Piala Dunia 1986 Digelar Bersamaan dengan Bulan Ramadan

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Selasa 10 Mar 2026, 17:45 WIB
Halaman muka surat kabar terbitan Bandung, Gala dan Mandala yang menyoroti perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Halaman muka surat kabar terbitan Bandung, Gala dan Mandala yang menyoroti perhelatan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ada satu kenangan yang selalu muncul bila membicarakan Piala Dunia di era 1980-an, perhelatan sepakbola yang cukup fenomenal dan tak mungkin terlupakan hingga kini. 

Bagi sebagian penggemar sepak bola di Indonesia, terutama di Bandung dan Jawa Barat, Ramadan tahun 1986 memiliki cerita tersendiri. Saat itu, dunia sedang larut dalam euforia FIFA World Cup '86 yang digelar di Meksiko. Turnamen akbar tersebut berlangsung berbarengan dengan bulan suci Ramadan.

Bagi para pemain muslim, situasi ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Mereka harus menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi sambil tetap menunaikan kewajiban berpuasa.

Namun bukan hanya para pemain yang merasakan atmosfer itu. Para penggemar sepak bola di Indonesia pun menikmati Piala Dunia dengan cara yang khas. Jadwal pertandingan yang berlangsung di benua Amerika membuat banyak laga disiarkan pada dini hari waktu Indonesia. Tak jarang, pertandingan justru dinikmati sambil menunggu sahur.

Pada masa ketika televisi belum menyiarkan semua pertandingan secara langsung. Karena saat itu belum ada siaran tv swasta, hanya ada satu stasiun televisi milik pemerintah yaitu TVRI.  Ketika itu koran menjadi sumber utama untuk mengikuti perkembangan turnamen. Di Bandung, dua surat kabar populer saat itu yaitu Berita Harian Gala dan Harian Umum Mandala, menjadi rujukan para pencinta sepak bola untuk mengetahui kabar terbaru dari Meksiko.

Gala dan Liputan Piala Dunia Tiga Halaman Penuh

Berita Harian Gala edisi tanggal 5 Juni 1986, yang terbit bertepatan dengan 27 Ramadan 1406 Hijriah, memberikan porsi besar bagi liputan Piala Dunia. Hampir tiga halaman penuh diisi berita, analisis, serta berbagai catatan menarik dari turnamen tersebut.

Besarnya ruang yang diberikan menunjukkan betapa pentingnya Piala Dunia bagi pembaca Gala, khususnya warga Bandung dan Jawa Barat.  Padahal, surat kabar ini selama ini dikenal luas oleh pembaca lewat berita kriminal dan hukum yang menjadi ciri khasnya.

Untuk memperkaya liputan internasionalnya, Gala bahkan menghadirkan laporan dari Amerika Serikat. Tulisan tersebut dikirim oleh Yales Wildani, kontributor Gala yang bermukim di San Francisco.

Melalui laporannya, pembaca di Indonesia seakan diajak mengikuti atmosfer turnamen dari dekat. Ia menuliskan perkembangan pertandingan, suasana kota tuan rumah di Meksiko, hingga berbagai cerita menarik yang terjadi di balik layar kompetisi.

Salah satu berita utama pada halaman olahraga Gala menyoroti pertandingan antara Uruguay melawan Jerman Barat. Pertemuan dua mantan juara dunia itu digambarkan sebagai “tanding maut”, karena keduanya memiliki tradisi panjang dalam sejarah sepak bola.

Selain laporan pertandingan, Gala juga menghadirkan analisis kekuatan tim. Salah satu tulisan menyoroti kedalaman skuad Jerman Barat yang dipenuhi pemain berpengalaman dengan reputasi internasional.

Nama yang paling sering muncul dalam liputan tersebut tentu saja Diego Maradona, bintang Argentina yang sejak awal turnamen sudah disebut-sebut sebagai pemain paling berbahaya.

Prediksi itu kemudian terbukti. Maradona tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi tokoh utama yang mengantarkan Argentina menuju gelar juara dunia.

