Nuansa Alam Tangkuban Perahu, Legenda Wisata Nusantara

Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 12:46 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 7 Jini 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 7 Jini 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Salah satu keindahan alam Nusantara yang menjadi destinasi wisata alam nasional adalah Gunung Tangkuban Perahu. Daya tarik wisatawan asing maupun domestik cukup besar terhadap wisata gunung ini. Dunia traveling Nusantara menjadikan Gunung Tangkuban Perahu sebagai salah satu rekomendasi yang cukup penting.

Bandung bukan hanya kota yang terkenal dengan kesejukan udara dan pesona alamnya, tetapi juga kaya akan situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari peninggalan arsitektur kolonial, situs alam yang terkait dengan mitos lokal, hingga monumen perjuangan bangsa, Bandung memiliki potensi wisata sejarah yang luar biasa. Dengan beragam pilihan wisata sejarah dan budaya, kota ini dapat menjadi destinasi yang sangat menarik untuk pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak sekitar 30 km di utara Bandung, adalah salah satu destinasi wisata alam yang paling terkenal di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang memiliki kawah yang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan. Nama “Tangkuban Perahu” berasal dari legenda Sangkuriang, yang mengatakan bahwa gunung ini adalah perahu terbalik yang dilemparkan oleh Sangkuriang sebagai bagian dari kisah mitologinya.

Tangkuban Perahu tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang spektakuler, tetapi juga merupakan tempat yang kaya akan nilai budaya dan cerita rakyat. Pengunjung bisa menikmati udara sejuk pegunungan sambil mempelajari lebih lanjut tentang sejarah gunung ini.

Berikut beberapa referensi tentang Gunung Tangkuban Perahu:

  • Lokasi dan geografi: Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak sekitar 30 km di utara Bandung, tepatnya di daerah Lembang, Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling populer di Jawa Barat. Nama “Tangkuban Perahu” berasal dari legenda rakyat Sunda yang terkenal, yang mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Sangkuriang yang membalikkan perahu besar dengan menggunakan kekuatan magis, yang akhirnya menjadi gunung ini.
  • Kawah Tangkuban Perahu: Gunung Tangkuban Perahu memiliki beberapa kawah yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, di antaranya adalah Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Upas. Dari ketiga kawah ini, Kawah Ratu adalah yang paling terkenal dan menjadi daya tarik utama. Kawah Ratu terletak di sisi utara gunung dan memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan danau kawah yang luas, dikelilingi oleh tebing-tebing curam.
  • Aktivitas vulkanik: Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung berapi aktif yang telah mengalami beberapa letusan kecil dalam beberapa dekade terakhir. Letusan terakhir yang tercatat terjadi pada tahun 2019, meskipun tidak ada korban jiwa, namun aktivitas vulkaniknya sering menarik perhatian pengunjung yang ingin melihat fenomena alam yang spektakuler. Peningkatan aktivitas vulkanik di gunung ini juga menyebabkan pengunjung untuk selalu mengikuti informasi dan arahan dari otoritas setempat mengenai keselamatan di area wisata.
  • Geologi dan sejarah: Gunung Tangkuban Perahu terbentuk oleh aktivitas vulkanik yang sangat panjang, dimulai dari letusan pertama yang terjadi sekitar 2 juta tahun yang lalu. Gunung ini merupakan bagian dari sistem vulkanik di Jawa Barat yang memiliki potensi besar untuk kegiatan geotermal. Secara geologi, Tangkuban Perahu juga memiliki struktur unik yang membuatnya menarik bagi para ilmuwan dan wisatawan.
  • Legenda Tangkuban Perahu: Salah satu daya tarik Tangkuban Perahu selain keindahan alamnya adalah legenda yang mengelilingi asal-usul gunung ini. Menurut cerita rakyat Sunda, Tangkuban Perahu berasal dari perahu yang dibalik oleh Sangkuriang. Dalam legenda tersebut, Sangkuriang yang jatuh cinta kepada ibu kandungnya, Dayang Sumbi, mencoba memenuhi syarat untuk menikah dengan ibunya, yaitu membangun sebuah danau dan perahu besar dalam waktu semalam. Namun, usaha tersebut gagal, dan dalam kemarahannya, Sangkuriang membalikkan perahu yang akhirnya menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Gunung Tangkubanparahu Tahun 1910-an. (Sumber: KITLV)
Gunung Tangkubanparahu Tahun 1910-an. (Sumber: KITLV)

Daya tarik dan bagian paling menarik dari Gunung Tangkuban Perahu:

1. Kawah Ratu: Kawah Ratu adalah bagian paling terkenal dan paling menarik dari Gunung Tangkuban Perahu. Kawah ini adalah danau kawah yang cukup besar dengan asap belerang yang keluar dari permukaan danau. Pengunjung bisa menikmati pemandangan kawah sambil menghirup udara segar pegunungan. Area sekitar kawah dilengkapi dengan jalan setapak yang memungkinkan pengunjung untuk berjalan-jalan sambil menikmati keindahan alam sekitar.

