Mengenang Guru, Hikayat Oemar Bakri

4 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Ilustrasi Oemar Bakri. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi Oemar Bakri. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sore yang cerah itu, saat sedang asyik menonton Smart Ressa bersama Kakang, anak ketiga yang baru berusia empat tahun, tiba-tiba istri memanggil, “Bah, aya kardus pan!”

“Aya di kamar Aa,” jawabku singkat. “Kanggo naon nya?”

“Ngadamel bucket Hari Guru!” seru pun bojo.

Tanpa banyak ba-bi-bu, istri dan Aa Akil, anak kedua, usia 11 tahun, langsung bergerak membuat bucket sederhana dari kardus, kertas warna, camilan, dan snack. Lengkap dengan gunting dan double tape. Sesekali Kakang ikut nimbrung, yang lebih banyak mengganggu daripada membantu, tapi justru membuat suasana makin hidup. Setelah sekitar satu jam bekerja bersama, bucket selesai dibuat.

Bucket untuk Guru Hebat dari Kakang yang selalu menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: Istimewa)
Bucket untuk Guru Hebat dari Kakang yang selalu menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: Istimewa)

Keesokan paginya, buah tangan untuk sosok Oemar Bakri itu sudah siap dibawa. Dengan penuh semangat, Aa bocah kelas 5 mengemasnya di tas, sementara Kakang sejak bangun terus menanyakan paket alakadarnya untuk Ibu Guru.

Pagi yang indah itu, kami semua berangkat meninggalkan rumah lebih awal dari biasanya. Kebetulan harus mengikuti Upacara Hari Guru yang digelar di Tugu Kujang, depan Gedung Anwar Musaddad UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (25/11/2025).

Dengan mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta“, upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian korpri (ASN), hitam putih (BLU, kontrak). Hadir jajaran pimpinan universitas, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, bertindak sebagai pembina upacara.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)

Pilar Utama Pembangunan

Dalam sambutannya, Rosihon Anwar membacakan amanat Menteri Agama, Nasaruddin Umar: Guru adalah pilar utama pembangunan pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sistem pendidikan yang berada di pundak para guru.

Tema ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, yang menekankan pentingnya ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya dituntut mengajarkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran mencintai sesama dan menjaga lingkungan.

Pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan generasi yang berkarakter, welas asih, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.

Ingat, sejarah dunia mencatat, ketika bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia Kedua tahun 1942 – 1945 yang mengakibatkan Jepang menyerah kalah tanpa syarat kepada Sekutu, satu pertanyaan Kaisar kepada menterinya adalah: Berapa guru yang tersisa? Ia yakin dari tangan guru-guru yang tersisa, akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang baru.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kekeliruan dalam membangun sektor lain dapat diperbaiki dalam waktu singkat, tetapi kesalahan dalam pendidikan akan berdampak lintas generasi. Karena itu, sistem pendidikan nasional harus disusun dengan penuh pertimbangan, kecermatan, dan keutuhan visi kebangsaan.

Tokoh pendidikan Indonesia, Hajjah Zakiah Daradjat berpesan kepribadian guru menentukan apakah ia menjadi pembina masa depan anak didiknya atau sebaliknya.

Guru yang baik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan teladan hidup. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi profesional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas moral dan spiritual guru.

Bucket untuk Guru Hebat dari Aa yang selali menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: istimewa)
Bucket untuk Guru Hebat dari Aa yang selali menginspirasi (Sumber: IBN GHIFARIE | Foto: istimewa)

Jejak Oemar Bakri

Pulang kerja sambil makan bersama, saya disambut cerita-cerita kecil yang membuat hati hangat. Memang, perayaan Hari Guru di sekolah selalu menyimpan kisah yang layak dikenang.

Kakang, dengan polosnya, langsung berkata, “Babah, teman Kakang ada yang pulang, tidak bawa hadiah. Kasihan, ya!”

Lalu bercerita tentang ragam hadiah yang dibawa teman-temannya, mulai dari makanan, minuman, sampai sabun cuci, sambil tertawa terbahak-bahak.

Aa Akil punya kisah seru. Baginya, berbagi hadiah adalah bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan. Sambil menceritakan berbagai bentuk bucket yang dibawa teman-temannya ketika mengucapkan selamat Hari Guru.

Yang membuat semakin senang, guru-guru di sekolah mereka begitu ramah dan menyenangkan. Anak-anak terlihat nyaman dan bersemangat saat merayakan Hari Guru, apalagi diiringi nyanyian bersama.

Kehadiran guru yang hangat, terbuka, dan menjadi teladan memang penting untuk menciptakan suasana akrab, membuat siswa merasa sekolah sebagai rumah kedua, tempat belajar, berteman, sekaligus tumbuh menjadi pribadi tangguh yang lebih baik.

Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Cabang Bungbulang menggelara jalan sehat dan upacara peringatan Senin (24/11/2025) bertempat di GOR PGRI Bungbulang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. (Sumber: https://kec-bungbulang.garutkab.go.id | Foto: Istimewa)
Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Cabang Bungbulang menggelara jalan sehat dan upacara peringatan Senin (24/11/2025) bertempat di GOR PGRI Bungbulang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. (Sumber: https://kec-bungbulang.garutkab.go.id | Foto: Istimewa)

Garda Terdepan Dunia Pendidikan

Dalam liputan Kompas TV bertajuk Hari Guru Nasional: Bayang-bayang Kriminalisasi Guru dan Pengadilan Media Sosial, dijelaskan setiap 25 November Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Meski disebut sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, justru guru-guru di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan mulai dari persoalan kesejahteraan, hingga ancaman kriminalisasi dan penghakiman di media sosial. Ironis memang!

Litbang Kompas dalam laporan “Hari Guru Nasional: Guru Garda Terdepan Dunia Pendidikan” (25 November 2022) menegaskan bahwa peringatan Hari Guru adalah momentum untuk mengingatkan masyarakat akan peran penting guru, sekaligus menilik kondisi pengembangan guru sebagai faktor utama kualitas pendidikan Indonesia.

Guru hebat adalah guru yang dicintai siswanya, guru yang akrab, dekat, menyenangkan, dan tetap mampu menginspirasi. Menjadi pendidik dengan hati yang tulus, mencintai pekerjaannya, dan bangga dengan profesi mulia yang diembannya.

Saat istri membuat status, “Guru pertama dan cinta pertamaku. Al-Fatihah, Bapa. Selamat Hari Guru Sedunia 25 November 2025. Guru memang bukan orang hebat, tapi semua orang hebat lahir berkat jasa dari seorang guru. Selamat Hari Guru. Untuk semua guru-guru, mulai jasamu akan kami kenang. Tetaplah menjadi pelita untuk anak bangsa.”

Membaca itu, pikiranku justru melayang ke kampung halaman, Darussalam Bungbulang, Garut Kidul. Terbayang sosok guru-guru sederhana di sana, ya guru yang benar-benar digugu dan ditiru. Guru yang mengajarkan bukan hanya pelajaran, melainkan adab, kesederhanaan, dan ketulusan yang membekas hingga hari ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)