Dari Femisida hingga Hak Reproduksi: 110 Tuntutan Perempuan Disuarakan di Kota Bandung

5 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Minggu (8/3) siang yang cerah di Bandung. Kawasan Asia Afrika hingga Cikapundung dipenuhi warna ungu, spanduk, serta poster-poster tuntutan. Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 dengan membawa berbagai pesan terkait kekerasan berbasis gender, hak-hak pekerja perempuan, hingga tuntutan kebebasan sipil.

Tidak hanya perempuan, aksi ini dihadiri oleh siapa pun yang memiliki visi serupa, meski datang dari latar belakang yang berbeda. Beberapa peserta mengangkat poster atau spanduk berisi tuntutan, sementara yang lain meneriakkan yel-yel sepanjang long march.

Di tengah lautan massa, berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, dan kelompok advokasi tampak berbaris berdampingan. Aksi ini diorganisasi oleh sejumlah jaringan gerakan sosial di Bandung yang ingin menegaskan bahwa perjuangan perempuan tidak berdiri sendiri. Banyak isu lain yang saling berkaitan dan secara langsung memengaruhi kehidupan perempuan.

110+ Tuntutan Digelorakan

Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya yang akrab disapa Caca, mengatakan tuntutan pada IWD tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan jumlah tuntutan mencerminkan semakin banyak persoalan yang dihadapi perempuan dan masyarakat secara luas.

“Kalau tahun kemarin sekitar 50 sampai 60 tuntutan. Sedangkan IWD kali ini tuntutannya lebih dari 110. Itu menunjukkan bahwa masalahnya makin banyak,” ujar Rasya saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, tuntutan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari isu politik, kekerasan berbasis gender, hingga persoalan buruh dan lingkungan hidup.

Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Banyak sektor yang kami tuntut. Tapi yang perlu digarisbawahi, ada akar masalahnya, yaitu kapitalisme dan patriarki yang terus menindas perempuan,” tandas Rasya.

Sorotan pada Kebebasan Sipil dan Kekerasan Gender

Rasya juga menyoroti situasi politik nasional yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi kebebasan sipil. Dalam aksi tersebut, peserta turut menyinggung isu penangkapan peserta aksi serta keberadaan tahanan politik.

“Rezim sekarang menggunakan kebijakan-kebijakan yang menuju ke arah fasis. Kita juga melihat adanya pembungkaman terhadap massa yang melawan,” kata Rasya.

Di samping isu politik, kekerasan berbasis gender masih menjadi fokus utama dalam aksi ini. Rasya menilai penanganan pemerintah terhadap berbagai kasus yang terjadi masih belum efektif.

“Kekerasan terhadap perempuan masih sangat prevalen, tapi sampai sekarang penanganannya belum ada yang benar-benar signifikan dari negara,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan femisida yang dinilai belum diakui secara tegas dalam hukum. Padahal, kasus pembunuhan terhadap perempuan karena alasan gender masih terus terjadi.

“Femisida ini adalah kekerasan paling ekstrem terhadap perempuan, tapi sampai sekarang pengakuan hukumnya masih belum jelas,” beber Rasya.

Dari Hak Kesehatan hingga Buruh Perempuan

Berbagai isu lain juga diangkat dalam aksi ini, termasuk hak-hak kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ), stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hingga persoalan kesehatan reproduksi. Poster-poster yang dibawa peserta menggambarkan beragam isu tersebut.

“Masih banyak hak kesehatan reproduksi perempuan yang belum dipenuhi. Bahkan untuk visum korban kekerasan seksual saja belum sepenuhnya dibiayai negara,” jelas Rasya.

Isu buruh perempuan juga menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan. Ia menilai kondisi ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan membuat banyak buruh perempuan berada dalam situasi rentan.

“Banyak terjadi PHK massal. Jaminan cuti haid, cuti hamil, bahkan cuti paternal juga masih belum benar-benar terpenuhi,” ungkap Rasya.

