Fenomena Bendera One Piece dari Perspektif Penggemar

3 menit baca
Muhammad Imaduddin
Ditulis oleh Muhammad Imaduddin diterbitkan
Bendera Jolly Roger alias bajak laut Akagami dalam serial One Piece berkibar di permukiman warga Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Bendera Jolly Roger alias bajak laut Akagami dalam serial One Piece berkibar di permukiman warga Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Awal Agustus lalu, fandom (kelompok penggemar) One Piece yang biasanya tiap minggu hanya membahas spoiler dan fan-theory tiba-tiba menjadi sangat ramai dengan tuduhan makar.

Bagaimana tidak, bendera jolly roger (simbol bajak laut) tokoh utama mereka, Luffy, tiba-tiba dianggap sebagai ancaman bagi persatuan dan kesatuan.

Wapol, salah satu penguasa lalim yang dikalahkan Luffy di cerita One Piece. (Sumber: onepiece.fandom.com)
Wapol, salah satu penguasa lalim yang dikalahkan Luffy di cerita One Piece. (Sumber: onepiece.fandom.com)

One Piece dan Kebebasan

Dikutip dari Wikipedia, One Piece adalah manga karangan Eiichiro Oda yang terbit di majalah Weekly Shounen Jump sejak tahun 1997. Kemudian manga ini diadaptasi menjadi anime oleh Toei Animation pada tahun 1999 dan mulai memperoleh popularitasnya secara global termasuk di Indonesia.

One Piece bercerita tentang karakter utama bernama Monkey D. Luffy yang bercita-cita menemukan harta karun legendaris bernama One Piece dan menjadi raja bajak laut selanjutnya.

Uniknya, walaupun merupakan seorang bajak laut, sepanjang cerita Luffy jarang atau bahkan hampir tidak pernah merampas hak warga sipil.

Alih-alih merampok, Luffy dan kelompoknya malah lebih sering "membebaskan" warga sipil dari penguasa yang kejam, sehingga tidak jarang di kalangan penggemar kelompok Luffy disebut sebagai "Tim SAR" karena sering menyelamatkan orang.

Contohnya di awal cerita, di arc Arlong's Park Luffy membebaskan Desa Cocoyasi yang merupakan kampung halaman rekannya, Nami, dari penjahat bernama Arlong dan kelompoknya.

Kemudian di arc Drum Kingdom, Luffy dan kelompoknya membebaskan kerajaan tersebut dari raja jahat bernama King Wapol.

Bahkan setelah timeskip dua tahun pun, Luffy tetap melanjutkan kebiasaannya tersebut. Terbaru ia baru saja membebaskan Dressrosa dan Wano Country masing-masing dari penguasa lalim bernama Doflamingo dan Kaido.

Kebiasaannya ini membuat jolly roger milik Luffy dipasang di berbagai wilayah sebagai simbol kebebasan atau sekedar untuk menakuti penjahat lain yang mengincar wilayah tersebut.

Awal Mula Fenomena One Piece di Indonesia

Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)
Komik One Piece karya Eiichiro Oda. (Sumber: Unsplash/CAIO DELAROLLE)

Sepanjang penulusuran saya awal mula fenomena ini diawali oleh para sopir truk. Mereka yang biasanya memasang bendera merah-putih setiap menjelang hari kemerdekaan, tiba-tiba merubah kebiasaannya tersebut dengan memasang bendera jolly roger-nya Luffy.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai hal terutama kebijakan Zero ODOL (Zero Over Dimension Over Loading) yang mereka anggap merugikan baik secara finansial maupun operasional.

Dikutip dari Kompas.com, para supir menyebut hal ini mereka lakukan sebagai simbol dari kegelisahan dan kritik sosial atas situasi ekonomi yang mereka rasakan.

Kemudian gerakan ini diikuti oleh akun-akun meme di media sosial dengan menggunakan jolly roger tersebut sebagai foto profil mereka.

Fenomena mulai memperoleh perhatian nasional setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebutnya sebagai upaya memecah belah bangsa.

"Kami mendeteksi dan mendapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan memang ada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan," ujar Dasco, dikutip dari Detik.

Senada dengan Dasco, Menko Polkam Budi Gunawan juga membuat pernyataan yang senada.

"Sebagai bangsa besar yang menghargai sejarah, sepatutnya kita semua menahan diri untuk memprovokasi dengan simbol-simbol yang tidak relevan dengan perjuangan bangsa", ujar Budi, dikutip dari CNN Indonesia.

Alih-alih padam, fenomena ini justru diikuti oleh beberapa influencers dan aktivis di media sosial dengan mengganti foto profil mereka. Tidak lupa, berbagai media massa nasional hingga internasional juga turut menyoroti fenomena ini.

Simbol Cinta

Bendera One Piece yang belakangan jadi kontroversi di Indonesia. (Sumber: Deviantart/Vlarg)
Bendera One Piece yang belakangan jadi kontroversi di Indonesia. (Sumber: Deviantart/Vlarg)

Pada akhirnya, bendera merah-putih lah yang akan berkibar paling gagah saat upacara kemerdekaan nanti. Mereka-mereka yang sempat atau bahkan masih mengibarkankan bendera jolly roger-nya Luffy juga tetap akan memberi rasa hormat dengan penuh rasa bangga.

Pada akhirnya, "fenomena bendera One Piece" tidak lebih dari sekedar simbol kegelisahan dan keresahan masyarakat atas situasi sosial dan ekonomi yang terjadi saja.

Seperti kata Gilang Dirga di acara Apa Kabar Indonesia tvOne, "Semua ekspresi yang dikeluarkan oleh para pecinta One Piece ini, bukan berarti mereka tidak mencintai negara ini, justru karena mereka mencintai negara Indonesia, mereka akhirnya melakukan protes dengan cara seperti itu."(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Imaduddin
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)