Ngabandung Rasa Jepang! 4 Resto Sushi di Bandung, dari Ramah Kantong sampai yang Premium

2 menit baca
Rifa Windi
Ditulis oleh Rifa Windi diterbitkan
4 Rekomendasi Sushi Bandung (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)
4 Rekomendasi Sushi Bandung (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)

Bandung memang nggak pernah kehabisan ide soal kuliner. Dari seblak sampai steak, dari street food sampai fine dining, semuanya ada. Nah, buat kamu yang lagi kepengin makanan Jepang, terutama sushi, kota ini punya banyak pilihan menarik.

Mulai dari yang murah meriah buat anak kos, sampai yang berkelas buat ngerayain momen spesial bareng orang tersayang.

Berikut empat rekomendasi tempat sushi di Bandung yang bisa kamu cobain, urut dari yang paling terjangkau sampai yang paling “wah”.

  1. Sushi Yay!
Sushi Yay! (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)
Sushi Yay! (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)

Kalau kamu cari sushi yang nggak bikin saldo e-wallet menipis, Sushi Yay! jawabannya. Tempatnya simpel tapi nyaman, cocok buat nongkrong santai. Menu di sini mulai dari Rp10 ribuan aja. Ada Tamago Sushi, Gunkan Spicy Tuna, sampai Murame Platter buat yang mau sharing rame-rame. Rasanya juga nggak kalah dari restoran mahal, segar dan pas di lidah.

Selain itu, Sushi Yay! sering banget ngadain promo, jadi pas banget buat mahasiswa atau pekerja kantoran yang pengin makan sushi tanpa overbudget.

  1. Tom Sushi
Tom Sushi (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)
Tom Sushi (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)

Kalau kamu mau pengalaman makan sushi yang lebih interaktif, coba mampir ke Tom Sushi. Di sini, sushi disajikan lewat conveyor belt, jadi kamu tinggal ambil piring yang lewat di depanmu.

Seru banget, apalagi kalau lagi bareng teman! Harga per piringnya juga masih ramah, mulai dari Rp10 ribuan sampai Rp25 ribuan tergantung warna piring. Konsepnya modern, tempatnya bersih, dan pelayanan cepat. Tom Sushi juga punya menu favorit seperti Aburi Salmon Roll dan Tuna Spicy Sushi yang wajib kamu coba.

  1. Sushi Tei
Sushi Tei (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)
Sushi Tei (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)

Siapa sih yang nggak kenal Sushi Tei? Restoran ini sudah jadi nama besar di dunia sushi Indonesia. Suasananya elegan tapi tetap hangat, cocok buat makan keluarga atau dinner formal.

Harga menunya mulai sekitar Rp20 ribuan, tapi sesuai dengan kualitas yang kamu dapat. Ikan mentahnya segar, sajiannya rapi, dan pilihan menunya super banyak. Kalau kamu suka sushi klasik dengan rasa autentik Jepang, Sushi Tei nggak bakal mengecewakan.

  1. Sushi Hiro
Sushi Hiro (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)
Sushi Hiro (Sumber: Rifa Windi | Foto: Rifa Windi)

Nah, kalau kamu lagi ngerayain sesuatu atau pengin makan sushi yang fancy, Sushi Hiro tempatnya. Dari plating sampai bahan, semuanya kelihatan mewah. Menu andalannya seperti Hiro Ultimate Sushi dan Aburi Wagyu Sushi disajikan dengan tampilan yang estetik banget, hampir sayang buat dimakan.

Harga di sini mulai dari Rp30 ribuan, dan bisa tembus sampai Rp500 ribuan untuk menu premium. Tapi buat pengalaman makan yang istimewa, rasanya sepadan. Suasananya juga elegan dan cocok banget buat dinner romantis atau kumpul keluarga besar.

Bandung selalu punya cara bikin pencinta kuliner jatuh hati, termasuk penggemar sushi. Dari yang sederhana sampai yang premium, semua bisa kamu temuin di sini. Jadi, tinggal pilih aja mau makan santai, nongkrong bareng teman, atau sekalian rayain momen spesial. Yang penting, perut senang, hati pun tenang! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)