Dari Sisa Spon Jadi Produk Estetik, Rumah Sandal Geulis Tembus Pasar Global

Rizma Riyandi
Ditulis oleh Rizma Riyandi diterbitkan Jumat 22 Agu 2025, 11:01 WIB
Produk Rumah Sandal Geulis. (Foto: Rizma Riyandi)

Produk Rumah Sandal Geulis. (Foto: Rizma Riyandi)

AYOBANDUNG.ID -- Bermula dari eksperimen membuat sandal untuk kebutuhan anak di sekolah, Rumah Sandal Geulis (RSG) kini menjelma menjadi merek lokal yang dikenal hingga ke mancanegara. Usaha yang digagas oleh Enneu Herliani sejak 2016 itu berhasil menembus pasar Eropa dan Asia.

Enneu mengaku terjun ke bisnis sandal secara tidak sengaja. Saat itu, ia memanfaatkan sisa bahan dekorasi dari bisnis Event Organizer miliknya, berupa spon dan kain perca, yang kemudian dikreasikan menjadi sandal sederhana.

Dengan bantuan pengrajin di kawasan Cibaduyut, bahan-bahan limbah tersebut disulap menjadi sandal imut untuk keperluan lab sekolah sang anak. Tak disangka, sandal buatan Enneu menarik minat banyak orang tua dan masyarakat sekitar.

"Saya terjun ke bisnis ini enggak sengaja. Awalnya dulu karena mau cari sandal buat anak di lab sekolah," ungkap wanita berkerudung itu.

Sejak saat itu, ia bersama sang suami serius mengembangkan usaha dengan menggandeng mitra pengrajin, mengurus produksi, hingga strategi pemasaran. Dukungan penuh keluarga membuat RSG semakin berkembang pesat.

Pada tahun yang sama, RSG menerima pesanan ekspor pertamanya ke Malaysia. Seiring waktu, produk-produk mereka juga berhasil menembus pasar Madrid, Belanda, Korea, hingga Jepang.

Proses melukis sandal geulis. (Foto: Rizma Riyandi)
Proses melukis sandal geulis. (Foto: Rizma Riyandi)

Salah satu konsumen asal Jepang, Sakamoto Natsumi, bahkan memberikan testimoni positif setelah membeli produk di pameran INACRAFT. Ia mengaku sandal RSG nyaman, ringan, sekaligus cantik untuk dipakai dalam waktu lama.

"Saya pergi ke pameran INACRAFT. Di situ ternyata ada sandal cantik RSG. Wah, saya pasti akan memakainya untuk waktu yang lama," ungkap Natsumi.

Produk Lain di Rumah Sandal Geulis

Kini, Rumah Sandal Geulis tak hanya memproduksi sandal rumahan, tetapi juga mengembangkan sandal outdoor kekinian dan koleksi sandal lukis. Bahkan, sisa material produksi dimanfaatkan menjadi aksesori seperti kalung, gelang, cincin, hingga gantungan kunci.

Semua desain dibuat langsung oleh Enneu sebelum dikerjakan oleh tim produksi. "Saya yang membuat semua desain di RSG. Termasuk desain sendal lukis yang saat ini sedang kami kembangkan," tutur perempuan yang ternyata punya hobi melukis itu.

Dalam sebulan, RSG mampu menghasilkan sekitar 300 pasang sandal dengan belasan tipe berbeda. Harganya bervariasi, mulai dari Rp65 ribu hingga Rp1,5 juta per pasang, dengan omzet bulanan yang bisa menembus Rp30 juta.

Informasi Umum Rumah Sandal Geulis

Alamat: Jl. Karawitan no. 113 kec. Lengkong Kel. Turangga, Bandung- Jawa Barat

Jam Operasional: 10.00 - 16.00 WIB

Website: https://rumahsandalgeulis.com.free/

Link Pembelian Produk Serupa

  1. https://s.shopee.co.id/BJoJZxDnO
  2. https://s.shopee.co.id/8fIMRCval5
  3. https://s.shopee.co.id/1qS2If8gqp
  4. https://s.shopee.co.id/8pbmdXgoSK
  5. https://s.shopee.co.id/7pjFRiGW9r

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:07 WIB

Es Pisang Ijo Saparua: Perpaduan Sederhana Rasa Luar Biasa

Rekomendasi es viral yang enak di Kota Bandung sambil olahraga pagi menjelang siang.
Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:47 WIB

‘Kojo’ Persib Beckham Putra Kembali jadi Pahlawan dan Ulangi Selebrasi ‘Ngahodhod Katirisan’

Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23.
Beckham lahir di Bandung, 29 Oktober 2001. Ia dikenal sebagai talenta muda Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia U-23. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 15:06 WIB

Kang Deddy, Yeuh … KBU dan KBS Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Perizinan tidak boleh dipandang sebagai instrumen pemasukan atau sumber pendapatan daerah semata—sebuah cara “menjual” ruang kepada investor—karena logika ini sangat rentan menyimpang.
Satu sudut Bandung Utara, Bojong Koneng Atas. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 13:28 WIB

Algoritma, FOMO, dan Rapuhnya Nalar Publik di Ruang Digital

Kebutuhan akan algoritma adalah keniscayaan dengan literasi numerasi sebagai fondasinya untuk memaknai angka di balik fenomena sosial
Media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)