Nostalgia Kaulinan Urang Sunda Zaman Baheula

6 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa mengikuti kegiatan permainan tradisional di SDN 164 Karangpawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis 5 Desember 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Jauh sebelum alat komunikasi hadir secara masif di masyarakat, dunia anak-anak hanya dipenuhi oleh dua hal yaitu sekolah dan bermain. Pagi sekitar pukul 05.00 anak-anak dibangunkan oleh orang tuanya untuk mandi dan shalat bagi mereka yang beragama muslim.

Drama yang tercipta antara ibu dan anak selalu memekikan telinga bagi para penghuni rumah lainnya. Satu sisi sang anak enggan bangun karena mata masih mengantuk setelah letih bermain seharian. Sementara sang ibu mengamuk karena permintaannya tak kunjung digubris oleh sang anak. Sebuah kehangatan yang terjadi pada sebagian besar rumah orang-orang pada masa itu.

Bagi sebagian rumah yang memiliki televisi, menonton adalah kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh anak-anak yang sudah selesai mandi dan mengenakan seragam. Sambil menunggu nasi goreng atau telur orak-arik yang dibuat oleh ibu.

Sementara bagi mereka yang tidak memiliki televisi hiburannya adalah membaca majalah bobo atau rubik percil dalam koran Pikiran Rakyat edisi hari minggu atau sesekali mengecek pr yang diberikan oleh sekolah.

Sesampainya di sekolah anak-anak akan menemui aneka jajanan mulai dari martabak telur yang dijual Rp.500, gorengan yang dipotong menggunakan gunting lalu disiram bumbu kacang dan campuran kecap, aneka minuman sachet jadul berupa finto, sprata dan kola-kola yang tersaji di wadah mirip dengan kaca akuarium ikan dan makanan jadul serupa lainnya.

Tak hanya makanan, saat itu para pedagang ada yang berjualan gambar yang sudah diprint lalu dijual satu lembar seharga Rp.500. Anak-anak yang membeli cukup mewarnai secara rapih yang kemudian akan dinilai oleh pedagang tersebut.

Nilai yang diberikan mengacu pada standar kerapihan mewarnai, kecocokan warna pada setiap objek yang ada dalam gambar dan kreativitas dari anak-anak tersebut. Nilai yang diberikan pedagang juga beragam mulai dari 60 hingga 90.

Beberapa anak yang berhasil melampaui standar pedagang akan diberikan hadiah yang beragam, mulai dari pensil, penghapus, spidol, pensil warna, tempat pensil dan beberapa hadiah lainnya yang membahagiakan bagi ukuran anak sekolah dasar.

Selanjutnya setelah pulang sekolah perdebatan kembali datang dari ibu dan anak perihal makan dan jam tidur siang. Tapi anak-anak tetap pergi dengan temannya, berkumpul bersama di lapangan bola atau pelataran komplek sebelah. Permaianan yang dilakukan sangat beragam tergantung dengan daerah masing-masing.

Permainan Tradisional Sondah. (Sumber: Wikimedia Commons/Irhanz)
Permainan Tradisional Sondah. (Sumber: Wikimedia Commons/Irhanz)

Pertama, Sondah merupakan permainan yang diawali dengan membuat petak-petak pada jalan menggunakan kapur tulis.

Petak tersebut berbentuk kotak berderet sekitar 7-9 tergantung yang telah disepakati. Pemain membutuhkan alat yang dilemparkan ke setiap kotak yang sudah dibuat, biasanya terbuat dari potongan plafon/ eternit yang sudah dibuang oleh pemiliknya.

Setelah itu pemain harus melompati arena dengan menggunakan satu kaki sementara kaki sebelahnya ditekuk ke arah belakang. Aturannya pemain tidak boleh menginjak kotak yang sudah dipilih oleh orang lain. Kemudian pemenang adalah mereka yang memiliki kotak paling banyak dibandingkan dengan pemain lainnya.

Permainan Tradisional Boy-boyan (Sumber: Instagram |@badrian_desain)
Permainan Tradisional Boy-boyan (Sumber: Instagram |@badrian_desain)

Kedua, Boy-boyan adalah permainan yang diawali dengan menumpuk sejumlah potongan keramik dalam lingkaran yang sudah diberi garis oleh kapur.

Satu tim bertugas untuk meruntuhkan tumpukan keramik dengan bola kasti sementara tim lainnya berusaha menyusun kembali tumpukan itu sambil berjaga dan menghindari lemparan bola dari tim yang lain.

Satu tim yang terkena lemparan bola maka ia akan diberhentikan dalam permainan. Sementara tim yang sudah berhasil menyusun keramik menjadi sebuah tumpukan akan mengatakan "boy".

Permainan Tradisional Endog-endogan (Sumber: Instagram | @disbudpar.bdg)
Permainan Tradisional Endog-endogan (Sumber: Instagram | @disbudpar.bdg)

Ketiga, Endog-endogan adalah permainan dalam bahasa Sunda yang berarti telur. Permainannya cukup sederhana dan tidak membutuhkan alat cukup menggunakan tangan saja. Caranya adalah beberapa pemain menumpuk kepalan tangan secara bersamaan sambil menyanyikan sebuah lagu.

Endog-endogan peupeus hiji pre.

Endog-endogan peupeus hiji pre.

