Nuansa Alam Tangkuban Perahu, Legenda Wisata Nusantara

6 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 7 Jini 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu pada 7 Jini 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Salah satu keindahan alam Nusantara yang menjadi destinasi wisata alam nasional adalah Gunung Tangkuban Perahu. Daya tarik wisatawan asing maupun domestik cukup besar terhadap wisata gunung ini. Dunia traveling Nusantara menjadikan Gunung Tangkuban Perahu sebagai salah satu rekomendasi yang cukup penting.

Bandung bukan hanya kota yang terkenal dengan kesejukan udara dan pesona alamnya, tetapi juga kaya akan situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari peninggalan arsitektur kolonial, situs alam yang terkait dengan mitos lokal, hingga monumen perjuangan bangsa, Bandung memiliki potensi wisata sejarah yang luar biasa. Dengan beragam pilihan wisata sejarah dan budaya, kota ini dapat menjadi destinasi yang sangat menarik untuk pengunjung yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak sekitar 30 km di utara Bandung, adalah salah satu destinasi wisata alam yang paling terkenal di Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi aktif yang memiliki kawah yang masih bisa dikunjungi oleh wisatawan. Nama “Tangkuban Perahu” berasal dari legenda Sangkuriang, yang mengatakan bahwa gunung ini adalah perahu terbalik yang dilemparkan oleh Sangkuriang sebagai bagian dari kisah mitologinya.

Tangkuban Perahu tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang spektakuler, tetapi juga merupakan tempat yang kaya akan nilai budaya dan cerita rakyat. Pengunjung bisa menikmati udara sejuk pegunungan sambil mempelajari lebih lanjut tentang sejarah gunung ini.

Berikut beberapa referensi tentang Gunung Tangkuban Perahu:

  • Lokasi dan geografi: Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak sekitar 30 km di utara Bandung, tepatnya di daerah Lembang, Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi salah satu destinasi wisata alam yang paling populer di Jawa Barat. Nama “Tangkuban Perahu” berasal dari legenda rakyat Sunda yang terkenal, yang mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Sangkuriang yang membalikkan perahu besar dengan menggunakan kekuatan magis, yang akhirnya menjadi gunung ini.
  • Kawah Tangkuban Perahu: Gunung Tangkuban Perahu memiliki beberapa kawah yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, di antaranya adalah Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Upas. Dari ketiga kawah ini, Kawah Ratu adalah yang paling terkenal dan menjadi daya tarik utama. Kawah Ratu terletak di sisi utara gunung dan memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan danau kawah yang luas, dikelilingi oleh tebing-tebing curam.
  • Aktivitas vulkanik: Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung berapi aktif yang telah mengalami beberapa letusan kecil dalam beberapa dekade terakhir. Letusan terakhir yang tercatat terjadi pada tahun 2019, meskipun tidak ada korban jiwa, namun aktivitas vulkaniknya sering menarik perhatian pengunjung yang ingin melihat fenomena alam yang spektakuler. Peningkatan aktivitas vulkanik di gunung ini juga menyebabkan pengunjung untuk selalu mengikuti informasi dan arahan dari otoritas setempat mengenai keselamatan di area wisata.
  • Geologi dan sejarah: Gunung Tangkuban Perahu terbentuk oleh aktivitas vulkanik yang sangat panjang, dimulai dari letusan pertama yang terjadi sekitar 2 juta tahun yang lalu. Gunung ini merupakan bagian dari sistem vulkanik di Jawa Barat yang memiliki potensi besar untuk kegiatan geotermal. Secara geologi, Tangkuban Perahu juga memiliki struktur unik yang membuatnya menarik bagi para ilmuwan dan wisatawan.
  • Legenda Tangkuban Perahu: Salah satu daya tarik Tangkuban Perahu selain keindahan alamnya adalah legenda yang mengelilingi asal-usul gunung ini. Menurut cerita rakyat Sunda, Tangkuban Perahu berasal dari perahu yang dibalik oleh Sangkuriang. Dalam legenda tersebut, Sangkuriang yang jatuh cinta kepada ibu kandungnya, Dayang Sumbi, mencoba memenuhi syarat untuk menikah dengan ibunya, yaitu membangun sebuah danau dan perahu besar dalam waktu semalam. Namun, usaha tersebut gagal, dan dalam kemarahannya, Sangkuriang membalikkan perahu yang akhirnya menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Gunung Tangkubanparahu Tahun 1910-an. (Sumber: KITLV)
Gunung Tangkubanparahu Tahun 1910-an. (Sumber: KITLV)

Daya tarik dan bagian paling menarik dari Gunung Tangkuban Perahu:

1. Kawah Ratu: Kawah Ratu adalah bagian paling terkenal dan paling menarik dari Gunung Tangkuban Perahu. Kawah ini adalah danau kawah yang cukup besar dengan asap belerang yang keluar dari permukaan danau. Pengunjung bisa menikmati pemandangan kawah sambil menghirup udara segar pegunungan. Area sekitar kawah dilengkapi dengan jalan setapak yang memungkinkan pengunjung untuk berjalan-jalan sambil menikmati keindahan alam sekitar.

