Sejarah Bom Atom Soviet Bagian 3: Klaus Fuchs si Mata-Mata Soviet

5 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Klaus Fuchs. (Sumber: Flickr/Atomic Agent | Foto: The National Archives UK)
Klaus Fuchs. (Sumber: Flickr/Atomic Agent | Foto: The National Archives UK)

Ditulis oleh Jatmika Aji Santika

Baca bagian 2: Sejarah Bom Atom Soviet Bagian 2: Eropa setelah perang

AYOBANDUNG.ID – Persaingan dalam membuat bom nuklir melibatkan saintis dalam kerja intelijen Soviet. Salah satunya agen Soviet bernama Klaus Fuchs.

Normas Moss dalam Klaus Fuchs The Man Who Stole The Atom Bomb mengatakan kalau Klaus Fuchs ialah seorang kelahiran Jerman, dia bergabung ke dalam partai Komunis Jerman pada tahun 1931 dan dua tahun kemudian ketika Hitler mengambil alih kekuasaan ia melarikan diri.

Awalnya Klaus Fuchs yang bersimpati pada komunis melawan intimidasi Nazi dan memilih melawan dengan pergi ke kampus tiap harinya. Ia mengalami kekerasan dari SA Nazi, ia diserang, dipukul dan dibawa dari kampusnya lalu kemudian dilemparkan ke sungai, beruntungnya ia berhasil selamat dan tetap hidup. Fuchs kemudian melarikan diri ke Paris sementara waktu lalu pergi ke Inggris.

Di Inggris ia mengambil doktoral Sains di Universitas Edinburgh di bawah bimbingan Max Born. Di sinilah pertama kali ia berteman dengan Robert Oppenheimer yang juga dibimbing oleh Max Born.

Ketika perang di Eropa terjadi, Klaus Fuchs dicurigai sebagai orang yang berpotensi membocorkan rahasia keamanan kepada musuh, ia dimasukkan ke dalam kamp penahanan Kanada yang dikenal sebagai Camp L untuk diinvestigasi.

Klaus Fuchs akhirnya dibebaskan berkat saran saintis terkemuka yang mengatakan skill nya terlalu dibuang-buang jika dihabiskan dalam penahanan (padahal Klaus Fuchs berideologi komunis dan sangat bersimpati pada Russia ketika diinvasi oleh Jerman pada tahun 1941).

Baca Juga: Ketika Rusia Punya Bom Atom yang Sama Destruktif dengan Milik Amerika Serikat

Setelah bebas, Klauss Fuchs direkrut sebagai asisten riset Rudolf Peierls yang juga seorang pengungsi dari Jerman yang melarikan diri ke Inggris dan menjadi Fisikawan di Universitas Birmingham.

Klaus diajak bergabung dalam proyek Britania yang sangat rahasia yaitu pembuatan bom atom di Universitas Birmingham, proyek ini disebut Tube Alloys Project.

Lewat Peierls, Klaus Fuchs nantinya berhasil ‘menyelundup’ ke Manhattan Project. Nama Klaus Fuchs sudah banyak dikenal orang karena ia menulis sebuah paper mengenai pemisahan uranium.

Klaus Fuchs mulai menjadi agen mata-mata Soviet pada Agustus 1941. Ia berhasil direkrut atas rekomendasi Urgen Kuchinsky. Sejak di Inggris Klaus Fuchs sering memberikan informasi yang bernilai untuk Soviet.

Di akhir tahun 1941, Klaus Fuchs pergi ke London untuk menemui kenalan lamanya Jurgen Kuczynski dan membocorkan perkembangan pembuatan bom atom. Kawan lamanya mengatakan pada Klaus bahwa ia perlu mengabarkan hal ini pada Simon Davidovitch Kremer, seorang staf militer kedutaan Soviet di Prancis.

Kontak selanjutnya dilakukan Klaus dengan Kremer. Klaus bertemu dengan Kremer di tempat tidak jauh dari kedutaan Soviet di Inggris, tepatnya di Hyde Park. Klaus Fuchs membocorkan rahasia pembuatan bom atom dengan menuliskan kalkulasi fisi nuklir, menyalinnya lalu ia berikan kepada Kremer.

Dalam enam bulan selanjutnya, Klaus dan Kremer bertemu tiga kali yang masing-masing pertemuan Fuchs selalu memberikan laporan tertulis pada Kremer.

