Buruh dalam Bahasa Sunda

4 menit baca
Atep Kurnia
Ditulis oleh Atep Kurnia diterbitkan
Sejak kapan istilah buruh dikenal oleh masyarakat Sunda, dan bagaimana maknanya berkembang seiring waktu? (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejak kapan istilah buruh dikenal oleh masyarakat Sunda, dan bagaimana maknanya berkembang seiring waktu? (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam rangka memperingati Hari Buruh, saya terdorong untuk menelusuri asal-usul kata buruh dalam khazanah bahasa dan budaya Sunda.

Sejak kapan istilah ini dikenal oleh masyarakat Sunda, dan bagaimana maknanya berkembang seiring waktu? Apakah sejak awal kata buruh sudah dikaitkan dengan kerja upahan atau gaji berdasarkan waktu tertentu?

Untuk menjawabnya, saya akan menelusuri kamus-kamus Sunda lawas.

Dalam kamus bahasa Sunda pertama, Nederduitsch-Maleisch en Soendasch woordenboek: Benevens twee stukken tot oefening in het Soendasch (1841), susunan Andries de Wilde, saya tidak menemukan adanya lema buruh atau turunannya.

Sebaliknya, dalam kamus tiga bahasa tersebut saya berhasil mendapatkan kata “gadji” dalam bahasa Sunda dan Melayu untuk terjemahan kata “salaris” atau “loon” (Wilde, 1841: 135) dan kata “wedde” atau “jaargeld” (Wilde, 1841: 203) dalam bahasa Belanda. Bahkan kata “jaargeld” diberi arti pula “gadji taoen” atau “wang taoen” (Wilde, 1841: 66).

Temuan ini saya pikir menunjukkan bahwa konsep pembayaran upah secara berkala, khususnya tahunan, telah dikenal dalam bahasa Sunda sejak paruh pertama abad ke-19.

Sebagai catatan, Andries de Wilde kembali ke Belanda setelah menjual perkebunan miliknya di Ujung Berung dan Sukabumi pada 24 Februari 1823. Ia menyerahkan naskah kamusnya kepada Taco Roorda yang menyuntingnya dan memberi pengantar kala menjadi buku pada 13 Maret 1841.

Lebih jauhnya, ini mengandung arti masyarakat Sunda, terutama kalangan terpelajar seperti R.A. Wiranatakusumah III, murid dari de Wilde yang menjabat Bupati Bandung (1794–1829), telah memahami praktik balas jasa atas pekerjaan dalam bentuk uang atau barang.

Namun, lema buruh belum ditemukan dalam kamus de Wilde. Istilah ini baru muncul dalam A Dictionary of the Sunda Language of Java (1862), susunan pemilik perkebunan di Jasinga, Jonathan Rigg.

Apakah sejak awal kata buruh sudah dikaitkan dengan kerja upahan atau gaji berdasarkan waktu tertentu? (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

O ya, sebelum masuk ke istilah buruh, saya menemukan keterangan menarik dari Rigg untuk kata “gaji” yang dibedakannya menjadi dua pengertian.

Pertama, kata tersebut diberi arti “pay, salary, wages; the word is the Dutch Gagie” (membayar, gaji, upah; kata tersebut dari bahasa Belanda Gagie). Kedua, kata gaji diberi arti “fat on animals or man, fat, tallow” (lemak pada hewan dan manusia, lemak) (Rigg, 1862: 118).

Artinya, kedua makna gaji yang kini masih bermakna ganda dalam bahasa Sunda sudah umum diketahui pada pertengahan abad ke-19. Mengingat naskah kamus yang disusun oleh Jonathan Rigg sudah selesai disusun dan diserahkan kepada Perhimpunan Batavia untuk Pengetahuan dan Seni pada tahun 1853, untuk dicetak.

Lalu, bagaimana Jonathan Rigg menggambarkan kata buruh?

Ternyata ia (Rigg, 1862: 73) menyamakan pengertian kata buruh dengan kata gaji, yaitu “wages or recompense given for work done” (upah atau imbalan yang diberikan atas pekerjaan yang telah dilakukan), sementara kata turunannya, “buruhan” diartikan sebagai “pay for work done, wages” (bayaran atas pekerjaan yang dilakukan; upah) dan “Ngala buruhan” sebagai “to take pay for work done; to do work for payment” (menerima bayaran atas pekerjaan yang dilakukan; bekerja untuk mendapatkan upah).

Rigg (1862: 66) juga memuat lema “buburuh” yang diberinya arti “to take wages to do any work; to work for wages” (bekerja untuk memperoleh upah; melakukan pekerjaan dengan menerima bayaran).

Satu lagi, peribahasa “Buburuh nyatu, diupah béas” yang berarti “taking pay for eating, he is still rewarded with rice: a Sunda proverb, for doing everything to the best advantage” (menerima bayaran untuk makan, tetapi tetap mendapat imbalan berupa beras: peribahasa Sunda yang menggambarkan seseorang yang selalu mampu mengambil keuntungan terbaik dari setiap situasi).

Peribahasa tersebut saya pikir lahir dari adanya kesadaran budaya atas praktik kerja upahan dan sekaligus kecerdikan sosial dalam konteks relasi kerja yang dilatari oleh budaya kerja upahan dalam budaya Sunda. Sekaligus menunjukkan bahwa hingga pertengahan abad ke-19, upah atau gaji kerja berupa beras rupanya sudah umum diberikan.

Baca Juga: Munaip Saleh, Raja Balap Sepeda Raksasa Pertama Tour de Java

Dari penelusuran saya di atas, terlihat bahwa masyarakat Sunda sejak lama mengenal konsep kerja upahan atau kerja yang diupah, baik dalam praktik maupun dalam ungkapan bahasanya.

Dalam hal tersebut, istilah buruh, meskipun relatif lebih baru masuk dalam kamus dibanding istilah gaji, mencerminkan berkembangnya relasi kerja di tengah perubahan ekonomi dan sosial pada abad ke-19 sebagai dampak dari praktik Sistem Priangan (1720-1830) dan Sistem Tanam Paksa (1830-1870).

Dalam kerangka peringatan Hari Buruh, penelusuran kamus ini memperlihatkan bahwa kerja dan upah bukan hubungan ekonomi semata, melainkan bagian dari konstruksi budaya yang hidup dan terawetkan dalam bahasa serta peribahasa masyarakat Sunda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)