2. Kawah Domas: Kawah Domas terkenal dengan sumber air panas dan kolam belerang yang dapat dijadikan tempat berendam. Air panas dari kawah ini dipercaya memiliki manfaat terapeutik untuk kulit. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat banyak batu-batu besar yang mengalami sedimentasi karena aktivitas vulkanik.

3. Pemandangan alam yang menakjubkan: pemandangan dari puncak Tangkuban Perahu sangat spektakuler. Dari ketinggian, pengunjung bisa melihat hamparan perkebunan teh yang hijau di sekitar Lembang, serta kota Bandung yang tampak di kejauhan. Tangkuban Perahu juga memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para pendaki yang ingin menikmati suasana alam yang tenang dan sejuk.

4. Kegiatan Wisata Alam dan Edukasi: Selain menikmati keindahan alam, Tangkuban Perahu juga memiliki potensi wisata edukasi terkait geologi dan vulkanologi. Pengunjung dapat belajar tentang aktivitas vulkanik dan proses terbentuknya gunung serta kawah melalui pameran-pameran atau informasi yang disediakan oleh pengelola taman wisata.

5. Pusat Perbelanjaan dan Kuliner: Di sekitar kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu terdapat berbagai tempat yang menjual oleh-oleh khas Lembang, seperti madu, kerajinan tangan, dan produk-produk lokal lainnya. Ada juga berbagai warung yang menawarkan kuliner khas Sunda, seperti sate kelinci dan nasi timbel, yang membuat pengalaman berkunjung ke sana semakin lengkap.

Berikut data pengunjung Gunung Tangkuban Perahu (Tahun ke Tahun):

Pengunjung Gunung Tangkuban Perahu terus meningkat setiap tahunnya, terutama pada musim liburan dan akhir pekan. Berikut adalah data perkiraan pengunjung dari beberapa tahun terakhir (data berdasarkan laporan dari Dinas Pariwisata Jawa Barat dan pengelola objek wisata):

  • 2019: Sekitar 600.000 pengunjung. Tahun ini merupakan tahun dengan kunjungan yang cukup tinggi, berkat promosi wisata dan peningkatan fasilitas.
  • 2020: Terjadi penurunan signifikan, dengan pengunjung hanya sekitar 100.000 orang karena pandemi COVID-19 yang mengurangi jumlah wisatawan domestik dan internasional. Kawasan wisata sempat ditutup sementara untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung.
  • 2021: Meskipun masih dalam kondisi pandemi, jumlah pengunjung mulai pulih dan diperkirakan mencapai sekitar 200.000 pengunjung. Penerapan protokol kesehatan yang ketat membantu mendorong wisatawan kembali mengunjungi gunung ini.
  • 2022: Pengunjung kembali meningkat secara signifikan setelah pembatasan perjalanan dicabut, dengan estimasi sekitar 500.000 pengunjung, berkat kebijakan pemerintah yang mendukung pariwisata dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
  • 2023: Diperkirakan sekitar 700.000-800.000 pengunjung, dengan kunjungan puncak terjadi pada liburan panjang dan akhir pekan.
Letusan Gunung Tangkuban Parahu pada 26 Juli 2019. (Sumber: BNPB)
Letusan Gunung Tangkuban Parahu pada 26 Juli 2019. (Sumber: BNPB)

Adapun faktor yang mempengaruhi kunjungan para wisatawan:

  • Musim liburan: kunjungan ke Gunung Tangkuban Perahu biasanya melonjak pada saat musim liburan sekolah, libur akhir tahun, dan hari raya besar.
  • Cuaca dan Kondisi Alam: Pemandangan yang terbaik biasanya terjadi pada musim kemarau, di mana langit lebih cerah dan pengunjung dapat menikmati pemandangan yang lebih jelas. Pada musim hujan, meskipun pengunjung tetap datang, cuaca sering kali kurang mendukung aktivitas di luar ruangan.
  • Kegiatan Promosi Wisata: Kampanye promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengelola wisata setempat, serta acara atau festival yang diadakan di sekitar Tangkuban Perahu, sering kali meningkatkan jumlah pengunjung.

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu destinasi wisata alam terbaik di Jawa Barat yang menyajikan keindahan alam, aktivitas vulkanik, dan kekayaan budaya yang sangat menarik untuk dijelajahi. Kawah Ratu, dengan pemandangan dramatis dan potensi wisata edukasinya, menjadi daya tarik utama.

Selain itu, legenda Sangkuriang yang mengiringi asal-usul gunung ini memberikan dimensi tambahan yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. Dengan fasilitas yang terus berkembang dan jumlah pengunjung yang meningkat setiap tahunnya, Tangkuban Perahu tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)