Kremer juga mengajarkan Klaus Fuchs menjadi seorang mata-mata: “Kalau seseorang mengikutimu, berpura-pura lah pergi ke suatu gedung yang kosong, pergi naik taksi ke rute yang tidak beraturan, dan kita harus mengadakan pertemuan di tempat keramaian”.

Klaus Fuchs bertemu dengan Kremer empat kali dan berhasil melaporkan 200 halaman berisi informasi penelitian bom atom di Tube Alloy Project.

Kremer menginstruksikan kepada Klauss bahwa untuk seterusnya ia tidak perlu repot-repot pergi ke London, ia hanya perlu menemui Sonja (agen Soviet lainnya) di Birmingham. 

Sonja rutin bertemu dengan Fuchs di dekat Banbury, sebuah pasar tua antara Birmingham dan Oxford. Klaus Fuchs berhasil memberikan 570 halaman keterangan mengenai pembuatan bom atom dalam penyamarannya sebagai mata-mata pada tahun 1941-1943 di Inggris.

Baca Juga: Sejarah Bom Atom Soviet Bagian 2: Eropa setelah Perang

Ketika Klaus Fuchs bersama dengan Peierls bergabung ke Manhattan Project pada tahun 1943, ia masih memainkan perannya sebagai agen Soviet. Klaus Fuchs melaporkan progress pembuatan bom atom Amerika dalam Manhattan Project kepada GRU (badan intelijen Soviet), ia tercatat melakukan kontak selama 5 kali dalam 2 bulan setelah ia bergabung Manhattan Project. 

Informasi yang dibocorkan Klaus Fuchs salah satunya ialah kalkulasi kemungkinan dalam pembelahan fisi atom (uranium bom).

Ketika Klaus Fuchs bersama dengan Peierls bergabung ke Manhattan Project pada tahun 1943, ia masih memainkan perannya sebagai agen Soviet. (Sumber: Klaus E.J. Fuchs badge photo, Los Alamos National Laboratory)

Perlu juga disinggung agen lain yang membocorkan perkembangan pembuatan bom Atom (Manhattan Project) Amerika. Sam Semyonov seorang intelijen Soviet lainnya yang juga mengirimkan laporan pada Desember 1942 mengenai kesuksesan Enrico Fermi menguji coba reaksi berantai nuklir pertama di dunia di Universitas Chicago pada 2 Desember. Klaus Fuchs, sebagaimana kolega agen Soviet lainnya, mencatat dalam ruangan kerjanya sementara para saintis di Manhattan Project Los Alamos bersiap melakukan tes pada bom atom yang sifatnya rahasia.

Fuchs menulis dalam laporannya penjelasan lengkap tentang konstruksi bom atom. Dan yang paling penting, ia membuat diagram  bom atom, sebuah dimensi yang paling penting dalam pembuatan bom atom.

Setelah selesai membuat laporannya, Klaus Fuchs bertemu dengan  Gold (Agen Soviet) untuk menyerahkan rahasia pembuatan bom atom, termasuk keterangan bahwa bom atom memiliki daya ledak yang setara dengan 10.000 ton TNT.

Saintis Soviet mengakui apa yang dilaporkan oleh Klaus Fuchs merupakan bahan yang memiliki nilai yang luar biasa “extremely valuable”, keterangan dari Fuchs memperkecil gap antara Soviet dengan negara Barat dalam pembuatan bom nuklir.

Berkat Fuchs, Soviet berhasil menghemat biaya riset sekitar 250 rubel atau senilai 4 juta Euro di tahun 1947.  

Spionase Klaus Fuchs terbongkar oleh William Skardon (British Security Officer).

William Skardon memiliki banyak bukti untuk mendukung tuduhannya, Klauss diinterogasi oleh William pada Desember 1944.

Padahal enam bulan sebelum Klaus Fuchs ditahan ia telah diperingatkan oleh Alexandr Feklisov (Soviet officer) agar pergi dari negara-negara Barat untuk keselamatannya sendiri.

Namun, Klaus Fuchs menolaknya dengan alasan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan meskipun berbahaya dan ia akan menghadapi bahaya tersebut apabila sudah datang waktunya.

Pada 24 Januari 1950, Klaus Fuchs mengaku bahwa ia melakukan spionase dalam pembuatan bom atom. 

Dia diberi hukuman penjara selama 14 tahun karena membocorkan rahasia bom atom, namun ia hanya dihukum selama 9 tahun dan pada tahun 1959 ia bebas. (*)

Penulis, Jatmika Aji Santika, adalah seorang lulusan sejarah dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)