Masyarakat Bandung Sudah Bersahabat dengan Gelapnya Jalanan Kota Bandung

3 menit baca
Nadya Ulya Zagita
Ditulis oleh Nadya Ulya Zagita diterbitkan
Suasana jalanan daerah Tegallega di jam 21.00 WIB yang sudah tidak terlihat oleh pengendara, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis Foto: Nadya Ulya Zagita)
Suasana jalanan daerah Tegallega di jam 21.00 WIB yang sudah tidak terlihat oleh pengendara, Jumat (28/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis Foto: Nadya Ulya Zagita)

Penerangan menjadi jantung dalam beraktivitas, tanpa adanya penerangan semua makhluk tidak akan menjadi makhluk hidup seutuhnya.

***

Suasana jalanan Bandung di pagi hingga petang memiliki suasana yang syahdu, asri, aman dan sejuk. Berbeda ketika di malam hari, hampir semua media menyoroti keresahan masyarakat Bandung ini tetapi Wali Kota Bandung belum menanganinya dengan baik.

Penerangan jalanan sangat diperlukan sekali untuk keselamatan para pengguna jalan terutama bagi para pengendara motor, mobil, atau kendaraan lainnya. Nyatanya hal ini masih menjadi keresahan masyarakat Bandung, karena masih banyak jalan umum yang minim bahkan tidak memiliki penerangan.

Tahun 2025, Wali Kota Bandung memiliki target untuk menyebarkan sekitar 78.000 titik lampu penerangan diseluruh kota Bandung, estimasi menangani target dengan baik hinggaDesember 2025. Kabar terbaru progres penanganan ini di bulan Mei 2025 pemkot Bandung baru menyelesaikan penerangan sekitar 55.000 titik.

Masih kurang sekitar 23.000 titik lagi yang belum ditangani oleh pemkot Bandung, ini menjadi pertanyaan kepada pemkot Bandung kenapa baru tahun 2025 ini pemkot Bandung menangani permasalahan ini? Karena di tahun 2016 pemkot Bandung sudah pernah membuat rencana program “Bandung Caang Baranang” yaitu menerangi seluruh kota Bandung oleh Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL).

Seharusnya permintaan masyarakat Bandung mengenai penerangan jalanan ini menjadi hal yang sangat sepele untuk dapat dilakukan sesegera mungkin untuk pemkot Bandung, masyarakat Bandung tidak meminta hal – hal yang mewah dan megah untuk memperbagus kota Bandung masyarakat hanya meminta kenyamanan dan keamanan dalam menjalani kehidupan sehari – hari terutama di malam hari.

Jika memang ingin memperbagus tampilan kota, sebaiknya perbaiki penerangan jalanan terlebih dahulu Bandung sudah sangat bagus dan indah sekali secara alami. Tanpa penerangan jalan saja jalanan Bandung sudah sangat indah apalagi jika ditambah lampu pastinya akan semakin indah dan aman, tidak perlu lampu yang mewah ataupun aestheticyang penting dapat menerangi jalan dengan baik sudah sangat cukup.

Mau sampai kapan mempercantik kota tetapi keamanan masyarakat tidak terjamin? Mausampai kapan ada berita kecelakaan, penbegalan, pencurian di kota Bandung? Hal – hal aesthetic, indah, asri, romantis akan menjadi sia –sia jika semua masyarakat Bandung atau wisatawan menjalani kehidupan di malam hari dengan rasa was–was secara terus menerus.

Situasi jalanan yang minim penerangan di daerah Tegalega, Jumat (28/11/2025). (Foto : Nadya Ulya Zagita) (Sumber: Nadya Ulya Zagita | Foto: Nadya Ulya Zagita)
Situasi jalanan yang minim penerangan di daerah Tegalega, Jumat (28/11/2025). (Foto : Nadya Ulya Zagita) (Sumber: Nadya Ulya Zagita | Foto: Nadya Ulya Zagita)

Jalanan gelap dapat menyebabkan kecelakaan berbagai pihak baik pengendara ataupun pejalan kaki, contoh saja terkadang pejalan kaki yang menyebrang tidak terlihat oleh

pengendara apalagi jika pejalan kaki menggunakan pakaian yang gelap. Dengan begitu pengendara akan menabrak pejalan kaki ataupun bisa ditabrak pula oleh pengendara dibelakang, peristiwa ini tidak dapat menyalahkan pengendara sepenuhnya karena pasti pengendara pun tidak dapat melihat dari jauh kalau ada yang menyebrang.

Baca Juga: Sejak Kapan Pohon Cemara Digunakan jadi Hiasan Natal?

Saya sebagai pengguna jalan Tegallega di jam 21.00 merasa khawatir karena penerangan jalan umum yang sangat minim bahkan tidak ada, karena jalanan yang sepi kalaupun ingin mengebut itu akan terjadi kecelakaan yang akan lebih fatal lagi.

Tidak hanya rawan kecelakaan minimnya penerangan lampu juga dapat menyebabkan kriminalitas seperti penjambretan, pencurian, dan tindakan kekerasan lainnya. Karena inilah masyarakat Bandung enggan untuk beraktivitas di malam hari, akhirnya hal ini dapat menyebabkan pada perekonomian warga Bandung itu sendiri.Pemkot Bandung harus segera merealisasikan 23.000 titik yang belum di tangani, dengan mengutamakan tempat atau daerah yang memiliki angka kriminalitas atau kecelakaan yang tinggi tetapi kalau bisa semua daerah perlu di segerakan secara bersamaan.

Dengan begini saya harap sebagai pengguna jalan pemkot Bandung untuk segera menindak lanjut permasalahan yang sangat urgent ini demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan warga Bandung. Masyarakat Bandung akan terus menunggu hasil akhir dari keresahan ini, yang kami harap hal ini tidak di jadikan sebagai kampanye atau janji manis sesaat ketika ada pemilihan pemkot Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nadya Ulya Zagita
Mahasiswi Digital Public Relations 2024, Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)