Dari Femisida hingga Hak Reproduksi: 110 Tuntutan Perempuan Disuarakan di Kota Bandung

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Senin 09 Mar 2026, 15:07 WIB
Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Minggu (8/3) siang yang cerah di Bandung. Kawasan Asia Afrika hingga Cikapundung dipenuhi warna ungu, spanduk, serta poster-poster tuntutan. Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 dengan membawa berbagai pesan terkait kekerasan berbasis gender, hak-hak pekerja perempuan, hingga tuntutan kebebasan sipil.

Tidak hanya perempuan, aksi ini dihadiri oleh siapa pun yang memiliki visi serupa, meski datang dari latar belakang yang berbeda. Beberapa peserta mengangkat poster atau spanduk berisi tuntutan, sementara yang lain meneriakkan yel-yel sepanjang long march.

Di tengah lautan massa, berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, dan kelompok advokasi tampak berbaris berdampingan. Aksi ini diorganisasi oleh sejumlah jaringan gerakan sosial di Bandung yang ingin menegaskan bahwa perjuangan perempuan tidak berdiri sendiri. Banyak isu lain yang saling berkaitan dan secara langsung memengaruhi kehidupan perempuan.

110+ Tuntutan Digelorakan

Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya yang akrab disapa Caca, mengatakan tuntutan pada IWD tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, peningkatan jumlah tuntutan mencerminkan semakin banyak persoalan yang dihadapi perempuan dan masyarakat secara luas.

“Kalau tahun kemarin sekitar 50 sampai 60 tuntutan. Sedangkan IWD kali ini tuntutannya lebih dari 110. Itu menunjukkan bahwa masalahnya makin banyak,” ujar Rasya saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, tuntutan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari isu politik, kekerasan berbasis gender, hingga persoalan buruh dan lingkungan hidup.

Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Koordinator Lapangan IWD 2026, Rasya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Banyak sektor yang kami tuntut. Tapi yang perlu digarisbawahi, ada akar masalahnya, yaitu kapitalisme dan patriarki yang terus menindas perempuan,” tandas Rasya.

Sorotan pada Kebebasan Sipil dan Kekerasan Gender

Rasya juga menyoroti situasi politik nasional yang dinilai berpengaruh terhadap kondisi kebebasan sipil. Dalam aksi tersebut, peserta turut menyinggung isu penangkapan peserta aksi serta keberadaan tahanan politik.

“Rezim sekarang menggunakan kebijakan-kebijakan yang menuju ke arah fasis. Kita juga melihat adanya pembungkaman terhadap massa yang melawan,” kata Rasya.

Di samping isu politik, kekerasan berbasis gender masih menjadi fokus utama dalam aksi ini. Rasya menilai penanganan pemerintah terhadap berbagai kasus yang terjadi masih belum efektif.

“Kekerasan terhadap perempuan masih sangat prevalen, tapi sampai sekarang penanganannya belum ada yang benar-benar signifikan dari negara,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persoalan femisida yang dinilai belum diakui secara tegas dalam hukum. Padahal, kasus pembunuhan terhadap perempuan karena alasan gender masih terus terjadi.

“Femisida ini adalah kekerasan paling ekstrem terhadap perempuan, tapi sampai sekarang pengakuan hukumnya masih belum jelas,” beber Rasya.

Dari Hak Kesehatan hingga Buruh Perempuan

Berbagai isu lain juga diangkat dalam aksi ini, termasuk hak-hak kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ), stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hingga persoalan kesehatan reproduksi. Poster-poster yang dibawa peserta menggambarkan beragam isu tersebut.

“Masih banyak hak kesehatan reproduksi perempuan yang belum dipenuhi. Bahkan untuk visum korban kekerasan seksual saja belum sepenuhnya dibiayai negara,” jelas Rasya.

Isu buruh perempuan juga menjadi bagian dari tuntutan yang disuarakan. Ia menilai kondisi ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan membuat banyak buruh perempuan berada dalam situasi rentan.

“Banyak terjadi PHK massal. Jaminan cuti haid, cuti hamil, bahkan cuti paternal juga masih belum benar-benar terpenuhi,” ungkap Rasya.

Ia menambahkan, perempuan kerap menghadapi beban kerja ganda. Mereka bekerja di sektor formal maupun informal, namun tetap harus menjalankan pekerjaan domestik di rumah.

“Perempuan sering menghadapi kerja ganda, kerja di pabrik atau kantor, tapi juga tetap harus melakukan kerja domestik di rumah,” kata Rasya.

Para peserta membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan terkait hak-hak perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Para peserta membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan terkait hak-hak perempuan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Solidaritas Lintas Gerakan

Peringatan IWD di Bandung kali ini juga menunjukkan solidaritas yang luas dari berbagai gerakan. Sejumlah kelompok mahasiswa, organisasi bantuan hukum, hingga komunitas masyarakat turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Rasya menekankan pentingnya kerja sama lintas kelompok agar aspirasi yang disampaikan benar-benar mewakili kebutuhan berbagai pihak. Menurutnya, satu organisasi saja tidak cukup untuk menggerakkan perjuangan ini.