Ia menambahkan, perempuan kerap menghadapi beban kerja ganda. Mereka bekerja di sektor formal maupun informal, namun tetap harus menjalankan pekerjaan domestik di rumah.

“Perempuan sering menghadapi kerja ganda, kerja di pabrik atau kantor, tapi juga tetap harus melakukan kerja domestik di rumah,” kata Rasya.

Para peserta membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan terkait hak-hak perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Para peserta membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan terkait hak-hak perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Solidaritas Lintas Gerakan

Peringatan IWD di Bandung kali ini juga menunjukkan solidaritas yang luas dari berbagai gerakan. Sejumlah kelompok mahasiswa, organisasi bantuan hukum, hingga komunitas masyarakat turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Rasya menekankan pentingnya kerja sama lintas kelompok agar aspirasi yang disampaikan benar-benar mewakili kebutuhan berbagai pihak. Menurutnya, satu organisasi saja tidak cukup untuk menggerakkan perjuangan ini.

“Kita menjaring banyak komunitas supaya benar-benar tahu kebutuhan mereka. Karena kalau mengatasnamakan mereka tanpa mendengar langsung, itu sama saja bohong,” ujarnya.

Melalui proses tersebut, berbagai organisasi dapat saling bertukar pengalaman dan memahami tantangan yang dihadapi masing-masing. Dari situlah tuntutan-tuntutan disusun secara kolektif.

“Permasalahan itu tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja. Harus ada kerja bersama dan solidaritas lintas gerakan,” tambahnya.

Ruang untuk Berseru dan Melawan

Di tengah demonstrasi, beberapa peserta menyampaikan pendapat mereka menggunakan pengeras suara. Orang-orang yang duduk di sekitar Cikapundung River Spot menyimak, sesekali bertepuk tangan atau mengangkat poster tuntutan.

Sebagian peserta adalah mahasiswa, namun ada pula pekerja, aktivis, dan masyarakat umum. Mereka berkumpul untuk menyuarakan kondisi yang masih dianggap tidak adil bagi perempuan.

Selain memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan aspirasi, rangkaian kegiatan IWD 2026 di Bandung juga diisi dengan performance art dari musisi dan penampilan teater. Acara kemudian dilanjutkan dengan lumbung wanoja, aksi lilin, berbagi takjil, serta ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap.

Kegiatan ini semakin semarak dengan hadirnya lapakan dari berbagai gerakan kolektif independen yang menghiasi area aksi. Kehadiran pers mahasiswa, media alternatif, hingga media konvensional juga menunjukkan perhatian terhadap gerakan ini.

Rasya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi perempuan dan kelompok marginal untuk bersuara. Menurutnya, masih banyak korban kekerasan yang merasa takut atau tidak memiliki ruang untuk berbagi pengalaman.

“IWD ini salah satunya untuk membangun kesadaran bahwa perempuan dan kaum marginal bisa bersuara, bisa marah, dan bisa melawan kondisi yang menindas mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan untuk berbagi pengalaman. Dengan cara itu, suara-suara yang selama ini terabaikan dapat lebih didengar.

Harapan untuk Gerakan Perempuan

Bagi Rasya, peringatan IWD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momen untuk membangkitkan kembali semangat perlawanan, terutama di tengah situasi sosial dan politik yang dinilainya semakin menantang.

“IWD tahun ini harus menjadi titik untuk bangkit kembali dan melawan kembali,” ujar Rasya.

Ia berharap gerakan perempuan ke depan semakin kuat dan mampu mendorong perubahan yang lebih luas, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam sistem sosial yang memengaruhi kehidupan perempuan.

“Harapan saya perempuan yang tertindas bisa mengambil kuasa, dan sistem ke depan benar-benar berpihak kepada perempuan dan kelompok yang selama ini tertindas,” tutup Rasya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)