Dari Dapur Sederhana, Bakmi di Bandung Jadi Viral di Kalangan Mahasiswa

Zaskia Naura Adilia Putri
Ditulis oleh Zaskia Naura Adilia Putri diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 11:35 WIB
Kedai Bakmi Pesona jadi rumah kedua bagi mahasiswa Telkom University. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Kedai Bakmi Pesona jadi rumah kedua bagi mahasiswa Telkom University. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Bau khas kuah bakmi berpadu gurih bawang menyapa begitu pintu pagar kecil dibuka di sebuah rumah sederhana. Suasana hangat segera terasa, seolah pengunjung tengah bertamu ke rumah seorang sahabat lama, bukan sekadar mampir makan siang. Dari teras rumah inilah kisah Kedai Bakmi Pesona dimulai, kisah ketekunan seorang perantau yang menjadikan hobi memasak sebagai sumber penghidupan sekaligus ikatan dengan mahasiswa Telkom University, di Perumahan Pesona Bali Blok B4 Nomor 19, Jalan Lengkong Tengah No.19 RT.002/RW.018, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Selasa 4 November 2025) 

Koh Ferry, owner sekaligus peracik Kedai Bakmi Pesona, memulai usahanya pada tahun 2018 berawal dari hobi memasak dan kecintaannya terhadap mie. Ia mengenang masa awal berjualan yang masih dilakukan lewat sistem pre-order dengan jumlah terbatas.

“Awalnya saya cuma buka pre-order, satu kali buka paling 20 sampai 30 porsi,” ujarnya 

Usaha kecil itu perlahan berkembang berkat promosi dari mulut ke mulut dan rasa penasaran warga sekitar yang berujung menjadi pelanggan setia. Koh Ferry yang berasal dari Jakarta telah menetap di Bandung sejak 2008 dan mengaku belum menemukan bakmi dengan cita rasa yang sesuai lidahnya, hingga akhirnya meracik resep sendiri. Bakmi Pesona dikenal dengan cita rasa original tanpa banyak tambahan topping.

“Saya ingin rasa bakminya yang menonjol, bukan topping-nya,” tegasnya.

Kini menu yang disajikan semakin beragam, mulai dari bakmi original, bakmi ayam, bakmi bakso, hingga pangsit, dengan harga mulai Rp18.000 hingga Rp27.000 per porsi. Tekstur mie buatan sendiri yang kenyal dan kuah gurih ringan menjadi ciri khas yang membuat pelanggan kembali.

Bakmi original (kanan) dan bakmi pangsit dengan potongan ayam (kiri), dua menu favorit di Kedai Bakmi Pesona, Bojongsoang, 4 November 2025, berlokasi di Perumahan Pesona Bali Blok B4 Nomor 19 Jalan Lengkong Tengah No.19 RT.002/RW.018, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)
Bakmi original (kanan) dan bakmi pangsit dengan potongan ayam (kiri), dua menu favorit di Kedai Bakmi Pesona, Bojongsoang, 4 November 2025, berlokasi di Perumahan Pesona Bali Blok B4 Nomor 19 Jalan Lengkong Tengah No.19 RT.002/RW.018, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Zaskia Naura Adilia Putri)

Dalam pemasarannya, Koh Ferry memanfaatkan platform GoFood dan penandaan lokasi di Google Maps agar pelanggan mudah menemukan kedainya. Meski jarang aktif di media sosial, promosi justru datang dari mahasiswa Telkom University yang kerap mengunggah pengalaman mereka ke TikTok dan Instagram.

Kedekatan lokasi dengan kampus membuat Bakmi Pesona cepat populer di kalangan mahasiswa. Antusiasme pelanggan muda itu menjadi dorongan tersendiri bagi Koh Ferry untuk terus menjaga kualitas dan konsistensi rasa.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan tempat. Kedai yang menempati teras rumah hanya mampu menampung beberapa pengunjung dalam satu waktu. Meski sederhana, suasananya tetap hangat dan akrab, menciptakan kesan makan di rumah sendiri.

Dalam sehari, Koh Ferry bisa menjual hingga 50 porsi bakmi original, mayoritas dibeli oleh mahasiswa. Ke depannya, ia berharap dapat memperluas area makan, menambah variasi menu, dan membuka cabang di sekitar kampus lain seperti Universitas Pasundan.

“Dalam bisnis, pahami dulu apa yang kamu kerjakan. Jangan bergantung pada siapa pun. Kalau kamu bisa kerja sendiri, kamu akan lebih menghargai orang lain,” pesannya.

Dari teras rumah sederhana di Bojongsoang, Kedai Bakmi Pesona bukan sekadar warung makan. Ia menjadi ruang hangat yang mempertemukan cita rasa, ketulusan, dan semangat mahasiswa dalam satu mangkuk bakmi yang penuh cerita. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zaskia Naura Adilia Putri
Mahasiswi Aktif S1 Digital Public Relations Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)