Merawat Tradisi Roda Perdamaian

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Umat Buddhis meyakini berkah terdalam dari adanya peringatan Waisak itu kebahagiaan sejati melalui jalan kedamaian yang telah dicontohkan oleh sang Buddha. (Sumber: Pexels/Afif Ramdhasuma)
Umat Buddhis meyakini berkah terdalam dari adanya peringatan Waisak itu kebahagiaan sejati melalui jalan kedamaian yang telah dicontohkan oleh sang Buddha. (Sumber: Pexels/Afif Ramdhasuma)

Momentum Waisak 2569 BE yang jatuh pada tanggal 12 Mei 2025 pukul 23.55.29 WIB ini tidak hanya sekedar merayakan Tri Suci Waisak Puja (kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinirwana; meninggal dunia), tapi harus ikut andil dalam menciptakan misi perdamaian atas konflik yang terjadi di Gaza Palestina dengan cara belajar mengendalian diri untuk tidak melakukan tindakan kekerasan, yang berujung pada peperangan atas nama agama.

Umat Buddhis meyakini berkah terdalam dari adanya peringatan Waisak itu kebahagiaan sejati melalui jalan kedamaian yang telah dicontohkan oleh sang Buddha.

Teladan yang Menginspirasi 

Ketika Buddha masih hidup, ada seorang murid bernama Sariputta, yang telah menjadi teladan tata laku bagi biku Radha. Keteladanan Sariputta mendapatkan pujian dari Buddha, dengan ungkapan, seseorang hendaknya dianggap seperti penunjuk harta karun bila ia menunjukkan sesuatu yang harus dihindari serta memberikan dorongan terhadap sesuatu yang harus dilakukan. Begitulah seorang bijaksana yang patut diteladani, sungguh baik dan tidak tercela meneladani orang bijaksana.

Jotidhammo Mahathera, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia menjelaskan, keteladanan itu sangat diperlukan bagi setiap peran, tugas jabatan, ataupun kedudukan, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Apalagi keteladanan yang diberikan oleh pemimpin agama sangat diperlukan agar umat beragama menjadi tahu jelas tentang konsep ajaran telah menjadi laku hidup yang nyata. 

Buddha mengatakan, biarpun seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak mempunyai tingkah laku sesuai ajaran, orang yang lengah itu sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. 

Tentunya, tidak akan memperoleh manfaat dari kehidupan yang luhur ini. Memang keteladanan itu memerlukan pembenahan sikap diri terlebih dulu, sebelum seseorang pantas menjadi panutan. 

Pembenahan sikap diri sangat dianjurkan Gautama. Seseorang yang arif tidak berbuat jahat, tidak pula menginginkan anak, kekayaan, pangkat, keberhasilan dengan cara tidak benar. Orang seperti itulah yang sesungguhnya luhur, bijaksana, dan berbudi.

Jika seseorang hidup seratus tahun, tetapi malas dan tidak bersemangat, sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang berjuang dengan penuh semangat. Keteladanan dalam menghindari dan tidak melakukan perbuatan tidak benar (jahat), hidup berjuang penuh semangat, sangat dibutuhkan dalam kehidupan dewasa ini. (Kompas, 24 Mei 2013).

Pesan Tri Suci

Untuk perayaan Hari Waisak 2025, 2569 Buddhis Era. Bhikkhu Dhammavuddho Thera, perwakilan umat Buddha Indonesia dari WALUBI, menyampaikan pesan damai kepada umat Buddha dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami perwakilan umat Buddha Indonesia, Walubi, mengucapkan Selamat Hari Waisak 2025, 2569 Buddhis Era. Dalam perayaan Waisak, kita senantiasa merenungkan pengorbanan dari Siddharta Gautama, yang meninggalkan surga Tusita demi membawa pesan perdamaian bagi dunia,” ujar Bhante Dhammavuddho Thera.

Tema Waisak tahun ini “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia” dengan sub tema, “Bersatu Mewujudkan Damai Waisak untuk Kebahagiaan Semua Makhluk”.

Bhante menekankan pentingnya pengendalian diri sebagai langkah awal menuju kedamaian. Ingat, bahwa sosok sejati dan bijak adalah mereka yang mampu menaklukkan dirinya sendiri, sejalan dengan sabda Sang Buddha. “Bagaimana cara menaklukkan diri? Dengan pengendalian diri. Misalnya, menjauhkan diri dari perbuatan korupsi, tindakan asusila, dan segala hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Baca Juga: Ayobandung.id Berikan Total Hadiah Rp1,5 Juta Setiap Bulan, Kirim Tulisan Orisinal Tanpa AI

Selain pengendalian diri, kebijaksanaan menjadi pilar penting dalam menghadapi kegelapan batin (avijja) yang merupakan sumber penderitaan manusia. 

Pasalnya kebijaksanaan dapat ditumbuhkan melalui tiga cara: rajin membaca literatur Dharma, merenungkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta mempraktikkan ajaran Sang Buddha. “Kalau kita ingin hidup damai, maka kita harus memberi kedamaian kepada orang lain. Sama seperti jika kita ingin bahagia, kita pun harus menebar kebahagiaan,” tuturnya.