Penulis memegang Harian Mandala edisi 13 Juni 1986 yang terbit bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1406 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis memegang Harian Mandala edisi 13 Juni 1986 yang terbit bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1406 Hijriah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Serba-serbi Piala Dunia dan Tebak Skor

Halaman olahraga Gala tidak hanya berisi laporan pertandingan. Redaksi juga menghadirkan rubrik ringan bertajuk Serba-serbi Piala Dunia, yang memuat berbagai cerita unik seputar pemain, suasana kota tuan rumah, hingga kejadian-kejadian menarik di dalam dan di luar stadion.

Selain itu, ada pula rubrik interaktif Tebak Skor Berhadiah yang disponsori oleh Porkas Perwakilan Jawa Barat. Rubrik ini mengajak pembaca menebak hasil pertandingan tertentu dengan hadiah bagi mereka yang berhasil menebak skor secara tepat.

Bagi pembaca di Bandung dan sekitarnya, rubrik semacam ini menjadi bagian dari keseruan mengikuti Piala Dunia. Setiap edisi koran tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga menghadirkan keterlibatan pembaca dalam euforia turnamen.

Mandala dan Peta Persaingan di Babak Penyisihan

Sementara itu, Harian Umum Mandala juga tidak ketinggalan mengikuti perkembangan turnamen. Dalam edisi 13 Juni 1986, Mandala menurunkan laporan mengenai klasemen sementara dari berbagai grup di Piala Dunia.

Dari laporan tersebut terlihat gambaran awal peta persaingan.

Di Grup A, Argentina tampil cukup meyakinkan dengan memimpin klasemen setelah meraih lima poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul atas Italia yang berada di posisi kedua, sementara Bulgaria dan Korea Selatan menempati dua posisi terbawah.

Di Grup B, tuan rumah Meksiko tampil solid dan memimpin klasemen dengan lima poin. Paraguay berada di posisi kedua dengan empat poin, sedangkan Belgia masih memiliki peluang lolos. Irak menjadi satu-satunya tim yang belum meraih angka.

Di Grup C, dua kekuatan Eropa, Uni Soviet dan Prancis, tampil dominan. Keduanya sama-sama mengoleksi lima poin, meskipun Uni Soviet unggul dalam selisih gol.

Dominasi lain terlihat di Grup D, ketika Brasil menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Tim Amerika Selatan itu mengoleksi enam poin dengan selisih gol 5–0.

Di Grup E, Denmark memimpin klasemen sementara dengan empat poin, diikuti Jerman Barat. Sementara di Grup F, kejutan datang dari Maroko yang tampil impresif dan memimpin klasemen, mengungguli Inggris dan Polandia.

Halaman khusus liputan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Halaman khusus liputan Piala Dunia 1986 di Meksiko. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Turnamen yang Melahirkan Legenda

Seiring berjalannya waktu, 1986 FIFA World Cup memang dikenang sebagai salah satu turnamen paling dramatis dalam sejarah sepak bola. Turnamen yang diikuti 24 negara itu menghadirkan banyak pertandingan menarik serta momen yang kemudian menjadi legenda.

Salah satu yang paling diingat tentu saja penampilan luar biasa Diego Maradona, terutama ketika Argentina menghadapi Inggris di babak perempat final.

Pada akhirnya, Argentina keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3–2 di partai final.

Baca Juga: Belanja atau Investasi? Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bagi pembaca di Bandung pada masa itu, kisah-kisah besar dari Meksiko tidak hanya hadir melalui siaran radio atau televisi yang terbatas. Banyak di antaranya justru mengikuti perkembangan turnamen melalui halaman-halaman koran yang terbit setiap pagi.

Di situlah Gala dan Mandala memainkan perannya, menjadi jendela yang menghubungkan para pencinta sepak bola di Jawa Barat dengan panggung sepak bola dunia yang berlangsung ribuan kilometer jauhnya.

Dan bagi mereka yang pernah mengalaminya, kenangan membaca kabar Piala Dunia di koran saat Ramadan 1986 mungkin tetap tinggal sebagai nostalgia yang sulit dilupakan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 27 Apr 2026, 16:22

Wisata Curug Cipanas Lembang dan Daya Tariknya, dari Kolam Hangat hingga Camping

Curug Cipanas Lembang menawarkan air terjun hangat alami dengan kolam berundak, cocok untuk relaksasi di udara sejuk pegunungan.

