Sejarah Bom Atom Soviet Bagian 2: Eropa setelah Perang

4 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Winston Churchill, Harry S. Truman, Josef Stalin. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: German Federal Archive)
Winston Churchill, Harry S. Truman, Josef Stalin. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: German Federal Archive)

Ditulis oleh Jatmika Aji Santika

Baca bagian 1: Ketika Rusia Punya Bom Atom yang Sama Destruktif dengan Milik Amerika Serikat

AYOBANDUNG. ID – Setelah Jerman kalah, ketiga pemimpin bertemu di kota Postdam, Jerman. Ketiganya membahas pembagian wilayah Jerman menjadi dua, wilayah Barat dikuasai Sekutu dan wilayah Timur oleh Komunis. 

Perang di Eropa telah berakhir dengan kalahnya Jerman pada 8 Mei 1945. Namun, perang di pasifik masih terus berlangsung karena Jepang belum menyerah meski militernya sudah terdesak oleh Amerika Serikat. Komunis Soviet berencana untuk bergabung ke front pasifik membantu Amerika mengalahkan Jepang. Amerika sebetulnya tidak ingin Soviet intervensi peperangannya dengan Jepang karena dengan demikian Soviet akan melakukan ekspansi militernya ke Manchuria (China) dan masuk ke wilayah Jepang.

Demi mencegah hal yang demikian, Truman mengajukan tawaran pada Jepang agar segera menyerah dan berjanji bahwa kekaisaran Jepang tidak akan dibubarkan dan akan terus dibiarkan eksis.

Untuk “mengintimidasi” Soviet, Truman berbicara dengan pamer kepada Stalin saat pertemuan di Postdam 16 Juli 1945, ia mengatakan bahwa Amerika memiliki kekuatan bom yang belum pernah ada sebelumnya, reaksi Stalin hanya mengangguk saja. Bom Atom sudah berhasil diuji coba di Alamogordo, tidak jauh dari New Mexico. Truman akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki.

Terdapat beberapa alasan mengapa Amerika menggunakan bom atom yang sangat destruktif.

Pertama, untuk mencegah intervensi Soviet di Pasifik dan mengatakan bahwa Amerika tidak membutuhkan Soviet untuk mengalahkan Jepang.

Kedua, untuk membuat Soviet terkesan pada kekuatan militer Amerika.

Ketiga, mencegah jatuhnya korban lebih banyak karena Jepang tidak ada tanda ingin menyerah (sebuah perkiraan korban yang dilaporkan pada 15 Juni 1945, seandainya Amerika ingin merebut pulau Kyushu salah satu dari dua pulau utama Jepang, akan memakan korban setidaknya 40.000 tentara)dan terus melanjutkan perang meskipun Soviet sudah menyatakan akan membantu Amerika dan akan ikut menggebuk Jepang.

Bom Atom akhirnya dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Ratusan ribu nyawa manusia melayang dalam sekejap.

Baca Juga: Ketika Rusia Punya Bom Atom yang Sama Destruktif dengan Milik Amerika Serikat

Soviet mengirim agennya untuk mengetahui dampak bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Pada 16 Agustus 1945, Mikhail Ivanov dan German Sergeev pergi ke Hiroshima untuk mengunjungi tempat diledakannya bom atom.

Banyak orang lokal yang mencegah niat kedua agen Soviet tersebut dikarenakan tempat itu banyak penyakit mengerikan. Mereka tetap melakukan survei untuk melihat dampak mengerikan dari bom atom, salah satunya ialah banyak tangan manusia hangus dan bebatuan meleleh. Pemandangan yang sama mereka lihat sehari kemudian di Nagasaki.

Saintis seperti Petr Kapitssa menyarankan agar mempelajari akibat penggunaan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, pendapatnya ini ia sarankan pada Lavrenti Beria tanggal 30 November 1945.  

Di pihak Soviet, Nuklir Soviet mengalami progres; dan pada Desember 1946 Kurchatov menciptakan reaktor pertama Soviet untuk uji coba nuklir. 

