Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

2 menit baca
muhammad airell fairuzia
Ditulis oleh muhammad airell fairuzia diterbitkan
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024. Bandung mendapati predikat kota termacet di Indonesia menurut TomTom Traffic Index 2024 dengan rata-rata waktu tempuh 10 km mencapai sekitar 33 menit 30 detik.

Muhammad Farhan selaku Walikota Bandung, menyatakan bahwa ia merasa malu atas predikat tersebut dan menekankan harapan kepada masarakat agar beliau mampu menyelesaikan masalah utama dari Kota Bandung. Farhan juga menyatakan bahwa akan menaikan proporsi warga yang menggunakan transportasi umum naik menjadi 20%.

Dapat dilihat penyebab utama yang menjadikan Bandung mendapat predikat kota termacet ialah tingginya jumlah kendaraan pribadi, rendahnya penggunaan dan penyediaan fasilitas transportasi umum, maraknya parkir di bahu jalan dan pengaturan lalu lintas yang kurang efisien.

Banyak warga Bandung yang mengeluh perihal kemacetan yang terjadi, tetapi tidak dapat mengurangi nominal penggunaan kendaraan pribadi. Hal tersebut karena di rasa kurang nya transportasi umum di Bandung dan minimnya pemeliharaan fasilitas umum.

Lampu merah Kiaracondong di kenal sebagai lampu merah terlama yang berada di Bandung dan menyebabkan kemacetan. Durasi lampu lalu lintas yang terbilang lama harus menjadi fokus untuk diatur ulang agar mengurangi terjadinya kemacetan.

Masyarakat juga menyayangkan infrastuktur yang tidak cukup dan kurang menampung volume kendaraan, terutama di beberapa titik kritis. Terdapat tiga titik kritis yang sangat rawan macet yaitu Jalan soekarno-Hatta, Jalan ahmad Yani dan kawasan utara seprti Juanda Sukajadi dan Setiabudi. Terlihat juga tumpukan sampah dari pedagang pasar yang menjadi faktor lain dalam penyebab kemacetan di beberapa ruas jalan.

Strategi penanganan macet yang akan dilakukan Walikota Bandung adalah dengan membangun parkir vertikal agar tidak menyempitkan pinggir jalan, dan merencanakan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai moda transportasi massal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Hal tersebut menjadi harapan bagi warga Bandung, agar lalu lintas Kota Bandung tidak sepadat sekarang. Harapan tersebut juga menjadi tantangan bagi M. Farhan selaku Walikota Bandung, karena dari strategi penanganannya juga dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Kemacetan yang terbilang parah di Kota Bandung berdampak besar bagi semua orang. Masalah ini berdampak pada ekonomi karena menghilangkan banyak jam kerja masyarakat dan menekan produktivitas, dan berpengaruh negatif pada pendapatan asli daerah serta ekonomi warga.

Pertumbuhan infrastruktur Bandung seperti fasilitas untuk pejalan kaki, halte bus dan transportasi umum terbilang lambat di Kota Bandung. Alasan masyarakat Bandung lebih dominan menggunakaan kendaraan pribadi dapat dikatakan karena hal tersebut.

Walikota Bandung harus mengutamakan untuk memperbaiki fasilitas umum terlebih dahulu agar pengurangan kemacetan dapat efektif. Selain tuntuan kepada Walikota Bandung, masyarakat harus mengikuti setiap aturan yang dibuat dan berkontribusi dalam pengurangan kemacetan Bandung agar dapat menikmati kota yang di tempati dengan nyaman.

Penanganan pada setiap masalah kemacetan Bandung harus segera diselesaikan oleh Walikota Bandung. Dengan menuntaskan faktor utama nya yaitu perbaikan fasilitas umum, akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. Setelah masalah tersebut dapat teratasi, volume kendaraan pribadi akan berkurang dan dapat mengurangi waktu pada setiap lampu lalu lintas yang menyebabkan kemacetan di titik kritis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

muhammad airell fairuzia
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.