Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Tumbuh Kembali untuk Damri Leuwipanjang—Ledeng

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 13:16 WIB
Damri Ledeng-Leuwipanjang. (Sumber: Youtube | Foto: ATAR ALIF CHANNEL)

Damri Ledeng-Leuwipanjang. (Sumber: Youtube | Foto: ATAR ALIF CHANNEL)

Sebagai pengguna layanan DAMRI sejak 2016-- tentu secara pribadi saya punya kenangan tersendiri dengan armada yang menjadi ikon penting bagi sejarah transportasi khususnya di Kota Bandung. Bagi saya DAMRI bukan sekedar transportasi yang mempermudah mobilitas saya sebagai warga Kota Bandung tapi lebih dari itu.

DAMRI adalah armada yang ramah terhadap semua kalangan--cukup dengan Rp.4000—Rp.5000 saja sudah bisa mengakses lokasi yang terbilang cukup jauh. Tak hanya hemat, DAMRI juga memberikan kenyamanan dari panas terik matahari di siang hari dan dari Bandung saat musim hujan.

Sekitar tahun 2016 saya pernah mengikuti salah satu diklat yang diselenggarakan oleh Yayasan Darut Tauhid, di mana kegiatan itu dilaksanakan pada akhir pekan. Setelah lelah berkegiatan DAMRI memang armada yang tepat untuk meregangkan tubuh yang sedikit kaku. Dengan jumlah kursi yang banyak juga tersedia ac yang menyejukkan badan setelah berlumuran keringat. Di bandingkan dengan naik angkot yang harus turun-naik beberapa kali untuk menuju leuwipanjang. DAMRI memang pernah jadi idola pada masanya.

Tanpa kita sadari DAMRI selalu setia menemani setiap langkah mimpi dari para mahasiswa di Kota Bandung yang memperjuangkan pendidikannya. Membersamai langkah para pedagang kecil yang berjuang untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Merangkul para kaum marjinal untuk sedikit mencari pundi-pundi kehidupan. Begitu banyak cerita, begitu banyak realita sosial di depan mata--yang bahkan jarang terlihat oleh mata-mata pemilik kebijakan.

Damri dengan rute Leuwipanjang--Ledeng memiliki rute yang cukup jauh dan melewati beberapa lokasi penting seperti UPI, Pesantren Darut Tauhid, Rumah Mode, Cihampelas, Paskal dan Pasar Baru. DAMRI rute ini juga membantu warga Bandung yang berniat berwisata ke arah Lembang tapi tidak memiliki kendaraan pribadi. Selain mengurangi kemacetan tentu penggunaan DAMRI juga membantu meminimalisir budget liburan. Misalnya untuk menuju wisata terdekat yaitu Farm House bisa diakases menggunakan DAMRI lalu dilanjutkan dengan angkot Lembang-Stasiun Hall.

Dulu DAMRI rute ini beroperasi dari jam 06.00 hingga 17.00 dengan jumlah armada yang cukup banyak karena bisa menyediakan keberangkatan setiap 15-30 menit. Namun hari ini rasanya DAMRI seperti kehilangan kejayaannya. Kemajuan zaman dan makin menjamurnya kendaraan pribadi tentu banyak menggerus berbagai macam bisnis atau armada transportasi umum.

Dilansir dari detikfinance.com pada tahun 2021 DAMRI sempat memberhentikan operasionalnya karena kerugian finansial akibat kesulitan memenuhi kebutuhan operasional karena jumlah penumpang yang makin menurun. Kita sadari bahwa efek pandemi Covid-19 pada tahun 2020 memang banyak meluluh-lantahkan hampir semua sektor kehidupan, khususnya sektor perekonomian. Banyak perusahaan merumahkan para karyawannya karena aturan sosial distancing. Perputaran operasional beberapa sektor industri melambat karena permintaan pasar menurun. Banyak masyarakat yang kekurangan sehingga mengesampingkan kebutuhan sekunder.

Tahun-tahun setelahnya juga tidak mudah bagi masyarakat dan pemilik usaha untuk bangkit. Bahkan hingga akhir tahun 2025 makin menjamur pengangguran karena lapangan pekerjaan yang tidak bertumbuh.

Pada tahun 2025 DAMRI Leuwipanjang--Ledeng sempat berhenti sementara selama satu pekan untuk antisipasi unjuk rasa dan keamanan atau optimalisasi armada. Kemudian beroperasi kembali 8 september 2025. Namun saat 9 Desember 2025 saya kembali menggunakan DAMRI rute ini jumlah armada yang ada hanya satu di terminal Leuwipanjang. Jauh berbeda dari kondisi di tahun 2016. Bahkan kini jam operasionalnya memendek dari pukul 17.00 menjadi 15.30 menurut postingan instagram @transportforbandung. Namun dengan penasaran saya mengonfirmasi secara langsung kepada supir, menurut pernyataannya perkiraan DAMRI terakhir dari Ledeng menuju Leuwipanjang yaitu pukul 14.00-14.30.

Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Di tahun 2026 saya rasa kita semua sebagai warga Kota Bandung wajib mendukung DAMRI atau transportasi bus serupa sebagai pilihan utama mobilitas untuk tumbuh kembali sebagai solusi kemacetan di Kota Bandung. Jika hanya mementingkan keinginan pribadi untuk terus-menerus memperbanyak kendaraan motor maka di masa depan tidak ada cara lain untuk berdamai dengan kemacetan itu sendiri.

Namun saya pribadi selalu punya harapan besar untuk kota Bandung bisa keluar dari masalah kemacetan. Saya selalu memiliki optimisme bahwa transportasi umum seperti DAMRI atau Metro Jabar Trans bisa kembali merebut kejayaannya demi Bandung yang tenang dari hingar-bingar kemacetan dan dari polusi udara yang menyesakkan dada.

Baca Juga: Benteng Kritis Mahasiswa UNPAR dalam Menangkal Hoaks dengan Literasi Digital

Menurut saya tidak ada cara lain untuk menciptakan perubahan selain bersama-sama memupuk hal kecil demi menyelesaikan permasalah kemacetan yaitu dari kesadaran kita sebagai warga Kota Bandung itu sendiri. Cobalah untuk berjalan kaki jika tujuan kita tidak lebih dari 1 km. Biasakan jalan kaki jika untuk sekedar membeli bahan masakan di warung yang hanya berselang 10 rumah. Biasakan tidak memberikan motor kepada anak di bawah 17 tahun untuk pergi ke sekolah. Cukuplah motor tersebut digunakan untuk kepentingan kerja yang membutuhkan jarak belasan hingga puluhan kilo meter.

Dari kesadaran kolektif yang kita buat bersama-sama-- saya memiliki keyakinan besar pada pemilik kebijakan untuk selaras mendukung hal ini dengan cara memperjelas rute transportasi umum yang bisa menjangkau daerah terpencil di Kota Bandung. Membenahi rute yang selama ini semrawut menjadi lebih tertata dan berkesinambungan. Tidak ada cara menuju perubahan selain saling bersinergi--antara kita sebagai warga kota bandung dan para pemangku kebijakan setempat.

Sebagai pengguna DAMRI -- jujur saya sangat senang karena di zaman digitalisasi DAMRI masih menyediakan pembayaran secara tunai yang mempermudah pengguna lansia yang tidak memiliki m-banking atau Qris. Namun DAMRI juga tetap harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyiapkan pembayaran secara Qris atau tap kartu e-money. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat kita hari ini lebih suka dengan pembayaran digital dibandingkan uang secara tunai. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)