Kawah Putih: Jejak Ketenangan di Hulu Bandung Selatan, Sempat Diobrak-Abrik Penipu Tiket Palsu

Aria Haura Nasywa
Ditulis oleh Aria Haura Nasywa diterbitkan Rabu 26 Nov 2025, 10:46 WIB
Pemandangan di Kawasan kawah putih, terlihat danau berwarna biru muda di antara tebing berbatu, dan aktivitas pengunjung di dermaga. (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Aria Huara Nasywa)

Pemandangan di Kawasan kawah putih, terlihat danau berwarna biru muda di antara tebing berbatu, dan aktivitas pengunjung di dermaga. (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Aria Huara Nasywa)

Di Desa Alam Indah, Kecamatan Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung, terhampar permata alam yang tak lekang oleh waktu: Kawah Putih.

Kawah Putih dikenal dengan sebutan puitis "Warna yang berubah, takdir yang menggantung di hilir Bandung Selatan."

Destinasi ini menawarkan keindahan memukau dengan kawah yang berwarna putih dan danau yang kadang biru, menjadi latar belakang sempurna bagi para pencari ketenangan. 

Selain pemandangan yang asri, tempat ini juga menyuguhkan udara segar, ketenangan, dan kedamaian yang jauh dari hiruk pikuk kota, sehingga menjadi tempat yang ideal untuk melepas penat.

Kunjungan yang dilakukan pada Minggu (2/10/2025) ini menghasilkan foto-foto pemandangan di Kawasan Kawah Putih, yang diambil oleh Aria Haura Nasywa. 

Pengelolaan dan Lonjakan Pengunjung yang Membumbung

Tempat wisata ini dikelola oleh Perhutani Persero Jawa Barat dan Banten unit III sejak tahun 1987. Menurut Agus Septian, yang kerap dipanggil Agus, yang menjabat sebagai Supervisor Kawah Putih dan sudah bekerja di sana dari tahun 2001, pada saat itu tempat wisata ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luar sehingga sedikit orang yang mengetahui aksesnya. 

Popularitas Kawah Putih ternyata berkembang seiring berjalannya waktu melalui konten dan promosi kreatif, tanpa ada satu pun selebgram secara spesifik yang disebut sebagai orang yang memviralkannya. Namun, selebgram Liliey Wijayanti kemudian ikut membagikan pengalamannya di media sosial untuk memperlihatkan pesona alamnya.

Mulai dari situ, jumlah pengunjung terus meningkat apalagi saat weekend, bahkan wisatawan mancanegara ikut serta merasakan langsung pesona yang diberikan dari tempat ini. Pada saat itu, meningkat jumlah pengunjung sempat membuat para staf kewalahan karena harus melayani pengunjung dari lokasi awal menuju Gunung Patuha menggunakan kendaraan ontang-anting. Biaya kendaraan tersebut sudah terhitung dari tiket yang sudah dipesan secara online (melalui Traveloka) ataupun offline di lokasi. 

Modus Penipuan Tiket Online yang Meresahkan

Awalnya, pengelola hanya membuka pembelian tiket secara offline di lokasi, namun untuk meningkatkan citra destinasi, mereka kemudian membuka pembelian secara online.

Sayangnya, beberapa lama setelah itu muncul oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan mengatasnamakan wisata Kawah Putih di laman Instagram. 

Hal itu didasarkan pada pengalaman pribadi jurnalis selaku korban sebelum melakukan wawancara ke lokasi.

Pengelola objek wisata Kawah Putih sudah menindaklanjuti hal tersebut. “Sempat hilang, tapi sesudah itu muncul lagi neng, kemari ada 4 orang juga begini” Pungkas Pak Agus selaku supervisor Kawah Putih. 

Baca Juga: Pengalaman Pemuda Asal Cimahi, dari Telur Rebus di Kawah Tangkubanparahu Hingga Menjejakkan Kaki di Puncak Everest

Bagi pengelola, hal yang paling penting untuk meningkatkan antusiasme pengunjung adalah dengan meningkatkan layanan.

Caranya adalah dengan meningkatkan spot-spot foto yang menarik dari sisi manapun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyediakan rambu-rambu agar pengunjung tidak tersesat di kawasan alam. Minat yang dimiliki pengunjung berpotensi meningkatkan branding dari tempat wisata tersebut melalui postingan media sosial serta review

Namun, perjalanan tersebut pasti memiliki tantangan, salah satunya adalah banyaknya tempat wisata sehingga terjadi persaingan antar kelompok. Hall ini tidak membuat tempat ini lenyap ditelan waktu, melainkan mendorong pengelola untuk semakin berinovasi tinggi guna mengembangkan kebermanfaatan alam tersebut. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aria Haura Nasywa
Mahasiswa S1 Telkom University Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)