Kutu Buku dalam Perayaan Hari Buku Nasional 2025

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Baca dan Diskusi Kutu Buku di Perpustakaan Bunga di Tembok, Sabtu, 17 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Baca dan Diskusi Kutu Buku di Perpustakaan Bunga di Tembok, Sabtu, 17 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Di zaman serba digital pada umumnya semua orang lebih menyukai buku digital di bandingkan dengan buku konvensional.

Selain lebih available, buku digital juga bisa di dapatkan dengan harga lebih murah. Namun bagi para penggemarnya, buku berwujud fisik tetap menarik dan mempunyai posisi yang spesial dalam hati.

Pada tanggal 8 Januari 2024 Indonesia menerima penghargaan dari CEO MURI yaitu Jaya Suparna mengingat gedung perpustakaan yang dimiliki oleh Indonesia berada pada tingkat pertama dengan tinggi sekitar 126.3 meter dengan 27 lantai mengalahkan Cina dan Amerika.

Namun meski dinobatkan sebagai negara dengan gedung paling tinggi di dunia, faktanya tidak sebanding dengan jumlah minat baca di Indonesia.

Melalui survey yang dilakukan GoodStats terdapat kesimpulan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, dari lima orang yang berada dalam satu lingkungan hanya satu orang yang suka membaca buku setiap hari. Bahkan dalam penelitian tersebut didapatkan sebuah diagram frekuensi membaca seperti demikian, 

Melalui acara Kutu Buku (Kumpul Tukar Buku) dalam memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2025 yang diselenggarakan di perpustakaan mandiri bernama Bunga di Tembok, Jl. Pasirluyu Timur 117 A Bandung. Acara yang juga di support oleh @kembangkata.bc dan @bandungbergerak.id dimulai pukul 15:00-18:00. Meskipun saat acara berlangsung waktu selesai acara sangat fleksibel.

Baca Juga: Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan melalui instagram @bungaditembok perpustakaan ini sering mengadakan acara rutinan seperti Temu Kawan Kata, Nobar dan Diskusi Film juga ada Kutu Buku. Selain untuk orang dewasa ternyata perpustakaan ini juga beberapa kali menyelenggarakan kegiatan membaca dan berdiskusi untuk anak-anak.

Acara yang kurang lebih dihadiri oleh 30 orang dari berbagai domisili di Kota/ Kab. Bandung ini berjalan dengan penuh antusias. Acara dimulai dengan perkenalan diri dan menceritakan alasan kenapa buku yang dibawa peserta wajib di ketahui orang lain atau ada alasan dalam buku tersebut yang merubah cara pandang yang tentunya pengalaman tersebut bisa dibagikan kepada orang lain. 

Setelah itu buku di estafetkan sambil bernyanyi dan akan berhenti sesuai dengan berakhirnya lagu. Setelah masing-masing mendapat buku peserta lain, seluruh peserta dibebaskan untuk membaca buku di spot mana saja yang dirasa nyaman. Panitia memberikan waktu selama 40 menit kepada peserta untuk membaca buku yang sudah didapatkan. 

Melalui survey yang dilakukan GoodStats terdapat kesimpulan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah. (Sumber: Pexels/Rahul Shah)

Setelah break shalat magrib, acara inti dimulai. Ada beberapa yang menjadi perwakilan untuk menceritakan atau memberikan perspektif mengenai buku yang sudah dibaca. Peserta pertama ada yang memaparkan dan mengkritik buku karya Agus Mulyadi yang berjudul Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih. Buku yang juga sudah diadaptasi menjadi sebuah film ini cukup membuat diskusi diawal semakin bersemangat.

Kemudian ada satu buku mengenai sastra puisi yang berjudul Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau karya Nizar Qabbani. Selintas mendengar judulnya saja sudah ngeri-ngeri sedap karena hampir serupa dengan kalimat syahadat. Begitu juga saat diskusi berlangsung banyak penafsiran dari peserta lain mengenai sastra ini. Ada yang memahami bahwa karya sastra ini adalah bentuk dari kecintaan hamba kepada Tuhannya melalui representasi sosok perempuan. Namun ada juga peserta lain yang menolak dan mengatakan bahwa karya sastra ini justru menghinakan Tuhan dan sebuah agama.

Sesi terakhir ditutup dengan pembahasan buku dongeng anak-anak yang berjudul Sang Kancil. Anak-anak milenial tentu sangat familiar dengan cerita ini dan mungkin beberapa darinya pernah diceritakan dan jadi kisah pengantar tidur. Salah satu peserta yang membaca buku ini mengkritik bahwa buku dongeng mengenai kancil sudah tidak relevan dengan zaman ini. Terlebih di buku tersebut ada beberapa kisah kancil yang merepresentasikan sikap yang kurang baik seperti mencuri, korupsi dan membohongi. Namun ungkapan tersebut disanggah oleh peserta lain yang berdasarkan pengalamannya ketika anak-anak dan mendengar kisah tentang kancil, dirasa hanya memahami hal itu sebagai cerita saja dan tidak berpikir mengenai sikap-sikap yang dilakukan kancil. Baginya anak-anak yang mendengar cerita mereka itu polos dan cukup mendengarkan saja. Menurutnya ketika cerita anak dibaca oleh orang dewasa yang logikanya sudah matang akan menendang cerita tersebut dari perspektif yang berbeda.

Baca Juga: World Keffiyeh Day 2025, Kebenaran yang Ditutupi melalui Film Zahra Blue Eyes

Acara ini berlangsung dengan meriah juga ilmu yang bisa diambil dari bertukar pikiran. Siapa saja bisa bergabung dengan acara Temu Buku yang informasinya bisa di cek melalui instagram @bungaditembok. Bonus di akhir acara peserta bisa mendapat relasi baru dengan saling bertukar user instagram atau melanjutkan diskusi buku dengan selera yang sama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)