Ruang Kolaborasi Seni dan Wisata Keluarga di NuArt Sculpture Park

3 menit baca
Ammara Ziska
Ditulis oleh Ammara Ziska diterbitkan
Galeri NuArt tampak lengang pada pagi hari Selasa (4/11/2025) (Foto: Ammara Ziska)
Galeri NuArt tampak lengang pada pagi hari Selasa (4/11/2025) (Foto: Ammara Ziska)

Sinar pagi Bandung bagian utara menyelinap masuk melewati rimbunnya dedaunan dan keramaian jalanan. Hening membelah hiruk-pikuk pada pagi yang sejuk, kebersamaan keluarga, dan disusul rasa terpana pada tiap langkah.

Para pengunjung bercengkrama dalam diam bersama karya Nyoman Nuarta yang terpampang di NuArt Sculpture Park Bandung. Wisata klasik juga asik yang tak pernah salah waktu untuk dinikmati sendiri maupun bersama, menjadikan Nuart Sculpture Park Bandung salah satu pilihan destinasi wisata yang bertempat di Setra Duta Raya No.L6, Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Selasa(4/11/2025).

Fahmy Al ghifari, Kurator NuArt Sculpture Park, mengatakan bahwa NuArt Sculpture Park diciptakan sebagai etalase hasil karya Nyoman Nuarta. Dibangun pada tahun 2000 dengan konsep semi outdoor banyak pepohonan menggotong filosofi dari Bali Tri Hita Karana, menyatukan manusia, alam, dan semesta. ”Konsep yang ditekankan disini mengedepankan landasan Tri Hita Karana,” ujarnya.

NuArt juga sebagai artspace untuk para penggiat seni dan budaya lokal. Karena, didalamnya tak hanya menampilkan museum karya Nyoman, namun juga terdapat keunikan dari segi fasilitas yang tidak ditemukan di artspace lainnya seperti amphitheater, restoran, dan galeri teras dengan tujuan untuk keberlanjutan kesenian itu. “Ada galeri teras untuk bikin pameran. Ada amphitheater untuk pertunjukan musik, teater, segala macam. Kita punya resto, untuk menjajakan masakan khas Bali. Karena spektrumnya cukup banyak. Akhirnya, orang juga melihatnya itu sebagai destinasi disatu tempat,” ujar Fahmy.

NuArt sangat menekankan kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk komunitas. Meskipun, belum program regular NuArt memberikan kesempatan untuk kolaborasi, seperti Family Artman ataupun pameran-pameran lainnya.

Uniknya, NuArt Sculpture Park tidak hanya menjadi ruang seni, tetapi juga menghadirkan program kesenian yang ditujukan untuk keluarga dan anak-anak. Melalui pendekatan ini, NuArt berharap setiap wisatawan yang datang tidak hanya menikmati karya seni, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman baru yang menyentuh dan edukatif.

Suasana taman patung Nu (Foto: Ammara Ziska)
Suasana taman patung Nu (Foto: Ammara Ziska)

Selama tiga tahun terakhir, NuArt telah mengembangkan sebuah event tahunan yang belum banyak hadir di Bandung dengan judul Family Up None yang menargetkan audiens keluarga dan anak-anak sebagai fokus utama. Selain itu, ada juga event yang bertajuk Love Letters from Bali dengan menghadirkan berbagai macam kesenian Bali. “Tiga tahun belakang kami develop. Ada event Family Up None yang diadakan setiap tahun. Pertama kali kami rancang di tahun 2004. Dan dia ada di ketengah tahun disaat ibur-libur sekolah. Ada juga Love Letters from Bali yang diadakan diakhir tahun,” ujar Fahmy.

Sang Maestro, Nyoman Nuarta sendiri sudah menciptakan karya sebanyak 300 patung yang ia ciptakan dari tahun 1975-2025. Ada 100 karya di ruang publik salah satunya ada Arjuna Bijaya di Jakarta. Hasil karya beliau sebagian besar menggunakan bahan dasar tembaga dan kuningan, dengan begitu menciptakan karya seni patung yang modern.

Awalnya, NuArt hanya dibuka secara privat hanya untuk rekan kerja atau kolega. Namun, pada tahun 2019 NuArt membuka secara umum dan memberlakukan tiketing. Sejak saat itu, orang semakin ramai berdatangan mengunjungi NuArt Sculpture Park.

Hasil jerih payah Nyoman Nuarta berbuah manis. Dengan mimpi disertai tekad yang kuat menghasilkan satu tempat yang memberikan interaksi indah didalamnya. NuArt Sculpture Park dengan segala filosofinya memberikan pengalaman, ketenangan, edukasi, juga pandangan hidup yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ammara Ziska
Tentang Ammara Ziska
An active undergraduate student in the Digital Public Relations program, Faculty of Communication and Social Science at Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)