Bhante mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk menjaga perdamaian dunia sebagai bentuk tanggung jawab bersama atas bumi yang menjadi tempat tinggal semua makhluk. (Media Indonesia, 8 Mei 2025)

Jejak Roda Dharma

Buddha mengatakan, biarpun seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak mempunyai tingkah laku sesuai ajaran, orang yang lengah itu sama seperti gembala sapi yang menghitung sapi milik orang lain. (Sumber: Pexels/Afif Ramdhasuma)

Bagi Christopher S. Queen, menguraikan tradisi agama Buddha sering kali dipuji karena ajaran perdamaian dan rekor menentang kekerasan yang lar biasa dalam masyarakat Buddhis. Dengan memberikan warisan berharga dalam usahanya untuk menciptakan perdamaian dan menumbuhkembangkan sikap antikekerasan.

Salah satu diantara manifesto dasarnya, empat kebenaran mulia yang menawarkan pembebasan sebab-sebab penderitaan manusia; kaidah (perintah) moralnya yang pokok adalah menjauhi tindakan menyakiti makhluk hidup (ahimsa); praktek-praktek kelemahlembutan belas kasih, kegembiraan yang penuh simpati dan ketenangan hati (brahmaviharas); ajaran-ajaran tentang perilaku yang menjauhi sikap egoisme (anatta), ketergantungan satu sama lain (paticcasamuppada) dan sikap non-dualisme (sunyata); paradigma makhluk yang mengalami pencerahan (bodhisattavas) yang mempergunakan upaya-upaya mahir untuk membebaskan orang lain dari penderitaan; citra "pemutar roda” (cakravartin) yang hebat serta pemimpin moral (dhammaraja) yang menaklukkan hati dan budi, bukan musuh dan daerah dengan kebijaksanaan dan kebaikan hati mereka yang luar biasa. 

Ajaran-ajaran ini melahirkan pemimpin yang penuh semangat di setiap kebudayaan yang disentuh oleh dharma Buddhis, terutama yang berasal dari India, Sri Lanka, Cina, Tibet, Korea dan Jepang. Dalam dunia moderan dewasa ini, perjuangan menentang kekerasan untuk menegakkan hak-hak asasi manusia dan keadilan social melahirkan pendukung-pendukung Buddhis di Asia dan di Barat, dengan melahirkan keterlibatan baru aktivisme Buddhis. 

Ini diakui oleh O.H. Wijesekera, seorang cendekiawan Sri Lanka, “Mempelajari sastra Buddhis kuno menyingkap fakta, konsep perdamaian muncul sebagai inti pokok dalam sistem etika social agama Buddha” 

Ketika Buddha memutar Roda dharma setelah menerima pencerahan di bawah pohon Bodhi, Ia menerangkan Empat Kebenaran Mulia; seluruh kehidupan diganggu oleh perasaan-perasaan tidak puas dan menderita (dukkha); timbulnya (samudaya) penyakit ini disebabkan oleh ketidaktahuan akan sifat kehidupan yang tidak tetap dan senantiasa meniginginkan kenyamanan dan keamanan; tidak mustahil mencapai musuhnya (nirodha) faktor-faktor mental itu dan menemukan kedamaian nirvana; jalan rangkap delapan (magga) untuk mencapai tujuan itu mencakup pandangan, cita-cita, tindakan, penuturan, penghidupan, usaha, kepedulian dan pemusatan perhatian yang benar. 

Baca Juga: Tak Perlu AI, 4 Alat Ulik Bahasa agar Kamu Jago Menulis

Di mata Donald K. Swearer, tradisi roda perdamaian ditekankan sebagai aliran utama ideologi kerajaan—agama sipil yang kuat dan merasuk. Sesuai dengan pemerintahan paradigmatis Asoka Maurya: “Perlindungan raja atas tarekat hidup mebiara Buddhis ditanggapi dengan kesetiaan lembagawi dan pembangunan kosmologi dan mitologi keagamaan yang menjunjung tinggai raja sebagai penyebar agama Buddha (sasana) dan sebagai kunci untuk mewujudkan keselarasan yang penuh kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta.” (Daniel L. Smith-Chistopher Editor, 2005:41-42, 46 dan 56-57).

Sudah saatnya kita belajar untuk mengendalikan diri, mengatasi segala bentuk keinginan, nafsu (untuk tidak melakukan balas dendam, mencai-maki, melakukan tindakan pengrusakan rumah Ibadah atas tergedi kemanusiaan yang menimpa Gaza) sebagai cara melenyapkan penderitaan. 

Mari kita renungkan petuah Buddha Gotama ini hanya keinginan yang berdasarkan pada kesadaran, kearifan, kebijaksaan yang akan menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian bagi semua kehidupan ini. 

Rupanya lagu Selamat Hari Waisak karya Joky pun harus kita peraktikan, “Selamat Hari Suci Waisak/ Selamat slamat berbahagia/Pancarkan cinta bagi semua/Dalam kasih mulia Sang Buddha/Selamat Hari Suci Waisak/Selamat slamat berbahagia/Suka cita bagi semua/Damai Waisak bagi dunia/Selamat Hari Suci Waisak/Salam damai dan sejahtera/Berkah Waisak bagi dunia/Semoga semua berbahagia”.

Baca Juga: AI Bukan Ghost Writer dan AYO NETIZEN Siap Menampung Tulisanmu yang Tidak Sempurna

Dengan demikian, Waisak 2569 BE ini tidak hanya penting untuk diperingati dan direfleksikan secara bersama-sama, tetapi harus dijadikan momentum yang tetap untuk menciptakan arti pentingnya perdamaian di dunia ini dengan cara memberikan teladan yang menginspirasi supaya  terus melakukan perbauatan baik dan menyebarluaskan ajaran agama yang melarang umatnya melakukan tindakan kekerasan, (peperang) dalam setiap menyelesaikan segala persoalan. 

Selamat Hari Raya Waisak 2569 BE. Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)