Jejak Sejarah Freemason di Bandung, Loji Sint Jan yang Dilarang Soekarno

5 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Loji Sint Jan yang menyimpan sejarah jejak Freemason di Bandung (Sumber: Ayobandung)
Loji Sint Jan yang menyimpan sejarah jejak Freemason di Bandung (Sumber: Ayobandung)

AYOBANDUNG.ID - Di sebuah tikungan di Jalan Wastukencana, Bandung, berdiri bangunan megah berkubah hijau bernama Masjid Al Ukhuwah. Tak banyak yang tahu, di atas tanah masjid itu dulunya menjulang bangunan misterius berarsitektur kolonial yang dikenal sebagai Loji Sint Jan. Di sinilah, jejak Freemason—sebuah perkumpulan persaudaraan yang penuh simbol dan rahasia—pernah mengakar kuat di Bumi Priangan.

Freemason, atau dalam lidah Belanda disebut Vrijmetselarij, pertama kali datang ke Hindia Belanda pada 1736. Orang pertama yang membawanya adalah Jacobus Cornelis Mattheus. Ia bukan seorang tentara, bukan pula seorang misionaris. Tapi namanya tercatat sebagai peletak batu pertama organisasi yang kelak dicurigai sebagai otak di balik berbagai revolusi dan perang dunia.

Di tengah segala teori konspirasi yang mengitarinya—mulai dari keterlibatan dalam Revolusi Prancis hingga tuduhan sebagai dalang Perang Dunia Pertama—Freemason memiliki satu doktrin yang menjadi poros gerakannya: kebebasan berpikir. Dalam beberapa literatur, organisasi ini digambarkan sebagai jaringan persaudaraan internasional lintas agama dan ras, yang mengedepankan rasionalitas dan pengetahuan di atas dogma.

"Freemason merupakan gerakan sosial yang mengumpulkan anggota dari berbagai agama. Menyatukan pemikiran untuk mengungkap peristiwa alam maupun sosial melalui ilmu pengetahuan. Maka wajar jika Freemason konsen pada dunia pendidikan," kata Rulfhi Alimudin, Koordinator Komunitas Aleut, kepada Ayobandung pada Senin, 19 Februari 2018.

Baca Juga: Sejarah Lyceum Kristen Bandung, Sekolah Kolonial yang jadi Saksi Bisu Gemerlap Dago

Dari Logeweg ke Loji Sint Jan

Bandung menjadi salah satu kota penting bagi perkembangan Freemason di Hindia Belanda. Di sinilah Loji Sint Jan berdiri, tepatnya pada 1896, dan menjadi salah satu pusat aktivitas Mason terbesar dan paling aktif. Loji ini bahkan memiliki perpustakaan dengan koleksi sekitar 2.500 buku, yang pada masanya menjadi gudang ilmu pengetahuan langka di Hindia Timur.

Saking berpengaruhnya, Jalan Wastukencana pada masa kolonial dikenal dengan nama Logeweg—jalan loji. Sebelum mendirikan Loji Sint Jan, para anggota Freemason sudah lebih dulu berkegiatan di bangunan lain yang kini menjadi Markas Polrestabes Bandung. Namun baru setelah berdirinya Sint Jan, kegiatan mereka mencapai puncaknya.

Rulfhi bertutur, bangunan loji bukan hanya tempat berkumpul. Di dalamnya berlangsung diskusi ilmiah, pertukaran ide, dan penyusunan berbagai program sosial, terutama di bidang pendidikan. Salah satu bukti pengaruh Freemason dalam pendidikan adalah pendirian taman kanak-kanak di Jalan Aceh pada tahun 1898. Tak hanya itu, ide pendirian Technische Hogeschool—cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB)—juga diyakini berasal dari lingkaran Mason.

Freemason di Hindia Belanda bukan kelompok eksklusif bagi kaum elit kulit putih semata. Beberapa pribumi terpelajar juga mulai masuk ke dalam jaringan ini. Mereka melihat Freemason sebagai jalan untuk mendapatkan akses ke wacana-wacana modern yang dibatasi oleh kolonialisme formal. Dalam suasana loji, batas agama dan kasta sosial dicairkan oleh semangat vrijdenken—berpikir bebas.

Bangunan Museum Kota Bandung tang merupakan bekas Frobelschool (taman kanak-kanak) yang didirikan oleh perkumpulan Freemason Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Bangunan Museum Kota Bandung tang merupakan bekas Frobelschool (taman kanak-kanak) yang didirikan oleh perkumpulan Freemason Bandung. (Sumber: Wikimedia)

Tapi masa keemasan itu tidak berlangsung lama.

