Pentingnya Pelajar NU Menanggapi Isu Seni dan Budaya

Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Minggu 23 Nov 2025, 17:15 WIB
Panggung Pelajar (Foto: Pelajar NU Cirebon)

Panggung Pelajar (Foto: Pelajar NU Cirebon)

Pelajar saat ini memang menjadi kendala besar dalam mencintai segala khazanah kebudayaan yang ada, ia harus ditatan dan dipersunting agar kinerja pengetahuan dalam meningkatkan kerja otak bisa maksimal.

Hal yang terpenting dalam menanggapi soal budaya harus didukung penuh oleh lingkungan dan mengajak pelajar untuk belajar serta menggali tentang kekayaan budaya. Kreativitaspun dalam hal ini seperti pengolahan bakat dibidang seni musik, tari serta puisi dan lain-lain bisa terwadahi dari segala sisi untuk berimajinasi yang penuh dengan energi.

Khazanah pemikiran yang bervarian memang harus menyatu dalam menghadapi sektor ini, agar pelajar dapat mencintai budaya dengan berkolaborasi bersama instansi, sanggar dan lembaga. Kebanyakan pelajar dalam hal ini lebih asyik menjadi penikmat seni yang ada dibandingkan pelaku yang memiliki sebuah karya dan menjaganya agar tetap terlihat lestari.

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Pimpinan Pusat sampai saat ini, belum adanya suatu kontrol pengembangan soal seni budaya dari tingkat Pimpinan Wilayah sampai kepada Pimpinan Cabang serta Pimpinan Komisariat. Yang dalam hal ini mengenai suatu hubungan pembinaan kader.

Isu seni dan budaya saat ini menjadi icon penting dalam IPNU untuk terjun ditengah masyarakat atau bisa belajar mengenai sejarah-sejarah agar literatur bisa terus terasah. Tantangan terbesar saat ini juga menjadi pembahasan pelajar untuk terus membaca bukan hanya dari teks tapi konteks yang harus diperkuat, dan segera terjun kelapangan untuk berpartisipasi tentang pengembangan suatu minat membaca dengan berbagai suatu kreativitas seperti berpidato, membaca puisi, menulis artikel, opini, dan sebagainya.

Di Cirebon sendiri pengembangan minat bakat masih belum terwadahi, pengembangan budaya pun masih berjalan sendiri khususnya ranah di sekolah. IPNU dalam hal ini memang harus memperkuat Departemen Seni Budaya dan Olahraga, agar suatu pengembangan kader bisa terwadahi dan terkontrol. Panggung Pelajar juga dalam hal ini adalah ruang kreativitas atau pertunjukan seni dalam budaya lokal yang sampai saat ini terus terawat seperti halnya tari topeng, berokan, dan masih banyak lagi kesenian di Cirebon lainnya yang sampai saat ini perlu dikenalkan seperti Brai, Kidung dan sebagainya. Harapan terbesar yang menjadi simpulan bahwa pelajar harus bisa merawat dan berada di dalamnya, agar khazanah seni dan budaya selalu terpatri di hati dalam menjadikan bahasa cirebon sebagai bahasa tutur sehari-hari.

Harapan untuk IPNU Pimpinan Pusat, memang harus membuat suatu modul dalam pengembangan seni budaya. Hal yang menjadikan Pimpinan Cabang IPNU Cirebon mampu menerobos sebuah nalar kreatif karena Departemen Seni Budaya dan Olahraga baru diaktifkan. Hal yang menjadi penyebabnya bahwa Pimpinan Cabang mampu membuat peraturannya sendiri. Sehingga setiap pelajar mampu berekspresi dan membuat Panggung Pelajar-nya sendiri disetiap Pimpinan Anak Cabang yang ada dan terdata di 40 Kecamatan.

Dari rasa tumbuh dengan asa tak kunjung jua, karena segala dilakukan berbagai cara, dari sektor yang ada dengan suara. Suara-suara pun telah muncul dalam puisi, dalam tadarus puisi yang diapresiasi penuh seni, terwujud dalam imajinasi dari hati yang dalam.

Sebuah karya yang terus menerus diapresiasi akan tumbuh dalam jati diri, untuk terus mengeluakan karya agar sebuah karangan bisa dibaca diberbagai kalangan luas, supaya bisa menjelma utuh nan abadi. Sastra adalah sebuah karya yang universal karena ia dapat berubah bentuk dari segala tema yang ada dan jenis tulisan berbeda-beda, penuh dengan aroma.

Khazanah dari arah yang penuh darah, memang telah mengalir pada sel-sel tubuh agar dapat bergerak dengan sungguh dan tumbuh. Pelajar NU akan tetap utuh, serta merawat seni dan budaya hingga berpikir kritis tapi bagaimana menghadapi sebuah krisis terkait permasalah dalam hal ini persoalan tentang industri musik, seni pertunjukan sastra yang kurang dicintai, minimnya minat seseorang tentang tari, minimnya Pelajar dalam minat membaca, dan masih banyak persoalan lainnya.

PC IPNU Kabupaten Cirebon dalam hal ini melalui Departemen Seni Budaya dan Olahraga akan mendobrak sebuah gerakan IPNU Nasional untuk meningkatkan kebudayaan lokal dan diekspos oleh pelajar, agar yang lokal akan bisa menjadi go nasional. “Panggung Pelajar, Tadarus Puisi, dan Khataman Puisi”. Semoga dapat menginspirsasi bagi Pimpinan Pusat IPNU untuk dibuatkan sebuah modul pemberdayaan seni dan budaya di seluruh Pelajar NU se-Indonesia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)