Generasi Muda Angkat Suara di Hari Perempuan Internasional: Ketimpangan Masih Nyata

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Selasa 10 Mar 2026, 06:47 WIB
Maura dan Nazwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Maura dan Nazwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Ratusan orang berkumpul di kawasan Braga, Kota Bandung, untuk merayakan International Women’s Day (IWD) 2026. Spanduk berwarna ungu, poster berisi tuntutan, serta suara orasi memenuhi ruang publik di sepanjang jalan itu. Suasana terasa hidup—hari tersebut menjadi ruang bagi banyak anak muda untuk menyampaikan suara dan pengalaman mereka tentang perjuangan perempuan.

Di tengah kerumunan, para peserta datang dari beragam latar belakang. Ada mahasiswa, aktivis komunitas, hingga mereka yang baru pertama kali mengikuti aksi di ruang publik. Bagi sebagian dari mereka, peringatan IWD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk memahami dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan.

Dari Papua, Menghadapi Penindasan yang Berlapis

Ana (30) bersama Misel (19) dari Aliansi Mahasiswa Papua turut hadir dengan membawa pengalaman perjuangan perempuan Papua. Bagi mereka, kehadiran di IWD merupakan bentuk solidaritas sekaligus upaya untuk mengungkapkan realitas penindasan yang mereka rasakan.

“Penindasan terhadap perempuan itu sejak dulu sampai hari ini masih terjadi, dan perempuan Papua tidak terlepas dari itu. Kami ditindas secara berlapis oleh kolonialisme, militerisme, imperialisme, dan kapitalisme,” ungkap Ana dengan suara tegas dan sorotan mata yang serius.

Menurut Ana, berbagai sistem tersebut saling berkaitan dan membuat perempuan Papua menghadapi situasi yang semakin kompleks. Karena itu, IWD menjadi momen penting untuk menyampaikan pengalaman tersebut kepada publik yang lebih luas.

“International Women’s Day tahun ini maknanya sangat dalam bagi pembebasan perempuan Papua dan pembebasan perempuan secara keseluruhan,” ujar Ana.

Bagi Michelle yang baru bergabung dalam gerakan mahasiswa, pengalaman konflik di Papua menjadi alasan utama kehadirannya. Ia menilai perempuan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi kekerasan.

“Perempuan di Papua lebih banyak menjadi korban karena adanya konflik. Maka perempuan juga harus bersuara, dan hari ini kami hadir di sini,” ucapnya saat ditemui setelah menyampaikan puisinya di panggung IWD Bandung 2026.

Generasi Muda dan Kesadaran Baru

Di antara peserta lainnya, Nazwa Putri Hermawan (19) dan Rezkita Maura Salsabila (19) mengikuti aksi ini sebagai wujud kesadaran baru terhadap isu ketimpangan gender. Menurut Nazwa, peringatan IWD mengingatkan bahwa perjuangan perempuan masih jauh dari selesai.

“Dengan adanya peringatan seperti ini berarti masih ada hal yang harus diperjuangkan, terutama soal ketimpangan dan ketidaksetaraan gender,” kata Nazwa.

Ia juga mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam aksi di ruang publik. Ketertarikannya muncul dari keinginan untuk memahami isu patriarki dan kondisi sosial politik yang mempengaruhi kehidupan perempuan.

“Aku memang belum pernah ikut aksi sebelumnya, tapi menurutku ini momen yang tepat untuk ikut menyuarakan isu-isu perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Maura menyoroti persoalan akses yang belum merata, terutama bagi penyandang disabilitas. Pengalaman melihat kondisi temannya di kampus membuatnya menyadari bahwa masih banyak ruang pendidikan yang belum inklusif.

“Kampusku masih sangat tidak ramah untuk disabilitas, dan itu bisa menghambat mereka untuk belajar. Jadi aku ingin teman-teman lebih aware terhadap isu ini,” kata Maura.

Ia juga menyinggung ketimpangan di dunia kerja yang masih sering terjadi. Menurutnya, perempuan kerap dipandang kurang mampu dibandingkan laki-laki, meski memiliki kompetensi yang sama.

“Perempuan sering dianggap tidak becus melakukan pekerjaan yang sama seperti laki-laki, padahal kita juga bisa,” ujarnya.

Anike Kerda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Anike Kerda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Perjuangan yang Terus Dilanjutkan

Di sisi lain dari kerumunan, Anike Kerda (18) mengungkapkan alasan sederhana keikutsertaannya dalam aksi tersebut. Baginya, IWD adalah kesempatan untuk menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

“Kita perempuan punya hak untuk mengejar cita-cita. Jangan berakhir di dapur atau hanya duduk diam,” kata Ani.

