Bukan Sekadar Hobi, Industri Game Online Jadi Peluang Karier Success Before 30

5 menit baca
Ellenora DS
Ditulis oleh Ellenora DS diterbitkan
gamer yang membuka seluruh peluang karier menuju jenjang ekonomi yang lebih baik (Sumber: Ilustrasi oleh AI)
gamer yang membuka seluruh peluang karier menuju jenjang ekonomi yang lebih baik (Sumber: Ilustrasi oleh AI)

Di tengah pesatnya transformasi digital global, game online tidak hanya dipandang sebagai hiburan semata untuk anak-anak kecil. Masyarakat kini menyaksikan perubahan besar dalam cara individu meraih penghasilan dengan memanfaatkan industri game online.

Fenomena ini semakin menguat sejak pandemi COVID-19, ketika sistem lockdown justru mendorong lonjakan aktivitas daring, termasuk bermain game, streaming, dan e-sport.

Berdasarkan laporan Wijman (2024) dari Newzoo, industri game global setelah pulih dari masa pandemi COVID-19 tahun 2022 mencatat pendapatan sebesar US$183,9 miliar pada tahun 2023 dan diramalkan akan meningkat sebesar 0,5% per tahun untuk masa yang akan datang. Kemudian, menjadikannya sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia.

Di Indonesia, pertumbuhan jumlah gamer meningkat drastis seiring dengan kemudahan akses internet di beberapa wilayah dan platform seperti Youtube, Tiktok, serta Mobile Legends yang mendominasi pasar digital. Banyak generasi muda yang memanfaatkan tren ini bukan hanya sekadar hobi, melainkan juga sebagai sarana produktif untuk menghasilkan uang.

Jika tren ini dimanfaatkan secara bijak oleh para generasi muda, pekerjaan dalam industri gaming bisa menjadi salah satu sumber penghasilan yang sah, berkelanjutan, dan bahkan dapat membuka peluang kesuksesan sebelum usia 30.

Oleh karena itu, kajian lebih lanjut mengenai industri gaming diperlukan untuk memahami bagaimana industri tersebut bisa menjadi sumber peluang ekonomi yang signifikan bagi generasi muda.

Professional Gamer Kini Telah Diakui

Sebelumnya, citra sebagai Professional Gamer dianggap kurang menguntungkan di masa depan oleh orang tua, jauh dari bayangan profesi ideal yang diharapkan seperi dokter, insinyur, akuntan, atau pegawai kantoran biasa.

Namun kini, pandangan masyarakat berubah terhadap gamer, masyarakat tidak lagi terfokus pada stigma negatif seperti pemalas atau antisosial, melainkan sebagai individu yang produktif dan kreatif. Pemerintah dan industri digital Indonesia telah menunjukkan dukungan nyata terhadap profesi gamer melalui kehadiran liga profesional seperti Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL).

MPL Indonesia adalah liga resmi yang diakui oleh Moonton (developer Mobile Legends : Bang Bang) dan telah diselenggarakan rutin setahun 2 kali sejak 2018, dengan hadiah miliaran rupiah sebagai bentuk apresiasi para pemain muda berbakat. 

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, turut menyatakan dukungannya terhadap pengembangan e-sport di Indonesia dengan menjadikan tanah air sebagai tuan rumah ajang M7 World Championship untuk game Mobile Legends (Antara News, 2025).

Fakta ini membuktikan bahwa profesi Professional Gamer di Indonesia telah mendapatkan legitimasi, baik secara industri maupun negara, sehingga layak disebut sebagai pekerjaan yang sah dan menjanjikan. 

Industri Game Online Memiliki Tingkat Sustainability yang Tinggi

Dulu, industri game online dianggap sekadar hiburan, tetapi kini berkembang menjadi ladang profesi yang menjanjikan. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Dulu, industri game online dianggap sekadar hiburan, tetapi kini berkembang menjadi ladang profesi yang menjanjikan. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)

Seorang Professional Gamer kini tidak hanya bermain di panggung turnamen, tetapi juga bisa bekerja sebagai Public Figure, Content Creator, maupun Brand Ambassador produk teknologi, pembicara, influencer digital, bahkan investor di sektor kreatif.

