Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 21 Jan 2026, 07:10 WIB
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah padatnya permukiman Kota Bandung, hadir satu kampung yang menjadi pionir pengelolaan sampah skala rumah tangga. Selama delapan tahun sejak berdiri pada 2018, Kampung Takakura RW 09, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, konsisten menjalankan satu visi bersama dalam pengelolaan sampah: “Tidak dipilah, pasti tidak diangkut.”

Enam RT di RW 09 disatukan oleh prinsip tersebut sebagai fondasi pengelolaan sampah mandiri berbasis warga.

“Memilah sampah dari rumah supaya bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak banyak yang dibuang ke TPS,” kata Ketua Pengurus Kampung Takakura, Dandan Sunardja.

Berdasarkan hasil survei penelitian dari sejumlah perguruan tinggi dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), RW 09 Sukamiskin menghasilkan sekitar 6,9 ton sampah per bulan. Dari jumlah tersebut, hanya 11 persen yang berakhir di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sisanya, sekitar 6,1 ton per bulan, berhasil dipilah dan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

“Setiap jiwa menghasilkan sekitar 0,218 kilogram sampah per hari. Kalau dikalikan 1.053 jiwa, totalnya sekitar 6,9 ton per bulan, terdiri dari sampah organik, anorganik, residu, dan B3,” ujar Dandan.

Pengolahan sampah organik di Kampung Takakura tidak hanya menghasilkan kompos dan pupuk. Warga juga memproduksi beragam produk lain seperti souvenir lilin berwarna, sabun batang, kerajinan tangan, pernak-pernik, hiasan taman, hingga cairan multifungsi seperti obat luka, obat jerawat, disinfektan, cairan pencuci, dan penjernih air.

Beragam metode diterapkan dalam proses pengolahan tersebut, mulai dari eco enzyme, maggot, biodigester, bata terawang, biopori, loseda, open windrow, hingga keranjang Takakura.

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.

“Lama-lama kami mulai dikenal Pemkot. Lalu dapat bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, macam-macam bentuknya, termasuk fasilitas pengolahan sampah dan benih sayuran,” ujar Koordinator Kebun Kampung Takakura, Dian.

Selain dukungan fasilitas, Kampung Takakura juga mencatatkan prestasi di berbagai ajang penghargaan lingkungan, termasuk meraih level tertinggi Program Kampung Iklim (ProKlim).

“Kami ikut Kang Pisman Award, lalu diajak ikut ProKlim. Awalnya dapat ProKlim Utama, lalu meningkat menjadi ProKlim Lestari,” kata Dian.

Dari Inisiatif Warga hingga Etalase Edukasi Sampah Pemkot Bandung

Sejak berdiri pada 2018, Kampung Takakura telah mengedukasi lebih dari 4.000 orang. Dalam sejumlah kesempatan, tamu yang datang bisa mencapai puluhan orang, baik berkunjung langsung maupun mengundang pengurus Kampung Takakura untuk berbagi pengetahuan tentang pengelolaan sampah.

“Awalnya karena permintaan warga. Lama-lama kami banyak melakukan edukasi, dari RW, kelurahan, kecamatan sekitar, sampai luar provinsi dan luar pulau,” ujar Dian.

Ia menyebutkan, tamu yang datang berasal dari berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah dari luar Jawa.

“Ada lurah-lurah dari Kalimantan, kepala dinas dari Semarang. Mereka sengaja datang ke sini untuk belajar,” katanya.

Permintaan edukasi tersebut umumnya difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung.

“Mereka mengirim surat ke Pemkot, lalu Pemkot mengarahkan ke sini,” tambah Dian.

Menurut Dian, aktivitas edukasi bukanlah tujuan awal pendirian Kampung Takakura. Hal itu berkembang seiring meningkatnya ketertarikan pihak luar.

“Sekitar 2019 pertama kali ada sekolah yang datang dan minta diajari pengolahan sampah. Dari situ permintaan terus bertambah sampai sekarang,” ujarnya.

Laboratorium Lintas Jenjang Pendidikan

Konsistensi Kampung Takakura menjadikannya bukan sekadar lokasi edukasi, tetapi juga laboratorium pembelajaran lintas jenjang. Kampung ini menerima kunjungan dari tingkat PAUD hingga SMA, sekaligus menjadi lokasi penelitian akademik.

“Ada penelitian dari berbagai perguruan tinggi, seperti ITB, Unpad, Unpar, Unpas, UPI, dan Universitas Al Ghifari,” ujar Dandan.

Bahkan, Kampung Takakura telah menjadi lokasi riset untuk skripsi (S1), tesis (S2), hingga disertasi (S3), termasuk dari peneliti luar negeri.

“Ada mahasiswa S2 yang sebulan penuh meneliti di sini. Terakhir, penelitian S3 dari Belanda juga mengambil data ke sini,” kata Dian.

Kekuatan Lansia dalam Merawat Kampung Takakura

Salah satu kekuatan Kampung Takakura terletak pada para penggeraknya. Mayoritas pengurus kampung ini merupakan lansia, terutama ibu-ibu dan nenek-nenek.

“Organisasi Kampung Takakura itu mayoritas diisi lansia. Tapi justru di situ kekuatannya,” ujar Dian.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan DLHK, banyak kelompok Kawasan Bebas Sampah (KBS) lain yang bubar setelah dua tahun berjalan. Sementara Kampung Takakura tetap solid hampir delapan tahun.

Dalam evaluasi awal 2025, tercatat jumlah tamu yang mengikuti edukasi telah melampaui 4.000 orang, dari berbagai jenjang pendidikan.

“Dari PAUD sampai S3. Itu yang tercatat,” katanya.

Fokus pada transfer pengetahuan inilah yang menjadi pembeda Kampung Takakura dibanding KBS lain di Kota Bandung.

“Itu yang tanpa kami rencanakan sejak awal. Edukasi justru jadi ciri utama kami,” aku Dian.

Bagi Dandan, tujuan utama pengelolaan sampah tetap sederhana.

“Kami ingin sampah punya nilai tambah. Itu juga bagian dari ibadah, supaya bermanfaat bagi orang lain dan mengurangi polusi lingkungan,” katanya.

Menurut Dian, keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat akar rumput sangat bergantung pada keberadaan pelopor dan tim inti yang konsisten.

“Harus ada penggerak awalnya. Itu kuncinya,” tegasnya.

Pada akhirnya, resep utama yang membuat Kampung Takakura bertahan hampir sewindu hanyalah satu hal.

“Komitmen pada tujuan awal,” pungkas Dian.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)