Goleang-goleang (sambil memutar semua tangan)

Mata sapi buleneng.

Wleee (sambil menjulurkan lidah dan tertawa terbahak).

Permainan Tradsional Congklak (Sumber: Instagram | @eyenounn)
Permainan Tradsional Congklak (Sumber: Instagram | @eyenounn)

Keempat, Congklak merupakan permainan yang menggunakan alat berbentuk papan yang terbuat dari plastik atau kayu. Permainan ini cukup dilakukan oleh dua orang.

Papan dengan 14 lubang terdiri dari masing-masing pemain yang mendapat 7 lubang dan setiap lubang berisi 7 buah yang terbuat dari biji plastik, biji sawo, klengkeng atau biji yang terbuat dari bahan mirip dengan rumah keong.

Setiap pemain harus mencari strategi untuk memenangkan permainan dengan cara mengumpulkan biji paling banyak dari lawan. Setiap biji akan terus berjalan sampai mati dan terhenti dilubang yang kosong. Ketika mati maka lawan melanjutkan permainan dengan strategi yang berbeda sampai menang.

Permainan Tradisional Sapintrong/ Lompat Tali (Sumber: Instagram | @bumimerah.id)
Permainan Tradisional Sapintrong/ Lompat Tali (Sumber: Instagram | @bumimerah.id)

Kelima, Sapintrong atau lompat tali yang telah dianyam dari sekumpulan karet gelang merupakan alat yang digunakan dalam permainan ini.

Dalam sapintrong jumlah pemain cukup beragam tergantung dengan situasi dan kondisi tapi seminimal mungkin harus terdiri dari tiga orang. Hompimpa menjadi penentu urutan dalam sebuah permainan. Orang pertama berhak bermain terlebih dahulu sementara dua orang lainnya menunggu giliran sambil menjadi penjaga yang menggerakan kedua sisi dari karet gelang yang sudah dibentangkan.

Permainan dimulai dari level paling rendah yaitu melompati karet gelang yang dibentangkan dari sependek tumit kaki. Jika berhasil pemain harus melewati tahap karet gelang dari ukuran betis, paha, pinggang, dada, telinga, kepala hingga di atas kepala. Pemain yang berhasil melewati titik akhir akan dikatakan merdeka.

Kemudian melanjutkan beberapa gerakan saat berada dalam ayunan karet yang diputar dan berhasil melewati tantangan tanpa tersandung bagian bawah karet gelang.

Baca Juga: Mengemas Budaya Tradisional lewat Makanan dengan Konsep Modern

Menurut saya semua permainan jadul tersebut memiliki filosofi, manfaat untuk sensorik dan motorik juga membantu anak-anak dalam meningkatkan strategi dan jiwa kompetisi. Tidak dapat dipungkiri perkembangan zaman tentu ikut menggerus keberadaan permainan yang mengambil nilai-nilai kearifan lokal. Berganti dengan sejumlah permainan yang bisa didownload dalam smartphone.

Kedua permainan baik secara tradisional maupun modern sebetulnya sama-sama bisa meningkatkan daya pikir melalui strategi juga meningkatkan jiwa kompetisi. Hanya saja dalam permainan tradisional banyak kegiatan yang bisa merangsang daya sensorik dan motorik pada anak yang baik untuk tumbuh kembang anak-anak di masa depan.

Misalnya dalam permainan boy-boyan banyak terjadi interaksi yang berhubungan dengan sentuhan bola yang dilemparkan lawan kepada penjaga. Pada permainan endog-endogan sejumlah pemain terlibat langsung sentuhan dengan kulit pemain.

Kemudian pada permainan congklak, tangan anak akan belajar motorik halus dari biji congklak dan mengenali berbagai jenis tekstur dalam permainan. Sementara permainan sondah dan sapintrong mengajarkan anak untuk melatih motorik kasar dengan cara menjaga keseimbangan, melompat, berjalan di garis dan berlari.

Sementara pada permainan modern banyak dampak yang kurang baik bagi anak-anak terlebih jika anak tersebut kecanduan dan tidak bisa lepas dari penggunaan smartphone. Misalnya saja bisa terjadi kelelahan pada mata dan berakibat buruk pada kondisi minus. Meningkatkan tingkat stres jika permainan yang bersangkutan tak kunjung menang. Kurangnya interaksi sosial dengan manusia lainnya yang bisa menimbulkan keterlambatan berbicara.

Di zaman modern ini bagi saya tidak ada salahnya jika mengembalikan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal dalam permainan anak. Selain anak bisa mengenal budayanya sendiri, anak-anak juga bisa belajar nilai sosial dan filosofi dari setiap permainan yang melibatkan mereka.

Tulisan ini bukan bermaksud mendeskritkan bahwa permainan modern tidak lebih baik dari permainan tradisional. Hanya saja bentuk kolaborasi dari keduanya bisa menjadi jalan keluar bagi permasalahan anak-anak di zaman ini.

Adapun kolaborasi di antara keduanya bisa menghasilkan produk baru bagi anak. Dalam satu sisi anak-anak bisa mengenal budaya dan melatih sensorik dan motoriknya tapi dalam sisi yang lain anak juga belajar informasi dan kreativitas baru melalui smartphone yang akan menunjang kehidupan modern di masa yang akan mendatang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)