“Kita menjaring banyak komunitas supaya benar-benar tahu kebutuhan mereka. Karena kalau mengatasnamakan mereka tanpa mendengar langsung, itu sama saja bohong,” ujarnya.

Melalui proses tersebut, berbagai organisasi dapat saling bertukar pengalaman dan memahami tantangan yang dihadapi masing-masing. Dari situlah tuntutan-tuntutan disusun secara kolektif.

“Permasalahan itu tidak bisa diselesaikan oleh satu organisasi saja. Harus ada kerja bersama dan solidaritas lintas gerakan,” tambahnya.

Ruang untuk Berseru dan Melawan

Di tengah demonstrasi, beberapa peserta menyampaikan pendapat mereka menggunakan pengeras suara. Orang-orang yang duduk di sekitar Cikapundung River Spot menyimak, sesekali bertepuk tangan atau mengangkat poster tuntutan.

Sebagian peserta adalah mahasiswa, namun ada pula pekerja, aktivis, dan masyarakat umum. Mereka berkumpul untuk menyuarakan kondisi yang masih dianggap tidak adil bagi perempuan.

Selain memberikan ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan aspirasi, rangkaian kegiatan IWD 2026 di Bandung juga diisi dengan performance art dari musisi dan penampilan teater. Acara kemudian dilanjutkan dengan lumbung wanoja, aksi lilin, berbagi takjil, serta ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap.

Kegiatan ini semakin semarak dengan hadirnya lapakan dari berbagai gerakan kolektif independen yang menghiasi area aksi. Kehadiran pers mahasiswa, media alternatif, hingga media konvensional juga menunjukkan perhatian terhadap gerakan ini.

Rasya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi perempuan dan kelompok marginal untuk bersuara. Menurutnya, masih banyak korban kekerasan yang merasa takut atau tidak memiliki ruang untuk berbagi pengalaman.

“IWD ini salah satunya untuk membangun kesadaran bahwa perempuan dan kaum marginal bisa bersuara, bisa marah, dan bisa melawan kondisi yang menindas mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan untuk berbagi pengalaman. Dengan cara itu, suara-suara yang selama ini terabaikan dapat lebih didengar.

Harapan untuk Gerakan Perempuan

Bagi Rasya, peringatan IWD bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momen untuk membangkitkan kembali semangat perlawanan, terutama di tengah situasi sosial dan politik yang dinilainya semakin menantang.

“IWD tahun ini harus menjadi titik untuk bangkit kembali dan melawan kembali,” ujar Rasya.

Ia berharap gerakan perempuan ke depan semakin kuat dan mampu mendorong perubahan yang lebih luas, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam sistem sosial yang memengaruhi kehidupan perempuan.

“Harapan saya perempuan yang tertindas bisa mengambil kuasa, dan sistem ke depan benar-benar berpihak kepada perempuan dan kelompok yang selama ini tertindas,” tutup Rasya.

News Update

Ayo Netizen 23 Apr 2026, 20:16

Tepatkah Kebijakan BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Umum?

Persoalan BBM tanpa ada persolan krisis global saat ini sebenarnya sudah semakin berat dari tahun ke tahun.

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 23 Apr 2026, 18:22

Cerita di Balik Volume Sampah di Cikapundung Cikalapa Turun Drastis dari 1 Ton ke 100 Kilogram

Aksi bersih rutin selama 17 tahun berhasil menekan volume sampah di Cikapundung Cikalapa dari satu ton hingga tersisa 100 kg, mengembalikan kelestarian sungai melalui konsistensi komunitas lokal.

Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 18:13

Diskon PPN Rumah 2026, Stimulus Ekonomi atau Ilusi Akses Hunian?

Pemerintah kembali memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan pada tahun 2026.

Dukungan Pemerintah dalam Program Prioritas Presiden dalam penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat (Sumber: jabarprov.go.id | Foto: Diskominfo Kab. Bekasi)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:20

Dari Timur ke Tren Nasional, Apresiasi Budaya atau Komodifikasi ‘Timurnesia’?

Membahas bagaimana 'Timurnesia' sebagai bentuk apresiasi budaya sekaligus memunculkan potensi komodifikasi.

Fenomena popularitas musik timur menjadi momentum yang penting seiring perkembangan teknologi. (Sumber: Pexels | Foto: teras dondon)
Bandung 23 Apr 2026, 17:07

Cari Makan di TikTok Bukan Google? Ini Rahasia Brand F&B Bandung Tetap Viral dan Relevan

Di tengah menjamurnya bisnis F&B yang kian masif, fokus industri telah bergeser, bukan lagi soal siapa yang paling enak melainkan siapa yang paling kuat melekat dalam ingatan konsumen.

