Membaca sambil Menikmati Makanan Khas Toko Buku Pelagia

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Menu makanan Toko Pelagia, Kamis, 29 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Menu makanan Toko Pelagia, Kamis, 29 Mei 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung lagi dan lagi tidak pernah kehilangan kreatifitasnya. Selalu ada tempat unik, seperti Toko Buku Pelagia, dan banyak cafe bermunculan dengan konsep minimalis dan kekinian.

Menariknya beberapa cafe tersebut tidak hanya menyediakan makanan dan minuman tapi juga ruang berkumpul, ruang diskusi dan ruang bagi para pecinta buku. Berjamurnya cafe dengan konsep ini diharapkan bisa selaras dengan meningkatkanya minat literasi membaca buku untuk seluruh kalangan.

Dulu perpustakaan dalam ingatan hanya sebuah ruangan dengan rak kayu yang dipenuhi buku, sepi juga tidak begitu diminati oleh kalangan pelajar. Namun hari ini pengusaha kreatif mengubah stigma itu.

Kini perpustakaan menjelma menjadi tempat yang cozy, instagramable, estetik dan digemari banyak kalangan muda. Meski hanya datang untuk berfoto saja tapi ini sudah sebuah kemajuan karena adanya rasa interest terhadap sebuah perpustakaan.

Suasana Bangunan di Depan Toko Buku Pelagia (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Suasana Bangunan di Depan Toko Buku Pelagia (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Tepat di sebrang Rs. Santosa Kebon Jati ada gang cukup besar yang terkadang dilalui oleh angkutan umum jurusan Cisitu--Tegalega. Siapa sangka deretan bangunan khas tempo dulu terdapat sebuah cafe atau yang biasa dikenal dengan Toko Buku Pelagia. Posisi toko ini berada di sebelah kiri jalan.

Tepatnya berada di Luxor Permai, Jl. Kebon Jati B No.Kav, 12A, Kb. Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung. Lokasi bangunan berada di atas jalan sehingga pengunjung perlu menaiki beberapa anak tangga. Terdapat beberapa kursi dan meja yang terpasang di teras tentu sangat cocok bagi pengunjung yang tidak mau melepas alas kakinya. Sedangkan untuk area indoor pengunjung diwajibkan membuka alas kaki dan menyimpan pada tempat yang sudah disediakan.

Begitu masuk pengunjung disuguhkan dengan rak buku dan beberapa kursi serta meja yang berada dekat dengan area kasir. Sementara tepat disebelahnya lebih banyak lagi buku yang berjejer dengan beberapa rak buku.

Bagi pengunjung yang lebih nyaman membaca buku sambil bersandar ke kursi bantal di sini pun tersedia. Buku yang berada di toko pelagia bisa dibaca secara gratis dengan catatan buku sudah tidak terbungkus plastik. Sementara yang masih terbungkus rapi bisa dibeli dengan melihat banderol yang tertera atau bisa konfirmasi langsung ke bagian kasir.

Ruangan Membaca Toko Buku Pelagia (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ruangan Membaca Toko Buku Pelagia (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Tempat satu ini cocok bagi pengunjung yang ingin WFC (Work Form Cafe) selain tempatnya tenang disini juga terdapat akses Wifi tapi tetap pastikan menggunakannya dengan bijak. Kurang lengkap jika sudah membaca buku tidak ditemani oleh hidangan yang di jual di toko ini. Tahu cabe garam, nasi goreng pela juga lychee tea hanya menghabiskan 68 K. Sambil menunggu makanan pengunjung bisa sambil mencari buku yang cocok untuk dibaca.

Pelayanan di toko ini sangat ramah dan memuaskan , hal ini terbukti ketika salah satu karyawan konfirmasi perihal stock makanan yang kosong. Nasi goreng pela yang diganti dengan nasi ikan tongkol tidak masalah karena rasanya pun enak. Tekstur nasi yang sedikit lembek tapi lembut saat dikunyah berpadu dengan gurih pedas dari ikan tongkol sambal matah.

Menariknya rasa bawang dari sambal tidak mengeluarkan bau dan menyisarakan rasa yang pekat di lidah. Tahu cabe garam juga menjadi opsi yang pas untuk dipesan meski sedikit membuat kegaduhan hidung pengunjung lain karena aroma cabenya yang menyengat. Satu gelas lychee tea yang segar bisa di refil dengan stock air putih yang disediakan toko secara gratis tepat di meja kasir. Sajian terakhir sebagai penutup sekaligus teman saat membaca.

Baca Juga: Laki-Laki, Pancingan, dan Stigma Pengangguran

Berdasarkan informasi yang penulis dapat dalam halaman instagram @tb.pelagia sering mengadakan beberapa event yang menarik untuk diikuti. Kawan diskusi, membaca buku bersama, menulis bersama dan beberapa kegiatan menarik lainnya.

Toko ini buka pada hari Selasa--Minggu dari jam 09:00- 21:00 dan libur pada hari senin. Berhubung toko ini dekat dengan kawasan Stasiun Bandung tentu ini sangat direkomendasikan bagi pengunjung dari luar kota untuk sejenak menepi dan menikmati vibes toko ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)