Kilas Balik, Cerita Saya Aktif Menulis di Ayobandung

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Dalam tujuan mengapreasiasi netizen yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Dalam tujuan mengapreasiasi netizen yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)

Setelah membaca kabar baik dari ayobandung.id mengenai penambahan jumlah nominasi di bulan Juni, jujur ini kabar yang menggembirakan.

Bagi seorang penulis bentuk apresiasi seperti ini kebahagiannya tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Terlebih ketika membaca beberapa penggalan paragraf yang ditulis oleh editor seperti berikut:

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat menulis yang menjunjung tinggi etika dan orisinalitas, terutama di tengah derasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi konten.

Jujur sempat kaget waktu membaca kutipan di atas karena saya belum pernah mencoba teknologi itu untuk kepentingan menulis. Sejauh ini bagi saya, menulis adalah kegiatan yang tidak bisa digantikan perannya oleh AI.

Belum ada kecanggihan yang bisa mengharmonisasi tulisan sama persis seperti rasa yang dihadirkan dalam setiap paragraf oleh penulisnya. Belum ada kecanggihan yang bisa menyetarai data yang dihadirkan penulis melalui pengalamannya. Belum ada juga kecanggihan yang dapat menyeimbangi sistematis berpikir yang diciptakan Tuhan melalui otak penulisnya.

Meski teknologi AI mampu mempercepat riset, merangkum sebuah referensi serta menyusun kerangka penulisan, namun ada satu yang tidak ada yaitu “rasa”. Karena bagi saya, penulis yang hebat adalah mereka yang mampu menyampaikan rasa itu. Membuat setiap kata yang ada terasa hidup sebagai pencerita dan hadir menelesik sampai ke relung jiwa dan terejawantahkan melalui logikanya.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Langkah menulis saya bermula dari sebuah kampus kecil yang tidak begitu terkenal, bernama STAI Muhammadiyah. Lokasinya sangat tersembunyi dibalik megahnya Rs. Muhammadiyah Bandung. Berada di lantai paling atas tertutup oleh ramainya anak-anak SD, SMP, SMA dan Mahasiswa dari sekolah kesehatan Aisiyah. Siapa sangka kampus itu sudah bisa bertranformasi menjadi sebuah kampus megah bernama Universitas Muhammadiyah Bandung. Sebuah keniscayaan yang menjadi kenyataan, mahasiswa yang hanya 2 orang ketika angkatan saya menjadi beberapa kelas yang tak terhitung lagi jumlahnya jika dihitung secara cepat.

Membuang semua mimpi ketika saya ingin menyenyam pendidikan di fakultas farmasi, namun tidak sanggup dengan biayanya yang bagi saya amatlah mahal karena berada persis dibawah biaya fakultas kedokteran. Berangkat dari sebuah keyakinan ‘suka menulis diary’ waktu kecil, saya kira ini menjadi langkah awal yang mudah. Namun ternyata jurusan yang saya masuki yaitu Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sangat kompleks dengan dunia dakwah. Meski kegiatan menulis/ jurnalistik ada, tapi bukan menjadi spotlight dalam jurusan tersebut.

Semua kebingungan itu memuncak saat memasuki semester 6, dimana semua mahasiswa diwajibkan untuk melakukan kegiatan PKL/magang. Ditengah gempuran rekan satu kelas yang mempunyai skill berdakwah yang mumpuni, retorika komunikasi yang baik, keterbatasan fasilitas videografi/ fotografi yang diajarkan kampus karena masih menyandang prodi baru, membuat saya kehilangan arah. Satu hal yang terpikirkan bahwa saya hanya mampu menulis diary, sebuah keahlian yang paling sederhana dalam dunia kepenulisan.

Sampai akhirnya saya menemukan sebuah informasi kantor Ayo Media Network tidak jauh dari lokasi kampus saya berkuliah. Sebuah kantor yang kala itu lokasinya berdekatan dengan sebuah kampus bernama Universitas Kebangsaan. Rasa malu dan deg-degan bercampur aduk ketika menemui seorang editor untuk menyampaikan niat magang selama 30 hari di ayobandung.

Di balik insecurity, overthingking saya kala itu, ada secercah cahaya terang yang membuat rasa kepercayaan diri saya muncul.  Seorang editor menerima tulisan pertama saya meski penuh dengan catatan perbaikan, mempercayai di tengah saya pun tidak percaya dengan diri sendiri. Tapi siapa sangka hal sederhana itu bisa membuat saya bertumbuh hingga hari ini.

