Mengenang Guru, Hikayat Oemar Bakri

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Rabu 26 Nov 2025, 13:50 WIB
Ilustrasi Oemar Bakri. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Ilustrasi Oemar Bakri. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sore yang cerah itu, saat sedang asyik menonton Smart Ressa bersama Kakang, anak ketiga yang baru berusia empat tahun, tiba-tiba istri memanggil, “Bah, aya kardus pan!”

“Aya di kamar Aa,” jawabku singkat. “Kanggo naon nya?”

“Ngadamel bucket Hari Guru!” seru pun bojo.

Tanpa banyak ba-bi-bu, istri dan Aa Akil, anak kedua, usia 11 tahun, langsung bergerak membuat bucket sederhana dari kardus, kertas warna, camilan, dan snack. Lengkap dengan gunting dan double tape. Sesekali Kakang ikut nimbrung, yang lebih banyak mengganggu daripada membantu, tapi justru membuat suasana makin hidup. Setelah sekitar satu jam bekerja bersama, bucket selesai dibuat.

Bucket untuk Guru Hebat dari Kakang yang selalu menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: Istimewa)
Bucket untuk Guru Hebat dari Kakang yang selalu menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: Istimewa)

Keesokan paginya, buah tangan untuk sosok Oemar Bakri itu sudah siap dibawa. Dengan penuh semangat, Aa bocah kelas 5 mengemasnya di tas, sementara Kakang sejak bangun terus menanyakan paket alakadarnya untuk Ibu Guru.

Pagi yang indah itu, kami semua berangkat meninggalkan rumah lebih awal dari biasanya. Kebetulan harus mengikuti Upacara Hari Guru yang digelar di Tugu Kujang, depan Gedung Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (25/11/2025).

Dengan mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta“, upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian korpri (ASN), hitam putih (BLU, kontrak). Hadir jajaran pimpinan universitas, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, bertindak sebagai pembina upacara.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)

Pilar Utama Pembangunan

Dalam sambutannya, Rosihon Anwar membacakan amanat Menteri Agama, Nasaruddin Umar: Guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sistem pendidikan yang berada di pundak para guru.

Tema ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan.

Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Ingat, sejarah dunia mencatat, ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia Kedua tahun 1942 – 1945 yang mengakibatkan Jepang menyerah kalah tanpa syarat kepada Sekutu, satu pertanyaan Kaisar kepada menterinya adalah: Berapa guru yang tersisa? Ia yakin dari tangan guru-guru yang tersisa, akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang baru.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kekeliruan dalam membangun sektor lain dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi. Karena itu, sistem pendidikan nasional harus disusun dengan penuh pertimbangan, kecermatan, dan keutuhan visi kebangsaan.

Tokoh pendidikan Indonesia, Hajjah Zakiah Daradjat berpesan kepribadian guru menentukan apakah ia menjadi pembina masa depan anak didiknya atau sebaliknya.

Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan teladan hidup. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi profesional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas moral dan spiritual guru.

Bucket untuk Guru Hebat dari Aa yang selali menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: istimewa)
Bucket untuk Guru Hebat dari Aa yang selali menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: istimewa)

Jejak Oemar Bakri

Pulang kerja sambil makan bersama, saya disambut cerita-cerita kecil yang membuat hati hangat. Memang, perayaan Hari Guru di sekolah selalu menyimpan kisah yang layak dikenang.

Kakang, dengan polosnya, langsung berkata, “Babah, teman Kakang ada yang pulang, tidak bawa hadiah. Kasihan, ya!”

Lalu bercerita tentang ragam hadiah yang dibawa teman-temannya, mulai dari makanan, minuman, sampai sabun cuci, sambil tertawa terbahak-bahak.

Aa Akil punya kisah seru. Baginya, berbagi hadiah adalah bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan. Sambil menceritakan berbagai bentuk bucket yang dibawa teman-temannya ketika mengucapkan selamat Hari Guru.

Yang membuat semakin senang, guru-guru di sekolah mereka begitu ramah dan menyenangkan. Anak-anak terlihat nyaman dan bersemangat saat merayakan Hari Guru, apalagi diiringi nyanyian bersama.

Kehadiran guru yang hangat, terbuka, dan menjadi teladan memang penting untuk menciptakan suasana akrab, membuat siswa merasa sekolah sebagai rumah kedua, tempat belajar, berteman, sekaligus tumbuh menjadi pribadi tangguh yang lebih baik.

Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Cabang Bungbulang menggelara jalan sehat dan upacara peringatan Senin (24/11/2025) bertempat di GOR PGRI Bungbulang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. (Sumber: https://kec-bungbulang.garutkab.go.id | Foto: Istimewa)
Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Cabang Bungbulang menggelara jalan sehat dan upacara peringatan Senin (24/11/2025) bertempat di GOR PGRI Bungbulang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. (Sumber: https://kec-bungbulang.garutkab.go.id | Foto: Istimewa)

Garda Terdepan Dunia Pendidikan

Dalam liputan Kompas TV bertajuk Hari Guru Nasional: Bayang-bayang Kriminalisasi Guru dan Pengadilan Media Sosial, dijelaskan setiap 25 November Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Meski disebut sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, justru guru-guru di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari persoalan kesejahteraan, hingga ancaman kriminalisasi dan penghakiman di media sosial. Ironis memang!

