Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Senin 25 Mei 2026, 09:07 WIB
Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)

Di era media sosial, keberadaan seseorang sering kali diukur dari jejak digitalnya. Semakin aktif seseorang mengunggah foto, video, atau cerita keseharian, semakin “terlihat” pula dirinya di ruang digital. Namun menariknya, di tengah budaya media sosial yang serba terbuka, muncul fenomena akun Instagram dengan ratusan bahkan ribuan followers dan following, tetapi tanpa satu pun unggahan.

Mereka tetap aktif membuka Instagram setiap hari. Story orang lain dilihat, tren terbaru diikuti, bahkan percakapan di direct message tetap berjalan. Namun ketika membuka profil mereka sendiri, yang terlihat hanyalah foto profil, jumlah pengikut dan yang diikuti, serta ruang feed yang kosong. Fenomena ini dikenal sebagai silent user, yakni pengguna yang hadir di media sosial tetapi memilih tidak banyak menampilkan dirinya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa fungsi media sosial telah mengalami perubahan. Pada masa awal kemunculannya, Instagram lebih banyak digunakan sebagai ruang berbagi momen spontan dalam kehidupan sehari-hari. Orang mengunggah foto makanan, perjalanan, suasana kampus, hingga aktivitas sederhana tanpa terlalu memikirkan estetika. Kini, Instagram tidak hanya digunakan sebagai ruang berbagi, tetapi juga menjadi ruang membangun citra diri di dunia digital. Unggahan tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan juga representasi identitas.

Dalam kajian psikologi sosial, fenomena ini sering disebut sebagai lurking behavior atau perilaku pengguna pasif di media sosial. Penelitian Gong dkk (2015) menyebut bahwa pengguna pasif merupakan bagian besar dari komunitas digital yang aktif mengamati konten, tetapi minim membuat unggahan maupun interaksi publik. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu mendorong orang untuk tampil aktif, tetapi juga melahirkan budaya mengamati secara diam-diam.

Antara Privasi, Tekanan Sosial, dan Kepribadian Introvert

Perubahan budaya media sosial membuat sebagian pengguna merasa perlu lebih berhati-hati sebelum mengunggah sesuatu. Standar estetika, tren digital, dan kekhawatiran terhadap penilaian sosial membuat tidak sedikit orang memilih menjadi silent user. Mereka tetap menggunakan media sosial untuk mencari informasi, mengikuti perkembangan teman, atau menjaga koneksi sosial, tetapi tanpa banyak membagikan kehidupan pribadinya.

Selain faktor sosial, kesadaran terhadap privasi digital juga semakin meningkat. Banyak pengguna mulai memahami bahwa apa pun yang diunggah di internet dapat tersimpan dalam waktu lama dan berpotensi disalahgunakan. Karena itu, sebagian memilih membatasi jejak digital mereka sebagai bentuk perlindungan diri.

Fenomena silent user juga sering dikaitkan dengan kepribadian introvert. Orang introvert umumnya lebih nyaman menjaga ruang personal dan tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian. Karena itu, sebagian introvert cenderung menggunakan media sosial untuk mengamati dibanding aktif mengunggah kehidupan pribadinya.

Namun, tidak semua silent user adalah introvert. Banyak pengguna yang aktif bersosialisasi di dunia nyata juga memilih tidak aktif mengunggah konten karena mengalami kelelahan media sosial (social media fatigue) atau ingin menjaga kenyamanan pribadi. Penelitian Liu dkk (2024) menunjukkan bahwa kecemasan sosial, tekanan perbandingan sosial, dan kelelahan digital menjadi faktor yang mendorong seseorang lebih memilih menjadi pengamat dibanding pembuat konten di media sosial.

Dampak Positif dan Negatif Fenomena Silent User

Fenomena silent user memiliki sisi positif. Tidak aktif mengunggah konten dapat membantu seseorang menjaga privasi dan mengurangi tekanan sosial akibat tuntutan tampil sempurna di media sosial. Pengguna juga menjadi lebih selektif dalam membagikan informasi pribadi sehingga risiko penyalahgunaan data maupun perundungan digital dapat ditekan. Dalam beberapa kasus, memilih menjadi silent user membantu seseorang menjaga kesehatan mental karena tidak terlalu terobsesi mencari validasi melalui jumlah likes, komentar, atau viewers.

Selain itu, fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran baru bahwa eksistensi tidak selalu harus ditampilkan secara digital. Sebagian orang mulai memandang media sosial hanya sebagai alat komunikasi dan sumber informasi, bukan ukuran utama nilai diri. Sikap tersebut dapat dipahami sebagai bentuk penyesuaian terhadap budaya digital yang semakin terbuka.

Namun di sisi lain, fenomena silent user juga memiliki tantangan tersendiri. Kebiasaan hanya mengamati kehidupan orang lain tanpa aktif berinteraksi dapat membuat hubungan sosial digital menjadi lebih pasif. Pengguna mengetahui banyak hal tentang kehidupan orang lain, tetapi tidak selalu membangun komunikasi yang mendalam.

Fenomena ini juga dapat memperkuat kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Karena lebih sering melihat unggahan terbaik dari pengguna lain, sebagian silent user dapat merasa minder terhadap kehidupannya sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memunculkan kecemasan sosial digital dan rasa tidak percaya diri untuk tampil di ruang publik digital.

Penelitian Hong dkk (2023) menunjukkan bahwa sebagian pengguna media sosial memilih menjadi “tidak terlihat” karena kelelahan menghadapi budaya keterbukaan digital dan tekanan sosial di media sosial. Hal ini memperlihatkan bahwa media sosial modern tidak selalu menjadi ruang ekspresi yang nyaman bagi semua orang.

Pada akhirnya, banyak followers dan following dengan nol postingan bukan sekadar tren digital generasi muda. Fenomena ini mencerminkan perubahan cara masyarakat memandang eksistensi, privasi, dan interaksi sosial di era internet. Di tengah dunia digital yang semakin ramai oleh unggahan dan pencitraan, diam ternyata menjadi cara lain bagi sebagian orang untuk tetap hadir. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)