Curug Cipanas Nagrak, Lembang. (Sumber: Ayonetizen | Foto: Muhamad Faisal Ramadhan)
Bandung 27 Apr 2026, 16:21

Strategi Batik Kina Menembus Pasar Global, Inovasi Motif Heritage Tanpa Merusak Ekosistem

Batik Kina bukan sekadar bisnis UMKM biasa, melainkan sebuah gerakan inovasi yang mengawinkan kelestarian lingkungan dengan kemajuan teknologi tekstil.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 27 Apr 2026, 15:38

Menghidupkan Heritage Commodity, Cara Rakha Wahyu Menyelamatkan Sejarah Pohon Kina Lewat Sehelai Kain Batik

Jawa Barat, khususnya Bandung, pernah menjadi pusat Kina dunia sejak 1845, namun seiring waktu, kejayaan itu luntur dan pohonnya kian langka.

Rakha Wahyu, pendiri dan pencipta Batik Kina melihat bahwa pohon Kina bukan sekadar komoditas, melainkan identitas yang harus dipatenkan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Komunitas 27 Apr 2026, 15:27

Lari Malam di Kiara Artha Park Kian Ramai, DuduluRun Ajak Anak Muda Hidup Sehat

Komunitas DuduluRun meramaikan Kiara Artha Park dengan lari malam. Bukan sekadar olahraga, aktivitas ini jadi cara anak muda menjaga kesehatan fisik, mental, dan konsistensi hidup.

Bahrul Husaeni mendirikan DuduluRun sebagai wadah untuk memantau progres kesehatan dan perkembangan setiap pelari secara bertahap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 13:22

Gedung Sate Rapi di Depan, Kacau di Belakang?

Selama pembangunan berfokus pada yang tampak di depan, Bandung belum benar-benar berubah.

Spanduk dari Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat dipasang di pagar Gedung Sate, Senin 21 Juli 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ikon 27 Apr 2026, 12:08

Sejarah Waduk Jatigede Sumedang, Proyek Warisan Kolonial yang Tenggelamkan 28 Desa

Dirancang sejak kolonial, Waduk Jatigede baru terwujud pada 2015, membawa manfaat besar sekaligus memicu relokasi warga dan hilangnya warisan budaya

Waduk Jatigede, Sumedang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 11:31

Wisata Rasa di Bumi Pasundan: Strategi Mengangkat Kuliner Lokal ke Panggung Gastronomi Dunia

Buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan (2025), sebuah karya kolaboratif dari Kementerian Pariwisata.

buku pola perjalanan gastronomi "Wisata Rasa di Bumi Pasundan". (Sumber: kemenpar.go.id)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 09:40

Bandung Milestone Merawat Ingatan Asia Afrika dari Jantung Kota

Delapan dekade setelah gaung Konferensi Asia Afrika menggema dari jantung Bandung.

Walikota Muhammad Farhan mengamati koleksi buku yang dipamerkan dalam Bandung Milestone, yang menampilkan jejak sejarah dan semangat Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 27 Apr 2026, 08:49

Ambisi Transisi Energi Belum Menyentuh Akar Masalah, Warga Sekitar PLTU Tetap Menanggung Beban Lingkungan

Warga sekitar PLTU masih menanggung dampak lingkungan dan sosial, sementara kebijakan transisi energi dinilai belum menyentuh perlindungan dan keadilan di tingkat tapak.

Suasana diskusi “Transisi Energi Berkeadilan: Peluang, Tantangan, dan Strategi Implementasi Multi Pihak” di Kota Bandung, Minggu (26/4), yang mempertemukan warga, pemerintah, dan pakar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 27 Apr 2026, 08:00

Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis

Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.

