Destinasi Piknik Estetik di Bandung Utara

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Lapangan Hijau Uncle D Backyard. (Sumber: Instagram | Uncle D Backyard)
Lapangan Hijau Uncle D Backyard. (Sumber: Instagram | Uncle D Backyard)

Bandung memang tidak pernah habis menciptakan destinasi-destinasi baru yang membuat whislist liburan semakin menumpuk. Bandung memang tidak pernah menyia-nyiakan potensi alam yang sudah diberikan oleh semesta. Meski demikian tetap harus ada batasan yang menjadi pijakan untuk alam yang tetap seimbang dan meminimalisir kerusakan.

Jika Cianjur memiliki Kebun Raya Cibodas yang memiliki topografi lapangan bergelombang dan berbukit-bukit dengan tinggi kurang lebih 1300-1425 meter di atas permukaan laut. Kemudian Garut dengan Lapangan Golf Ngamprah yang juga tak kalah indah. Kini Bandung membuka Uncle D Backyard sebagai destinasi baru yang bisa digunakan untuk piknik estetik atau digunakan untuk event seru lainnya.

Akses menuju Uncle D Backyard cukup mudah bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jika dari Terminal Leuwi Panjang kalian bisa menggunakan TMB Dago--Leuwi Panjang yang selanjutnya turun dipemberhentian terakhir yaitu Dipati Ukur. Dari halte kalian bisa melanjutkan menggunakan transportasi online dengan harga Rp.15.000.

Uncle D Backyard yang berlokasi di Jl. Cigadung Raya Barat No.18 Kota Bandung ini melintasi sejumlah jalan kecil yang ramai dengan hirup-pikuk warga sekitar juga ramainya kendaraan pribadi. Jika boleh saya sarankan lebih baik berkunjung di weekday pagi hari atau sore menjelang malam. Karena dapat dipastikan saat weekend lokasi ini akan padat oleh sejumlah kendaraan juga jumlah kunjungan yang membludak.

Dari beberapa media sosial yang pernah saya lihat-- Uncle D Backyard bermula dari venue wedding berujung dibuka secara umum bagi masyarakat yang ingin berkunjung. Dilansir dari yoursay.id pada tanggal 12 Agustus 2025 tiket masuk ke tempat ini hanya dipatok sebesar Rp.10.000. Namun setelah viral dan banyak didatangi oleh konten kreator dan masyarakat tiket masuknya jadi melonjak.

Seperti biasa sudah menjadi culture di berbagai wisata Kota Bandung atau mungkin daerah lainnya menaikkan harga tiket ketika tempat yang bersangkutan mulai ramai. Seperti aji mumpung meraup keuntungan yang tinggi atau sebetulnya ada alasan lain dari kenaikan harga tiket. Karena berdasarkan pengamatan saya ketika masuk ke gerbang Uncle D Backyard banyak penjaga pendaftaran seperti warga lokal yang usianya sudah tidak muda lagi. Mungkin saja kenaikan tiket tersebut ada kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Hari ini 15 November 2025 tiket masuk diberlakukan sebesar Rp.20.000 non-fasilitas dan hanya bisa menikmati pemandangan hamparan rumput hijau sepuasnya. Sementara jika mengambil paket Rp.50.000 pengunjung bisa mendapatkan tiket sepuasnya, mendapatkan satu macam makanan atau minuman juga kursi atau tikar piknik yang estetik. Jangan khawatir perut keroncongan karena tempat ini menyediakan cafe dengan berbagai makanan dan minuman yang bisa dicoba. Namun bagi kalian yang membawa makanan dari luar juga tidak masalah selama bisa menjaga keadaan lingkungan tetap bersih.

Meski cukup mahal tapi menurut saya ini worth it untuk ditukarkan dengan experience ketenangan. Melihat beberapa pengunjung yang membawa hewan peliharaan sepertinya tempat ini tidak ada larangan khusus dari pemilik perihal hal ini.

Ada beberapa spot yang menarik bagi saya, pertama, bagian paling atas yang menyajikan pohon-pohon tinggi tapi sedikit lebih panas, kedua, bagian tengah yang cenderung lebih teduh di siang hari karena bernaung di bawah pohon rindang, sementara spot ketiga berada paling bawah dengan pemandangan yang dekat dengan danau. Namun untuk spot ketiga cenderung terlihat lebih muram karena jarang terlihat pengunjung yang duduk di sekitaran area tersebut.

Pilihan Foto Estetik di atas Tikar (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pilihan Foto Estetik di atas Tikar (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berkunjung ke tempat ini tidak hanya menyuguhkan ke-estetikan semata tapi ketenangan jiwa dan ketersediaan oksigen yang melimpah. Saya pribadi menyarankan datang pagi hari supaya bisa bersantai dan menikmati alam lebih lama.

Melamun, berimajinasi, membuat journaling, membaca buku atau sekedar santai dan berbicara bersama teman atau pasangan menjadi pilihan aktivitas yang bisa dilakukan. Tempat ini juga cocok untuk merefleksikan dan menata ulang rencana yang belum terselesaikan di tahun 2025.

Bagi pengunjung yang memiliki kulit sensitif saya sarankan untuk membawa lotion anti nyamuk atau salep anti gatal karena pada beberapa waktu bisa mendadak ada serangga atau nyamuk di sekitar kita.

Bandung dengan segala kreatifitasnya dan potensinya semoga selalu menjadi bagian dari kota yang revolusioner tanpa merusak alam. Menyuguhkan destinasi yang tidak hanya meraup keuntungan semata, menyajikan keindahan bagi para mata yang datang tapi juga terus berupaya bersama untuk menjaga kelestarian serta keseimbangan semesta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)