Public Relations Kopi Cantel & Bruasusual, Nida Yasmin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:07

Temuan (Dugaan) Terowongan di Banceuy

Catatan harian arkeolog (ngawur) tentang penemuan terowongan di Jl. Banceuy saat proyek IPT 2026. Melalui riset literatur, terungkap temuan itu sebagai sistem riol kolonial dari rencana sanitasi 1919.

Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 15:10

Makna Persahabatan Sejati di Tengah Kehidupan Modern

Persahabatan bukan tentang siapa yang paling sering bersama, tetapi siapa yang tetap ada ketika keadaan tidak mudah.

Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:39

Melihat Persoalan Pelestarian Gedung Sate

Setiap pengembangan Cagar Budaya harus mematuhi koridor regulasi, mengedepankan transparansi melalui Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB), serta mengintegrasikan partisipasi publik yang inklusif.

Gedung Sate, tempat pemerintahan Jawa Barat. (Sumber: Unsplash/Ari Nuraya)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:09

Ngomong Keras Bukan Berarti Benar: Logika yang Kalah oleh Emosi

Dominasi emosi dalam debat membuat kebenaran sering kalah oleh suara yang lebih keras daripada argumen yang lebih logis.

Buku Ajar Logika Untuk Berpikir Kritis Dalam Menghadapi Sesat Pikir. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Pernando Aigro S.)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 13:24

Ngemuseum, Yuk!

Museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.

Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 23 Apr 2026, 11:08

7 Jajanan yang Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin: Hangat, Gurih, dan Sulit Ditolak

Rekomendasi 7 jajanan hangat seperti seblak, cireng, batagor kuah, hingga sosis bakar yang cocok disantap saat cuaca dingin.

Seblak.
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 09:01

Rupiah Terus Melemah, Krisis Bahan Baku Industri Kian Parah  

Perlu menerapkan strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk mengatasi krisis bahan baku.

Ilustrasi pekerja yang tengah mempersiapkan bahan baku (Sumber: petrotrainingasia.com)
Beranda 23 Apr 2026, 08:27

Sukses Tak Harus Gengsi, Cerita Fandi Bangun Mimpi Lewat Roda Kopi Keliling di Tamansari

Fandi Ginanjar membuktikan sukses tak butuh gengsi. Lewat Tony’s Coffee, ia merajut mimpi di jalanan Tamansari, Bandung, menjajakan kopi estetik yang dia bangun secara mandiri dari nol.

Penjual kopi keliling, Fandi Ginanjar, melayani pembeli dengan memanfaatkan sepeda listrik hasil modifikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 23 Apr 2026, 05:00

Panduan Wisata Ciater: Pilihan Itenerary, Harga Tiket, hingga Berburu Kuliner

Panduan wisata Ciater dengan rencana perjalanan satu hari dari pemandian air panas hingga kuliner khas seperti sate kelinci.

Pemandian air panas Sari Ater di Ciater, Subang. (Sumber: subang.go.id)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 19:21

Refleksi Hari Bumi dan Masa Depan Ekowisata Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh adalah objek yang lengkap untuk kategori ekowisata

Pemandangan Geopark Ciletuh yang fantastis. (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 18:08

Hari Bumi di Bandung: Krisis Transportasi dan Jalan Panjang Menuju Mobilitas Berkelanjutan

Kemacetan, rendahnya layanan transportasi publik, serta buruknya infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda cermin krisis transportasi Bandung. Hari Bumi mengingatkan pentingnya mobilitas berkelanjutan.

Ilustrasi yang menggambarkan kontradiksi antara transportasi polutif dan transportasi berkelanjutan, dengan fokus pada pelestarian bumi. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 17:00

Kisah Kaum Urban 'Hikayat Urang Pasar' (Bagian 1)

Mereka yang sering disebut Urang Pasar, mampu menunjukkan diri mereka sebagai “Saudagar Bandung”.

Penulis bersama rekan-rekan saat mengunjungi rumah keluarga Pasar Baru Bandung yang masih terjaga keasliannya, dan berada di tengah Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 16:25

Dari Padel ke Hyrox: Komodifikasi Olahraga dan Representasi Gengsi Kelas Atas dalam Budaya Populer

Pergeseran tren olahraga dari padel ke Hyrox sebagai simbol gaya hidup kelas atas.

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 12:53

Buruh Digital yang Bahagia: Menelaah Eksploitasi di Balik Fenomena Fan-Edit TikTok

Fenomena fan-edit TikTok adalah bentuk digital labour.

Program Google AI Tools for Journalist yang digelar selama dua hari, 23–24 Desember 2025 di Kantor Ayo Media Network. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 22 Apr 2026, 11:26

7 Kuliner yang Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kuliner hangat seperti bakso, soto, mi instan, hingga sekoteng yang cocok disantap saat cuaca dingin dan hujan.

Mi instan. (Sumber: Freepik)