Bakso Patrol Legendaris sejak 1977 yang Masih Menjadi Primadona di Buah Batu

Seli Siti Amaliah Putri
Ditulis oleh Seli Siti Amaliah Putri diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 20:18 WIB
Patrol Buah Batu, si legendaris yang tidak pernah sepi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)

Patrol Buah Batu, si legendaris yang tidak pernah sepi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)

Di depan SMK 8 Bandung, sebuah roda kecil dengan lampu kuning temaram selalu tampak dikerumuni orang, entah itu siang saat jam istirahat atau malam ketika lalu lintas mulai lengang. Dari jauh, aroma gurih kuah dan wangi gorengan yang masih hangat sudah cukup untuk membuat orang menoleh. Roda itu milik Bapak Ikin, salah satu dari puluhan penjaja “Patrol” yang bertahan di Buah Batu.

Meski tampak sederhana, Patrol punya sejarah yang panjang: kuliner ini sudah ada sejak tahun 1977, dikelola oleh produsen yang memasok bahan baku ke para penjaja, hingga akhirnya berkembang menjadi jaringan dengan lebih dari 60 roda distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Bandung.

Di tangan Bapak Ikin, Patrol bukan sekadar jajanan pinggir jalan. Ada ritme, ada ketelitian, ada cara kerja yang sudah tertanam setelah puluhan ribu mangkuk disajikan selama 15 tahun ia berjualan.

Di atas meja gerobaknya, aneka gorengan ditata rapi, tahu kering, pangsit kering, dan tentu saja ceker yang menjadi ciri khas. Bihun putih menjadi alas, kemudian kuah bening panas dituangkan hingga menguapkan aroma bawang yang ringan tapi menggoda.

Ceker di tempat ini punya karakter yang membuat orang mudah mengingatnya. Kulitnya tidak lembek, teksturnya tidak mudah hancur, tapi begitu digigit langsung terasa empuk. Ada rasa gurih yang tidak berlebihan dan sedikit aroma khas ceker goreng. Semua itu bukan kebetulan.

“Ceker mah digoreng dulu lama, biar kering. Baru direbus. Kalau enggak digoreng dulu, suka hancur,” kata Bapak Ikin sambil terus bergerak cepat mengisi mangkuk.

Dua tahap ini membuat cekernya punya tekstur yang ideal: tidak terlalu lembek, tapi sangat mudah disantap.

Pangsit dan tahu gorengnya pun sama menariknya. Bagian luarnya yang kering dan renyah perlahan melunak saat terkena kuah, namun tetap menyimpan sedikit keriuk. Kombinasi tekstur ini membuat Patrol terasa tidak monoton. Kuahnya sendiri bening, tetapi gurihnya pas, tidak menutupi topping, malah menonjolkan rasa masing-masing. Inilah yang membuat banyak orang merasa bahwa seporsi Patrol terasa ringan tapi memuaskan. Bukan jenis makanan yang bikin enek, tapi juga tidak hambar.

Terdapat dua botol sambal menjadi senjata pelengkap. Satu pedas tajam, satu lebih bersahabat. Kebanyakan pelanggan memilih mencampur keduanya agar rasa pedasnya naik tapi tetap nyaman. Ketika sambal itu larut dalam kuah, Patrol berubah karakter: lebih mantap, lebih panas, dan lebih menantang untuk disantap hingga habis.

Suasana di depan roda hampir selalu ramai.

“Ramai jam makan. Jam 12-an pas istirahat kerja, sama bubaran sekolah,” ujar Bapak Ikin.

Namun yang menarik, suasana ramai itu tidak hanya datang dari pelanggan baru. Banyak pelanggan lama yang terus kembali, bahkan setelah bertahun-tahun. Salah satu di antaranya adalah Fakhrur Razi, alumni SMK 8 Bandung yang sudah mengenal Patrol sejak masa sekolah.

“Dari dulu sampai sekarang rasanya tetep. Cekerna paling beda. Kalau lagi kangen makanan sekolah, ya baliknya ke sini,” ungkap Razi.

Di luar Buah Batu, roda Patrol kini juga hadir di Antapani dan Ciwastra. Dengan total lebih dari 60 roda, Patrol sudah menjelma menjadi jaringan kuliner kaki lima yang cukup besar. Namun, roda depan SMK 8 tetap punya ciri khasnya sendiri.

Mungkin karena letaknya yang strategis di tengah keramaian sekolah dan perkantoran, atau mungkin karena tangan Bapak Ikin yang menjaga rasa tetap konsisten seperti dulu. Bagi sebagian pelanggan, Patrol di sini dianggap lebih “autentik”, lebih dekat dengan cita rasa Patrol lama yang dikenal sejak puluhan tahun lalu.

Kebertahanan Patrol sejak 1977 bukanlah keberuntungan semata. Ada sistem produksi terkontrol dari pabrik, ada distribusi yang rapi, dan ada penjual seperti Bapak Ikin yang menjaga rasa dan teknik masak tetap setia pada pakem aslinya. Itulah yang membuatnya bertahan di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan. Mangkuk Patrol tidak menjual estetika berlebih atau konsep modern, tetapi menawarkan sesuatu yang jauh lebih penting: rasa sederhana yang konsisten, hangat, dan dapat dipercaya.

“Mantap. Beda dari yang lain,” imbuh Razi.

Bagi banyak pelanggan yang sudah mencobanya, kalimat itu memang benar adanya. Patrol mungkin bukan kuliner yang heboh di media sosial, tetapi justru lewat kesederhanaan dan keteguhan rasanya, ia terus menjadi pilihan banyak orang, baik yang mencari nostalgia, yang mengejar kenyamanan rasa, maupun yang sekadar butuh makanan enak yang tidak pernah mengecewakan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Seli Siti Amaliah Putri
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Mar 2026, 19:56

Mudik kepada 'Basa Lemes'

Perubahan gaya bahasa ini bukan sekadar soal kosakata, melainkan perubahan kerangka relasi sosial.

Ilustrasi mudik. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 02 Mar 2026, 17:43

Rahasia Bacang Jando Anne Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau.

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 16:07

Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026.

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)