2. Kawah Domas: Kawah Domas terkenal dengan sumber air panas dan kolam belerang yang dapat dijadikan tempat berendam. Air panas dari kawah ini dipercaya memiliki manfaat terapeutik untuk kulit. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat banyak batu-batu besar yang mengalami sedimentasi karena aktivitas vulkanik.

3. Pemandangan alam yang menakjubkan: pemandangan dari puncak Tangkuban Perahu sangat spektakuler. Dari ketinggian, pengunjung bisa melihat hamparan perkebunan teh yang hijau di sekitar Lembang, serta kota Bandung yang tampak di kejauhan. Tangkuban Perahu juga memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para pendaki yang ingin menikmati suasana alam yang tenang dan sejuk.

4. Kegiatan Wisata Alam dan Edukasi: Selain menikmati keindahan alam, Tangkuban Perahu juga memiliki potensi wisata edukasi terkait geologi dan vulkanologi. Pengunjung dapat belajar tentang aktivitas vulkanik dan proses terbentuknya gunung serta kawah melalui pameran-pameran atau informasi yang disediakan oleh pengelola taman wisata.

5. Pusat Perbelanjaan dan Kuliner: Di sekitar kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu terdapat berbagai tempat yang menjual oleh-oleh khas Lembang, seperti madu, kerajinan tangan, dan produk-produk lokal lainnya. Ada juga berbagai warung yang menawarkan kuliner khas Sunda, seperti sate kelinci dan nasi timbel, yang membuat pengalaman berkunjung ke sana semakin lengkap.

Berikut data pengunjung Gunung Tangkuban Perahu (Tahun ke Tahun):

Pengunjung Gunung Tangkuban Perahu terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada musim liburan dan akhir pekan. Berikut adalah data perkiraan pengunjung dari beberapa tahun terakhir (data berdasarkan laporan dari Dinas Pariwisata Jawa Barat dan pengelola objek wisata):

  • 2019: Sekitar 600.000 pengunjung. Tahun ini merupakan tahun dengan kunjungan yang cukup tinggi, berkat promosi wisata dan peningkatan fasilitas.
  • 2020: Terjadi penurunan signifikan, dengan pengunjung hanya sekitar 100.000 orang karena pandemi COVID-19 yang mengurangi jumlah wisatawan domestik dan internasional. Kawasan wisata sempat ditutup sementara untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung.
  • 2021: Meskipun masih dalam kondisi pandemi, jumlah pengunjung mulai pulih dan diperkirakan mencapai sekitar 200.000 pengunjung. Penerapan protokol kesehatan yang ketat membantu mendorong wisatawan kembali mengunjungi gunung ini.
  • 2022: Pengunjung kembali meningkat secara signifikan setelah pembatasan perjalanan dicabut, dengan estimasi sekitar 500.000 pengunjung, berkat kebijakan pemerintah yang mendukung pariwisata dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
  • 2023: Diperkirakan sekitar 700.000-800.000 pengunjung, dengan kunjungan puncak terjadi pada liburan panjang dan akhir pekan.
Letusan Gunung Tangkuban Parahu pada 26 Juli 2019. (Sumber: BNPB)
Letusan Gunung Tangkuban Parahu pada 26 Juli 2019. (Sumber: BNPB)

Adapun faktor yang mempengaruhi kunjungan para wisatawan:

  • Musim liburan: kunjungan ke Gunung Tangkuban Perahu biasanya melonjak pada saat musim liburan sekolah, libur akhir tahun, dan hari raya besar.
  • Cuaca dan Kondisi Alam: Pemandangan yang terbaik biasanya terjadi pada musim kemarau, di mana langit lebih cerah dan pengunjung dapat menikmati pemandangan yang lebih jelas. Pada musim hujan, meskipun pengunjung tetap datang, cuaca sering kali kurang mendukung aktivitas di luar ruangan.
  • Kegiatan Promosi Wisata: Kampanye promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengelola wisata setempat, serta acara atau festival yang diadakan di sekitar Tangkuban Perahu, sering kali meningkatkan jumlah pengunjung.

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu destinasi wisata alam terbaik di Jawa Barat yang menyajikan keindahan alam, aktivitas vulkanik, dan kekayaan budaya yang sangat menarik untuk dijelajahi. Kawah Ratu, dengan pemandangan dramatis dan potensi wisata edukasinya, menjadi daya tarik utama.

Selain itu, legenda Sangkuriang yang mengiringi asal-usul gunung ini memberikan dimensi tambahan yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. Dengan fasilitas yang terus berkembang dan jumlah pengunjung yang meningkat setiap tahunnya, Tangkuban Perahu tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)