Nilai Penting Pembakuan Eksonim Negara

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Banyak nama Negara yang disebut oleh penutur bahasa lain (eksonim) seperti Maladewa, yang berbeda dengan nama di Negaranya (endonim) yaitu Maldives. (Sumber: Pexels/Asad Photo Maldives)
Banyak nama Negara yang disebut oleh penutur bahasa lain (eksonim) seperti Maladewa, yang berbeda dengan nama di Negaranya (endonim) yaitu Maldives. (Sumber: Pexels/Asad Photo Maldives)

Sesungguhnya, masyarakat di suatu daerah ada yang sudah mempunyai sebutan untuk Negara asing (eksonim), terutama yang mempunyai kedekatan sosial. 

Seperti nama Negara asing yang biasa disebutkan oleh masyarakat di Desa Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Desa ini jaraknya sekitar 84 km dari Kota Garut, dan 150 km dari Kota Kota Bandung. 

Setidaknya sampai tahun 1970-an, masyarakat di sana sudah terbiasa menyebut Nagri Walanda atau Walanda untuk Koninkrijk der Nederlanden. 

Oleh orang Inggris, nama itu diterjemahkan menjadi The Kingdom of the Netherlands yang disingkat menjadi The Netherlands. Menyebut Nipong atau Jepang untuk Nihhon, menyebut Mekah, Saudi, Tanah Suci, atau Harom untuk Uni Emirat Arab, dan menyebut Ostrali atau Ustrali untuk Australia. 

Sangat mungkin, nama-nama Negara asing itu terdengar (bunyinya) berbeda dengan ejaan yang sulit dilafalkan oleh penutur bahasa di luar Negara itu. 

Inilah yang menyebabkan banyak nama Negara yang disebut oleh penutur bahasa lain (eksonim), yang berbeda dengan nama di Negaranya (endonim). 

Secara sederhana, eksonim itu nama geografis, seperti nama Negara, yang tidak digunakan oleh orang yang berada di Negara itu, tetapi digunakan oleh orang lain di luar Negara itu.

Jauh sebelum itu, antara abad ke-16 sampai abad ke-17, nama geografis, seperti nama Negara yang digunakan dalam bahasa Sunda (kuno) di Kerajaan Sunda yang terletak di luar kawasan tempat bahasa tersebut digunakan (eksonim), yang bisa jadi berbeda dengan nama yang digunakan dalam bahasa resmi di suatu kawasan atau di suatu Negara (endonim).

Kerajaan Sunda mempunyai sebutan resmi untuk nama-nama Negara asing (eksonim) yang banyak berhubungan dengan Kerajaan Sunda untuk beragaman kepentingan, seperti perdagangan, politik, dan diplomasi. 

Nama-nama Negara asing itu terdapat dalam naskah Sunda kuno, seperti yang ditulis dalam naskah Sewaka Darma, naskah Sanghyang Siksakandang, dan naskah Amanat Galunggung, yang ditranskripsi dan diterjemahkan oleh Saleh Danasasmita, Ayatrohaedi, Tien Wartini, dan Undang Ahmad Darsa (1987). 

Naskah Sewaka Darma menuliskan nama barang, kain, nama tumbuhan, nama binatang, yang berasal dari Negara lain, seperti dari Cina, dari Cempa, dan dari Keling. Naskah Sanghyang Siksakandang menuliskan nama-nama Negara asing Cina, Keling, Parsi, Banggala, Pahang, Kelantan, Nagara Dekan, Madinah, dan Cempa. Dan dalam naskah Amanat Galunggung dituliskan nama Cina. 

Eksonim yang ada dalam naskah Bujangga Manik dan naskah Pendakian Sri Ajnyana, terdapat dalam buku Tiga Pesona Sunda Kuna karya J Noorduyn – A Teeuw (2009). Dalam naskah Bujangga Manik, kata Cina dituliskan beberapa kali untuk menyebutkan Negara, orang, dan barang yang didatangkan dari Cina, seperti: nusa (Negeri) Cina, urang (orang) Cina, sutera Cina, ebun (kotak) Cina, kenur (tali) Cina, kaca Cina, omas (emas) Cina, dan parada (prada) Cina. Begitu pun Keling, ditulis beberapa kali, seperti: kamudi (kemudi) Keling (India), nusa Keling (Negara India), dan sutra Keling, Jambudipa untuk menyebut India, dan Malaka untuk menyebut Malaka. 

