Menelusuri Kesamaan ‘Nasab’ 3 Kue Jadul: Burayot, Ali Agrem, dan Cucur

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Kue Ali atau Ali Agrem merupakan cemilan tradisional Jawa Barat. (Foto: Pixabay)
Kue Ali atau Ali Agrem merupakan cemilan tradisional Jawa Barat. (Foto: Pixabay)

TIGA kue atau camilan jadul yang masih bisa tetap bertahan hingga kini di era modern, di tengah bermunculannya beragam kue atau camilan baru dari dalam maupun luar negeri, yaitu: Burayot, Ali Agrem, dan Cucur.

Entah berasal dari daerah mana trio jajanan manis legendaris yang berbahan dasar atau nyaris “bernasab” sama—gula merah, terigu, tepung beras, garam, lalu digoreng--tetapi berbeda dari cara pengolahannya ini sehingga ketiganya memiliki perbedaan mencolok pada tekstur dan punya nama yang berbeda pula. 

Burayot diklaim berasal dari Garut. Penjualnya banyak kita temui di Kota Dodol ini, khususnya di Kecamatan Kadungora, kemudian bermunculan di daerah lain. Konon, nama Burayot diambil dari saat cara pembuatannya--saat mengangkat adonan menggunakan kayu kecil sehingga tampak adonan itu ngaburayot (menggelembung) dan dari bentuknya itulah timbul nama Burayot. 

Sementara itu, Karawang mengklaim Ali Agrem berasal dari daerahnya—meskipun juga banyak kue ini dibuat di tempat lain. Kue yang dibuat mirip kue donat ini—ada lubang di tengah-tengah—tetapi lebih kecil, dibuat dari tepung beras dan gula merah, serta memiliki tekstur padat di bagian dalam dan kering di luar. 

Sedangkan, kue cucur, konon aslinya berasal dari Betawi—tetapi juga banyak dibuat di Tanah Pasundan--dicirikan dengan bagian tengahnya yang bersarang seperti sarang semut, sehingga tercipta tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Meskipun berasal dari daerah yang berbeda, ketiga jajanan yang “bernasab” nyaris sama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner jadul di Jawa Barat dan sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh. Perbedaan kelezatan—dari kenyal dan padatnya Burayot, padatnya Ali Agrem, hingga bersarangnya Cucur—menjadikan trio camilan ini representasi menarik dari keragaman kuliner.

Konon, di balik manisnya Ali Agrem, ada filosofi dan harapan. Bagi masyarakat Sunda, Ali Agrem bukan hanya sekadar camilan. Bentuknya yang menyerupai cincin diyakini melambangkan ikatan yang tak terputus antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Filosofi tersebut menjadikan Ali Agrem sebagai bagian penting dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, syukuran, hingga khitanan. 

Kue ini juga memiliki filosofi yang unik. Manisnya gula aren dalam kue ini juga dianggap sebagai simbol harapan agar kehidupan senantiasa dipenuhi kebaikan dan keberuntungan. Tak heran, Ali Agrem kerap dijadikan sajian dalam momen penuh doa dan kebersamaan. 

Burayot (Foto: Dok. Ayobandung.com)
Burayot (Foto: Dok. Ayobandung.com)

Di sekitar Saparua, Bandung, terlihat seorang wanita dengan cekatan mencuil adonan, lalu membentuknya menjadi bola-bola kecil, lalu meletakkannya di atas talenan kayu yang telah dibungkus plastik bening. Bola-bola kecil itu kemudian dipipihkan hingga berbentuk lingkaran. Setelah siap, adonan tersebut dimasukkan ke dalam wajan berisi minyak panas. Perlahan, adonan mengembang sempurna, lalu diangkat menggunakan sebatang bambu dan adonan itu tampak menggelembung (ngaburayot). Hasil akhirnya adalah kue tradisional khas Garut bernama Burayot

Tak hanya Burayot, wanita itu juga membuat Ali Agrem. Bedanya, saat menggoreng, bagian tengah adonan dilubangi hingga menyerupai bentuk cincin atau donat.

"Ini bahan bakunya tepung beras dan gula aren, dibentuk ada yang jadi Burayot, ada juga yang dijadikan Ali Agrem. Prosesnya sama saja digoreng," kata Wanita itu yang bernama Mujiawati, berasal dari Garut.

Keahlian membuat Burayot dan Ali Agrem bukanlah hal baru bagi Mujiawati. Ia sudah mempelajari resep yang didapatnya secara turun-temurun dari nenek moyangnya. 

Tidak kalah enak, kue Cucur cocok dijadikan camilan yang lezat di akhir pekan. Cara membuatnya juga terbilang mudah--adonan yang terdiri atas campuran tepung beras, tepung terigu, dan gula merah, lalu digoreng.

Kue Cucur yang telah digoreng memiliki tekstur renyah pada pinggirannya. Bagian tengahnya bersarang dan teksturnya empuk lembut. 

Itulah sekelumit kisah dari tiga kue atau camilan jadul dengan “nasab” yang nyaris sama ini: Burayot, Ali Agrem, dan Cucur. Semoga ketiganya masih bisa terus bertahan di tengah ketatnya persaingan kuliner saat ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)