Baca Juga: Pieterspark, Taman Tertua di Bandung yang Berdiri Sejak 1885

Dihapus Jepang, Dibekukan Soekarno

Kedatangan tentara Jepang ke Hindia Belanda pada 1942 menjadi titik balik. Jepang, yang saat itu berkoalisi dengan Nazi Jerman, secara ideologis memusuhi gerakan Freemason. Organisasi ini dianggap simbol dominasi Barat dan potensi subversif yang berbahaya bagi kekuasaan militer.

Bukan hanya kegiatan loji yang dilarang. Koleksi buku di perpustakaan Sint Jan pun dilenyapkan. Sebagian dijual, sebagian dibakar. Dalam buku Okultisme di Bandoeng Doeloe (2012), Ryski Wiryawan mencatat bahwa sebagian besar buku yang dibakar berisi daftar anggota Freemason. Tidak jelas motif pembakaran itu. Apakah untuk melindungi identitas mereka dari tentara Jepang, atau sebagai bentuk pemusnahan total terhadap jejak organisasi ini.

Pascakemerdekaan, harapan untuk menghidupkan kembali Freemason sempat muncul. Beberapa tokoh pribumi yang pernah terlibat ingin mengaktifkan kembali aktivitas loji, dengan semangat baru: bukan sebagai alat kolonial, melainkan sebagai wadah intelektual merdeka.

Tapi Presiden Soekarno punya pandangan lain.

"Saat menjadi presiden, Soekarno dikenal begitu menentang semua organisasi atau perusahaan yang erat kaitannya dengan kolonial dan luar negeri. Maka Soekarno menghapus semuanya, salah satunya Freemason," ujar Rulfhi.

Pada tahun 1950, Soekarno memanggil beberapa tokoh Freemason Hindia Belanda untuk klarifikasi. Namun hasilnya nihil. Pada Februari 1961, pemerintah resmi membubarkan dan melarang organisasi Freemason lewat Lambang Negara Nomor 18 Tahun 1961. Keputusan itu diperkuat lewat Keppres Nomor 264 Tahun 1962.

Freemason tidak sendiri. Keppres itu juga menyasar organisasi-organisasi lain yang dianggap seide: Rosikrusian, Moral Rearmament, Lions Club, Rotary Club, hingga Bahaisme. Semua aset disita. Loji Sint Jan pun dihancurkan dan kemudian di atasnya dibangun Masjid Al Ukhuwah.

Simbol mata satu, lantai catur hitam putih, dan altar kebijaksanaan yang dulu memenuhi interior loji itu tinggal legenda yang berbisik dalam riwayat kota.

Baca Juga: Salah Hari Ulang Tahun, Kota Bandung jadi Korban Prank Kolonial Terpanjang

Jejak yang Samar tapi Tak Hilang

Hari ini, tak ada lagi yang tersisa dari Loji Sint Jan selain cerita yang tertinggal dalam dokumen, kenangan lisan, dan beberapa literatur. Sebagian warga Bandung bahkan tak tahu bahwa tempat mereka salat jumat dulunya merupakan pusat aktivitas organisasi yang oleh sebagian orang dianggap sebagai "otoritas bayangan" dunia.

Tetapi kisah ini bukan tentang konspirasi. Ini tentang bagaimana Bandung, di masa lalu, menjadi simpul pemikiran global—dengan segala kompleksitas dan kontradiksi zaman. Freemason di Bandung bukan sekadar mitos, tapi bagian dari sejarah panjang kota ini: sejarah tentang bagaimana gagasan besar bisa datang dari bangunan biasa, dan bagaimana nasib suatu organisasi bisa berubah tergantung siapa yang berkuasa.

Presiden Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, sempat membuka pintu bagi organisasi-organisasi yang dibekukan pada era Orde Lama. Lewat Keppres Nomor 69 Tahun 2000, ia mencabut Keppres 264 Tahun 1962. Tapi hingga kini, tidak ada tanda-tanda Freemason akan bangkit lagi di Bandung.

Sebagaimana para mason yang membangun loji demi loji di masa lalu, kisah mereka pun akan tetap hidup sebagai fondasi tak terlihat dari kota ini—seperti batu pertama yang tertanam di bawah tanah sebelum gedung menjulang. Tidak terlihat, tapi tetap ada.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.