Mengintip Sejarah serta Budaya di Kampung Mahmud

2 menit baca
Ibrahim Sabit Agustian
Ditulis oleh Ibrahim Sabit Agustian diterbitkan
Para pengunjung bersemangat memenuhi wisata religi di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (14/04/25). (Sumber: Dokumentasi Narasumber)
Para pengunjung bersemangat memenuhi wisata religi di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (14/04/25). (Sumber: Dokumentasi Narasumber)

Masjid yang tampak berdiri gagah di tengah cucuran keringat di dahi para pedagang. Sang langit menanti untuk memberikan arti di balik kabut yang hampir setiap pagi menghampiri masjid agung di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung, Sabtu (01/11/2025).

Berbarengan dengan dibangunnya masjid tersebut, dimulainya kebudayaan yang menjadi pegangan oleh masyarakat kampung Mahmud. Masyarakat tidak diperbolehkan untuk membangun rumah dengan kesan mewah ataupun megah karena berlandaskan pemikiran bahwa masyarakat di sini tidak diperbolehkan untuk sombong.

Jujum Julfikar selaku Kepala Desa Mekar Rahayu menerangkan bahwa melanggar pegangan turun-temurun itu memiliki efek nyata, efek yang secara langsung dirasakan. “Begitu diangkat ASN, bapak saya membangun rumah dengan pemikiran beliau bukan orang mahmud, saat sudah dibangun ada efek serius seperti sakit-sakitan sampai hampir 10 tahun yang mengakibatkan beliau harus pensiun dini dan berakhir meninggal dunia,” ujarnya.

Selain tidak diperbolehkan membuat rumah mewah, masyarakat juga tidak boleh memiliki rumah permanen, tidak memakai kaca, dan tidak boleh membangun tembok. Tetapi, seiring perkembangan zaman, Sungai Citarum tadinya bersih dan suci tercemar oleh limbah dari pabrik-pabrik yang akhirnya aturan tersebut dinego sehingga diperbolehkan membangun.

Di kampung Mahmud juga tidak diperbolehkan untuk memelihara angsa karena pada dulu kala, saat orang-orang sedang ibadah atau shalat, angsa terlalu berisik. Selain itu dengan alasan yang hampir sama dan merupakan suatu simbol penolakan terhadap kemewahan, gong juga tidak diperbolehkan untuk digumamkan di kampung ini.

Kampung ini masih erat dengan kegiatan gotong royongnya, misalnya saat rumah A ingin melakukan renovasi lalu dari masjid akan mengumumkan. “Besok jam 8 pagi kumpul di rumah A untuk melaksanakan gotong royong setelah pengumuman itu dibuat, besoknya saat jam 8 pagi satu kampung akan kumpul, tetapi budaya ini sudah mulai terkikis seiring dengan perkembangan zaman” ujar pria yang nampak senang.

Selain gotong royong, ikatan erat warga kampung Mahmud juga dibangun melalui budaya Sunda makan-makan saat penyambutan bulan suci, yaitu munggahan yang merupakan budaya Sunda. Secara harfiah berarti naik atau meningkat dan dalam pelaksanaannya dilakukan bersama keluarga atau kerabat untuk makan bersama, tetapi uniknya di sini dilaksanakan satu kampung.

Pengunjung memenuhi masjid agung di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten 
Bandung, Senin (16/03/25) (sumber foto: narasumber) (Sumber: Dokumentasi Narasumber | Foto: Jujum Zulfikar)
Pengunjung memenuhi masjid agung di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (16/03/25) (sumber foto: narasumber) (Sumber: Dokumentasi Narasumb

Masjid di sini tidak pernah sepi, selalu ada yang mengisi untuk melaksanakan pengajian, entah itu anak SD, SMP, SMA, atau bahkan orang tua. Setiap selesai melaksanakan pengajian sesuai jadwal masing-masing, selalu ada makan-makan tetapi berbeda dari munggahan, skala makan-makan ini dilaksanakan secara kecil-kecilan.

Kepala desa menjelaskan bahwa sebelum menjadi terkenal seperti sekarang, Kampung Mahmud saat zaman kolonial Belanda adalah rawa yang dijadikan sebagai tempat persembunyian oleh para pribumi kala itu. “Awalnya kampung adat Mahmud ini rawa, rawa yang seram dan dijadikan tempat persembunyian,” ujarnya.

Eyang Dalem Haji Abdul Manaf, seorang sesepuh dari kampung tersebut mendapatkan ilham atau wangsit di Gubah Mahmud dekat Masjidil Harom yang menyatakan bahwa beliau harus mengambil segenggam tanah dari Gubah Mahmud yang kemudian membawanya ke daerah rawa di sekitar Sungai Citarum dan pada akhirnya dijadikan masjid agung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)