Baca Juga: Ledakan Amunisi di Garut dan Sistem Logistik Militer

Ada lima kata Cina yang ditulis dalam naskah Pendakian Sri Ajnyana, yang menunjukkan nama-nama barang yang didatangkan dari Cina, seperti: pirak (perak) Cina, omas (emas Cina), beusi (besi) Cina), laka (kain) Cina, dan tambaga (tembaga) Cina. 

Nama barang dan nama tumbuhan yang berasal dari Negara Keling yaitu: beusi (besi) Keling, laka (kain) Keling, omas (emas) Keling, salaka (perak) Keling, dan nama-nama bunga: pacar Keling, sarunang/saruni (seruni) Keling.

Dalam naskah Kawih Pangeuyeukan, diteliti oleh Mamat Ruhimat, Aditia Gunawan, dan Tien Wartini (2014), dituliskan kata Cina untuk Negeri Cina. Demikian juga dalam naskah Carita Ratu Pakuan (Atja, 1970), terdapat nama barang yang berasal dari Cina, seperti kaca Cina.

Bila eksonim Negara sudah dibakukan, iklan pariwisata ini akan mencantumkan eksonim Negara, yaitu Maladewa, selain endonimnya Maldives. (Sumber: Dok. T. Bachtiar.)

Pascakemerdekaan, Negara Republik Indonesia sudah meletakkan dasar membakukan eksonim untuk beberapa Negara, seperti Papua Nugini, Belanda, Maladewa, dan lain. Namun belum semua Negara dibakukan secara resmi Negara.

Pada tahun 2025, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyelenggarakan Sidang Pembakuan Eksonim Negara yang dilaksanakan di Cisarua, Kabupaten Bogor (5-9 Mei 2025). Dalam sidang itu diusulkan eksonim untuk 194 nama Negara dan kaidah pembentukan eksonimnya. Dengan harapan ke depan, dapat dibakukan juga eksonim nama-nama Ibu Kota Negara, dan nama-nama kota penting lainnya.

Pembakuan eksonim ini dapat meningkatkan kualitas data informasi geografis, terjaminnya konsistensi, keseragaman, dan efisiensi administrasi dalam penulisan eksonim Negara yang baku dan tunggal, tertib administrasi dalam penulisan ekonomi Negara di dalam pangkalan data, untuk mempermudah komunikasi dan kerjasama. 

Baca Juga: Merawat Tradisi Roda Perdamaian

Pembakuan eksonim Negara asing itu tidak sekedar membakukan nama Negara asing menurut Negara Indonesia, tetapi untuk menunjukkan kedaulatan, martabat, dan kemandirian bahasa Indonesia. 

Walaupun begitu, dalam pembakuan eksonim Negara masih ada pertimbangan-pertimbangan khusus di luar kebahasaan, sejarah, dan sudah lazim diucapkan oleh masyarakat, tapi ada pertimbangan politik, yang biasanya jauh lebih kuat. 

Mengingat pentingnya eksonim Negara itu, sangat beralasan bila semua yang sudah dibakukan itu dimasukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) - daring, sehingga masyarakat yang sedang mengadakan pencarian nama Negara dapat dengan mudah mendapatkan layanan yang benar.

Selain masuk ke dalam KBBI, sangat penting artinya, terutama bagi dunia pendidikan dan masyarakat umum, eksonim Negara yang sudah baku itu dituliskan dalam peta, dalam atlas, sehingga pembakuan itu mendapatkan penguatan karena sudah ditulis dalam peta dalam atlas dunia yang diterbitkan di Indonesia.

Eksonim Negara yang sudah menjadi dokumen Negara, sudah masuk ke dalam KBBI, dan ditulis dalam peta dan atlas, akan menjadi pedoman utama dalam penulisan dokumen Pemerintahan, perdagangan, ekspor, impor, kerjasama, bantuan kemanusiaan, media massa, berita, film, media sosial, pendidikan, buku, pembelajaran, pariwisata dan perjalanan, ibadah, iklan pariwisata, dan dokumen keseharian. Semoga terwujud. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)