Official Persib Logo
1933
1933

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Senin 25 Mei 2026, 09:07 WIB
Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)

Di era media sosial, keberadaan seseorang sering kali diukur dari jejak digitalnya. Semakin aktif seseorang mengunggah foto, video, atau cerita keseharian, semakin “terlihat” pula dirinya di ruang digital. Namun menariknya, di tengah budaya media sosial yang serba terbuka, muncul fenomena akun Instagram dengan ratusan bahkan ribuan followers dan following, tetapi tanpa satu pun unggahan.

Mereka tetap aktif membuka Instagram setiap hari. Story orang lain dilihat, tren terbaru diikuti, bahkan percakapan di direct message tetap berjalan. Namun ketika membuka profil mereka sendiri, yang terlihat hanyalah foto profil, jumlah pengikut dan yang diikuti, serta ruang feed yang kosong. Fenomena ini dikenal sebagai silent user, yakni pengguna yang hadir di media sosial tetapi memilih tidak banyak menampilkan dirinya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa fungsi media sosial telah mengalami perubahan. Pada masa awal kemunculannya, Instagram lebih banyak digunakan sebagai ruang berbagi momen spontan dalam kehidupan sehari-hari. Orang mengunggah foto makanan, perjalanan, suasana kampus, hingga aktivitas sederhana tanpa terlalu memikirkan estetika. Kini, Instagram tidak hanya digunakan sebagai ruang berbagi, tetapi juga menjadi ruang membangun citra diri di dunia digital. Unggahan tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan juga representasi identitas.

Dalam kajian psikologi sosial, fenomena ini sering disebut sebagai lurking behavior atau perilaku pengguna pasif di media sosial. Penelitian Gong dkk (2015) menyebut bahwa pengguna pasif merupakan bagian besar dari komunitas digital yang aktif mengamati konten, tetapi minim membuat unggahan maupun interaksi publik. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu mendorong orang untuk tampil aktif, tetapi juga melahirkan budaya mengamati secara diam-diam.

Antara Privasi, Tekanan Sosial, dan Kepribadian Introvert

Perubahan budaya media sosial membuat sebagian pengguna merasa perlu lebih berhati-hati sebelum mengunggah sesuatu. Standar estetika, tren digital, dan kekhawatiran terhadap penilaian sosial membuat tidak sedikit orang memilih menjadi silent user. Mereka tetap menggunakan media sosial untuk mencari informasi, mengikuti perkembangan teman, atau menjaga koneksi sosial, tetapi tanpa banyak membagikan kehidupan pribadinya.

Selain faktor sosial, kesadaran terhadap privasi digital juga semakin meningkat. Banyak pengguna mulai memahami bahwa apa pun yang diunggah di internet dapat tersimpan dalam waktu lama dan berpotensi disalahgunakan. Karena itu, sebagian memilih membatasi jejak digital mereka sebagai bentuk perlindungan diri.

Fenomena silent user juga sering dikaitkan dengan kepribadian introvert. Orang introvert umumnya lebih nyaman menjaga ruang personal dan tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Karena itu, sebagian introvert cenderung menggunakan media sosial untuk mengamati dibanding aktif mengunggah kehidupan pribadinya.

Namun, tidak semua silent user adalah introvert. Banyak pengguna yang aktif bersosialisasi di dunia nyata juga memilih tidak aktif mengunggah konten karena mengalami kelelahan media sosial (social media fatigue) atau ingin menjaga kenyamanan pribadi. Penelitian Liu dkk (2024) menunjukkan bahwa kecemasan sosial, tekanan perbandingan sosial, dan kelelahan digital menjadi faktor yang mendorong seseorang lebih memilih menjadi pengamat dibanding pembuat konten di media sosial.

Dampak Positif dan Negatif Fenomena Silent User

Fenomena silent user memiliki sisi positif. Tidak aktif mengunggah konten dapat membantu seseorang menjaga privasi dan mengurangi tekanan sosial akibat tuntutan tampil sempurna di media sosial. Pengguna juga menjadi lebih selektif dalam membagikan informasi pribadi sehingga risiko penyalahgunaan data maupun perundungan digital dapat ditekan. Dalam beberapa kasus, memilih menjadi silent user membantu seseorang menjaga kesehatan mental karena tidak terlalu terobsesi mencari validasi melalui jumlah likes, komentar, atau viewers.

Selain itu, fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran baru bahwa eksistensi tidak selalu harus ditampilkan secara digital. Sebagian orang mulai memandang media sosial hanya sebagai alat komunikasi dan sumber informasi, bukan ukuran utama nilai diri. Sikap tersebut dapat dipahami sebagai bentuk penyesuaian terhadap budaya digital yang semakin terbuka.

Namun di sisi lain, fenomena silent user juga memiliki tantangan tersendiri. Kebiasaan hanya mengamati kehidupan orang lain tanpa aktif berinteraksi dapat membuat hubungan sosial digital menjadi lebih pasif. Pengguna mengetahui banyak hal tentang kehidupan orang lain, tetapi tidak selalu membangun komunikasi yang mendalam.

Fenomena ini juga dapat memperkuat kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Karena lebih sering melihat unggahan terbaik dari pengguna lain, sebagian silent user dapat merasa minder terhadap kehidupannya sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memunculkan kecemasan sosial digital dan rasa tidak percaya diri untuk tampil di ruang publik digital.

Penelitian Hong dkk (2023) menunjukkan bahwa sebagian pengguna media sosial memilih menjadi “tidak terlihat” karena kelelahan menghadapi budaya keterbukaan digital dan tekanan sosial di media sosial. Hal ini memperlihatkan bahwa media sosial modern tidak selalu menjadi ruang ekspresi yang nyaman bagi semua orang.

Pada akhirnya, banyak followers dan following dengan nol postingan bukan sekadar tren digital generasi muda. Fenomena ini mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang eksistensi, privasi, dan interaksi sosial di era internet. Di tengah dunia digital yang semakin ramai oleh unggahan dan pencitraan, diam ternyata menjadi cara lain bagi sebagian orang untuk tetap hadir. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)