Piala Dunia 1986 Digelar Bersamaan dengan Bulan Ramadan

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Halaman muka surat kabar terbitan Bandung, Gala dan Mandala yang menyoroti perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Halaman muka surat kabar terbitan Bandung, Gala dan Mandala yang menyoroti perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ada satu kenangan yang selalu muncul bila membicarakan Piala Dunia di era 1980-an, perhelatan sepakbola yang cukup fenomenal dan tak mungkin terlupakan hingga kini. 

Bagi sebagian penggemar sepak bola di Indonesia, terutama di Bandung dan Jawa Barat, Ramadan tahun 1986 memiliki cerita tersendiri. Saat itu, dunia sedang larut dalam euforia FIFA World Cup '86 yang digelar di Meksiko. Turnamen akbar tersebut berlangsung berbarengan dengan bulan suci Ramadan.

Bagi para pemain muslim, situasi ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Mereka harus menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi sambil tetap menunaikan kewajiban berpuasa.

Namun bukan hanya para pemain yang merasakan atmosfer itu. Para penggemar sepak bola di Indonesia pun menikmati Piala Dunia dengan cara yang khas. Jadwal pertandingan yang berlangsung di benua Amerika membuat banyak laga disiarkan pada dini hari waktu Indonesia. Tak jarang, pertandingan justru dinikmati sambil menunggu sahur.

Pada masa ketika televisi belum menyiarkan semua pertandingan secara langsung. Karena saat itu belum ada siaran tv swasta, hanya ada satu stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI.  Ketika itu koran menjadi sumber utama untuk mengikuti perkembangan turnamen. Di Bandung, dua surat kabar populer saat itu yaitu Berita Harian Gala dan Harian Umum Mandala, menjadi rujukan para pencinta sepak bola untuk mengetahui kabar terbaru dari Meksiko.

Gala dan Liputan Piala Dunia Tiga Halaman Penuh

Berita Harian Gala edisi tanggal 5 Juni 1986, yang terbit bertepatan dengan 27 Ramadan 1406 Hijriah, memberikan porsi besar bagi liputan Piala Dunia. Hampir tiga halaman penuh diisi berita, analisis, serta berbagai catatan menarik dari turnamen tersebut.

Besarnya ruang yang diberikan menunjukkan betapa pentingnya Piala Dunia bagi pembaca Gala, khususnya warga Bandung dan Jawa Barat.  Padahal, surat kabar ini selama ini dikenal luas oleh pembaca lewat berita kriminal dan hukum yang menjadi ciri khasnya.

Untuk memperkaya liputan internasionalnya, Gala bahkan menghadirkan laporan dari Amerika Serikat. Tulisan tersebut dikirim oleh Yales Wildani, kontributor Gala yang bermukim di San Francisco.

Melalui laporannya, pembaca di Indonesia seakan diajak mengikuti atmosfer turnamen dari dekat. Ia menuliskan perkembangan pertandingan, suasana kota tuan rumah di Meksiko, hingga berbagai cerita menarik yang terjadi di balik layar kompetisi.

Salah satu berita utama pada halaman olahraga Gala menyoroti pertandingan antara Uruguay melawan Jerman Barat. Pertemuan dua mantan juara dunia itu digambarkan sebagai “tanding maut”, karena keduanya memiliki tradisi panjang dalam sejarah sepak bola.

Selain laporan pertandingan, Gala juga menghadirkan analisis kekuatan tim. Salah satu tulisan menyoroti kedalaman skuad Jerman Barat yang dipenuhi pemain berpengalaman dengan reputasi internasional.

Nama yang paling sering muncul dalam liputan tersebut tentu saja Diego Maradona, bintang Argentina yang sejak awal turnamen sudah disebut-sebut sebagai pemain paling berbahaya.

Prediksi itu kemudian terbukti. Maradona tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi tokoh utama yang mengantarkan Argentina menuju gelar juara dunia.

