Pelajar saat ini memang menjadi kendala besar dalam mencintai segala khazanah kebudayaan yang ada, ia harus ditatan dan dipersunting agar kinerja pengetahuan dalam meningkatkan kerja otak bisa maksimal.
Hal yang terpenting dalam menanggapi soal budaya harus didukung penuh oleh lingkungan dan mengajak pelajar untuk belajar serta menggali tentang kekayaan budaya. Kreativitaspun dalam hal ini seperti pengolahan bakat dibidang seni musik, tari serta puisi dan lain-lain bisa terwadahi dari segala sisi untuk berimajinasi yang penuh dengan energi.
Khazanah pemikiran yang bervarian memang harus menyatu dalam menghadapi sektor ini, agar pelajar dapat mencintai budaya dengan berkolaborasi bersama instansi, sanggar dan lembaga. Kebanyakan pelajar dalam hal ini lebih asyik menjadi penikmat seni yang ada dibandingkan pelaku yang memiliki sebuah karya dan menjaganya agar tetap terlihat lestari.
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Pimpinan Pusat sampai saat ini, belum adanya suatu kontrol pengembangan soal seni budaya dari tingkat Pimpinan Wilayah sampai kepada Pimpinan Cabang serta Pimpinan Komisariat. Yang dalam hal ini mengenai suatu hubungan pembinaan kader.
Isu seni dan budaya saat ini menjadi icon penting dalam IPNU untuk terjun ditengah masyarakat atau bisa belajar mengenai sejarah-sejarah agar literatur bisa terus terasah. Tantangan terbesar saat ini juga menjadi pembahasan pelajar untuk terus membaca bukan hanya dari teks tapi konteks yang harus diperkuat, dan segera terjun kelapangan untuk berpartisipasi tentang pengembangan suatu minat membaca dengan berbagai suatu kreativitas seperti berpidato, membaca puisi, menulis artikel, opini, dan sebagainya.
Di Cirebon sendiri pengembangan minat bakat masih belum terwadahi, pengembangan budaya pun masih berjalan sendiri khususnya ranah di sekolah. IPNU dalam hal ini memang harus memperkuat Departemen Seni Budaya dan Olahraga, agar suatu pengembangan kader bisa terwadahi dan terkontrol. Panggung Pelajar juga dalam hal ini adalah ruang kreativitas atau pertunjukan seni dalam budaya lokal yang sampai saat ini terus terawat seperti halnya tari topeng, berokan, dan masih banyak lagi kesenian di Cirebon lainnya yang sampai saat ini perlu dikenalkan seperti Brai, Kidung dan sebagainya. Harapan terbesar yang menjadi simpulan bahwa pelajar harus bisa merawat dan berada di dalamnya, agar khazanah seni dan budaya selalu terpatri di hati dalam menjadikan bahasa cirebon sebagai bahasa tutur sehari-hari.
Harapan untuk IPNU Pimpinan Pusat, memang harus membuat suatu modul dalam pengembangan seni budaya. Hal yang menjadikan Pimpinan Cabang IPNU Cirebon mampu menerobos sebuah nalar kreatif karena Departemen Seni Budaya dan Olahraga baru diaktifkan. Hal yang menjadi penyebabnya bahwa Pimpinan Cabang mampu membuat peraturannya sendiri. Sehingga setiap pelajar mampu berekspresi dan membuat Panggung Pelajar-nya sendiri disetiap Pimpinan Anak Cabang yang ada dan terdata di 40 Kecamatan.
Dari rasa tumbuh dengan asa tak kunjung jua, karena segala dilakukan berbagai cara, dari sektor yang ada dengan suara. Suara-suara pun telah muncul dalam puisi, dalam tadarus puisi yang diapresiasi penuh seni, terwujud dalam imajinasi dari hati yang dalam.
Sebuah karya yang terus menerus diapresiasi akan tumbuh dalam jati diri, untuk terus mengeluakan karya agar sebuah karangan bisa dibaca diberbagai kalangan luas, supaya bisa menjelma utuh nan abadi. Sastra adalah sebuah karya yang universal karena ia dapat berubah bentuk dari segala tema yang ada dan jenis tulisan berbeda-beda, penuh dengan aroma.
Khazanah dari arah yang penuh darah, memang telah mengalir pada sel-sel tubuh agar dapat bergerak dengan sungguh dan tumbuh. Pelajar NU akan tetap utuh, serta merawat seni dan budaya hingga berpikir kritis tapi bagaimana menghadapi sebuah krisis terkait permasalah dalam hal ini persoalan tentang industri musik, seni pertunjukan sastra yang kurang dicintai, minimnya minat seseorang tentang tari, minimnya Pelajar dalam minat membaca, dan masih banyak persoalan lainnya.
PC IPNU Kabupaten Cirebon dalam hal ini melalui Departemen Seni Budaya dan Olahraga akan mendobrak sebuah gerakan IPNU Nasional untuk meningkatkan kebudayaan lokal dan diekspos oleh pelajar, agar yang lokal akan bisa menjadi go nasional. âPanggung Pelajar, Tadarus Puisi, dan Khataman Puisiâ. Semoga dapat menginspirsasi bagi Pimpinan Pusat IPNU untuk dibuatkan sebuah modul pemberdayaan seni dan budaya di seluruh Pelajar NU se-Indonesia. (*)