Banyak Professional Player kini berkolaborasi dengan berbagai brand ternama, termasuk industri teknologi, makanan, otomotif, hingga fashion, sebagai strategi pemasaran modern yang efektif untuk menjangkau generasi digital-native (Esports Insider, 2025).

Ekosistem ini berkembang karena dukungan kuat dari komunitas daring, algoritma platform digital seperti TikTok dan YouTube yang membantu penayangan konten secara masif. Oleh karena itu, industri game bukan hanya ladang pekerjaan musiman, tetapi juga menawarkan peluang karier jangka panjang yang fleksibel, kreatif, dan kompetitif.

Transformasi ini menunjukkan bahwa game bukan sekadar aktivitas bermain, melainkan bagian dari ekonomi digital yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di masa depan. Fakta ini membuktikan bahwa industri game online telah memberikan kontribusi dalam ekonomi berkelanjutan dan pertumbuhan di berbagai sektor lainnya. 

Tokoh Muda Indonesia Telah Membuktikan

Salah satu tokohnya adalah Jess No Limit, mantan atlet e-sport yang kini dikenal sebagai Youtuber dan entrepreneur sukses. Beliau masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2025 dan memiliki lebih dari 54 juta subscribers dengan total lebih dari 6,7 miliar penayangan video (Liputan6.com, 2025).

Baru-baru ini, ia juga membagikan unggahan di Instagram miliknya yang menunjukkan penghargaan dari Guinness World Records dan rekor MURI, yakni Channel Gaming dan Channel Berbahasa Indonesia dengan jumlah pengikut terbanyak.

Karena melihat antusiasme para pengikutnya terhadap perjalanan karier gemilangnya, ia membuat konten berjudul “Rahasia Sukses di Industri Game” dan membagikannya di berbagai platform media sosial miliknya, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Video tersebut berisi motivasi serta tips karier yang beliau peroleh selama menjalani hidupnya sebagai Professional Gamer dan entrepreneur.

Kisah Jess No Limit menjadi bukti nyata bahwa dengan konsistensi dan ketekunan, industri gaming mampu membawa seseorang meraih kesuksesan besar bahkan sebelum usia 30 tahun. 

Dulu, industri game online dianggap sekadar hiburan, tetapi kini berkembang menjadi ladang profesi yang menjanjikan.

Di tengah pesatnya transformasi digital global, sektor ini menunjukkan tingkat sustainability yang tinggi karena bisa melahirkan berbagai profesi baru yang awalnya dari Professional Gamer saja berkembang menjadi berbagai profesi lainnya, seperti Public Figure, Content Creator, maupun Brand Ambassador lintas sektor.

Kolaborasi dengan brand fashion, teknologi, hingga olahraga menunjukkan bahwa ekosistem ini memiliki dampak ekonomi yang luas. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya mulai melihat industri ini sebagai bagian dari ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus sebagai peluang karier yang layak dan relevan untuk masa depan bagi generasi muda.  (*)

DAFTAR PUSTAKA

  • Ernanto, B. (2025). Menpora Dukung M7 World Championshhip Mobile Legends di Indonesia. Tersedia di: https://mediaindonesia.com/olahraga/731364/kemenpora-dukung-pengembangan-industri-e-sports-di-tanah-air. [Diakses 1 Agustus 2025]

  • Webb, M. (2025). Esports Marketing Statistics 2025: Who’s Spending, Biggest Names & Forecasts. Tersedia di: https://esportsinsider.com/esports-marketing-statistics. [Diakses 1 Agustus 2025]

  • Sabandar, S. (2025). Jess No Limit, Satu-satunya Youtuber Gamer Indonesia yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2025. Tersedia di: https://www.liputan6.com/regional/read/6027594/jess-no-limit-satu-satunya-youtuber-gamer-indonesia-yang-masuk-forbes-30-under-30-asia-2025. [Diakses 1 Agustus 2025]

  • Wijman, T. (2024). Last Looks: The Global Games Market in 2023. Tersedia di: https://www.newzoo.com/resources/trend-reports/newzoo-global-games-market-report-2023. [Diakses 1 Agustus 2025]

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ellenora DS
Tentang Ellenora DS
Student of Accounting Major @UNPAR
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)