Penulis memegang Harian Mandala edisi 13 Juni 1986 yang terbit bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1406 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis memegang Harian Mandala edisi 13 Juni 1986 yang terbit bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1406 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Serba-serbi Piala Dunia dan Tebak Skor

Halaman olahraga Gala tidak hanya berisi laporan pertandingan. Redaksi juga menghadirkan rubrik ringan bertajuk Serba-serbi Piala Dunia, yang memuat berbagai cerita unik seputar pemain, suasana kota tuan rumah, hingga kejadian-kejadian menarik di dalam dan di luar stadion.

Selain itu, ada pula rubrik interaktif Tebak Skor Berhadiah yang disponsori oleh Porkas Perwakilan Jawa Barat. Rubrik ini mengajak pembaca menebak hasil pertandingan tertentu dengan hadiah bagi mereka yang berhasil menebak skor secara tepat.

Bagi pembaca di Bandung dan sekitarnya, rubrik semacam ini menjadi bagian dari keseruan mengikuti Piala Dunia. Setiap edisi koran tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga menghadirkan keterlibatan pembaca dalam euforia turnamen.

Mandala dan Peta Persaingan di Babak Penyisihan

Sementara itu, Harian Umum Mandala juga tidak ketinggalan mengikuti perkembangan turnamen. Dalam edisi 13 Juni 1986, Mandala menurunkan laporan mengenai klasemen sementara dari berbagai grup di Piala Dunia.

Dari laporan tersebut terlihat gambaran awal peta persaingan.

Di Grup A, Argentina tampil cukup meyakinkan dengan memimpin klasemen setelah meraih lima poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul atas Italia yang berada di posisi kedua, sementara Bulgaria dan Korea Selatan menempati dua posisi terbawah.

Di Grup B, tuan rumah Meksiko tampil solid dan memimpin klasemen dengan lima poin. Paraguay berada di posisi kedua dengan empat poin, sedangkan Belgia masih memiliki peluang lolos. Irak menjadi satu-satunya tim yang belum meraih angka.

Di Grup C, dua kekuatan Eropa, Uni Soviet dan Prancis, tampil dominan. Keduanya sama-sama mengoleksi lima poin, meskipun Uni Soviet unggul dalam selisih gol.

Dominasi lain terlihat di Grup D, ketika Brasil menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Tim Amerika Selatan itu mengoleksi enam poin dengan selisih gol 5–0.

Di Grup E, Denmark memimpin klasemen sementara dengan empat poin, diikuti Jerman Barat. Sementara di Grup F, kejutan datang dari Maroko yang tampil impresif dan memimpin klasemen, mengungguli Inggris dan Polandia.

Halaman khusus liputan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Halaman khusus liputan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Turnamen yang Melahirkan Legenda

Seiring berjalannya waktu, 1986 FIFA World Cup memang dikenang sebagai salah satu turnamen paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Turnamen yang diikuti 24 negara itu menghadirkan banyak pertandingan menarik serta momen yang kemudian menjadi legenda.

Salah satu yang paling diingat tentu saja penampilan luar biasa Diego Maradona, terutama ketika Argentina menghadapi Inggris di babak perempat final.

Pada akhirnya, Argentina keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3–2 di partai final.

Baca Juga: Belanja atau Investasi? Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bagi pembaca di Bandung pada masa itu, kisah-kisah besar dari Meksiko tidak hanya hadir melalui siaran radio atau televisi yang terbatas. Banyak di antaranya justru mengikuti perkembangan turnamen melalui halaman-halaman koran yang terbit setiap pagi.

Di situlah Gala dan Mandala memainkan perannya, menjadi jendela yang menghubungkan para pencinta sepak bola di Jawa Barat dengan panggung sepak bola dunia yang berlangsung ribuan kilometer jauhnya.

Dan bagi mereka yang pernah mengalaminya, kenangan membaca kabar Piala Dunia di koran saat Ramadan 1986 mungkin tetap tinggal sebagai nostalgia yang sulit dilupakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)