Ditinggal Wahana Dreamland, Bukit Teletubies Cicalengka Bertahan berkat Kopi

3 menit baca
Maya Angelina Lantau
Ditulis oleh Maya Angelina Lantau diterbitkan
Pengunjung menikmati kopi dan kudapan hangat di teras Kedai Kopi Izdihaar, Tanjuwangi, Cicalengka (2/11/2025) (Foto: Maya Angelina)
Pengunjung menikmati kopi dan kudapan hangat di teras Kedai Kopi Izdihaar, Tanjuwangi, Cicalengka (2/11/2025) (Foto: Maya Angelina)

Udara sore yang sejuk perlahan memeluk kawasan perbukitan hijau meskipun sedang musim hujan. Suasana tenang dan sunyi kini menyelimuti hamparan padang rumput yang melengkung indah, jauh dari keramaian dan polusi kota. Destinasi hits yang kini memilih jalur sunyi, inilah kondisi terbaru Dreamland, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Minggu (2/11/2025).

Rizky, Manajer Operasional dan pengelola Kedai Kopi Idzihaar di lokasi tersebut, menjelaskan kafe tetap diaktifkan sebagai upaya agar area bukit tidak sepenuhnya terbengkalai dan terhindar dari pungutan liar.

"Kalau dibilang enggak aktif, kita masih aktif, Alhamdulillah, cuma kita tutup sementara di wahananya," ujarnya menjelaskan. "Sayang, karena setiap orang ke sini kan butuh tempat. Makanya di bulan Mei 2025 kita aktifin lagi kafe" tambahnya.

Kawasan wisata alam yang sering disebut sebagai Bukit Teletubies Cicalengka ini telah menghentikan operasional wahananya sejak Agustus 2024. Namun, pihak manajemen yang sama memilih untuk mempertahankan Kedai Kopi Idzihaar agar area bukit tetap memiliki penjaga dan dapat diakses oleh publik.

Area bukit ini mengalami puncak kejayaan pada tahun 2021 hingga 2022, saat masa pembukaan Dreamland dengan wahana ikonik Flying Fox sepanjang 720 meter. Rizky mengatakan, pada masa tersebut, pengunjung mencapai angka fantastis hingga 5.000 orang per hari.

Namun, keramaian tersebut berangsur surut memasuki tahun ke 4 Dreamland beroperasi. Menurut Rizky, salah satu faktor yang menyebabkan operasional melambat adalah akses jalan yang dinilai ekstrem.

"Banyak faktor juga sih, banyak faktor dari akses juga bisa jadi alasan kapoknya ke sini," keluhnya.

Dengan tidak beroperasinya wahana, Kedai Kopi Idzihaar menjadi penanda perubahan nilai wisata bukit. Kafe ini kini menjadi tempat berkumpul bagi pengunjung yang mencari ketenangan dan pemandangan autentik. Pengunjung yang datang sekarang didominasi oleh warga lokal, komunitas jogging dari kampung bawah, dan pesepeda. Ramainya kunjungan terjadi pada sore hari, terutama saat sunset dan sunrise karena pemandangan dari atas sangat indah.

Meskipun bagian wahana sudah ditutup, pengunjung tetap bisa datang untuk sekedar berfoto dan mengakses bukit sekitar. Ia menambahkan bahwa kafe ini menjadi tempat yang nyaman bagi mereka yang ingin bersantai dan menikmati view yang kini sepi.

Bangunan Kedai Kopi Idzihaar berdiri kokoh menawarkan suasana sejuk dan sunyi bagi pengunjung yang mencari ketenangan di perbukitan Desa Tanjungwangi, Cicalengka (2/11/2025) (Foto: Maya Angelina)
Bangunan Kedai Kopi Idzihaar berdiri kokoh menawarkan suasana sejuk dan sunyi bagi pengunjung yang mencari ketenangan di perbukitan Desa Tanjungwangi, Cicalengka (2/11/2025) (Foto: Maya Angelina)

Isu media sosial menjadi tantangan terbesar kafe dan bukit ini. Banyak konten yang menyajikan informasi yang tidak sesuai fakta, bahkan menyebut bukit ini terbengkalai.

Pihak manajemen terus mendapatkan kabar tak benar dari orang orang yang berkunjung tanpa sebab. Ia menyayangkan konten-konten tanpa izin yang menggiring opini tentu merugikan upaya manajemen yang masih berusaha mempertahankan aset tersebut.

Meskipun dalam keterbatasan, pihak manajemen sudah memiliki rencana re-branding. Rencana tersebut termasuk pembukaan kembali area perkemahan untuk acara rombongan dan pembangunan trek sepeda baru yang ditargetkan rampung pada Desember.

Rizky berharap, dengan adanya rencana ini, mantan pekerja Dreamland yang kehilangan pekerjaan dapat diserap kembali.

"Saya cuma mau orang yang mau datang ke sini itu, lihat dulu kondisinya gitu, kalau sesuai ekspetasi ya Alhamdullilah" tutup Rizky.

Kedai Kopi Idzihaar, dengan segala upaya dan kesederhanaannya, kini menjadi jembatan harapan bagi Bukit Teletubbies Cicalengka agar tidak tenggelam dalam isu terbengkalai.  Inilah bukti bahwa pesona alam Bandung Raya akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan, meski harus melewati fase sepi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Maya Angelina Lantau
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)