Selama magang di ayobandung saya mendapat banyak pengalaman berharga yang tidak bisa dibayar oleh uang sekalipun. Di hari pertama magang saya kira akan langsung ditemani oleh reporter senior di lapangan tapi nyatanya saya harus mencari bahan berita sendirian. Bagi saya yang cukup pemalu, sungkan bertanya dan memulai komunikasi kepada orang lain, tentu bukanlah hal yang mudah. Namun ternyata disinilah momen saya mendapatkan kesempatan untuk mendobrak diri.

Kini Ayobandung.id memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya kepada 10 netizen terpilih. (Sumber: Pexels/MART PRODUCTION)
Kini Ayobandung.id memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya kepada 10 netizen terpilih. (Sumber: Pexels/MART PRODUCTION)

Liputan pertama saya di Ayobandung tahun 2019 adalah sebuah kuliner lontong kari ayam yang cukup terkenal di masyarakat Kebon Kopi- Gempol. Body languange yang kaku sepertinya nampak jelas di mata pedagangnya, hingga kelihatan sangat tidak nyaman dengan kehadiran saya. Jawaban yang singkat dan sedikit ketus menjadi sebuah refleksi ketidakpandaian saya dalam membangun sebuah relasi. Meski demikian saya tidak menyerah untuk menyusun informasi tersebut menjadi sebuah tulisan.

Sebagai penulis yang amatir, melihat tulisan yang ada di timeline tentu menghadirkan bahagia yang tak terkira. Sebuah kebebasan yang diberikan oleh pembimbing sekaligus editor saya, justru membuat kemampuan eksplorasi saya makin bertumbuh.

Saya mulai sedikit luwes saat meminta izin dalam melakukan kegiatan wawancara. Ketika diberikan beberapa kesempatan untuk meliput di luar jobdesk harian, menimbulkan beberapa pertanyaan: “Apakah saya pantas meliput proyek sebesar ini.

Meski pertanyaan itu terus terngiang di kepala tapi saya sangat tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Bertemu dan berbincang langsung dengan Fond Manager Kabobs, mewawancarai Puji Asmoro selaku Regional Account Manager PT. Frisian Flag ketika HUT Alfamart ke- 20 juga melakukan wawancara dengan sejumlah pemilik UMKM di Kota Cimahi. Selain kerap kali mendapat oleh-oleh produk dari pelaku UMKM, saya juga bisa melatih cara berkomunikasi.

Bervariannya manusia dari latar belakang yang berbeda, menempatkan saya untuk berbicara sesuai dengan porsinya. Selain itu saya mendapatkan inshigt mengenai bisnis, mengenal trail and error sebuah usaha dan paling bahagia ketika mendapat rasa terimakasih saat hasil wawancara sudah terbit menjadi sebuah artikel.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Teruslah menulis meskipun kamu tidak menjadi nominasi. Teruslah menulis meski hanya segilintir orang yang membaca tulisamu. Teruslah menulis sekalipun tidak ada yang membaca. Teruslah menulis meski kritik kita sering dianggap angin lalu oleh pemerintah. Teruslah menulis untuk menyuarakan kondisi yang ada di lingkungan. Teruslah menulis untuk mengungkap fakta-fakta, mesti nyatanya sering dibungkam.

Teruslah menulis karena siapa tahu, tulisanmu itu akan berguna bagi orang lain ketika sudah tidak ada lagi di dunia ini. Teruslah menulis karena siapa tahu ada hak-hak orang lain yang tersampaikan lewat tulisanmu. Teruslah menulis karena siapa tahu tulisanmu bisa menjadi senjata bagi ketidakadilan dan kekejaman dunia. Mungkin bukan untuk hari ini tapi untuk masa depan. Teruslah menulis agar tulisan ini bisa menjadi pengingat untuk kamu terus menulis.

Tulisan ini saya dedikasikan terkhusus bagi pembimbing sekaligus editor ketika saya magang. Terimakasih sudah memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya. Terimakasih karena sudah ingat dan berkenan menyapa setelah saya kembali dari hiatus menulis di Ayobandung. Terimakasih untuk mengatakan, "Ga papa selama masih ada keinginan untuk menulis."

Di saat saya merasa tulisan saya masih kaku karena sudah lama tidak menulis. Semoga ini menjadi penyemangat bukan hanya bagi saya tapi untuk para pembaca dan penulis yang berkontribusi di ayobandung. Bagi saya Ayo bandung bukan hanya tempat untuk menulis dan menampung kreativitas tapi juga tempat bagi saya untuk terus bertumbuh sebagai manusia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)