Gaya Hidup Cat Parents Bandung yang Memulai Perlindungan dari Rumah

3 menit baca
Seli Siti Amaliah Putri
Ditulis oleh Seli Siti Amaliah Putri diterbitkan
Cinta pada hewan bukan hanya soal pelukan, tapi juga keberanian untuk menjaga kesehatannya. (Sumber: Seli Siti Amaliah Putri | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)
Cinta pada hewan bukan hanya soal pelukan, tapi juga keberanian untuk menjaga kesehatannya. (Sumber: Seli Siti Amaliah Putri | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)

Ucu mengeong pelan di pelukan Ananda, si pemilik yang setiap hari menjadi “rumah” bagi kucing kampung berwarna oranye itu. Bulunya yang hangat menempel di dada, sementara jarum suntik kecil baru saja menyelipkan perlindungan ke tubuh mungil yang selama ini menjadi mood booster nomor satu di rumah itu.

“Dia kayak adik sendiri. Kalau dia sakit, siapa yang nanti nemenin Naima?” ujarnya sambil menunjuk keponakannya yang baru berusia tiga tahun.

Naima sudah lancar bicara dan… ya, agak bawel, terutama kalau sedang memanggil Ucu berkali-kali hanya untuk menunjukkan mainan barunya. Sangat jelas bahwa Ucu bukan peliharaan baginya; ia adalah kakak yang harus selalu ikut bermain bersama.

Di perkotaan seperti Bandung, banyak generasi muda yang hidup dalam waktu yang terasa selalu terburu-buru. Rutinitas kuliah, tugas numpuk, drama percintaan yang menguras energi, hingga tekanan sosial di dunia digital. Dalam kehidupan yang serba cepat itu, banyak yang menemukan “ruang istirahat mental” di balik mata bulat seekor kucing. Itulah kenapa istilah cat parents lahir, bukan sekadar pemilik hewan, tapi orang tua emosional bagi makhluk yang tahu caranya mendengarkan dalam diam.

Kucing bukan cuma hewan peliharaan. Mereka teman overthinking. Tempat pulang ketika energi sosial habis. Penyembuh yang tak perlu berkata apa-apa.

“Kalau aku sedih, dia tau. Pasti langsung dateng, nempel, tidur di sebelah aku,” tutur Ananda, seolah Ucu adalah terapis berwujud bulu halus.

Itulah kenapa vaksin bagi cat parents bukan rutinitas dingin di klinik. Ia adalah bentuk cinta yang naik level.

Karena ada satu fakta yang tidak bisa dinegosiasi: Rabies adalah penyakit yang 100% mematikan saat gejala sudah muncul, dan hingga saat ini tidak ada obatnya. Satu-satunya cara menjaga hewan aman adalah vaksinasi yang rutin.

Dokter hewan DKPP Kota Bandung, Khansa Madiyah menegaskan, “Menjaga kucing berarti menjaga diri dan keluarga juga.”

Vaksin rabies gratis untuk kucing dan ending di Kelurahan Rancanumpang oleh Dokter Hewan DKPP Kota Bandung (Sumber: Seli Siti Amaliah Putri | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)
Vaksin rabies gratis untuk kucing dan ending di Kelurahan Rancanumpang oleh Dokter Hewan DKPP Kota Bandung (Sumber: Seli Siti Amaliah Putri | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)

Bukan hanya untuk Ucu, tapi juga untuk Naima, anak kecil aktif yang selalu memeluk Ucu dengan tawa lepas dan ocehan tanpa henti. Karena cinta yang besar selalu hadir bersama rasa takut kehilangan.

Bandung hari ini boleh berbangga dengan status zero rabies yang masih dipertahankan.

Namun dokter mengingatkan:zero bukan berarti aman selamanya. Lingkungan padat membuat kucing liar gampang masuk pekarangan dan… ikut makan bareng. Itu berarti risiko selalu mengetuk diam-diam.

Kesadaran warga untuk vaksinasi pun meningkat drastis. Informasi vaksin menyebar kilat lewat grup WhatsApp keluarga dan voice note ibu-ibu yang biasanya berisi kabar harga cabai atau jadwal posyandu.

Kini ada satu topik baru yang terasa lebih hangat: Kesehatan anggota keluarga yang berkumis dan berkaki empat.

Warga datang dengan kucing di keranjang, di gendongan, bahkan di dalam jaket hoodie. Ada yang membawa mainan untuk mengalihkan rasa takut hewan mereka, ada pula balita super bawel yang sibuk meyakinkan kucingnya kalau “suntiknya kayak digigit semut kok, Cu!”

Momen itu memperlihatkan bahwa cinta pada hewan tidak lagi hanya soal elusan lembut. Bukan lagi sekadar memberi makan. Bukan hanya mem-posting foto lucu di Instagram.

Cinta telah menjelma menjadi kesadaran: Bahwa kesehatan adalah bukti cinta paling nyata.

Di akhir sesi vaksin, Ucu meringkuk lagi di pelukan Ananda. Matanya setengah terpejam, seolah sedang memproses hari yang melelahkan tapi penuh kemenangan. Ia tidak tahu tentang virus mematikan. Ia tidak tahu tentang risiko gigitan kucing liar. Yang ia tahu, ia aman, dan seseorang telah melindunginya.

Satu suntikan kecil, satu keluarga lebih tenang. Satu keputusan sederhana, satu kota tetap bebas dari takut.

Karena di Bandung, cinta pada hewan telah berubah menjadi sebuah tanggung jawab lembut yang dijalani tanpa banyak suara, seperti mengeong pelan setelah vaksin: perlahan, tapi penuh makna.

Cinta yang baik … selalu memilih melindungi. Dan di kota ini, cinta itu dimulai dari rumah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)