Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Destinasi Piknik Estetik di Bandung Utara

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Rabu 19 Nov 2025, 10:04 WIB
Lapangan Hijau Uncle D Backyard. (Sumber: Instagram | Uncle D Backyard)

Lapangan Hijau Uncle D Backyard. (Sumber: Instagram | Uncle D Backyard)

Bandung memang tidak pernah habis menciptakan destinasi-destinasi baru yang membuat whislist liburan semakin menumpuk. Bandung memang tidak pernah menyia-nyiakan potensi alam yang sudah diberikan oleh semesta. Meski demikian tetap harus ada batasan yang menjadi pijakan untuk alam yang tetap seimbang dan meminimalisir kerusakan.

Jika Cianjur memiliki Kebun Raya Cibodas yang memiliki topografi lapangan bergelombang dan berbukit-bukit dengan tinggi kurang lebih 1300-1425 meter di atas permukaan laut. Kemudian Garut dengan Lapangan Golf Ngamprah yang juga tak kalah indah. Kini Bandung membuka Uncle D Backyard sebagai destinasi baru yang bisa digunakan untuk piknik estetik atau digunakan untuk event seru lainnya.

Akses menuju Uncle D Backyard cukup mudah bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Jika dari Terminal Leuwi Panjang kalian bisa menggunakan TMB Dago--Leuwi Panjang yang selanjutnya turun dipemberhentian terakhir yaitu Dipati Ukur. Dari halte kalian bisa melanjutkan menggunakan transportasi online dengan harga Rp.15.000.

Uncle D Backyard yang berlokasi di Jl. Cigadung Raya Barat No.18 Kota Bandung ini melintasi sejumlah jalan kecil yang ramai dengan hirup-pikuk warga sekitar juga ramainya kendaraan pribadi. Jika boleh saya sarankan lebih baik berkunjung di weekday pagi hari atau sore menjelang malam. Karena dapat dipastikan saat weekend lokasi ini akan padat oleh sejumlah kendaraan juga jumlah kunjungan yang membludak.

Dari beberapa media sosial yang pernah saya lihat-- Uncle D Backyard bermula dari venue wedding berujung dibuka secara umum bagi masyarakat yang ingin berkunjung. Dilansir dari yoursay.id pada tanggal 12 Agustus 2025 tiket masuk ke tempat ini hanya dipatok sebesar Rp.10.000. Namun setelah viral dan banyak didatangi oleh konten kreator dan masyarakat tiket masuknya jadi melonjak.

Seperti biasa sudah menjadi culture di berbagai wisata Kota Bandung atau mungkin daerah lainnya menaikkan harga tiket ketika tempat yang bersangkutan mulai ramai. Seperti aji mumpung meraup keuntungan yang tinggi atau sebetulnya ada alasan lain dari kenaikan harga tiket. Karena berdasarkan pengamatan saya ketika masuk ke gerbang Uncle D Backyard banyak penjaga pendaftaran seperti warga lokal yang usianya sudah tidak muda lagi. Mungkin saja kenaikan tiket tersebut ada kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Hari ini 15 November 2025 tiket masuk diberlakukan sebesar Rp.20.000 non-fasilitas dan hanya bisa menikmati pemandangan hamparan rumput hijau sepuasnya. Sementara jika mengambil paket Rp.50.000 pengunjung bisa mendapatkan tiket sepuasnya, mendapatkan satu macam makanan atau minuman juga kursi atau tikar piknik yang estetik. Jangan khawatir perut keroncongan karena tempat ini menyediakan cafe dengan berbagai makanan dan minuman yang bisa dicoba. Namun bagi kalian yang membawa makanan dari luar juga tidak masalah selama bisa menjaga keadaan lingkungan tetap bersih.

Meski cukup mahal tapi menurut saya ini worth it untuk ditukarkan dengan experience ketenangan. Melihat beberapa pengunjung yang membawa hewan peliharaan sepertinya tempat ini tidak ada larangan khusus dari pemilik perihal hal ini.

Ada beberapa spot yang menarik bagi saya, pertama, bagian paling atas yang menyajikan pohon-pohon tinggi tapi sedikit lebih panas, kedua, bagian tengah yang cenderung lebih teduh di siang hari karena bernaung di bawah pohon rindang, sementara spot ketiga berada paling bawah dengan pemandangan yang dekat dengan danau. Namun untuk spot ketiga cenderung terlihat lebih muram karena jarang terlihat pengunjung yang duduk di sekitaran area tersebut.

Pilihan Foto Estetik di atas Tikar (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pilihan Foto Estetik di atas Tikar (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berkunjung ke tempat ini tidak hanya menyuguhkan ke-estetikan semata tapi ketenangan jiwa dan ketersediaan oksigen yang melimpah. Saya pribadi menyarankan datang pagi hari supaya bisa bersantai dan menikmati alam lebih lama.

Melamun, berimajinasi, membuat journaling, membaca buku atau sekedar santai dan berbicara bersama teman atau pasangan menjadi pilihan aktivitas yang bisa dilakukan. Tempat ini juga cocok untuk merefleksikan dan menata ulang rencana yang belum terselesaikan di tahun 2025.

Bagi pengunjung yang memiliki kulit sensitif saya sarankan untuk membawa lotion anti nyamuk atau salep anti gatal karena pada beberapa waktu bisa mendadak ada serangga atau nyamuk di sekitar kita.

Bandung dengan segala kreatifitasnya dan potensinya semoga selalu menjadi bagian dari kota yang revolusioner tanpa merusak alam. Menyuguhkan destinasi yang tidak hanya meraup keuntungan semata, menyajikan keindahan bagi para mata yang datang tapi juga terus berupaya bersama untuk menjaga kelestarian serta keseimbangan semesta. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)