Ia berharap gerakan perempuan dapat terus berkembang dan memperjuangkan keadilan di berbagai bidang kehidupan.

“Perempuan harus berjuang terus sampai mendapatkan keadilan dan hak-haknya,” ujarnya.

Makna yang Terus Berkembang

Bagi kaum muda yang berkumpul di Bandung pada hari itu, IWD bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, dan kegelisahan—mulai dari konflik di Papua hingga persoalan akses pendidikan dan kesetaraan di kota-kota besar.

Beragam suara yang muncul memperlihatkan bahwa perjuangan perempuan memiliki banyak wajah dan konteks. Namun dari semua cerita yang disampaikan, ada satu pesan yang terasa sama: perjuangan perempuan masih panjang, dan generasi muda ingin menjadi bagian dari perjalanan itu.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 20:34

Wisata Pantai Karangsong, Tamasya Santai di Pesisir Utara Jawa Barat

Panduan lengkap Pantai Karangsong Indramayu dengan info lokasi, biaya masuk, wisata mangrove, serta pengalaman menikmati pantai di pesisir utara.

Pantai Karangsong Indramayu. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 29 Apr 2026, 18:48

Mereka yang Agamanya Pernah ‘Dihapus’ dari KTP, Kini Gencar Menebar Hal Baik

Hidup pada masa Orde Baru tidaklah mudah. Terutama jika keturunan Tionghoa dan beragama Konghucu.

Fam Kiun Fat yang akrab disapa Akiun, salah satu tokoh Tionghoa dan Konghucu ternama di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 16:54

Kota ini Tak Lagi Sama(Pah) Tanpamu

Tidak ada langkah yang lebih realistis untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung selain mengendalikan petugas pengelola sampah dan terus mengedukasi masyarakat

Gunungan Sampah di TPST Batununggal Bandung. Rabu, 29 April 2026 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 15:35

Heritage: Mana yang Usang, Mana yang (harus) Terbuang

Konsep warisan kita sangat dibentuk oleh kolonialisme. Oleh karena itu, tulisan ini jadi ajakan dekonstruksi warisan yang elitis menjadi lebih inklusif, emansipatif, dan adil bagi pemilik properti.

Gedung-gedung peninggalan masa kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Neermana Studio)
Beranda 29 Apr 2026, 15:16

Mengurus Sampah Kota Bandung Bukan Hal Ringan, Biaya "Segunung" Harus Dikeluarkan Setiap Hari

Kelola ribuan ton sampah setiap hari, Kota Bandung harus mengeluarkan ribuan liter BBM demi memastikan ratusan armada pengangkut tetap bergerak menyisir lingkungan warga.

"Gunung"sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dakota di Jl. Gunung Batu, Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada Jumat, 7 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bandung 29 Apr 2026, 15:05

Tren Intimate Wedding di Bandung, Afrodite WO: Tonjolkan Karakter Pengantin dan Kesesuaian Venue

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan.

Tren pernikahan bergeser ke arah privat dan personal. Afrodite Wedding Organizer Bandung ungkap pentingnya menyesuaikan venue dengan karakter pengantin dibandingkan sekadar mengejar keviralan. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 13:36

Dari Pesantren ke Panggung Nasional: Perjalanan Hayyun Halimatul Ummah Menjadi Duta Santri

Kisah Hayyun Halimatul Ummah, santri dari keluarga sederhana yang menembus Duta Santri Nasional lewat ketekunan, keberanian, dan tekad untuk bermanfaat.

Hayyun Halimatul Ummah ketika dinobatkan sebagai Duta Santri Nasional pada malam grand final. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 29 Apr 2026, 13:34

Panduan Wisata Pemandian Cipanas Garut, Pilih Tempat Sesuai Gaya Liburanmu di Kaki Gunung Guntur

Panduan wisata Cipanas Garut, mengulas sejarah dua abad, sumber air panas alami, serta pilihan pemandian dan resort terbaik di kaki Gunung Guntur.

