Knalpot Bising: Dari Keluhan Masyarakat hingga Harapan Kota Tenang

3 menit baca
Ulul Aswi
Ditulis oleh Ulul Aswi diterbitkan
Suara bising nan kencang memantul di jalanan hingga membuat kita tak terasa tenang. (Dokumentasi Penulis)
Suara bising nan kencang memantul di jalanan hingga membuat kita tak terasa tenang. (Dokumentasi Penulis)

Suara bising nan kencang memantul di jalanan sempit hingga membuat istirahat tak terasa tenang. Keluhan akan knalpot berisik bukan hanya terdengar melalui satu titik saja, banyak masyarakat Bandung yang sudah membicarakannya baik melalui pembicaraan sehari-hari ataupun melalui media sosial.

Suara yang kurang ramah didengar ini muncul di banyak kecamatan, terutama disaat jam istirahat. Kebisingan ini menjadi bagian dari “kebisingan kota” yang keberadaannya sering dianggap tidak serius.

Kebisingan yang sudah mencakup kenyamanan publik ini sebenarnya sudah berkaitan langsung dengan layanan pemerintahan kota Bandung di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan. Razia memang dilakukan namun hanya sesekali saja dan dampaknya belum terlalu signifikan.

Kebisingan yang disebabkan oleh knalpot ini juga dapat mempengaruhi suasana sosial. Masih banyak warga yang lebih memilih untuk menutup rapat-rapat jendelanya hingga pedagang kaki lima yang enggan duduk lama di dekat jalan yang sering dilintasi pengendara berknalpot bising.

Meskipun razia sudah banyak sekali digelar, tindakan ini terkadang terasa kurang menyentuh akar persoalan dari masalah ini. Penindakan yang dilakukan ini hanya berlaku di momen tertentu sehingga masalah ini hanya terus berputar dan terus berulang.

Pemerintah Kota Bandung terlihat seolah menunggu keluhan dari masyarakat terlebih dahulu hingga memuncak sebelum akhirnya ikut turun tangan. Alih-alih membangun pengawasan dengan durasi jangka panjang, upaya penertiban hanya menjadi suatu formalitas yang tidak menghasilkan perubahan berarti sebuah hal yang seharusnya menjadi perhatian serius oleh Pemkot Bandung.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penindakan yang sudah dilakukan belum cukup membuat para pengguna knalpot jera dan kurang cukup konsisten. Banyak saksi yang mengatakan bahwa razia dilakukan hanya di titik-titik tertentu saja, sementara itu pengendara berknalpot bising ini juga cukup pandai dalam mencari rute lain saat terjadi razia. Sehingga, ketika razia selesai, mereka banyak yang tidak terkena dampak dari razia tersebut atau hanya jera dalam kurun waktu sehari.

Persoalan ini bukan hanya sekadar tentang seberapa banyak razia yang sudah dilaksanakan, tetapi bagaimana sebuah pola penindakan dijalankan. Selama lokasi operasi dapat diprediksi, maka para pelanggar bisa saja menghindar. Jika saja sistem patroli diubah dengan cara melakukan razia acak dan dikhususkan pada malam hari, dampaknya akan lebih terasa.

Kita juga dapat memberikan edukasi kepada anak muda serta komunitas motor yang baru saja terjun bahwa memasang knalpot bising bukan untuk sensasi gaya atau ikut-ikutan tren, tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu dampaknya kepada lingkungan sekitar. Padahal knalpot standar jauh lebih aman serta tidak akan mengurangi fungsi dari kendaraan tersebut.

Baca Juga: Beban Hidup Mencekik dan Tingginya Pengangguran Bukti Kegagalan Wali Kota Bandung?

Selain itu, masalah ini dapat diatasi lebih efektif dengan meningkatkan pengawasan di jalan-jalan utama, partisipasi aktif dari warga untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang baik. Sehingga Bandung dapat menjadi kota yang jauh lebih nyaman dan sehat bagi banyak penduduknya dan hal ini seharusnya menjadi prioritas bagi Pemkot Bandung.

Dengan penindakan yang dilakukan lebih konsisten serta pola razia yang sulit untuk ditebak, kebisingan yang diakibatkan dari knalpot bising ini seharusnya dapat ditekan secara nyata. Adanya harapan agar Pemkot Bandung memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini sehingga masyarakat benar-benar terjaga kenyamanannya.

Bandung selalu punya ruang untuk menjadi kota dengan sejuta ketenangan selama kita bisa saling menjaga kenyamanannya. Sehingga ke depannya keluhan kecil seperti ini benar-benar mendapatkan perhatian yang seharusnya didapatkan dan hari-hari para masyarakat terasa damai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)