Litbang Kompas dalam laporan “Hari Guru Nasional: Guru Garda Terdepan Dunia Pendidikan” (25 November 2022) menegaskan bahwa peringatan Hari Guru adalah momentum untuk mengingatkan masyarakat akan peran penting guru, sekaligus menilik kondisi pengembangan guru sebagai faktor utama kualitas pendidikan Indonesia.

Guru hebat adalah guru yang dicintai siswanya, guru yang akrab, dekat, menyenangkan, dan tetap mampu menginspirasi. Menjadi pendidik dengan hati yang tulus, mencintai pekerjaannya, dan bangga dengan profesi mulia yang diembannya.

Saat istri membuat status, “Guru pertama dan cinta pertamaku. Al-Fatihah, Bapa. Selamat Hari Guru Sedunia 25 November 2025. Guru memang bukan orang hebat, tapi semua orang hebat lahir berkat jasa dari seorang guru. Selamat Hari Guru. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa.”

Membaca itu, pikiranku justru melayang ke kampung halaman, Darussalam Bungbulang, Garut Kidul. Terbayang sosok guru-guru sederhana di sana, ya guru yang benar-benar digugu dan ditiru. Guru yang mengajarkan bukan hanya pelajaran, melainkan adab, kesederhanaan, dan ketulusan yang membekas hingga hari ini. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Beranda 13 Des 2025, 20:36 WIB

Arif Budianto dari Ayobandung.id Raih Juara 1 Nasional AJP 2025, Bukti Kualitas Jurnalisme Lokal

Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025.
Arif Budianto, jurnalis dari Ayobandung.id, tampil gemilang dengan meraih Juara 1 Nasional Kategori Tulis Bisnis sekaligus Juara 1 Regional Jawa Bagian Barat dalam AJP 2025. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 13 Des 2025, 17:34 WIB

Jawa Barat Siapkan Distribusi BBM dan LPG Hadapi Lonjakan Libur Nataru

Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Ilustrasi. Mobilitas tinggi, arus mudik, serta destinasi wisata yang ramai menjadi faktor utama meningkatnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 13 Des 2025, 14:22 WIB

Di Balik Gemerlap Belanja Akhir Tahun, Seberapa Siap Mall Bandung Hadapi Bencana?

Lonjakan pengunjung di akhir tahun membuat mall menjadi ruang publik yang paling rentan, baik terhadap kebakaran, kepadatan, maupun risiko teknis lainnya.
Lonjakan pengunjung di akhir tahun membuat mall menjadi ruang publik yang paling rentan, baik terhadap kebakaran, kepadatan, maupun risiko teknis lainnya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 21:18 WIB

Menjaga Martabat Kebudayaan di Tengah Krisis Moral

Kebudayaan Bandung harus kembali menjadi ruang etika publik--bukan pelengkap seremonial kekuasaan.
Kegiatan rampak gitar akustik Revolution Is..di Taman Cikapayang
Ayo Netizen 12 Des 2025, 19:31 WIB

Krisis Tempat Parkir di Kota Bandung Memicu Maraknya Parkir Liar

Krisis parkir Kota Bandung makin parah, banyak kendaraan parkir liar hingga sebabkan macet.
Rambu dilarang parkir jelas terpampang, tapi kendaraan masih berhenti seenaknya. Parkir liar bukan hanya melanggar aturan, tapi merampas hak pengguna jalan, Rabu (3/12/25) Alun-Alun Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ishanna Nagi)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 19:20 WIB

Gelaran Pasar Kreatif Jawa Barat dan Tantangan Layanan Publik Kota Bandung

Pasar Kreatif Jawa Barat menjadi pengingat bahwa Bandung memiliki potensi luar biasa, namun masih membutuhkan peningkatan kualitas layanan publik.
Sejumlah pengunjung memadati area Pasar Kreatif Jawa Barat di Jalan Pahlawan No.70 Kota Bandung, Rabu (03/12/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)
Ayo Jelajah 12 Des 2025, 19:08 WIB

Hikayat Paseh Bandung, Jejak Priangan Lama yang Diam-diam Punya Sejarah Panjang

Sejarah Paseh sejak masa kolonial, desa-desa tua, catatan wisata kolonial, hingga transformasinya menjadi kawasan industri tekstil.
Desa Drawati di Kecamatan Paseh. (Sumber: YouTube Desa Drawati)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 18:57 WIB

Kota untuk Siapa: Gemerlap Bandung dan Sunyi Warga Tanpa Rumah

Bandung sibuk mempercantik wajah kota, tapi lupa menata nasib warganya yang tidur di trotoar.
Seorang tunawisma menyusuri lorong Pasar pada malam hari (29/10/25) dengan memanggul karung besar di Jln. ABC, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung. (Foto: Rajwaa Munggarana)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 17:53 WIB