Aa Akil anak kedua dan Kakang anak ketiga asyik membaca buku, Ahad (26/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Linimasa 26 Apr 2026, 20:21

Melawan Lupa Sesar Lembang Lewat Festival Ngabandungan Bandung

Festival Ngabandungan Bandung hadirkan edukasi mitigasi Sesar Lembang lewat seni imersif dan pendekatan budaya.

Festival Ngabandungan Bandung di Balaikota Bandung, Minggu, 26 April 2026. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 18:52

Pemain Persib Asal Luar Kota Bandung Tahun 1980-an

Para pendatang yang kemudian menjadi pemain Persib karena memiliki kebanggaan menjadi pemain Persib Bandung

Persib Piala Soeratin 1980 diperkuat Ade Mulyono, Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Wawan Hermawan(kiper), Wawan Karnawan, dll. (Sumber: Facebook | Foto: Planet Bola)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 16:36

Jika Masuknya Curang, Jangan Harap Ilmunya Jujur

UTBK yang seharusnya menjadi tolak ukur kemampuan, justru berubah menjadi ruang yang menunjukkan bahwa ambisi untuk “lolos”, sering kali lebih diutamakan daripada kejujuran dalam prosesnya.

Ruang ujian bukan hanya soal soal dan jawaban, tapi juga tentang sejauh mana integritas diuji. (Sumber: UPN VETERAN JAWA TIMUR | Foto: UPN HUMAS)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 14:43

Masa Depan Transportasi Udara, Teknologi Pesawat Listrik Unjuk Gigi di Forum MVPN dan UBSI Sukabumi

Pembahasan pesawat listrik AAM di UBSI Sukabumi jadi sorotan, dinilai berpotensi jadi solusi transportasi masa depan untuk konektivitas dan logistik di Indonesia.

Alessandro Arraniry Pritajaya (kiri) usai menerima sertifikat dalam Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 di UBSI Sukabumi.
Wisata & Kuliner 26 Apr 2026, 13:58

7 Jajanan Kue Tradisional yang Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kue tradisional seperti putu, pancong, surabi, hingga ketan bakar yang paling nikmat disantap saat cuaca dingin.

Pisang goreng. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 13:03

Sudut Kecil ala Jepang ‘Haha Kohi’ di Bandung

Haha Kohi beroperasi mulai jam 8 pagi sampai 6 sore, jadi kamu bisa menyesuaikan jadwal datang sesuai selera dan kebutuhan.

Cafe ala Jepang cocok untuk nongkrong bersama teman, atau pasangan, spot foto yang aestetik dan instragramable. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Arini Nabila Ramadhani)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 12:00

Urbanisasi Humanis ala Shenzhen

Best pactice pengelolaan urbanisasi ala Shenzhen, China yang berhasil menjadikan pendatang sebagai aset, bukan sebagai beban

Shenzhen, China. (Sumber: wikimedia.org)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 10:49

Bandung Tahun 80-an: Saat Angkot dan DAMRI Jadi Cerita

Dulu, perjalanan bukan sekadar berpindah  tempat. Ia adalah ruang perjumpaan dengan teman, dengan orang asing, bahkan dengan diri sendiri.

Ilustrasi angkutan kota dan bus DAMRI di tahun 80-an. (Sumber: Ilustrasi gambar hasil dari AI)
Ayo Netizen 26 Apr 2026, 09:34

Bosscha Lembang dan Jejak Astronomi Indonesia

Bosscha Observatory Lembang, sebagai ruang ilmu pengetahuan dan penelitian astronomi.

Di tengah wisata Lembang, Bosscha Observatory hadir sebagai ruang ilmu pengetahuan. (Sumber: Institut Teknologi Bandung (ITB))
Beranda 25 Apr 2026, 18:58

Merawat Ingatan di Tanah Pasundan, Alasan Warga Tetap Tegak dalam Aksi Kamisan Bandung

12 tahun konsisten, Aksi Kamisan Bandung tetap jadi ruang bagi warga untuk merawat ingatan kolektif dan menyuarakan ketidakadilan lewat payung hitam yang tak pernah lelah membentang.

Memasuki tahun ke-12, Aksi Kamisan Bandung terus menjaga konsisten menyampaikan aspirasi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Ahmad Nazar)