Pada Mei 1947 uji coba pertama bom atom dilakukan Soviet dengan mengambil lokasi di wilayah Kazakhstan. Pada 1 Januari 1948 bom Soviet nyaris rampung dan dalam waktu satu setengah tahun kemungkinan dapat digunakan.

Dalam pembuatan bom atom, Soviet mengandalkan para pekerja di Gulag dalam penambangan. Ribuan tawanan di Gulag diseret untuk menambang uranium di daerah sekitar Kyrgystan pada tahun 1947. 

Dalam pembuat bom atom Soviet melibatkan para Saintis dari negeri di luar Soviet, misalnya saintis Jerman dalam pembuatan bom atom. Lavrenty Beria menawarkan kepada para tawanan pada 16 Agustus 1946 bahwa saintis yang berhasil melakukan tugasnya akan diberikan bonus. Ribuan tawanan Jerman lainnya dipekerjakan untuk membangun konstruksi tempat proyek bom atom.

Seorang fisikawan terkemuka asal Denmark, Niels Bohr bahkan menerima kunjungan saintis dari Soviet di Institusinya Kopenhagen. Saintis tersebut bernama Iakov Terletskii, seorang fisikawan nuklir dari Moskow, namanya memang tidak terlalu dikenal Niels Bohr. Namun ia membawa surat dari Petr Kapitsa yang sangat dikenal dan dihormati Niels Bohr.

Terletskii membawa surat berisi 22 pertanyaan tentang pembelahan (fisi) atom dan berharap Niels Bohr membocorkan rahasia bom atom seperti yang ia kerjakan di Manhattan Project. Namun, Niels Bohr hanya memberikan jawaban yang sudah diketahui oleh fisikawan Moskow.

Niels Bohr dan Albert Einstein. (Sumber: Wikimedia Commons/TM´s Public Domain Pictures | Foto: Paul Ehrenfest)

Niels Bohr memang ingin menghentikan monopoli Amerika Serikat terhadap penguasaan bom atom, namun orang itu bukanlah Stalin, Bohr ingin mengontrol bom atom dengan solidaritas internasional yang dikelola oleh para saintis di seluruh dunia.

Saintis lainnya yang berasal dari Prancis, Joliot Currie mengajukan proposal untuk menawarkan bantuan pembuatan bom atom kepada Soviet, namun Lavrenty Beria menolak bantuan tersebut karena proyek pembuatan bom atom adalah rahasia negara yang tidak boleh diketahui pihak asing, kecuali Joliot akan pindah dan tinggal sebagai warga negara Soviet.

Upaya menghentikan monopoli bom atom oleh Amerika bahkan dilakukan oleh fisikawan terkenal, Albert Einsstein beserta dengan saintis lainnya (Oppenheimer, Irving Langmuir dan Harold Urey) mengirim surat ke kepala Akademi Sains Soviet, Sergei Vavilov, untuk menggalang solidaritas internasional saintis dalam mengontrol bom atom.

Baca Juga: Persib Juara Divisi Utama 1986, Tiga Pemain Diberi Beasiswa

Einstein bahkan mendekati Soviet lagi pada April 1947 kepada kolega saintisnya di Soviet, Abram Ioffe, pesan yang disampaikan sama seperti sebelumnya yaitu solidaritas internasional para saintis untuk mengontrol bom atom.

Pesan ini ditulis dalam surat yang sangat rahasia yang sampai di meja Andrei Vyshinskii (Deputi urusan luar negeri). Namun, negara totaliter Soviet tidak mengindahkan rencana seperti ini.

Soviet berhasil meledakkan bom atom pertamanya pada 23 September 1949. Amerika tidak lagi memonopoli bom atom karena Soviet tergabung ke dalam “Nuclear Club”. (*)

Baca bagian 3: Sejarah Bom Atom Soviet Bagian 3: Klaus Fuchs si Mata-Mata Soviet

Penulis, Jatmika Aji Santika, adalah seorang lulusan sejarah dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)