Hubungan Diam-Diam antara Matematika dan Menulis

Penjelasan akan matematika dan penulisan memiliki hubungan yang menarik.
Matematika pun memerlukan penulisan sebagai jawaban formal di perkuliahan. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Caroline Jessie Winata)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 16:44 WIB

Banjir Orderan Cucian Tarif Murah, Omzet Tembus Jutaan Sehari

Laundrypedia di Kampung Sukabirus, Kabupaten Bandung, tumbuh cepat dengan layanan antar-jemput tepat waktu dan omzet harian lebih dari Rp3 juta.
Laundrypedia hadir diperumahan padat menjadi andalan mahasiswa, di kampung Sukabirus, Kabupaten Bandung, Kamis 06 November 2025. (Sumber: Fadya Rahma Syifa | Foto: Fadya Rahma Syifa)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 16:29 WIB

Kedai Kekinian yang Menjadi Tempat Favorit Anak Sekolah dan Mahasiswa Telkom University

MirukiWay, UMKM kuliner Bandung sejak 2019, tumbuh lewat inovasi dan kedekatan dengan konsumen muda.
Suasana depan toko MirukiWay di Jl. Sukapura No.14 Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa, (28/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nasywa Hanifah Alya' Al-Muchlisin)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 15:53 WIB

Bandung Kehilangan Arah Kepemimpinan yang Progresif

Bandung kehilangan kepemimpinan yang progresif yang dapat mengarahkan dan secara bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang kompleks.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau lokasi banjir di kawasan Rancanumpang. (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 15:31 WIB

Tren Olahraga Padel Memicu Pembangunan Cepat Tanpa Menperhitungkan Aspek Keselamatan Jangka Panjang?

Fenomena maraknya pembangunan lapangan padel yang tumbuh dengan cepat di berbagai kota khususnya Bandung.
Olahraga padel muncul sebagai magnet baru yang menjanjikan, bukan hanya bagi penggiat olahraga, tapi juga bagi pelaku bisnis dan investor. (Sumber: The Grand Central Court)
Beranda 12 Des 2025, 13:56 WIB

Tekanan Biological Clock dan Ancaman Sosial bagi Generasi Mendatang

Istilah biological clock ini digunakan untuk menggambarkan tekanan waktu yang dialami individu, berkaitan dengan usia dan kemampuan biologis tubuh.
Perempuan seringkali dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan pada tekanan sosial yang ada di masyarakat. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Jones)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 13:39 WIB

Jalan Kota yang Redup, Area Gelap Bandung Dibiarkan sampai Kapan?

Gelapnya beberapa jalan di Kota Bandung kembali menjadi perhatian pengendara yang berkendara di malam hari.
Kurangnya Pencahayaan di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, pada Senin, 1 Desember 2025 (Sumber: Dok. Penulis| Foto: Zaki)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 12:56 WIB

Kegiatan Literasi Kok Bisa Jadi Petualangan, Apa yang Terjadi?

Kegiatan literasi berubah menjadi petualangan tak terduga, mulai dari seminar di Perpusda hingga jelajah museum.
Kegiatan literasi berubah menjadi petualangan tak terduga, mulai dari seminar di Perpusda hingga jelajah museum. (Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 10:28 WIB

Bandung Punya Banyak Panti Asuhan, Mulailah Berbagi dari yang Terdekat

Bandung memiliki banyak panti asuhan yang dapat menjadi ruang berbagi bagi warga.
Bandung memiliki banyak panti asuhan yang dapat menjadi ruang berbagi bagi warga. (Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 09:20 WIB

Menikmati Bandung Malam Bersama Rib-Eye Meltique di Justus Steakhouse

Seporsi Rib-Eye Meltique di Justus Steakhouse Bandung menghadirkan kehangatan, aroma, dan rasa yang merayakan Bandung.
Ribeye Meltique, salah satu menu favorit di Justus Steakhouse. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Seli Siti Amaliah Putri)
Ayo Netizen 12 Des 2025, 09:12 WIB

Seboeah Tjinta: Surga Coquette di Bandung

Jelajahi Seboeah Tjinta, kafe hidden gem di Cihapit yang viral karena estetika coquette yang manis, spot instagramable hingga dessert yang comforting.
Suasana Seboeah Tjinta Cafe yang identik dengan gaya coquette yang manis. (Foto: Nabella Putri Sanrissa)
Ayo Jelajah 12 Des 2025, 07:14 WIB

Hikayat Situ Cileunca, Danau Buatan yang Bikin Wisatawan Eropa Terpesona

Kisah Situ Cileunca, danau buatan yang dibangun Belanda pada 1920-an, berperan penting bagi PLTA, dan kini menjadi ikon wisata Pangalengan.
Potret zaman baheula Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: KITLV)