah itu sudah diperkenalkan oleh bapak saya sejak usia delapan tahun,” ujarnya.

Selepas belajar di Pondok Pesantren Darussalam, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Syariah IAIN Bandung (kini UIN Sunan Gunung Djati). Meski ia masuk di Fakultas Syariah tapi ia tetap menjadikan dakwahnya sebagai ruh dan hobi dalam dirinya.

Namun hidup tak selalu lurus. Setelah lulus, ia sempat meninggalkan dunia dakwah dan memilih bekerja di perusahaan swasta. Dalam waktu singkat, ia meniti karier hingga mendapatkan gaji yang biasanya sebulan bisa sampai berpuluh juta. Kesuksesan finansial sempat memalingkannya dari mimbar, tetapi tidak dari hatinya. Ia merasa ada ruang batin yang kosong keheningan yang tak bisa diisi oleh gaji besar.

“Rizki datang cepat, keluar cepat,” ujarnya kemudian. “Saya sadar Allah sedang mengingatkan.”

Kebangkrutan perusahaan tempatnya bekerja menjadi titik balik. Ia kembali ke masjid, ke jemaah, dan ke jalan dakwah yang telah membesarkannya sejak kecil.

Memasuki era digital, ia menyadari perubahan pola komunikasi umat. Ia tidak ingin dakwah terkungkung di ruang fisik. Dari sinilah ia mulai menapaki mimbar baru media sosial.

Melalui Facebook, instagram, VideoSnap dan TikTok, ia mengubah pesan-pesan pendek menjadi dakwah yang ringan tapi mengena. Ia tidak mengejar popularitas, ia ingin pesan kebaikan tetap bersuara di tengah arus hiburan.

“Kalau ada sepuluh postingan hura-hura, minimal satu harus dakwah,” katanya suatu kali.

Kini akun TikTok-nya diikuti lebih dari lima puluh ribu orang. Ia tidak menulis naskah panjang, melainkan menanamkan kesadaran lewat video satu menit yang sederhana. Ia percaya, satu pesan yang tulus bisa menembus hati lebih dalam daripada seribu kata yang keras.

Ketika ada acara Diklat ada seorang rekannya menawarinya menggantikan jadwal ceramah di program Cahaya Qolbu TVRI Bandung. Tanpa banyak pikir, ia menyanggupi. Penampilan perdananya yang tenang dan komunikatif langsung menarik perhatian tim produksi. Sejak saat itu, ia menjadi pengisi tetap program tersebut.

Baginya, kesempatan itu bukan kebetulan. Ia menganggapnya sebagai bentuk panggilan dari Allah agar terus menyebarkan cahaya dakwah di ruang publik.

“Semua sudah digariskan, sebagaimana dalam surat At-Takwir 29: وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ dan artinya adalah Dan Kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) , kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam, " ujarnya.

Dari layar televisi, ia membawa nilai dakwah yang lembut dan menenangkan, jauh dari retorika yang menghakimi. Bagi Ustaz Atus, inti dakwah bukanlah kefasihan berbicara, melainkan ketulusan hati. Ia menolak gaya dakwah yang menimbulkan ketakutan atau kebencian.

“Kalau Nabi saja tidak mengkafirkan musuhnya, kenapa kita mudah menghakimi sesama?” ujarnya dalam satu wawancara.

Ia memilih jalur Rahmah kasih sayang yang membimbing, bukan menghukum. Dalam setiap ceramahnya, ia sering memulai dengan kisah ringan atau humor sederhana. Kadang, inspirasinya datang dari hal-hal tak terduga, seperti tulisan di belakang truk atau video pendek di TikTok. Ia yakin, pesan moral bisa datang dari mana saja selama hati siap menerimanya.

Bagi generasi muda, ia menekankan pentingnya literasi, keterbukaan, dan keikhlasan. Menurutnya, da’i zaman sekarang tidak cukup hanya pandai berbicara mereka harus terus belajar dan menulis agar pesan dakwah tetap relevan.

“Jangan malas membaca, menulis dan mendengar orang lain ceramah, ilmu Allah luas, tidak ada di satu orang saja,” katanya.

Ia juga berpesan agar para pendakwah muda tidak silau pada popularitas media. Dakwah sejati, katanya, bukan tentang siapa yang paling banyak penonton, tetapi siapa yang paling ikhlas dalam menyampaikan.

Dari mimbar kecil di Tasikmalaya hingga layar TVRI Bandung, perjalanan Ustaz Atus Ludin Mubarok adalah kisah tentang keteguhan dan ketulusan. Ia membuktikan bahwa dakwah tak selalu harus keras, cukup lembut tapi sampai ke hati. Ia menutup pembicaraan dengan nasihat yang lembut:

“Dakwah itu bukan tentang siapa yang terkenal, tapi siapa yang tulus.”

Lalu ia tersenyum, mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Shakira Putri Anisa
Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2023

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)