Kawasan Wisata Cipanas Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 29 Apr 2026, 10:30

Beban Berat Pengangkutan Sampah di Kota Bandung, Sehari Habiskan BBM Setara 457 Galon Air Mineral

Setiap hari, bahan bakar yang dipakai untuk mengangkut sampah di Bandung setara ratusan galon air minum. Jumlah ini menggambarkan betapa besar energi yang dibutuhkan hanya untuk menjaga kota tetap ber

Aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa 6 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Beranda 29 Apr 2026, 09:15

Kota Bandung Kewalahan Hadapi 1.500 Ton Sampah per Hari, Armada Tertahan, TPA Kian Tertekan

Bandung menghadapi lonjakan sampah hingga 1.500 ton per hari. Armada tersendat akibat antrean dan kuota TPA, membuat pengangkutan melambat dan tumpukan sampah kian meluas.

Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung sedang mengangkut sampah pada 18 November 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Bob Yanuar Muslim)
Beranda 29 Apr 2026, 08:45

Diskar Kota Bandung Ungkap Daftar Kecamatan dengan Tingkat Kejadian Kebakaran Tertinggi

Diskar mengungkap sejumlah kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi di Bandung, dipicu kepadatan permukiman, instalasi listrik, dan meningkat saat musim kemarau.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung melakukan pendinginan pada kios material barang bekas yang terbakar di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis 26 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 29 Apr 2026, 07:36

Menjelang 1 Mei di Bandung: Buruh Menghidupi Ekonomi Negara, tapi Siapa yang Menghidupi Mereka?

Selama buruh masih dihadapkan pada upah yang belum sepenuhnya layak, harga kebutuhan yang terus naik, dan kepastian kerja yang rapuh, maka tidak ada kata perjuangan buruh telah selesai.

Di tengah hiruk pikuk Bandung, ada mereka yang terus bekerja agar kota tetap hidup. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdul Ridwan)
Bandung 28 Apr 2026, 20:52

Memperkuat "Imunitas" Finansial Warga Jabar, Mengapa Kampus Harus Jadi Garda Depan Melawan Pinjol?

Tanpa "imunitas" atau literasi keuangan yang kuat, kemudahan akses digital justru menjadi pintu masuk menuju jeratan utang yang menghancurkan ekonomi keluarga.

Edukasi keuangan harus masuk ke jantung pendidikan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. (Sumber: OJK Jawa Barat)
Wisata & Kuliner 28 Apr 2026, 20:40

Panduan Wisata Tanjung Duriat Sumedang, Panorama 360 Derajat Waduk Jatigede

Tanjung Duriat Sumedang menawarkan panorama 360 derajat Waduk Jatigede dengan pemandangan bukit dan air luas dari satu titik.

Wahana Hammock Net di Tanjung Duriat Sumedang. (Sumber: Tanjung Duriat)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 18:04

Sering Salah Pakai Tanda Titik? Kenali Aturannya Biar Bagus Tulisanmu

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya.

Tanda titik, meski tampak sederhana, banyak orang masih keliru dalam penggunaannya. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Linimasa 28 Apr 2026, 16:56

Jejak Perkebunan Kina di Bandung, Tinggal Puing Tak Terurus

Dulu kuasai 90 persen pasar dunia, pabrik kina Kertasari kini jadi puing akibat gempa, penyerobotan lahan, dan kebijakan

Pabrik Kina pertama di Kabupaten Bandung sudah hampir tak berwujud. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ikon 28 Apr 2026, 16:06

Hikayat Tanjakan Emen, Jalur Horor di Subang yang telan Banyak Korban

Sejarah Tanjakan Emen dari kisah sopir oplet 1956 hingga menjadi jalur rawan kecelakaan akibat geometri jalan berbahaya.

Tanjakan Emen, Subang. (Sumber: Google Earth)
Bandung 28 Apr 2026, 15:21

Transformasi Seserahan, dari Sekadar Tradisi Menjadi Simbol Gaya Hidup dan Personal Branding

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin.

Seserahan kini tak lagi sekadar hantaran sebagai perwujudan janji suci kedua mempelai, tapi bergeser menjadi bagian dari personal branding dan karakter calon pengantin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 15:01

Naik Angkot dari Soreang ke Kopo Tak Seindah dalam Lagu

Bagi mereka yang setiap hari melintasi Kopo, kemacetan parah bukan hal baru.

Kemacetan kendaraan mengular di salah satu ruas jalan di Bandung, mencerminkan padatnya mobilitas warga di tengah aktivitas harian. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Rizki)
Ayo Netizen 28 Apr 2026, 11:32

Komunitas HaikuKu Indonesia, Merawat Puisi dalam Sunyi

Berawal dari ruang maya bernama Facebook, ribuan orang berkumpul karena satu kesamaan yaitu kecintaan pada puisi.

Komunitas Haikuku Indonesia akur, rukun dan guyub. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)