Bakso Patrol Legendaris sejak 1977 yang Masih Menjadi Primadona di Buah Batu

3 menit baca
Seli Siti Amaliah Putri
Ditulis oleh Seli Siti Amaliah Putri diterbitkan
Patrol Buah Batu, si legendaris yang tidak pernah sepi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)
Patrol Buah Batu, si legendaris yang tidak pernah sepi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)

Di depan SMK 8 Bandung, sebuah roda kecil dengan lampu kuning temaram selalu tampak dikerumuni orang, entah itu siang saat jam istirahat atau malam ketika lalu lintas mulai lengang. Dari jauh, aroma gurih kuah dan wangi gorengan yang masih hangat sudah cukup untuk membuat orang menoleh. Roda itu milik Bapak Ikin, salah satu dari puluhan penjaja “Patrol” yang bertahan di Buah Batu.

Meski tampak sederhana, Patrol punya sejarah yang panjang: kuliner ini sudah ada sejak tahun 1977, dikelola oleh produsen yang memasok bahan baku ke para penjaja, hingga akhirnya berkembang menjadi jaringan dengan lebih dari 60 roda distribusi yang tersebar di berbagai wilayah Bandung.

Di tangan Bapak Ikin, Patrol bukan sekadar jajanan pinggir jalan. Ada ritme, ada ketelitian, ada cara kerja yang sudah tertanam setelah puluhan ribu mangkuk disajikan selama 15 tahun ia berjualan.

Di atas meja gerobaknya, aneka gorengan ditata rapi, tahu kering, pangsit kering, dan tentu saja ceker yang menjadi ciri khas. Bihun putih menjadi alas, kemudian kuah bening panas dituangkan hingga menguapkan aroma bawang yang ringan tapi menggoda.

Ceker di tempat ini punya karakter yang membuat orang mudah mengingatnya. Kulitnya tidak lembek, teksturnya tidak mudah hancur, tapi begitu digigit langsung terasa empuk. Ada rasa gurih yang tidak berlebihan dan sedikit aroma khas ceker goreng. Semua itu bukan kebetulan.

“Ceker mah digoreng dulu lama, biar kering. Baru direbus. Kalau enggak digoreng dulu, suka hancur,” kata Bapak Ikin sambil terus bergerak cepat mengisi mangkuk.

Dua tahap ini membuat cekernya punya tekstur yang ideal: tidak terlalu lembek, tapi sangat mudah disantap.

Pangsit dan tahu gorengnya pun sama menariknya. Bagian luarnya yang kering dan renyah perlahan melunak saat terkena kuah, namun tetap menyimpan sedikit keriuk. Kombinasi tekstur ini membuat Patrol terasa tidak monoton. Kuahnya sendiri bening, tetapi gurihnya pas, tidak menutupi topping, malah menonjolkan rasa masing-masing. Inilah yang membuat banyak orang merasa bahwa seporsi Patrol terasa ringan tapi memuaskan. Bukan jenis makanan yang bikin enek, tapi juga tidak hambar.

Terdapat dua botol sambal menjadi senjata pelengkap. Satu pedas tajam, satu lebih bersahabat. Kebanyakan pelanggan memilih mencampur keduanya agar rasa pedasnya naik tapi tetap nyaman. Ketika sambal itu larut dalam kuah, Patrol berubah karakter: lebih mantap, lebih panas, dan lebih menantang untuk disantap hingga habis.

Suasana di depan roda hampir selalu ramai.

“Ramai jam makan. Jam 12-an pas istirahat kerja, sama bubaran sekolah,” ujar Bapak Ikin.

Namun yang menarik, suasana ramai itu tidak hanya datang dari pelanggan baru. Banyak pelanggan lama yang terus kembali, bahkan setelah bertahun-tahun. Salah satu di antaranya adalah Fakhrur Razi, alumni SMK 8 Bandung yang sudah mengenal Patrol sejak masa sekolah.

“Dari dulu sampai sekarang rasanya tetep. Cekerna paling beda. Kalau lagi kangen makanan sekolah, ya baliknya ke sini,” ungkap Razi.

Di luar Buah Batu, roda Patrol kini juga hadir di Antapani dan Ciwastra. Dengan total lebih dari 60 roda, Patrol sudah menjelma menjadi jaringan kuliner kaki lima yang cukup besar. Namun, roda depan SMK 8 tetap punya ciri khasnya sendiri.

Mungkin karena letaknya yang strategis di tengah keramaian sekolah dan perkantoran, atau mungkin karena tangan Bapak Ikin yang menjaga rasa tetap konsisten seperti dulu. Bagi sebagian pelanggan, Patrol di sini dianggap lebih “autentik”, lebih dekat dengan cita rasa Patrol lama yang dikenal sejak puluhan tahun lalu.

Kebertahanan Patrol sejak 1977 bukanlah keberuntungan semata. Ada sistem produksi terkontrol dari pabrik, ada distribusi yang rapi, dan ada penjual seperti Bapak Ikin yang menjaga rasa dan teknik masak tetap setia pada pakem aslinya. Itulah yang membuatnya bertahan di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan. Mangkuk Patrol tidak menjual estetika berlebih atau konsep modern, tetapi menawarkan sesuatu yang jauh lebih penting: rasa sederhana yang konsisten, hangat, dan dapat dipercaya.

“Mantap. Beda dari yang lain,” imbuh Razi.

Bagi banyak pelanggan yang sudah mencobanya, kalimat itu memang benar adanya. Patrol mungkin bukan kuliner yang heboh di media sosial, tetapi justru lewat kesederhanaan dan keteguhan rasanya, ia terus menjadi pilihan banyak orang, baik yang mencari nostalgia, yang mengejar kenyamanan rasa, maupun yang sekadar butuh makanan enak yang tidak pernah mengecewakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Seli Siti Amaliah Putri
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)