Tacit Knowledge: Menyelamatkan Sejarah dari Lupa Kolektif

3 menit baca
Bayu Hikmat Purwana
Ditulis oleh Bayu Hikmat Purwana diterbitkan
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. (Sumber: Dok. Direktorat Jenderal Kebudayaan)
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. (Sumber: Dok. Direktorat Jenderal Kebudayaan)

Membayangkan membaca buku sejarah yang hanya berisi daftar tanggal dan nama tokoh, tanpa cerita manusia di baliknya. Apa yang hilang? Bukan sekedar memori pribadi, tapi pengetahuan berharga yang memberi makna pada peristiwa tersebut.

Sejarah sejatinya lahir dari penggalan ingatan, catatan, dan persfektif yang dirangkai dalam sebuah narasi manusiawi.

Menyimak pemberitaan dengan isu “penulisan ulang sejarah di Indonesia” di dalamnya memicu dinamika perdebatan. Di balik hangatnya dinamika perdebatan tersebut, ada yang hal yang luput dan jarang dibicarakan, yaitu hilangnya pengetahuan. Kalaupun pengetahuan itu telah diperoleh, seberapa terbuka akses pengetahuan tersebut?

Pertanyaan penting muncul, seberapa banyak pengetahuan yang harus diketahui publik di balik peristiwa 1965, perjalanan panjang Irian Jaya menjadi Papua, ataupun rangkaian peristiwa lepasnya timor timur dari pangkuan ibu pertiwi?.

Sejarah sosial bukan sekedar fakta, melainkan akumulasi pergulatan pengetahuan, pilihan, dan perjuangan setiap aktor yang terlibat. Berbeda dengan peristiwa ilmiah seperti perubahan status Pluto dari planet ke drawt planet dalam tata surya (solar system).

Peristiwa sosial memerlukan lesson learned, pemaknaan terhadap pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

Tacit Knowledge: Pengetahuan yang Hidup dalam Cerita

Dalam kajian knowledge management, pengetahuan yang melekat dalam kesan pribadi, intuisi, pengalaman, tradisi lisan, dan ingatan kolektif disebut tacit knowledge.

Pengetahuan ini hidup dan tumbuh subur dalam cerita saksi mata (pelaku sejarah) dan interpretasi pewarisnya, namun rapuh karena dimakan usia dan terkungkung oleh ego yang mengatasnamakan stabilitas. Satu persatu perpustakaaan hidup pergi tanpa meninggalkan cerita.

Ketika arsip minim bahkan bias, tacit knowledge yang diolah melalui heuristik, verifikasi, interpretasi, dan hostografi menjadi penopang utama keandalan informasi peristiwa sosial (sejarah).

Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)
Mohammad Hatta (kiri) dan Soekarno (kanan) dalam sebuah kesempatan. (Sumber: Wikimedia)

Pegetahuan ini dapat diubah menjadi explicit knowledge melalui wawancara mendalam, penggalian cerita lisan, atau forum berbagi pengelaman yang mendorong publik untuk berkontribusi.

Pengelolaan tacit knowledge dalam penulisan ulang sejarah tidak sekedar memperbaharui narasi resmi, tetapi menambah lapisan interpretasi yang memberi warna, konteks, dan makna, sehingga memperkaya ingatan kolektif bangsa.

Hal ini menjadi kontras dengan pandangan ironis bahwa sejarah hanyalah milik penguasa atau pemenang. Sejarah tidak seharusnya menjadi monopoli, sejarah adalah milik semua orang yang pernah mengalaminya.

Risiko Kehilangan Tacit Knowledge di Instansi Pemerintah

Seperti bangsa yang kehilangan jejak sejarahnya, Instansi pemerintah juga berisiko kehilangan identitas dan kapabalitasnya jika mengabaikan tacit knowledge. Pengetahuan kritis yang tersimpan di kepala pegawai senior, pimpinan, atau tim teknis dapat hilang saat mereka pindah tugas, pensiun, atau terjadi restrukturisasi.

Akibatnya organisasi berpotensi mengulang kesalahan, kehilangan inovasi, dan lambatnya adaptasi menghadapi tantangan baru untuk memberikan pelayanan publik berkualitas.

Jika negara membutuhkan sejarawan dan arsiparis untuk menjaga memori kolektifnya, instansi pemerintah membutuhkan Chief of Learning Officer, Knowledge Manager, dan komunitas internal pembelajaran untuk menjaga dan menghidupkan tacit knowledge yang dikelola dalam pranata Corporate University (Corpu).

Tacit knowledge adalah harta yang rapuh, tidak terlihat, tidak terdokumentasi, namun bisa menjadi fondasi yang kuat bagi keberhasilan pelayanan publik di masa depan.

Sejarah bukanlah milik narasi resmi, sejarah hidup dalam ingatan, cerita, dan pengalaman yang diturunkan dari generasi ke generasi. Media dan institusi yang mampu menyelami sisi manusiawi dari pelaku sejarah menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan memori bangsa.

Seperti yang sering diingatkan Bung Karno dengan jargon “Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dengan pengarsipan tacit knowledge, institusi tidak sekedar mencatat masa lalu, tetapi memberi “jiwa” untuk menjaga kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara dari lupa kolektif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)