Generasi Muda Angkat Suara di Hari Perempuan Internasional: Ketimpangan Masih Nyata

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Maura dan Nazwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Maura dan Nazwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Ratusan orang berkumpul di kawasan Braga, Kota Bandung, untuk merayakan International Women’s Day (IWD) 2026. Spanduk berwarna ungu, poster berisi tuntutan, serta suara orasi memenuhi ruang publik di sepanjang jalan itu. Suasana terasa hidup—hari tersebut menjadi ruang bagi banyak anak muda untuk menyampaikan suara dan pengalaman mereka tentang perjuangan perempuan.

Di tengah kerumunan, para peserta datang dari beragam latar belakang. Ada mahasiswa, aktivis komunitas, hingga mereka yang baru pertama kali mengikuti aksi di ruang publik. Bagi sebagian dari mereka, peringatan IWD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk memahami dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.

Dari Papua, Menghadapi Penindasan yang Berlapis

Ana (30) bersama Misel (19) dari Aliansi Mahasiswa Papua turut hadir dengan membawa pengalaman perjuangan perempuan Papua. Bagi mereka, kehadiran di IWD merupakan bentuk solidaritas sekaligus upaya untuk mengungkapkan realitas penindasan yang mereka rasakan.

“Penindasan terhadap perempuan itu sejak dulu sampai hari ini masih terjadi, dan perempuan Papua tidak terlepas dari itu. Kami ditindas secara berlapis oleh kolonialisme, militerisme, imperialisme, dan kapitalisme,” ungkap Ana dengan suara tegas dan sorotan mata yang serius.

Menurut Ana, berbagai sistem tersebut saling berkaitan dan membuat perempuan Papua menghadapi situasi yang semakin kompleks. Karena itu, IWD menjadi momen penting untuk menyampaikan pengalaman tersebut kepada publik yang lebih luas.

“International Women’s Day tahun ini maknanya sangat dalam bagi pembebasan perempuan Papua dan pembebasan perempuan secara keseluruhan,” ujar Ana.

Bagi Michelle yang baru bergabung dalam gerakan mahasiswa, pengalaman konflik di Papua menjadi alasan utama kehadirannya. Ia menilai perempuan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi kekerasan.

“Perempuan di Papua lebih banyak menjadi korban karena adanya konflik. Maka perempuan juga harus bersuara, dan hari ini kami hadir di sini,” ucapnya saat ditemui setelah menyampaikan puisinya di panggung IWD Bandung 2026.

Generasi Muda dan Kesadaran Baru

Di antara peserta lainnya, Nazwa Putri Hermawan (19) dan Rezkita Maura Salsabila (19) mengikuti aksi ini sebagai wujud kesadaran baru terhadap isu ketimpangan gender. Menurut Nazwa, peringatan IWD mengingatkan bahwa perjuangan perempuan masih jauh dari selesai.

“Dengan adanya peringatan seperti ini berarti masih ada hal yang harus diperjuangkan, terutama soal ketimpangan dan ketidaksetaraan gender,” kata Nazwa.

Ia juga mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam aksi di ruang publik. Ketertarikannya muncul dari keinginan untuk memahami isu patriarki dan kondisi sosial politik yang mempengaruhi kehidupan perempuan.

“Aku memang belum pernah ikut aksi sebelumnya, tapi menurutku ini momen yang tepat untuk ikut menyuarakan isu-isu perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Maura menyoroti persoalan akses yang belum merata, terutama bagi penyandang disabilitas. Pengalaman melihat kondisi temannya di kampus membuatnya menyadari bahwa masih banyak ruang pendidikan yang belum inklusif.

“Kampusku masih sangat tidak ramah untuk disabilitas, dan itu bisa menghambat mereka untuk belajar. Jadi aku ingin teman-teman lebih aware terhadap isu ini,” kata Maura.

Ia juga menyinggung ketimpangan di dunia kerja yang masih sering terjadi. Menurutnya, perempuan kerap dipandang kurang mampu dibandingkan laki-laki, meski memiliki kompetensi yang sama.

“Perempuan sering dianggap tidak becus melakukan pekerjaan yang sama seperti laki-laki, padahal kita juga bisa,” ujarnya.

Anike Kerda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Anike Kerda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Perjuangan yang Terus Dilanjutkan

Di sisi lain dari kerumunan, Anike Kerda (18) mengungkapkan alasan sederhana keikutsertaannya dalam aksi tersebut. Baginya, IWD adalah kesempatan untuk menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

“Kita perempuan punya hak untuk mengejar cita-cita. Jangan berakhir di dapur atau hanya duduk diam,” kata Ani.

Ia berharap gerakan perempuan dapat terus berkembang dan memperjuangkan keadilan di berbagai bidang kehidupan.

“Perempuan harus berjuang terus sampai mendapatkan keadilan dan hak-haknya,” ujarnya.

Makna yang Terus Berkembang

Bagi kaum muda yang berkumpul di Bandung pada hari itu, IWD bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, dan kegelisahan—mulai dari konflik di Papua hingga persoalan akses pendidikan dan kesetaraan di kota-kota besar.

Beragam suara yang muncul memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan memiliki banyak wajah dan konteks. Namun dari semua cerita yang disampaikan, ada satu pesan yang terasa sama: perjuangan perempuan masih panjang, dan generasi muda ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)