Melihat Lagi Bandung Fair 2025 yang Tampilkan Semangat Fashion Produk Lokal

3 menit baca
Farrel Alfrianda Husein
Ditulis oleh Farrel Alfrianda Husein diterbitkan
Suasana salah satu tenant fashion di Bandung Fair 2025 yang digelar di Kiara Artha Park, Sabtu (25/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Farrel Alfrianda Husein)
Suasana salah satu tenant fashion di Bandung Fair 2025 yang digelar di Kiara Artha Park, Sabtu (25/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Farrel Alfrianda Husein)

Udara sore di Kiara Artha Park yang berlokasi di Jl. Banten No.73, Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40272 terasa hangat oleh riuh langkah pengunjung yang datang bersama keluarga. Sabtu (25/10/2025) itu, area taman dipenuhi tenant fashion, panggung musik, dan berbagai pertunjukan yang jadi bagian dari Bandung Fair 2025, pameran besar tahunan yang menghadirkan perpaduan antara hiburan, , dan ekonomi kreatif kota Bandung.

Ketua Panitia Bandung Fair 2025, Rani Sulastri, mengatakan penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada peningkatan kolaborasi fashion lintas lokal.

“Kami ingin Bandung Fair menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk saling mendukung. Banyak komunitas dan anak muda yang terlibat dalam penyelenggaraan tahun ini,” ujar Rani saat ditemui di lokasi acara.

Salah satu area yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah zona fashion dan lifestyle, yang menghadirkan sejumlah brand dan desainer lokal. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari pakaian kasual, aksesori handmade, hingga karya mahasiswa desain dari kampus di Bandung.

“Tenant di area fashion tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Banyak pelaku UMKM yang membawa produk mereka secara langsung untuk diperkenalkan ke masyarakat,” tambah Rani.

Suasana terasa santai tapi berwarna. Tenant-tenant lokal menampilkan busana yang mudah dipakai sehari-hari, dari kaus grafis bertema Bandung, jaket denim lokal, hingga tas rajut buatan tangan. Tidak ada konsep glamor atau catwalk megah, tapi justru di situlah daya tariknya,  sederhana, dekat, dan mencerminkan gaya khas warga Bandung yang kreatif tanpa harus berlebihan.

Meskipun fashion bukan fokus utama acara, kehadiran tenant-tenant lokal itu memberi warna tersendiri bagi pengunjung. Banyak yang datang sekadar melihat-lihat atau membeli produk buatan Bandung sebagai oleh-oleh. Selain area pameran, pengunjung juga bisa menikmati berbagai pertunjukan seni dan musik lokal yang digelar di panggung utama. Hiburan ini menambah suasana santai di tengah ramainya berbagai kegiatan di sekitar area acara. 

“Kami ingin suasananya tetap cair dan tidak boring. Ada hiburan musik, bazar, sampai pameran komunitas. Semua bisa menikmati,” ujar wanita yang berkacamata itu.

Bandung Fair terasa seperti titik bertemu nya para kreatif, tenda-tenda kecil berjejer, panggung menampilkan pertunjukan lokal, dan sudut-sudut ruang dipakai untuk tenant kuliner penggugah selera. Suasana lebih mirip pasar kreatif yang hidup. orang datang untuk berkegiatan, berdiskusi, atau sekadar mencari inspirasi, sehingga kegiatan ekonomi berjalan beriringan dengan keasikan dan keseruan jalan nya event Bandung Fair 2025.

Salah satu Tenant fashion lokal yang melayani koleksi pakaian dan aksesori handmade di Bandung Fair 2025, Kiara Artha Park, Bandung. (Sumber: Farrel Alfrianda Husein | Foto: Farrel Alfrianda Husein)
Salah satu Tenant fashion lokal yang melayani koleksi pakaian dan aksesori handmade di Bandung Fair 2025, Kiara Artha Park, Bandung. (Sumber: Farrel Alfrianda Husein | Foto: Farrel Alfrianda Husein)

Tahun ini, Bandung Fair mengusung tema “Bandung Bangkit dan Berkarya” sebagai simbol semangat warga untuk terus berkreasi pasca masa sulit beberapa tahun terakhir. Acara ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas muda untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat luas.

Bandung Fair 2025 menutup gelarannya dengan kesan yang hangat. Di balik gemerlap panggung dan ramainya pengunjung yang menikmati berbagai tenant kreatif, acara ini menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi warga Bandung masih sangat hidup. Tidak hanya menampilkan karya, Bandung Fair juga mempertemukan ide-ide baru dari generasi muda, desainer lokal, hingga pelaku UMKM yang memiliki tekad semangat membawa produk dan konsep kreatif mereka.

Lebih dari sekadar ajang hiburan, Bandung Fair kini tumbuh menjadi ruang menuangkan citra fashion dan semangat kreatif. Melalui dukungan komunitas dan antusiasme masyarakat, acara ini diharapkan terus berkembang menjadi ikon tahunan yang memperkuat identitas Bandung sebagai kota fashion kreatif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)