Mengemas Budaya Tradisional lewat Makanan dengan Konsep Modern

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Menu Seroja Bake Cipahit (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Menu Seroja Bake Cipahit (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Dalam membuat tulisan sering kali ide datang dari mana saja, tak terduga. Bahkan konsep yang sebelumnya dirancang, justru tak kunjung dituliskan. Sementara ada beberapa memori yang terlewat, justru tiba-tiba muncul di depan mata. Bahkan ketika tidak sengaja membuka galeri atau catatan.

Sama halnya dengan tulisan ini, saya buat karena tidak sengaja menemukan foto makanan di atas saat sedang bersih-bersih galeri dari banyaknya sampah. Foto itu mengingatkan saya pada sebuah memori saat berburu kuliner di Bandung. Sebuah foto yang saya rasa tampak cantik tapi tidak ada hal yang spesial di dalamnya.

Tapi siapa sangka hal sepele itu justru membawa saya untuk menemukan konsep yang luar biasa pada setiap sajian di dalamnya.

Saya membuka Instagram Seroja Bake untuk melihat nama menu yang sempat saya pesan. Karena memang sudah berlalu cukup lama, saya tidak lagi mengingat namanya dengan baik.

Waktu berkunjung ke daerah Cihapit, diantara puluhan kuliner yang populer sebab dikenalkan oleh konten kreator. Saya menemukan tempat yang cukup tersembunyi.

Sekilas tak nampak, jika tidak dilihat dengan mata yang jeli. Bangunan tersebut berada di sebuah belokan dengan tanda beberapa kumpulan tukang becak. Berlokasi di Jl. Cihapit No.21 C, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung.

Lokasi Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Lokasi Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Setiap melakukan perjalanan, baik berburu kuliner atau berkunjung ke destinasi impian, semesta seolah selalu menunjukkan fenomena sosial yang semestinya saya pribadi bisa lebih sensitif untuk menangkapnya.

Menjadikan bahan pembelajaran atau bahkan memberitahu banyak orang tentang keberadaan atau ketidakadilan yang mungkin saja mereka rasakan.

Siang itu, setelah turun hujan, saya berjalan ke arah Jalan Cihapit. Kondisi jalanan yang cukup sempit ini dilalui kendaraan dari dua arah yang mengakibatkan kemacetan. Di antara riuhnya pada pedagang yang menyiapkan makanan, saat jam makan siang tiba.

Sementara saya melipir sedikit ke gang yang berada tidak jauh dari sebuah belokan bernama Seroja Bake.

Lampu kuning yang sedikit temaram juga ornamen kayu pada beberapa furniture menambah suasana homey di Seroja Bake.

Penampakan Depan Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Penampakan Depan Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Saya memesan menu yang direkomendasikan oleh salah satu karyawan di sana. Tart Singkong Coklat Jawa, Mousse Markisa & Jamur Berry dan satu gelas Teh Kecombrang Strawberry.

Menu yang disajikan tampak cantik, kontras saat disajikan di atas piring putih.

Kafe ini memiliki dua lantai, lantai dasar berisi beberapa sofa empuk yang cocok untuk acara keluarga. Sementara bagi yang suka keheningan, lantai dua menjadi rekomendasi yang tepat saat berkunjung ke Seroja Bake.

Ruangan penuh dengan ornamen kayu dan beberapa pot bunga serta tumbuhan yang menghiasi setiap pojok ruangan. Saat Bandung baru saja selesai hujan, menikmati setiap sajian sambil membaca buku "Bandung Menjelang Pagi".

Menu pertama yang saya coba adalah Mousse Markisa & Jamur Berry, teksturnya lembut, sedikit kenyal dari jamur dan asam manis dari buah markisa, perpaduan yang cocok menurut saya. Eksekusi yang cukup cerdas karena berhasil menghilangkan aroma khas pada jamur.

Sambil sesekali menyeruput teh kecombrang yang manis dan penuh aromatik. Seroja berhasil memadukan 3 bahan secara tepat. Terlebih setelah mengikuti acara Mappanre Temme Saya jadi jatuh cinta dengan rasa minuman yang berbahan dasar bunga kecombrang.

Sajian terakhir bernama Tart Singkong Coklat Jawa. Berdasarkan informasi dari Instagram Seroja Bake, tepung singkong yang digunakan berasal dari kota Bandung dan Desa Cirendeu. Sebuah kampung yang kita kenal sebagai kawasan wisata adat Sunda.

Rasanya tart singkong sedikit gurih bercampur dengan melimpahnya coklat yang rasanya benar-benar legit menurut saya. Beruntungnya keberadaan Whipped Cream di atas coklat membantu mengurangi rasa dominan dari coklat.

Suasana Lantai 2 Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Suasana Lantai 2 Seroja Bake (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Setelah saya scroll postingan Seroja Bake hingga ke bawah, saya baru menyadari bahwa Seroja punya konsep menarik, mengemas budaya makanan tradisional menjadi lebih modern tanpa menghilangkan rasa aslinya.

Bahkan saya baru sadar bahwa setiap makanan dan minuman yang disajikan sangat merepresentasikan jajanan pasar tapi ini dalam bentuk elegan dan premium.

Sayangnya saya baru menyadari keunikan tersebut setelah membuat tulisan ini. Padahal ini bakal menjadi topik yang menarik jika punya kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan pemilik atau karyawan dari Seroja Bake.

Sepertinya akan banyak topik menarik dan khazanah kuliner yang bisa diulik dari berbagai macam menu yang dihidangkan. Saya membayangkan betapa "kaya cerita" dan sejarah dalam setiap sajiannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)