Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

3 menit baca
sherina khairunisa
Ditulis oleh sherina khairunisa diterbitkan
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)

Suara klakson yang menderu terus-menerus bergema di jalan, lalu lintas yang padat di setiap sudut. Bandung malam ini bukanlah kota yang tenang, melainkan labirin kendaraan, jalan yang sempit, dan kesabaran masyarakat yang semakin menipis. Masyarakat yang mulai menahan amarah dan emosi akan lambatnya pergerakan mobilitas di Jln. Cihampelas, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Harusnya kemacetan ini menjadi perhatian Wali Kota Bandung, M. Farhan, tapi kemanakah rasa tanggung jawab tersebut pergi?

Saminto Sardi merupakan penjahit di Cihampelas dengan umur 54 tahun, dengan pengalaman sehari-hari melihat kemacetan Kota Bandung. Cihampelas merupakan pusat perbelanjaan dan hiburan di Kota Bandung yang memiliki konsep unik. Namun, jalan di Cihampelas sendiri memiliki waktu tertentu dalam terjadinya macet di kehidupan sehari-hari.

Menurut Saminto kemacetan yang terjadi di Cihampelas sendiri terjadi paling padat pada hari selasa sampai minggu terjadi macet total. Kemacetan yang berada di Cihampelas tersebut juga sangat padat pada jam 16.00 hingga 18.00.

“Ya kadang-kadang macet, kalo dari Selasa, Rabu, Kamis, sampe Jum’at, sampe Sabtu, Minggu, itu macet total,” ujar pria paruh baya tersebut, Selasa (02/11/2025).

Pria berkulit sawo matang tersebut juga berpendapat bahwa dari awal tahun hingga kini akhir tahun, kemacetan yang terjadi terus menerus semakin parah. Bahkan, Saminto mengatakan, Wali Kota Bandung belum ada peran dalam mengatasi kemacetan yang terjadi dan tidak ada aksi yang dilakukan.

“Yah, semakin parah, belum dan tidak ada aksi,” ucapnya.

Menurut Saminto, kemacetan ini harus diperbaiki oleh M. Farhan, ia berharap setidaknya ada perombakan ulang untuk jalan agar tidak terjadi kemacetan. Dirinya juga merasa bahwa Wali Kota kurang responsif terhadap keluhan masyarakat mengenai kemacetan yang terjadi di Bandung.

Di sisi lain, Calya Pratista, mahasiswi yang merantau di Kota Kembang ini, yang sudah tinggal selama satu tahun merasa Bandung memiliki kemacetan yang lebih parah dari kota asalnya, yaitu Malang. Selama satu tahun tinggal di Bandung, Calya merasa Wali Kota Bandung tidak memiliki pergerakan apapun untuk mengurai kemacetan. Hal tersebut dirasakan karena tidak pernah melihat Dishub atau Polisi yang mengurai kemacetan di jalan-jalan Kota Bandung.

Baca Juga: Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Calya merasa Dishub atau Polisi hanya ada pada saat event tertentu, seperti konser atau festival, namun, di kemacetan sehari-hari ia merasa tidak pernah melihat Dishub maupun polisi.

“Kalau dari aku belum menemukan, belum pernah menemukan Dishub di beberapa titik, tapi mungkin pemerintah itu juga memanggil Dishub atau Polisi dihubungi untuk event besar seperti konser, mungkin hanya untuk waktu itu saja, tapi kalau untuk mengatasi kemacetan sehari-hari itu belum ada,” ujarnya.

Mahasiswi tersebut juga menyampaikan bahwa ia memiliki harapan dimana Kota Bandung bisa menjadi tempat nyaman untuk banyak orang, terlebih untuk yang datang dari luar kota. Menurutnya, Bandung adalah kota dengan banyak wisata serta sebuah kota pendidikan, sehingga harus menjadi tempat yang nyaman untuk banyak orang.

Dari segi masyarakat Bandung hingga masyarakat luar Kota Bandung, mereka berharap bahwa orang nomor satu di Bandung, yakni M. Farhan dapat menanggapi kemacetan yang ada di Bandung. Kemacetan ini dirasakan oleh semua orang yang tinggal atau hanya singgah sebentar di Bandung. Keresahan dan Emosi masyarakat ketika terjadi macet di jalan seharusnya menjadi salah satu perhatian oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)